jump to navigation

Kartun Nabi Muhammad…??…ah yang benar… 4 Desember 2008 2:36 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
20 comments

Berita terhangat selain “Langit tersenyum” akhir-akhir ini adalah mengenai kartun dan komik, yang katanya tentang Nabi Muhammad, setelah saya coba ngeliat melalui images.google, saya jadi tertawa sendiri…bukan lantaran mentertawai sosok yang sangat saya kagumi itu, ..namun lebih kepada Sang Creator dengan amat sangat cerdas menguji dengan cara satire…, bagaimana tidak Sosok yang sebenarnya hanya dikenali oleh orang-orang yang pernah bersama  semasa Beliau hidup saja, sebab sepertinya tidak meninggalkan Foto, lukisan atau patung, kalaupun ada itu adalah gambaran saja dari yang mengkisahkan/ meriwayatkan.

(lebih…)

Iklan

Jangan berteriak…, akupun tak tahu bagaimana harus berbuat 24 November 2008 4:54 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
13 comments

Hari ini kabut menyelimuti sebuah kota, yang entah bagaimana sampai dengan matahari meninggipun kabut masih cukup tebal, sehingga memberi kesan dingin lebih dari biasanya…

Tiba-tiba ada yang berteriak dari bawah sana..wooi…!!!..kamu yang menyelimuti udara.., menghindarlah …aku memerlukan cahaya mentari untuk memasak santapanku hari ini…kalau kau tetap mengambang seperti itu, apa yang harus kumakan hari ini…???

Kabut, menoleh ke bawah, duh..aneka tumbuhan berteriak-teriak dan menuding kepadanya…padangannya nanar menatap seolah-olah mengerti apa yang dirasakan makhluk lain yang ada dibawah itu…,

(lebih…)

Apa benar kita sudah Islam…? 19 Oktober 2008 6:37 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
44 comments

Pernahkah terbaca olehmu surah Al Hujuraat 14, yaa… yang menggambarkan bahwa Rasulullah SAW, dikabarkan Allah bahwa akan datang kepadanya Arab Badui, yang akan mengatakan bahwa mereka sudah beriman, di ayat itu, Allah juga mengajarkan/ memberitahukan kepada Beliau bahwa mereka itu belum beriman, namun sudah tunduk, sebab Iman belum meresap pada hati mereka…
(lebih…)

Kotemplasi-Siklus Hidup 11 Agustus 2008 8:53 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
49 comments

Kontemplasi, sepertinya lebih dekat pada maksud “Merenung” atau “Berfikir Lebih Dalam” ketimbang “Sekedar Berfikir”, apalagi “merasa sudah berfikir”,  🙂 … Just Kiding…, mungkin dalam bahasa lainnya ”Tafakkur”, dan bagi orang-orang yang selalu melakukannya, Allah memanggilnya dengan “Yaa Tafakkaruun”.

 

Kami hendak bertanya pada sahabat yang arif lagi berilmu mengenai Apa tujuan, saya dan segala sesuatu diciptakan,  sebab ini sepertinya jarang tersenggol, sehingga siklus hidup hanyalah sebagai sesuatu yang berlangsung begitu saja, tanpa sentakan fikian,… jadilah pertanyaan yang bergelayut…apa sich perlunya saya dan segala sesuatu ada..????  

 

yaa, rada aneh memang, mengapa yang sudah berlangsung, dan merupakan “Kehendak” Sang Pencipta koq ya..masih harus dipertanyakan…???, apa masih layak dipertanyakan sesuatu yang sudah berlangsung mungkin milyaran atau trilyunan tahun yang lalu…

 

Yaa.., justru itulah membuat saya bertanya-tanya, sebab yang terpandang pada saya, berlakunya suatu siklus yang teratur atas keberadaan manusia di muka bumi ini, yang terdiri dari

1.   Lahir,

2.   Tumbuh,

3.    Perkawinan  (jika Allah Menjodohkan)

4.   Berketurunan (jika point 3 terpenuhi) (yg menimbulkan awal baru dari suatu yg bernama “lahir”), dan,

 5.  Mati (yg merupakan titik akhir dari sebuah jasad yang tadinya lahir) , inilah siklus yang menurut saya berketeraturan, dan berlangsung terus menerus.

 

Apa tujuan siklus ini berlangsung terus menerus, jika tujuannya disebutkan Allah untuk mengabdi, mengabdi yang bagaimana..,???, apakah dengan menjalankan Rukun Islam saja, lalu bagaimana ”Pengabdian” yang terlahir dari keturunan yang bukan Islam …???, bukankah Allah juga yang menciptakan mereka, termasuk mereka-mereka yg terlahir didaerah pedalaman hutan, seperti Anak Dalam di Jambi, masyarakat Badui di Sunda, Masyarakat Dayak di Kalimantan, yang rata-rata mengimani Tuhannya dengan pola animisme…

 

Sudilah kiranya Para Arifin memberikan masukan kepada saya….

 

Billahi Taufiq wal Hidayah Assalamu’alaikum WW 

Teriakan Allahu Akbaar itu,…mengapa terasa seperti mengcilkanNYA…??? 1 Juli 2008 5:20 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
28 comments

Maaf ya…, saya tidak sedang membela Allah Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana itu…Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Beliau engga perlu dibela koq…,
Ya..iyalah…, shalehpun semuanya…tidak menambah apa-apa bagi Allah, bahkan sesatpun semua…enggak mengurangi apa-apa bagi Allah, boro-boro ngebelain…, duh …bisa melakuin sesuatu aja dengan sendirinya berarti saya malah sudah dalam posisi yang menduakan…gak mungkinlah, jika siempunya gerak keluar dari satu sisi tubuh ini saja, lengan misalnya maka tulang dan daging lengan itu gak bakal mampu bergerak…, hanya karena gerakNYA, maka ada gerak koq…
(lebih…)

@abahdedhot dalam episode kefahaman “benar” / “salah” 17 Mei 2008 7:06 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
38 comments

Seorang yang kalau Allah perkenankan aku mengambil seorang sahabat, termasuk dalam kriteria yang aku senang jika Beliau menjadi sahabatku, menuliskan dalam ruang comment salah satu postingan ”disini” seperti ini :

 

NABI-NABI ALLAH… Telah terFAHAMkan betul dengan “lakon” yang diperjalankannya dalam kehidupan. Nyata, terang, jalas tidak tersamar dalam pengamatan pribadinya.
“Benar” dan “salah” adalah unsur hukum, satu paket yang melekat pada perannya sebagai manusia, selayaknya manusia. Paket ini amat sangat diFAHAMinya, ini hanya sekedar “lakon”, tanpa membias kepada sejati pribadinya, RASULULLAH.
Dudukan AKHLAQ dengan tepat, amati bahwa RASULULLAH melekat dengan sifat SIDIQ, AMANAH, FATONAH dan TABLIGH, jangan bergeser dari AQIDAH ini, saksikan dengan senyata-nyatanya penyaksian.
Kisah TAFSIR yang diceritakan, bermakna “pembenaran” atas dalil kemanusiaannya dan kenabiannya. Bila kisah ini tidak di paparkan, maka “peran” sebagai “manusia biasa” (Bashariah Rasulullah) tidak ada pengesahannya. Beliau akan sejajar dengan para malaikat yang statis dalam predikat “benar” yang disandangnya. Bila kisah ini tidak di paparkan, maka “kenabiannya” (yang dianugerahi link access super cepat dengan “BIG BOSS”, sehingga langsung ada “koreksi” dari ke”salah”an manusianya) tidak ada pengesahannya.

“Benar” dan “salah”nya bukan untuk ditiru, bukan untuk dijadikan “pembenaran” saat kita melakonkan “kebenaran” ataupun “kesalahan”.
Kita yang belum terFAHAMkan, kita yang masih mempunyai perasaan “memiliki”, selayaknya senantiasa berharap untuk dianugerahi “keberuntungan”, sehingga terFAHAMkan, eling (dan selaras dengan pola fikir dan salik para NABIALLAH), bahwa kehidupan ini hanya sekedar “lakon” yang sedang digelar, tidak digengggam oleh perasaan eksistensi.

 

Beginilah jika Beliau jika sedang berada pada alam ”kemelinduran”, lihatlah, rangkaian cerita yang tak bertautan, bergerak dan mengalir begitu saja.

 

Entah mengapa, saya merasa ini ”harus” saya jadikan postingan sebagai penyampaian maksud apa yang tersyirat dari apa yang disampaikan Beliau  , mungkin maksudnya agar saya memahami dari apa yang akan saya tulis nantinya, jika demikian maka saya serahkan saja tangan saya dan fikiran serta unsur-unsur pendukungnya berkolaborasi memahamkan saya dari maksud yang ada…

 

Yok kita mulai…

 

(lebih…)

Nuding sesat…???, aku punya ceritanya… 3 Mei 2008 10:58 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
35 comments

Fenomena keberagamaan yg belakangan ini mencuat, saling klaim kebenaran, dan tudingan-tudinagan sesat begitu mudah mengalir, tidak tanggung-tanggung bahkan dari Badan Kehormatan dalam Keberagamaan yang memiliki label singkatan MUI , dengan berani melontarkan tentang kesesatan suatu kefahaman, padahal Allah yang menciptakan semua Makhluk tidak pernah mencap makhluqnya dengan sebutan sesat, meskipun DIA menyatakan dalam Al Qur”an “KU tunjuki yang KU kehendaki, KU sesatkan yang KU kehendaki”, namun Allah nggak pernahkan ngasih tahu kepada siapapun, siapa saja yang Beliau sesatkan itu…, atau siapa saja yang sudah Beliau beri petunjuk…

lanjutan dongengan… 

(lebih…)

“HARUSKAH KU MATI” 3 April 2008 9:21 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
25 comments

BAGAIMANA MESTINYA
MEMBUATMU JATUH HATI KEPADAKU
TELAH KUTULISKAN SEJUTA PUISI
YAKINKANMU MEMBALAS CINTAKU
 

HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU UNTUK MEMILIKIMU

ADAKAH KEIKHLASAN
DALAM PALUNG JIWAMU MENGETUKKU
AJARKANMU BAHASA PERASAAN
BIAR HATIMU TAK LAGI MEMBEKU 

HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU

HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU TUK MEMILIKIMU
 

TIADAKAH RUANG DIHATIMU UNTUKKU
YANG MUNGKIN BISA TUK KU SINGGAHI
HANYA SEKEDAR PENYEJUK DISAAT KU LAYU
BISA MENANTIMU HINGGA AKHIR MASA… 
 

HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU TUK MEMILIKIMU 

                                                             BY ADA BAND
Adakah yang bisa mengabariku …
mengapa ku selalu miris setiap ku mendengar lagu ini
mengapa dia selalu memanggil tangisku untuk melesak keluar..
adakah suara lain dibalik suara si Dony…yg menyuarakan kalimat sama… 
adakah yang bisa mengabariku…???

Islam..going to – nya semua agama…??? 13 Maret 2008 11:18 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
60 comments

Mohon maaf bagi yang merasa beragama selain Islam, dan mohon maaf juga bagi yang merasa sudah beragama Islam, tulisan ini bukan bertujuan meliberalkan agama atau mengagamakan liberal, ini hanya sekedar kontempelasi dangkal….

 

(lebih…)

Nanar… 2 Maret 2008 12:59 am

Posted by zal in Yang dialamikan.
43 comments

Bercermin ku malam ini…
Menatap dua bola mataku ….
Lama kutatap tak berkedip…
Masih terlihat diriku yang congkak nan pongah…

(lebih…)