jump to navigation

Apa yang dikenali dan dipercaya, genggam saja… 12 Mei 2009 9:01 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Melanjutkan postingan sebelumnya, dalam episode ini akan dikembangkan lagi kearah pemahaman “apa yang dikenali”, “yang dikenali tersebut menjadi suatu pengetahuan, dan dari pengetahuan suatu pengetahuan biasanya disajikan dalam bentuk pengalaman yang menyentak, lalu meresap kedalam suatu pembuktian yang kuat sebagai yang sering disebut sebagai causa prima, namun causa prima yang ini, nyata bagi pribadi kita masing-masing, dalam hubungan pemahaman ‘asma dan sifat Allah dengan apa yang dialami, maka dengan ini akan hadirlah pada diri rasa Percaya, ” “iqra’ bismirabbikalladzi cholaq” demikian ayatNYA.

Rasa Percaya, ini sebenarnya “given” pada diri kita, dia sudah berada pada jiwa itu jauh sebelum datangnya suatu pengalaman yang menyentak tersebut, dan pengalaman ini menjadi kesadaran-kesadaran atas kebenaran, dan pada saat hadirnya rasa percaya pada diri ini, biasanya akan diikuti hadirnya bentuk-bentuk yang dikenali, dari hal yang dikenali inilah mulailah dia berada pada diri sebagai suatu pengetahuan yang lebih baik dari pengetahuan dasar sebelumnya, yang mana sebelumnya ada pengetahuan yang diperoleh dari membaca, mendengar dan lain-lain, mulai saat adanya kesadaran bergeraklah dia menjadi pengetahuan yang nyata.

Jika menurut Allah “pengetahuan yang nyata” tadi mulai meresap pada diri ini, dan dipandangNYA diri ini siap, mulailah ada yang namanya ujian-ujian, ujian-ujian ini “dapat menyusahkan”, namun dapat pula membuat diri ini “menjadi amat sangat bahagia”, yang dapat menumpah ruahkan air matamu lantaran amat sangat bahagia, hal ini merupakan bahagian dari “AKU sebagaimana persepsi hambaKU”.

Sebagian diantaranya memandang apa yang didatangkan padanya sebagai buah hasil perbuatannya, namun jika datang pandangan yaqin pada kita, amatilah lebih jelas apakah ada modal pada kita, bahkan untuk berfikir untuk minum saja perlu didatangkan rasa haus ya ngga…tidakkah ini terpandang sebagai sebuah pengkhabaran dengan demikian terjadi tindakan, bisa jadi datang malas untuk mengambil minum, namun biasanya ada yang memaksa kita untuk minum sebab saat itu datang waktu wajib minum…

AQ 35 :32 “Kemudian Kitab itu Kami wariskan kepada orang-orang yang Kami pilih di antara hamba-hamba Kami, lalu di antara mereka ada yang menganiaya diri mereka sendiri dan di antara mereka ada yang pertengahan dan diantara mereka ada yang lebih dahulu berbuat kebaikan dengan izin Allah. Yang demikian itu adalah karunia yang amat besar.”

Satu hal yang menjadi inti utama pengenalan memang sepertinya masih dalam tataran “awaluddin ma’rifatullah..” atau “man arafa nafsuhu, faqod arafa rabbuhu” sebab dengan dipertemukanNYA dengan mengenal Allah dengan Allah maka dimudahkanNYA mengenal hamparan ayat yang dipandangNYA perlu bagi yang dipandangkanNYA, tidaklah berlebih-lebihan, sebab sepertinya Allah itu tidak suka dengan hal yang mubadzir, atau yang tidak bermanfaat,

Ada lagi isyarat sebagai modal “melompat lebih tinggi..” adalah “merunduk”, yah merunduk ini jika dalam gambar hidupnya seperti kucing atau katak yang hendak melompat, (ini bukan gerak fisik ya…, ini perumpamaan bagaimana sebaiknya perasaan-perasaan mendalam yang ada pada kdiri masing-masing)

“terbuka”, sebutan saya tentang ini adalah, seperti siswa yang siap menerima pelajaran, dengan segenap rasa yang ada padanya membuka fikiran tanpa reserve, sebab disini terletak pengakuan mutlak sebagai fakir…, dengan konsep fakir ini, pemberi bahagia, yang menerima juga bahagia.

“ridha” sebanarnya ridha ini bagi saya bahasa mudahnya adalah mau…, ya ayo aja…sebab memang perlu kolaborasi yang sinergi antara yang memerintah dengan yang diperintah…, hal ini sepertinya mudah karena biasa saja penyebutannya, namun dalam praktiknya amat sangat sulit, sebab antara yang memberi perintah dengan yang melaksanakan ada yang duduk-duduk menghadang, meskipun sebenarnya jika dipandang yang duduk-duduk dijalan itu melihat kesungguhan yang dihadang, akan dengan amat sangat khidmadnya memberi jalan…” karena sesungguhnya tipu daya syaitan itu adalah lemah… demikian ujung ayat AQ 4:76.

sebagai penutup postingan ini, mungkin akan sangat baik jika apapun yang sudah dikenali dan diimani cukup digenggam saja, gak usah dikantongi atau bahkan disimpan dalam lemari yang kokoh, sebab akan ada masa apang yang sudah diterma akan dicabutNYA, namun jangan khawatir selalu ada pergantian dengan yang lebih baik, seperti air yang putih bersih, yang terus menerus dimasukkan dalam gelas sehingga air didalam gelas akan terus berganti dan selalu bersih, sehingga jelas pandangan terhadap apapun yang ada di air tersebut…., disampaikan ini sebab memang banyak yang kita akan merasa kehilangan dengan hal yang sudah ada sebelumnya…padahal apa yang diberi diawal masih dalam tatanan yang kasar gampang dipandang dan indah…perumpaannya seperti buku test buta warna, yang awalnya gradiasi warnanya jelas dan warna-warninya begitu bagus, sampai hampir-hampir tiada terlihat angkanya…

Komentar»

1. kangBoed - 13 Mei 2009 12:17 pm

hihihihi… pertamaaaaaax…
satu pertanyaan mBaaah :
islam itu adalah Rahmatan lil Allamin…
Rahmat dan Anugerah bagi semua manusia…
Mari kita bersama wujudkan…
Mari kita tebar Cinta dan Kasih Sayang…
Mari kita wujudkan Spirit Islam dengan karya nyata…
silih asuh.. silih asah.. silih asih..
waaaaah nyambung gak yaaa *hmm kalo OOT sorry*
Salam Sayang
Salam Kangen

2. yoan - 14 Mei 2009 12:09 am

digenggam saja bang?
waduh, sy ini ceroboh bang..
apa yg sy pegang di genggaman tangan gampang tergelincir jatuh dan pecah…

lalu bagaimana solusinya, bang?
tolonglah dulu saya ini…
sy takut kl tdk sy simpan baik2, ia bs hilang dan sy kembali sesat…

3. zal - 14 Mei 2009 6:13 am

::he..he..Yoan, awake karup-karup kadit itreng…, padahal cueknya, menggenggam wae males…, wes gak usah digenggam…koyo’ jampe jailangkung…datang gak diundang pulang gak diantar…🙂

kangBoed - 15 Mei 2009 9:32 am

hehehehe… beneeeeer tuuuh… sengaja sengaja ngundang malah seringnya gak dataaaang… eeee gak diundang malah narik narik… hehehe… nariknya keras banget lagi… *ngeyel mode ON*… eee… habis dah dihabisin… akhirnya berlutut jugaaaa…
Salam Sayang
Salam Taklim

zal - 23 Mei 2009 1:32 am

::lha..wong Sang Big Boss Rajane Mafia koq, gayane lak ngono…, gayane ngamuk-ngamuk..malah nukukke marcedes tahun terakhir, gayane sayang malah nembak jidat…, lha…

itempoeti - 26 Juli 2009 10:54 pm

ayas uo kadit itreng ker…
wakakakak…😀

zal - 1 Agustus 2009 6:29 pm

ayas, oyi kadit itreng pisan…😀 ngalaman yo ker…

4. guskar - 23 Mei 2009 7:12 am

meskipun tergenggam di tangan, tapi sekali2 boleh menengoknya kan? asal jangan sampai mrucut, jatuh… kabur terbawa angin.

zal - 23 Mei 2009 10:08 am

::ya..Gus, emang kalau yang digenggaman untuk dilihat-lihat..sisiyang lainnya kan sudah terserap tak terlihat lagi, namun menyatu tanpa batas, sekaligus terpisah tanpa batas juga…meski yang tergenggam terbang jauh, sebagian besar dari keadaanyya sudah terserapkan….”hampir-hampir terlihat timur dan baratnya”…bukan begitu Gus… :-bd

5. S™J - 24 Mei 2009 8:38 am

belum bisa bersimpuh kalo belum bisa bersujud. belum membungkuk kalo belum bersimpuh. belum berdiri kalo belum membungkuk? *ketinggalan nih*

zal - 25 Mei 2009 4:10 am

::ya..Kang, delosor, sepertinya merupakan bentuk/warna kebersyukuran, kalau cewek mungkin pas wajahnya ditundukkannya dalam, maka dagunyapun diangkat dan didongakkan sehingga akan beradulah mata dengan mata, hal itu biasanya terjadi jika level pengenalan sudah meningkat….ya…

6. kangBoed - 25 Mei 2009 5:18 am

hmm… hallooo saaay.. hihihi… my bolo… jadi ingat ayat yaaa… balik sana lagi… “Hai JIWA yang TENANG… KEMBALILAH ENGKAU KEPADAKU… dengan RIDHA… dan DIRIDHAI……. *dst*…. hehehe… sungguh satu janji nyang ruaaaaaaaaaaar biasaaaaaaaaa… satu tahapan perjalanan yang sering diabaikan manusia… dalam tiket Laa Hwalla Walla Quwata… pernyerahan diri total… karena mengenal diri sejati… dalam TANGIS SUJUD SYUKUR… hmm… bukan kita yang merubah… tetapi sang diri berubah tanpa kita sadari… ruaaaaar biasaaaaaaa… seperti yang mustahil tetapi itulah jiwa jiwa yang telah mengembalikan segala sesuatunya kepadaNYA… hehehe…
Salam Sayang
Salam Hormat
Salam Taklim

zal - 25 Mei 2009 10:46 pm

::he..he…kalau aku malah jadi ingat malam pertama…, si Isteri yang gak tenang karena banyak menerima cerita menakutkan…, lha akhirnya 2 minggu juga …, betapa Allah meletakkan pada jiwa itu kitabnya yang terpancar kemana saja, baik perumpamaan buruk maupun baik…tapi menurutNYA, sebagian besar menolak yang buruk, dan mengambil yang menurut mereka baik…akh sayangnya

7. kangBoed - 26 Mei 2009 6:09 am

hehehe.. kitab itu tersebar di alam semesta raya.. di dalam diri.. dibuka dalam lamunan dan tafakur diri.. oleh jiwa jiwa yang tenang.. *maksa mode ON*.. hehehe.. *muka merah malu*.. yayaya.. hanya sedikit yang mau membukanya.. kitab dalam diri.. kitab kehidupan.. mutiara mutiara yang terpendam… gaya bahasa sampeyan memang huebaaaaaaaaaat.. hehehe…:mrgreen:
Salam Sayang
Salam Kangen

zal - 27 Mei 2009 9:12 am

::lha hebatku hebatnya sampeyan juga…hebatnya sampeyan hebatku juga…..lak ngonoa…

8. Toga Nainggolan - 27 Mei 2009 8:46 am

Lama ada sebuah kerisauan dalam pikrian cekak saya Tuan… Apakah percaya atau ingkar, adalah pilihan yang kita ambil secara mandiri, atau sesuatu yang sudah ditentukan sebagai takdir kita?

Merujuk pada ayat2 semacam:
“Allah menyesatkan siapa yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya”.

Belum lagi penegasan bahwa Tuhan sendiri yang menutup hati, penglihatan dan pendengaran mereka yang ingkar…

Kelihatannya kan itu memang semacam program yang sudah built in ke dalam kedirian seseorang.

Lantas, apakah adil jika seseorang harus mendapat konsekuensi dari jenis program yang dipilihkan untuknya, yang datang di luar kekuasaannya?

Tapi membaca petikan posting Tuan ini:

“ridha” sebanarnya ridha ini bagi saya bahasa mudahnya adalah mau…, ya ayo aja…sebab memang perlu kolaborasi yang sinergi antara yang memerintah dengan yang diperintah.

Yup. Ridha adalah satu-satunya jalan keluar dari segala beban. Tuhan sesungguhnya tak pernah memberi beban… Penolakan terhadap ketentuan dari-Nya, juga kecenderungan untuk mempertanyakan alasan Tuhan ketika memutuskan sesuatulah, yang kemudian menjadikan segala hal menjadi beban.

Btw, makin lama, makin dalam kutengok penyelaman hakikat di rumah Bapak ini. Mantab! Mungkin salah satu blog(er) yang mendapat petunjuk sesuai kehendak-Nya. Amin.

zal - 27 Mei 2009 9:23 am

::he…he…, tuh abang lebih manthab lagi, sudah mengejawantahkan layukalifullahu nafsan illa wus’aha laha maa kasabat wa’alaiha maktasabat…utuh…bulat tak bercabang…

9. KangBoed - 28 Mei 2009 11:34 pm

Naaaaaaaaah.. *ngelirik atas*.. beneeeeeeeeeer tuuuuuh.. mBaaaaaaaaah nyang atuuuu ini memang begonooo.. Mantaaaaab Suraaaantaaabs.. TOP Markotooop.. *manggut manggut*.. peranannya sakti.. permainannya memerankan sesuatu.. tapi tidak membuat orang sadar sedang di uji.. hehehe…:mrgreen:
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Rindu.. untukmu..😆

zal - 1 Juni 2009 9:15 am

::katanya hidup itu bak sandiwara, meski sandiwara jika pemerannya, gak menghayati script, ya sandiwaranya nggak punya ruh, betull…😀

10. SufiMuda - 31 Mei 2009 6:29 pm

Ketika kita menyatakan diri beriman,
Tuhan Bilang, “Jangan kau katakan beriman sebelum AKU Coba”.
Kita bilang, “Tuhan, kasih tahu donk kisi-kisi ujian nya?”
Tuhan Bilang, “Huss!! ujian beneran gak pake kisi2”.
Kita Bilang, “Terserah Tuhan aja dech”🙂

Kalau KangBoed ama Wak Zal telah berbalas pantun, terasa dunia milik berdua ha ha ha

zal - 1 Juni 2009 11:25 am

::ha..ha…ya..ya..Bang SM, mau apapun kita arahnya tetap kearah kehendakNYA…, The Super Master …😀

11. KangBoed - 31 Mei 2009 8:55 pm

*ngelirik atas*.. hehehe.. ampuuuuuun.. *manggut manggut*… baru tau.. *geleng geleng*.. sudah setua itukah si mBaaaah.. bang Sufi Muda…. bilangnya sama saya baru 23 jalan… gak tahunya jalan nya dah muter tiga kali yaaa bang… hehehe…
Salam Sayang

zal - 1 Juni 2009 11:27 am

::KangBoe…panggilan wak gaya melayu, itu bisa saja sebayapun dipanggil wak, itu panggilan akrab..😀

12. Filar Biru - 1 Juni 2009 5:40 am

Pemahaman seperti ini seperti berdiri diatas awang-awang
kita kuat mengenggam namun tidak punya pilar.

namun satu yang tak terlupakan makanan gajah tidak akan dimakan harimau walaupun sang harimau lapar. artinya Hati manusia itu kenal dengan “imannya” sang hati tidak akan melahap iman lain walaupun sudah dibujuk rayu ama mi instan dan kacang goreng.

jujur aku katakan postinganmu menarik namun banyak misteri didalamnya!?

dan satu lagi

sukar untuk mengenggam bola tenis bila bolanya ada dua

salam

zal - 1 Juni 2009 11:40 am

::benar sekali Filar Biru, disebutNYA langit tak bertiang, padahal bertiang, seandainya sekedar mengada-ada buat apa semua ini dibuat, mau menyesatkan..?, atau memberi petunjuk… engga ada itu, siapapun takkan ada kuasa untuk itu, biarpun dia adalah ulama yang dinabalkan masyarakat seantero jagad raya, itu hak preogrative Allah, tiada yang kuasa menyesatkan atau memberi petunjuk selain Allah…
Genggam, atau mau diapakan sendiri iman itu, itu ada urusanNYA, “jika tiba waktunya akan kami paksa mereka menemui waktunya tersebut, meskipun dalam tembok yang kokoh”, “jika Kami mau, niscaya akan berimanlah semua manusia”…apa yang tidak…
“sukar untuk mengenggam bola tenis bila bolanya ada dua”, ya..ya..namun tidak demikian bagi akhlinya bahkan 6 sekaligus, hanya saja yang digenggam hanya satu, yang lainnya bergantian melayang-layang….. “mereka yang memperhatikan ciptaanKU mengatakan sungguh tiadalah sia-sia ciptaan itu..”, termasuk permainan sirkus bola itu…

pengembarajiwa - 25 Juni 2009 5:51 am

Hmmm…..ya…ya…ya…ya…..sungguh dalam tatapan MataMU mengandung suatu makna yang tak bisa terbaca kecuali kepada mereka yang telah Engkau ikat hatinya dalam “RASA” itu. Dan akhirnya dengan sama2 tersenyum dalam satu “RASA”, maka Jadi…. dan Terjadilah….

Air Kehidupanpun dengan mudahnya memancar kesana kemari dengan disertai ke-le-ZAT-an-Nya, dan…….KU tahu yang KU/KAMU mau…….
Masuk dalam Malam yang Gelap dan Pekat, dimalam itu Engkau Nyatakan dengan IQRA’, maka sempurnalah Kenikmatan dalam kenikmatan dan begitu seterusnya. Naik…Turun…Naik…Turun…Naik….Turun….dalam Huuu….Allaaah….Huuu….Allaaah…bahkan jangakan Arsy, Tiang Arsypun dapat di genggam dengan kelembutan-kelembutanNya dan tidak ada yang mengetahuiNya selain mereka yang telah terbuka Tirai Hijab pada Malam Gelap Gulita yang di dalamnya terdapat ke-le-ZAT-an-Nya. Maka “NikmatKU mana lagikah yang kau dustakan..???”

Salam dari Satu “TITIK” Air Kehidupan
Wassalam

13. Filar Biru - 2 Juni 2009 5:48 am

Konteks spritiual sebenarnya sama dengan aljabar, perlu penjabaran. hasil yang didapat dimulai dari aneka warna masalah. tujuan itu dimaksud sebagai pepbelajaran daya rasa dan nalar manusia, fungsi dari intergritas akal menolak yang tak sepaham dengan hati. Namun kendali ini sering ‘dicabuli’ oleh nafsu.
Ah…padahal hati manusia tidak perna berkata dusta dan Tuhan tahu itu

SALAM

zal - 3 Juni 2009 5:29 am

” Konteks spritiual sebenarnya sama dengan aljabar, perlu penjabaran. hasil yang didapat dimulai dari aneka warna masalahtujuan itu dimaksud sebagai pepbelajaran daya rasa dan nalar manusia,
———————————————————————————————–
:: ya ..sampean benar…dan sekarang aljabar sudah musnah dan digantikan dengan matematika….😀
——————————————————————————————————–
“fungsi dari intergritas akal menolak yang tak sepaham dengan hati.”
—————————————————————————————-
:: jika sampai disini, orang akan mengalami stress..
———————————————————————
“Namun kendali ini sering ‘dicabuli’ oleh nafsu…”
————————————————————–
:: apakah ada keinginan meski dengan tujuan baik, tanpa melibatkan nafsu…??
——————————————————————————————————
Ah…padahal hati manusia tidak pernah berkata dusta
—————————————————————————————————
::akh yang mana yang bernama manusia itu…, tanpa hati…(hati juga yang mana ya…) maka yang ada hanya naluri…dan apakah naluri hidup tanpa hati…
—————————————————————————————————————————————————————————–
dan Tuhan tahu itu”..
——————————–
:: ya..pasti, tanpa Tuhan tak satupun yang hidup…, apa lagi tahu ini-itu…

14. Lambang - 2 Juni 2009 11:36 am

Kalau KangBoed ama Wak Zal telah berbalas pantun, terasa dunia milik berdua ha ha ha

::KangBoed…panggilan wak gaya melayu, itu bisa saja sebayapun dipanggil wak, itu panggilan akrab..

*entar ikutan manggil Wak Zal ah… biar akrab, hihihi…*

zal - 3 Juni 2009 5:33 am

::ha…ha…ha…, kalau masih ada sebutan panggilan…, seakrab apapun masih ada batasnya…, aku memanggil istriku dengan satu sebutan khusus.., kadang hanya dengan isyarat dan dia mengerti maksudku..😀

15. KangBoed - 3 Juni 2009 8:09 am

hihihihi… boleh tahu isyaratnya… meoooong.. meoooooong.. hahaha…
Salam Sayang

zal - 4 Juni 2009 10:59 am

::ha…ha…ya…ya…begitu meong..meong langsung disodorin makanan..😀

16. Santri Gundhul - 3 Juni 2009 9:06 am

Hmmm….iki PATENT tenan Kang,
Sik tak lungguh sing kepenak, angkat sarung gelar kloso.
Nah…slonjoran ngene kan kepenak Kang…karo NGUDUD terus melamun

Rahasiamu hidup dalam abad demi abad, sedangkan jasadmu hidup dalam waktu yang telah ditentukan. Tuhan berada di belakang rahasiamu tetapi pengetahuan rahasiamu tidak dapat menjangkau dan menyaksikan Tuhan. Bila engkau yakini tentang rahasiamu, maka engkau BUKAN lagi engkau…, sedang engkau-engkau itu adalah tetap engkau…

zal - 4 Juni 2009 11:08 am

::ya.., rahasia tetaplah rahasia, “Aku rahasia Hambaku, Hambaku Rahasiaku, rahasia dalam rahasia, hanya Tuhan melihatNYA dengan Tuhan pula, hanya wali yang kenal wali pula… monggo selonjoran, banyu kopine sik tak jerang, mungkin kiro-kiro sak jam ndang mateng…ngudud sing akeh, tokno asape, lalu senter..lha ketokkan wujude..😀

KangBoed - 4 Juni 2009 11:04 pm

waaaaaaaah… ono dua wali lagi cangkrukan taaaah… buka bukaaan yaaa simBah Gundul dan mBah Zal… tak pijiti yaaaa.. mudah mudahan ketularan ilmu WALI… *muka ngarep melas abies*..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Rindu untukmu berdua😆

zal - 5 Juni 2009 9:55 pm

::ha..ha…cakn madurena colok’n…😀 hi..hi…dipijitin malah geli…, diamput malah tangi…😀

17. ratanakumaro - 3 Juni 2009 6:18 pm

Dear All😉

Mas Zal, di blog saya, anda mendapat komentar masukan dari rekan saya, Ali Sasana Putra, mengenai pertanyaan anda dulu tentang bagaimana menyeimbangkan unsur2 alam-semesta di dalam diri.

Jika ada waktu, mohon disempatkan mampir ke blog saya untuk memberi tanggapan ya mas.

Maturnuwun.

Peace & Love

zal - 4 Juni 2009 11:10 am

::Tks atas kujungannya Mas Ratanakumaro, segera meluncur ke TKP.. wuzzzz mabuuurrrr 😀

KangBoed - 4 Juni 2009 11:06 pm

ituuuuuuuuut mBaaaah… waaaah sukmone embanteeeer.. taksusuli naik sepeda onteeeel… wah ilaaaang…:mrgreen:

zal - 5 Juni 2009 9:58 pm

::heik..hik…pancen Kang Gundhul saiki sering hilang…, uber maneh..tak enteni nangkene yoo…,*lhaopo nguber cak ghundul*, yen waktune kewajibane de’e ngajari aku..yo bakal diajar koq…, wess.. ben ae saiki muber…😀

18. Filar Biru - 3 Juni 2009 10:50 pm

hati manusia tak perna berkata dusta dan Tuhan tahu itu
ya memang demikanlah adanya sebab yang sering berdusta itu adalah mulut dan bahkan tak sejalan dengan hati. putih dimulut hitam dihati atau sebaliknya.

keadaan seperti inilah yang membuat Allah mengutus Rasul.

salam

zal - 4 Juni 2009 11:17 am

::Filar Biru, apakah belum terperhatikan bahwa mulut hanya media, jika lidah bibir, gigi tak bergerak maka tak ada kalimat yang jelas, suaranya seperti dengungan saja, demikianlah sindiran Allah, “yang mereka dengar bagai dengungan saja…”, tiada artinya dusta, dan tak ada yang didustai kecuali dirinya sendiri…

::Rasul diutus kepada tiap kaum, dengan membawa Al Haq..yuk kenali, kalimah ini, bukankah Nabiullah Muhammad bersyahadat kepada Rasul..siapakah itu…, mengapa syahadatnya sama dengan pengikut Beliau.. untuk siapakah…apakah diperlukan lagi bagi Beliau yang sudah tiada masalah lagi dengan dosa dan pahala… yuuk…

19. ratanakumaro - 4 Juni 2009 7:24 pm

Dear Mas Zal😉

Mas, maturnuwun sudah mampir ke blog saya dan memberi komentar yang bagus.

Itu saya sudah memberikan tanggapan atas komentar anda mas. Dan saya rasa akan menjadi sebuah diskusi yang menarik dan dapat dipetik manfaatnya untuk kita semua mas.

Peace & Love, mas Zal

zal - 5 Juni 2009 4:56 am

::Mas Ratanakumaro, trims juga sudah mampir disini, senang rasanya sudah dikunjung panjenengan, semoga kebaikan, kedamaian serta cinta kasih terlimpah buat anda dan keluarga…, ha..ha..komentar saya ndak mutu gitu koq…

20. Ngabehi - 4 Juni 2009 7:45 pm

maaf om baru bisa absen, maklum pakai fasilitas kantor. Sik sik tak nonton2 sik buka2 kamar isine opo wae, ntar aja komentarnya takut ga nyambung…:mrgreen:

zal - 5 Juni 2009 4:58 am

::Mas Ngabehi sumonggo, bongkar kabeh, mesti gak ada yang mutu blass…:mrgreen:

21. Filar Biru - 4 Juni 2009 9:54 pm

pendapat saya ini yang mungkin kontropersial memang sedikit gila. baiklah saya jabarkan sedikit agar semuanya faham.

hati manusia adalah filar bagi seluruh tubuh manusia termasuk mulut yang merupakan cerocok hati namun ingat mulut bisa berbuat apa saja dengan mulut manusia berinteraksi dengan sesamanya, namun tidak bagi Allah. Hati manusia adalah segala2nya bagi Tuhan untuk itulah dia diciptakan. dan hati ini pula yang tidak akan hangus terbakar oleh api neraka bagi seorang mukmin. ingat segumpal daging ini menggambarkan karakter manusia yang sesungguhnya. ada ujaran2 begini “Untuk melihat isi hati lihatlah perangainya”

jadi permasalahannya sekarang hati manusia tidak bisa mengelak dari dikte Tuhan dihari kiamat kelak, itulah sebabnya mulut ini dikunci ketika terjadi “sidang pengadilan akhirat” . Mulut tidak ada artinya sama sekali bagi Allah, diakhirat saja dia berani berdusta apa lagi didunia ini wahai saudara ku

itulah sebabnya saya katakan hati manusia itu tidak bisa berdusta sebab Allah tahu akan hal itu, itu pula sebab dia diciptakan sebagai “terdakwa” dikemudian hari. tubuh ini hanya barang rongsokan wahai saudaraku tidak ada nilainya dihadapan Ilhai. itupulah sebabnya dia akan menerima azab neraka kelak. tidak hati yang ada imannya.

ah…sebenarnya saya yang salah tidak menerangkan dari dulu sehingga saudaraku Zal tidak faham, maafkan saya saudaraku

salam FB

zal - 5 Juni 2009 6:15 am

::Terima kasih Filar Biru hal ini sangat menjelaskan mohon maaf jika saya tak faham, :
mengenai hati manusia adalah filar bagi seluruh tubuh manusia, sebenarnya sudah tertulis pada ini :

Dikirim pada tanggal 2009/06/01 pukul 11:40
::benar sekali Filar Biru, disebutNYA langit tak bertiang, padahal bertiang

namun mungkin berbeda dengan kefahaman Filar Biru,
———————————————————————–
termasuk mulut yang merupakan cerocok hati namun ingat mulut bisa berbuat apa saja dengan mulut manusia berinteraksi dengan sesamanya,namun tidak bagi Allah

:: mungkin perumpamaan mulut ini, bisa dalam tindakan penyampaian informasi, baik informasi verbal maupun non verbal, ya memang seperti itu…, jika lurus mestinya seperti ucapan Nabiullah Muhammad : “tidaklah keluar dari mulutku, kecuali perkataan Allah”, namun apakah kita bisa sefaham dengan maksud kalimah ini, saya juga tidak dapat pastikan…
———————————————————————-
Hati manusia adalah segala2nya bagi Tuhan untuk itulah dia diciptakan.

::ya.., benar memang untuk ini alam serta segala isinya ini diciptakan,
———————————————————————-
dan hati ini pula yang tidak akan hangus terbakar oleh api neraka bagi seorang mukmin.

::bukankah saat ini dia sedang mengalami hal itu…
—————————————————————
ingat segumpal daging ini menggambarkan karakter manusia yang sesungguhnya. ada ujaran2 begini “Untuk melihat isi hati lihatlah perangainya”

::Jika kau berfikir sikap ini adalah yang tampil dalam seperti bersantun, ucapan yang diperhalus, dll sebagaimana pendapat umum, maka kamu akan salah dalam menilai abu nawas, nabi khidir, dan Umar Bin Khatab.
——————————————————————-
jadi permasalahannya sekarang hati manusia tidak bisa mengelak dari dikte Tuhan dihari kiamat kelak,

::mungkin sebaiknya, temuilah kiamat itu sekarang, dan temuilah dikte itu sekarang, dia itulah Al Zalalah , dengan demikian kamu takkan penasaran lagi seperti apa kejadiannya. jika engkau tunggu Allah katakan “Kamipun akan menunggu”
—————————————————————–
itulah sebabnya mulut ini dikunci ketika terjadi “sidang pengadilan akhirat” . Mulut tidak ada artinya sama sekali bagi Allah, diakhirat saja dia berani berdusta apa lagi didunia ini wahai saudara ku

::Filar Biru, jika dalam waktu tidak lama lagi engkau dipertemukan dengan hal ini, kamu akan tahu maksud “mulut terkunci itu”, sebab kamu berada dalam keadaan Al Zalalahmu.., pengertiannya bukan seperti yang sudah tertanam kuat dan mencengkram dalam fikiranku selama ini yang dari kecil sudah dicekoki demikian, dan harus menunggu sebagaimana tersampaikan dari 15 abad yang lampau, bahkan mungkin lebih lama lagi.. sebab terkuncinya bukan lantaran ini :”diakhirat saja dia berani berdusta apa lagi didunia ini wahai saudara ku” namun lantaran 2 ayat Al Zalalah terakhir itu.. sehingga dia bengong aja..
——————————————-
itulah sebabnya saya katakan hati manusia itu tidak bisa berdusta sebab Allah tahu akan hal itu, itu pula sebab dia diciptakan sebagai “terdakwa” dikemudian hari

::kenalilah dianya, sekarang juga, kamu akan tahu siapa dia sebenarnya, jika kamu sudah bertemu maka kamu akan tahu kenapa syahadat itu terdiri dari syahadat Tauhid dan syahadat Rasul
——————————————-
itu pula sebab dia diciptakan sebagai “terdakwa” dikemudian hari

::akh kasihan betul dianya, sudah disini diperbudak, di akhirat terdakwa pula, teriakkan pada dirimu “bangkit” kamu rajanya…aku akan mengikutimu..(dalam hati saja.. )
—————————————–
tubuh ini hanya barang rongsokan wahai saudaraku tidak ada nilainya dihadapan Ilhai

::saat ini jika tak ada tubuh ini, dengan apa dia mengejawantah..?, jika sudah mati…cuba biarkan seekor tikus mati engga usah di kubur, kamu akan tahu dia jadi apa.., dan tubuh ini berbahan dasar sama.., atau jika ingin yang sejenis, silahkan ikuti acara pemindahan makam, lihat didalam kubur itu apa yang tersisa
—————————————–
itupulah sebabnya dia akan menerima azab neraka kelak. tidak hati yang ada imannya.

::jika engkau hendak bercerita tentang kemegahan Megapolitan, pergilah kesana, nikmati betul keadaan-keadaanyya, jangan cuma sekedar tidur di hotel, karena takut tersesat…sekembali dari sana ceritakanlah, kamu pasti bisa dapat menceritakannya dengan benar sebab kau memang melihatnya dan menikmatinya, sebab tidak sekedar tidur di hotel…
——————————-
ah…sebenarnya saya yang salah tidak menerangkan dari dulu sehingga saudaraku Zal tidak faham, maafkan saya saudaraku

::ya..engga apa-apa, seringnya kita menganggap orang lain lebih tidak tahu dari kita, meskipun sebanarnya apa yang diketahui orang itu bahkan satu tetaspun tidak ada pada kita…, terima kasih Filar Biru sudah mau berbagi..
mohon maaf atas ketakfahamanku ya..

22. Filar Biru - 5 Juni 2009 12:39 pm

@zal

terimakasih atas masukannya, Subahanallah.
namun ada sedikit kenjanggalan dalam pendapat kita berdua
1. Allah menciptakan manusia dengan tujuan sudah jelas yakni hanya untuk beribadah kepadanya, Allah tidak menciptakan untuk berkasih sayang bukan? berkasih sayang adalah effect dari ibadah tersebut. Lalu apakah hanya untuk ibadah saja manusia itu diciptakan?

2. Allah memberikan jalan kepada kita diantara dua jalan, mengapa? apakah ini implementasi untuk sebuah akal? dalam arti kata menguji kemampuan akal tersebut. untuk apa? untuk pamerkah kepada malaikat? apa yang didapat Allah dari tindakanNya ini?

3. Aku bukan bermaksud yang tidak-tidak hanya saja sebuah pencarian dibalik misteri ini. Sebab Allah tidak butuh itu semua tidak disembah Dia tetap adalah Tuhan.

4. Apakah memang harus begini perjalan umat manusia?

5. Kalau begitu apa yang kita dapat untuk sebuah kepatuhan?

6. Apakah surga itu tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia?

saya rasa tidak pas sebab banyak manusia yang berani berkorban tidak untuk mendapatkan surga pasti ada sesuatu dibalik itu?
disini sebenarnya letak kuncinya untuk apa manusia itu diciptakan bukan?

maafkan kalau anda tempat saya bertanya sebab ada beberapa masukan yang berharga buat saya. sebelum saya pamit.

“Tuhan itu bisa berbuat apa saja yang Dia mau namun Dia tidak akan perna mau menjadi ini dan itu”
ah…kalau salah tolong dikoreksi mas zal!

salam

zal - 5 Juni 2009 11:14 pm

::Filar biru, terima kasih juga untukmu, engkau yang bertanya sebenarnya engkau juga yang menjawab, namun mungkin terjadi silang, artinya penyampaian dari diri kita melalui perantara orang lain…

namun ada sedikit kenjanggalan dalam pendapat kita berdua
::pendapat itu tidak ada yang sama, yang ada mungkin hanya persamaan, lihat saja wajah-wajah, tidak ada yang sama persis, yang ada hanya mirip, demikianlah citra atas seganya berlangsung..
———————————————
1. Allah menciptakan manusia dengan tujuan sudah jelas yakni hanya untuk beribadah kepadanya,

::tergantung kamu, mempersepsikan ibadah itu apa, kalau saya dipersepsikan bahwa ibadah itu adalah pengabdian, ya itu makanya ada ridha dan diridhoi, disinilah kedudukan naf’s al mutma’innah…, semakin rela semakin tinggi tingkat ketaqwaannya.

Allah tidak menciptakan untuk berkasih sayang bukan? berkasih sayang adalah effect dari ibadah tersebut

::jika kamu membaca arrum 21 pemahamanmu apa..?, dan jika Muhammad itu habibullah maka itu apa..?

Lalu apakah hanya untuk ibadah saja manusia itu diciptakan?

::kalau terbacakan pada “tidaklah dicipatakan jin dan manusia kecuali untuk ibadah/pengabdian/mengabdi, nah sekarang tinggal persepsi kita apa itu ibadah, kalau shalat yang 5 waktu, ditambah segala sunnatnya, ditambah yang dipandang ‘amal seperti zakat dan sedekah, tanpa memandang bahwa itu adalah bentuk umpama, ya itupun tidak salah..silahkan, ..namun ya seperti mobil yang hanya dapat dipacu 120 kmh, dan tidak dapat dipacu lagi lebih kencang, meski sudah dilakukan tune up optimal..

———————————–

2. Allah memberikan jalan kepada kita diantara dua jalan, mengapa? apakah ini implementasi untuk sebuah akal? dalam arti kata menguji kemampuan akal tersebut. untuk apa? untuk pamerkah kepada malaikat? apa yang didapat Allah dari tindakanNya ini?

::apakah belum dapat diterima, bahwa “kalau bukan karena engkau tidak aku ciptakan sega sesuatiu ini”, “mereka yang merenungkan ciptaan Allah berkata, sungguh tidak sia-sialah ciptaan ini” bukankah ini Kalimah Allah..?
———————————-
Sebab Allah tidak butuh itu semua tidak disembah Dia tetap adalah Tuhan.

::dalam sebuah hadist qudsti disebutkanNYA, “Aku sebagaimana persepsi hambaku, Aku ciptakan makhluq agar Aku dikenal..” silahkan tanyakan sendiri apa maksudnya..
———————————
Apakah memang harus begini perjalan umat manusia?

::What the meaning of harus begini.., saya tak melihat maksudnya..😀
——————————-
Kalau begitu apa yang kita dapat untuk sebuah kepatuhan?

::Jika kita tak mengenal siapa yang kita patuhi, atau apa yang dipatuhi itu, apa ada aturan main, jika dibuat-buat itulah yang semestinya bid’ah..
——————————-
Apakah surga itu tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia?

::tergantung apa yang sudah engkau fahami tentang syurga, kalau saya sedikit mengenal lagu achmad dani “Kamu-kamu adalah surga yang nyata..dalam hidupmu dalam kenyataan.., kamu-kamu adalah penghuni syurga..”, dan kalimah Allah “mereka keluar-masuk syurga itu sebagaimana memasuki rumahnya sendiri..” yah disini segala sesuatu tinggal difikirkan semuanya tersedia, tapi ini bukan sulap bukan sihir, dan barangnya juga bukan barang dzohir..”
——————————-
saya rasa tidak pas sebab banyak manusia yang berani berkorban tidak untuk mendapatkan surga pasti ada sesuatu dibalik itu?

::kalau melakukan sesuatu, bukan sebab Allah, maka sesungguhnya dia melakukan syirik…meski dengan berbagai alasan, dan jiwa itu tahu betul akan hal ini..
————————–
disini sebenarnya letak kuncinya untuk apa manusia itu diciptakan bukan?

::yah…saya ada mempostingkan ini, dengan judul kontemplasi -siklus hidup
———————–
maafkan kalau anda tempat saya bertanya sebab ada beberapa masukan yang berharga buat saya. sebelum saya pamit

::memangnya kamu mau kemana…??, lagian sepertinya saat ini dimanapun kamu komunikasi tidak lagi membatasi jarak..
———————-
“Tuhan itu bisa berbuat apa saja yang Dia mau namun Dia tidak akan perna mau menjadi ini dan itu”
:: ya…, tapi kalau Tuhan tidak mau menjadi ini itu, apa ada yang tercipta…, mungkin “Jika Rasul itu memenuhi segala keinginanmu, niscaya enkau dalam kepayahan…”, lho ini cerita Allah, koq jadinya Rasul…, …ya…Insya Allah kamu akan tau sendiri kelak..
——————–
salam…

KangBoed - 15 Juni 2009 8:56 pm

hehehe.. ikutan nimbrung aaaah.. boleeeeeeeh… *biarin mo diijinin apa enggak*.. hehehe.. pokonya ikutan aaaaah.. biar tambah gayeeeeeeeng diskusinya.. hehehe…
1. Allah menciptakan manusia dengan tujuan sudah jelas yakni hanya untuk beribadah kepadanya,
————-
ibadah, melayani, menyembah, manembah, menghamba.. kok jadi lari ke ngawulo.. menghamba.. ooo.. ya sudah mari kita lihat sifat kawulo yang baik.. hina. papa.. fakir.. miskin.. waaah ngembang lagi yaaaaaa… karena mengenai cinta ya sudah.. pilih FAKIR.. hamba yang merasa CUKUP hanya dengan ALLAH saja.. CINTAnya hanya untuk DIA…
hehehe.. Alam semesta dan isinya ada karena CINTA.. CINTA meliputi seluruh keberadaan kita disini… CINTA membentuk pencinta sesuai dengan yang dicintaiNYA.. sadar tiada sadar kita adalah pencinta… entah pencinta tuhan tuhan yang mana..
————-
2. Allah memberikan jalan kepada kita diantara dua jalan, mengapa?
hehehe.. kalau dibaca dengan tenang jalannya kok jadi bukan hanya DUA.. kok jadi TIGA yaaaaa.. waaaaah.. sesuai dengan Pohon kehidupan Sajaratul Kaun.. memiliki dua cabang yang ke arah KIRI dan arah KANAN… serta batan yang terus menjulang ke atas menembus ARRASY.. silahkan pilih.. dua jalan.. benar dan salah.. atau mau jalan diantara keduanya.. tiada benar dan tiada salah.. Jalan CINTA… Jalan Rasa… Jalan yang tiada berhuruf dan tiada bersuara… jalan UNITY.. hanya Esa tiada berbagi.. jalan para ARIF BILLAH..
—————
3. Sebab Allah tidak butuh itu semua tidak disembah Dia tetap adalah Tuhan.
hehehe.. terus nyang butuh sapa yaaa.. Gusti apa Kawulo… hehehe.. bicara Dia ingin dikenal.. Tuhan adalah Rahasia hamba.. hamba adalah rahasia Tuhan.. berarti bagaimana kumahanya ???
Ternyata semua adalah meliputi kehendakNYA.. sehingga DIA ingin mengenal DIA hihihi.. bingung apa salah ketik yaaa..
—————
4. Apakah memang harus begini perjalan umat manusia?
hehehe.. kita adalah lamunannya Tuhan.. maka gantian dunk cari kebenaran dengan melamun..
—————
5. Kalau begitu apa yang kita dapat untuk sebuah kepatuhan?
hehehe patuh pada sopo.. terus siapa yang menyadari kepatuhan pun atas kehendakNYA.. pentingnya membangun UBUDIYAH… mengolah hati nurani… agar ingat tiada lupa..
—————
6. Apakah surga itu tujuan akhir dari perjalanan hidup manusia?
bicara tujuan akhir.. hehehe.. terserah mau kemana.. innalillahi wainaillaihi rojiun… Hei Jiwa Jiwa yang tenang.. kembalilah engkau kepadaKU.. dengan Ridha dan di Ridhai..
—————
7. saya rasa tidak pas sebab banyak manusia yang berani berkorban tidak untuk mendapatkan surga pasti ada sesuatu dibalik itu?
Surga hehehe.. mengapa tidak sekali kali berfikir surga yang nyata adalah disini.. sekarang ini… di dalam Ketenangan Jiwa.. kedamaian Hati.. dalam pertemuan RASA.. dalam getaran nikmat… dalam alunan desah nafas… sampai akhirnya masuk dalam DIAM di keDIAManNYA.. Mati di dalam Mati.. mendapatkan Hidup di dalam Hidup..
hehehe.. nuhun dihapunten kanggo embaaaah Zaaaal… kok saya nekat beneeer ya nulis tanggapan segala hehehe… yaayayyaaa.. anggap saja yang ditulis mas filar postingan.. heheheehehehee… biar bolo boloku rajin mau ngapdeeeeeeet..
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Rindu untukmu.. saaaaaaaaaay..😆

zal - 16 Juni 2009 4:02 am

hii..hii, bolo kembarku sitok iki, wes dibuka kuabeh, sak sarung-sarunge….lho..ono sing nggandol…oooooo iku gurune….melamun wae langsung setuju… ha..ha..
memberi jawaban umpama…, ibarat wanita diatas pelaminan yang menggunakan cadar, semakin samar semakin asik memandangnya…, lha…kalau dibuka kuabeh…malah…diik..udah nggak tahan nich…muaha..ha..ha.. :mrgreen:

KangBoed - 16 Juni 2009 6:08 am

hehehe.. urung buka kabeeeeh mbaaaaaah.. masih pake kancuuuut.. hihihi.. masih banyaaaak nyang tersembunyi… masih banyak rahasia dalam gandulan.. hehehe.. koook gandulan yaaaa… huuuuwaaaaakaakakakak.. beneeer khaaan gak salah… baru buka baju luar.. belum buka baju dalamannya yaaaa….
Salam Sayang
Salam Rindu untukmu…😆

23. Filar Biru - 6 Juni 2009 12:34 am

hebat Zal thanks

disatu sisi sepertinya saya nyeleneh lain sisi lain saya seperti awam itulah saya bukan berarti munafik lo.

sebenarnya pemahaman kita akan agama Allah ini sama tidak beda hanya saja tingkatannya saja yang mungkin ada sebagian yang lebih dan ada sebagian yang kurang. itulah gunanya teman tempat untuk berbagi. Ah saya rasa anda adalah orang yang tepat untuk masalah ini.

saya menjadi ingat akan sabda nabi “sampaikan olehmu walau satu ayat” fantastis.

apa yang kamu katakan saya mengerti maksudnya jadi sekarang ubahlah nama blog kamu ini bukan bengak lagi saya kira dulu bengak benaran hihihih misal zal.wordpress atau apalah namanya zal.

ah…aku tahu sekarang kamu ini suka merendahkan diri rupanya.
*manggut2*

zal aku nih bukan mau kemana2 hanya saja aku mau tidur lihat postingan aku itu eh…kok pukul 12.39 padahal aku postingan pukul 2.30 dini hari tadi. eh apa komputerku yang salah ya?

*bodoh amat mikir itu*

salam

zal - 7 Juni 2009 8:29 am

::ha..ha…apanya yang hebat Filar Biru, engga ada itu, semuanya sudah tersedia, sebatas yang pantas ada.., aku tinggal ngetik…
————
disatu sisi sepertinya saya nyeleneh lain sisi lain saya seperti awam itulah saya bukan berarti munafik lo.

::akh..aku gak masalahkan itu, di Surah Abassa ada sinyalnya, mengenali diriku sendiri sudah lumayan, dan orang lain pasti orang itu lebih mengenal dirinya..
——————–
sebenarnya pemahaman kita akan agama Allah ini sama tidak beda hanya saja tingkatannya saja yang mungkin ada sebagian yang lebih dan ada sebagian yang kurang. itulah gunanya teman tempat untuk berbagi. Ah saya rasa anda adalah orang yang tepat untuk masalah ini.

::aku hanya tahu sebatas yang ditahukan saja, jikapun diizinkanNYA mengenal yang lainnya, itupun tak jauh dari apa yang sudah dikenalkanNYA yg ditempatkan pada saya..
———————
saya menjadi ingat akan sabda nabi “sampaikan olehmu walau satu ayat” fantastis
::ya..ya..sampaikan satu ayat disini, bagiku untukku saja, sampai dari ujung ke ujung…bukan disampaikan untuk orang lain..emang gua cowok apaan 😀
———————
apa yang kamu katakan saya mengerti maksudnya jadi sekarang ubahlah nama blog kamu ini bukan bengak lagi saya kira dulu bengak benaran hihihih misal zal.wordpress atau apalah namanya zal.
::kuberikan nama itu untukku, karena memang sepantasnya begitu…
————————
ah…aku tahu sekarang kamu ini suka merendahkan diri rupanya.
*manggut2*
::akh mana berani aku merendahkannya, justru jika aku merasa tinggi dia menjadi rendah…akh tak kuat aku…dan engga pantes..
————————
zal aku nih bukan mau kemana2 hanya saja aku mau tidur lihat postingan aku itu eh…kok pukul 12.39 padahal aku postingan pukul 2.30 dini hari tadi. eh apa komputerku yang salah ya?

*bodoh amat mikir itu*
::oooh, namun ada satu hal yang tersedari di saya, namun biarlah itu tersimpan saja ya…malu aku…
———————–
salam…

24. Santri Gundhul - 14 Juni 2009 8:51 am

Whaaaaaaaaaaa…lagi DUET MAUT…
Sampek belon ada seri terbaru yah Kang???

Gelar tiker…nunggu LINTANG LUGUR.

zal - 14 Juni 2009 9:04 am

::lha..lha penjenengan nangdi wae…, opo from the bottom of the sea manehh..tah..

25. Santri Gundhul - 15 Juni 2009 6:43 am

Oyi…Oyi..Kang ZAL,

Ayas lagi kebagian IDREG ” NANDUR RUMPON ” beberapa hari lalu, hingga gak sempet nunggu Gubug. Yah…bikinin rumah si Ikan yang telah digusur Manusia..haaaaaaaaaa…
Rupanya gak yang di Darat saja, di dalam Lautpun masih banyak PENGGUSURAN…..!!! tapi caranya tuh yang SADIS..pake BOM.

Lanjut Kang…
Salam…Salim…Rahayu…

zal - 16 Juni 2009 4:08 am

wah…wah… jian sadis tenan yo…, lak yo rusak kuabeh tatanan dasar laut iku…, tapi yo mungkin harus ada perusakan untuk ada perbaikan…, dan biasanya perbaikan mestine menghasilkan yang lebih indah…opo maneh sentuhan yang penuh cinta..rumah ikan malah dianggap omah dewe… ooo penyelam…yang berumah diatas dan dibawah….

KangBoed - 17 Juni 2009 11:23 am

weleh weleeeeeh.. mBaaaah Gundul… sampeyan iku sakti tenaaaan yaaa.. sejenis ikan pesuuuut.. pengen aku belajar nyelam.. minimal diving wae..
Salam Sayang
Salam Rindu untuk berdua…

zal - 24 Juni 2009 6:40 pm

::lah..lah..kalau sampeyan, divingan..lha yang mengarrange, diskusi via YM sopo…gak usah…, ben bedho, ben ono ceritone..

KangBoed - 24 Juni 2009 8:02 pm

huuuuuwaaaakaakaakakak.. yayaya… terserah pigimana boloku waelah akusih manut wae..
Salam Sayang

zal - 25 Juni 2009 10:49 pm

kik..kik..kik…lha kalau kalian berdua divingan, yak op aku gak iso renange…

KangBoed - 29 Juni 2009 2:01 pm

kekekekek.. masa ora iso renang… saben dino diving dalam samudera luas.. menjumput mutiara mutiara di dasar lautan luas.. kek opo ooo..
Salam Sayang

26. D3pd - 24 Juni 2009 12:59 pm

saya ingin menggenggam seseorang, tetapi saya ngga punya keberanian. gimana ya caranya…?

zal - 24 Juni 2009 6:36 pm

::apanya yang mau digenggan D3pd..???, emang segenggaman aja ya…, ya kesantunan menggenggam seseorang biasanya dilakukan :
1. pastikan yang akan digenggam bersedia, sebab jika dia tidak bersedia dan kamu tetap ngotot, maka bentuk dunianya pelecehan, yang namanya pelecehan berarti merendahkannya, tak pantaskan merendahkan siapapun..
2. Pastikan jika dia bersedia, maka orientasi “penggenggaman” adalah bermuatan tertinggi “ridha dan diridhai”, sebab jika lebih rendah dari itu maka hasilnya akan banyak memberi warna yang mengecewakan, meskipun target tertinggi itu juga bukan lempang, namun adanya niat yang tinggi, akan menghasilkan “jackpot” yang luar biasa pula…
3. Pastikan izin dan restu dari yang melahirkan, dan yang membesarkan, ini sering disepelekan, padahal ini pintu menuju tangga tertinggi, kalau menghargai yang melahirkan dan membesarkan kita sendiri, itu kadar “wajar” dan “sepantasnya”, namun jika dapat melakukan lebih kepada yang gak ada hubungannya dengan kita, itu kadar yang luar biasa,
4. Pastikan selalu melakukan kadar yang “luar biasa” sebab yang biasa-biasa itu konsumsi orang biasa juga…dan gak ada surprisenya…
5. Pastikan bahwa ini bukan nasihat, ini hanya ngetik di blog, kerjaan tanganku…aku gak ikut-ikut..

KangBoed - 24 Juni 2009 8:04 pm

Waaaaaaaaaaaah.. alih profesi.. jadi pakar wanitaaaa.. yaaaaa.. selamaaaaat anda layak dapat bintaaaaaang…
Salam Sayang

27. Daniel - 25 Juni 2009 8:39 pm

Saya teringat kata-kata Mario Teguh,
pura-puralah melakukan sesuatu dan rasakan seperti anda memilikinya, maka Allah akan berikan hal tersebut secara nyata..
orang yang berpura-pura baik, maka Allah akan buat dirinya benar-benar baik🙂

zal - 26 Juni 2009 1:09 am

hal ini juga pernah saya baca sebagai nasihat Al Ghazali untuk mendapatkan kekhusukan shalat, ya buatlah diri menangis atau buat-buat menangis…, tapi pura-pura..akan berubah menjadi sungguhan jika pura-pura itu merasuk, jika keterusan berpura-pura malah masuknya munafik…apa gak gitu ya..

28. Santri Gundhul - 26 Juni 2009 12:09 am

Wes…ojo kesuwen olehe ” NGGEGEM ” mundhak KEMENG tangane mengko Kang,

Dibuka meneh…sopo ngerti sing digenggem kuwi wes MATENG…haaaa…
Dioncek-i…trus dibagi-bagi karo sedulur.

Gelar tiker….siapin Tampah…nadhahi Barang sing kesuwen DIGENGGEM ben ora tumpah.

Ndhodhok karo Nyadhongke tangan….
Sek..sek..kang Boed ojo ndhusel- ndhusel tah Kang…wes mesthi keduman kok sampeyan.

zal - 26 Juni 2009 1:12 am

::hiik..hik..hik…gak due ide blas…, lek mokso malah nyeleneh…santai disek.., ngenteni genggaman rak empuk maneh…kenyal choy…🙂

29. Umu Kamilah - 26 Juni 2009 1:44 am

Diskusi yang menarik di sini. Penuh nuansa kekeluargaan. Kesadaran sportifitas.Ada semangat berbagi. Juga ada selingan yang jenaka🙂 .Salut.

30. sunny2008 - 26 Juni 2009 6:38 pm

salam kenal ae,………..
dowo banget koment-nya…

31. Manusia… Keledai… Manusia… « kangBoed… - 27 Juni 2009 8:48 am

[…] Salam Taklim […]

32. Juliawan - 1 Juli 2009 5:00 pm

hoohoh salam kenal ya mas

33. KangBoed - 12 Juli 2009 2:56 pm

DUUUUH.. DAH DI MANA NEEEEH.. BELUM KASIH KHABAR
SALAM SAYANG

zal - 12 Juli 2009 8:13 pm

::he..he… aku sudah nyampe di rumah lagi…Alhamdulillah…, nuhun sudah mampiri aku di bdg…

KangBoed - 17 Juli 2009 12:02 am

hehehe.. walau sebentar kayanya malah ngangenin yaaaaaaaa
yoooo wis bobonya yang nyenyak wae
Salam Sayang

34. itempoeti - 26 Juli 2009 11:05 pm

kalau masuk ke blog ini terasa sekali betapa tak terhingga luasnya samudera pengetahuan Allah…
makin terasa betapa bodohnya saya…😉

zal - 1 Agustus 2009 6:30 pm

ha…ha..perngenyekan di ialum…

35. Andi Fadli - 16 Oktober 2009 9:57 am

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu …
Saya Hamba ALLAH yang penuh hina dan dosa memohon salam perkenalan….

36. Andi Fadli - 16 Oktober 2009 10:02 am

memohon pembimbing untuk menuju sang maha hidup

zal - 25 Oktober 2009 3:41 pm

Wa’alaikum salaam Mas Andi, salam perkenalan juga, apakah Mas Andi yang di Tangerang.., ?,
btw, yang mampu membimbing manusia menuju ke Yang Maha Hidup, hanya Yang Maha Hidup itu saja Mas Andi, dan DIA sudah meliputi pada tiap-tiap sesuatu, Dialah dan satu-satunya yang berhaq membimbing, jika ada manusia yang bisa, itupun sebenarnya DIA yang meliputi itu, tubuh itu hanya fatamorganaNYA saja…., jadi alamatnnya ada pada Mas Andi sendiri….mohon maaf …

37. Yusia Agustini - 25 Juli 2011 9:17 pm

Assalamualaikum,..
Salam kenal ….
Sungguh menyejukkan berada di sini…..


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: