jump to navigation

Apa yang dipercaya, kenalilah..!!! 4 Mei 2009 11:12 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Yupe, melanjutkan dari postingan dengan judul “Mulailah dengan Percaya, ..namun Ujilah…!!!”,
Percaya…!!!, yah..mungkin terpandang sebagai kata sederhana, hanya tujuh karakter, ya …hanya tujuh karakter yang mudah meluncur dari lidah, namun amat sangat sulit mempraktikannya, dimana Allah dengan gaya sinisme kalimahNYA, “tanyakan kepada orang-orang kafir itu siapakah yang menciptakan langit dan bumi, serta merta mereka akan mengatakan : ALLAH..!!!, lho…, koq sudah menjawab Allah yang menciptakan, masih disebut kafir …???,

Pernah suatu ketika ada yang berkata kepada Nabiullah Muhammad SAW : “Wahai Rasulullah aku mencintaimu…, lalu dikatakan Nabi, hati-hati dengan ucapanmu..”, lalu orang tersebut mengulangi perkataannya sampai 3 kali…setiap mengatakan seperti itu Nabiullah selalu berkata “…hati-hati dengan ucapanmu..”

Apa sich yang menurut kita sudah kita percaya…??? .. Allah..???, mohon maaf ya..kukatakan mengenai hal ini, amat sangat jauh…sungguh…, jauuh sekali…bahkan sampai kepada Rasulullah saja tidak mudah…, “..percaya kepada RasulKUpun sudah cukuplah bagimu..”, demikian kalimatullah…

Mari kita sejenak berkontemplasi mengkaji diri, ya…diri kita sendiri masing-masing…,
Kan ada kalimat wach dia itu PEDE banget…, atau saya amat PEDE jika berhadapan dengan audience setiap waktu siap memberikan presentasi…ach yang benar…, Del Carnagie saja mengatakan 5 menit pertama adalah neraka bagi orator..,
Seorang Mario Teguh, yang selalu membawa isterinya setiap Beliau selesai memberikan ceramah, akan mendatangi istrinya sebagai pelimpahan rasa bahagia, saking gembiranya jika dia merasa berhasil menyelesaikan ceramahnya…

Atau sebutkanlah, “saya amat percaya kepada agama yang saya anut..”…apa benar ..???, apakah ini sudah kau pastikan…???, apa ”percaya” disini, bukan lantaran sejak kecil hanya itu yang kita ketahui, dan yang diajarkan pada kita, dan lebih mendorong kearah hal itu, adalah kalimat…”banyak koq yang percaya….!!!, …apakah seperti itu yang dinamakan percaya…, apa bukan sekedar ”merasa nyaman karena merasa, kalau kita tidak sendirian…”

Sungguh untuk mempercayai diri kita sendiri saja amat sanagat sulitnya, tidak sedikit orang yang merasa kecewa terhadap dirinya sendiri, kecewa karena gagal dalam satu atau beberpa hal, padahal apa yang dilakukannya, hanya karena melihat orang lain juga melakukan hal yang seperti sama, bukan lantaran mengenali apa yang ada pada dirinya…

Pernah mengetahui kisah tentang seorang ”MULAN”…???, ya ceritera seorang gadis dari negeri china, yang selalu membuat kecerobohan-kecerobohan, apa saja yang diperbuatnya selalu menimbulkan kerusakan dan kehebohan yang mengalirkan caci-maki terhadapnya…, sampai ia mencoba menyadari keberadaan dirinya, sambil memandang cermin dia bertanya : ”who I’am inside”…dan dia bertekad akan mengenal siapa dirinya sesungguhnya dan selalu berkata ”who I’am inside”

Yach pada diri kita suatu rahasia besar ditempatkanNYA, rahasia yang teramat tinggi dan agung, yang merupakan sebab keberadaannyalah sebagai sebab mengapa segala sesuatu diciptakan, bukan tubuh ini…tubuh inipun diciptakan untuk keberadaannya, nafsu ini juga diciptakan untuk keberadaannya…termasuk juga penciptaan langit dan bumi serta isinya…juga sebab keberadaannya….
AQ 51:20 lanjut ke 50:21…, sangat tegas bunyinya “..bahkan pada dirimu sendiri, apakau kau tidak memperhatikannya…”

Wahai yang sibuk menatap sekeliling…
Memberi penilaian positif dan negative..
Melupakan diri sendiri..
Padahal sekeliling hanya cermin..pantulan

Wahai yang memandang banyak..
Kapan lelah mata dan fikirmu..
Takkah hendak kau memandang kemolekan yang tersimpan jauh dalam dirimu
Terkubur, terpuruk dalam pasungan nafsu…

Wahai yang memandang sisi besarnya..
Takkah kau tahu mutiara tersimpan didalam cangkang yang besar..
Jauh bernilai ketimbang cangkang dan daging..
Bergetar kerang lantaran kehadirannya…

Wahai yang melupakan diri sendiri
Takkah ingin dirimu merasakan getar hebat bak kiamat…
Menandakan hadir kekasih hati…
Sang mulia pembawa cahaya..

Tahukah kau dia selalu berdendang..
Aku disini, duduk manis menantimu
Akupun ingin membuat hidupmu indah..
Akupun ingin membuat kau tak menyesal…

Komentar»

1. Lumiere - 5 Mei 2009 1:01 am

Wahai yang sibuk menatap sekeliling…
Memberi penilaian positif dan negative..
Melupakan diri sendiri..
Padahal sekeliling hanya cermin..

bolehkah saya memilih, siapa cermin saya (yg baek2) & mengingkari sisanya?:mrgreen:

Wahai yang memandang banyak..
Kapan lelah mata dan fikirmu..

ini sudah lelah kang😥 sungguh, lelah, skali.. (makanya ndak nulis2 lagi)

Takkah hendak kau memandang kemolekan yang tersimpan jauh dalam dirimu

😯 adakah? di mana? apakah itu? *inferior* ah, saya gak sebaik itu kang..😕

Wahai yang melupakan diri sendiri
Takkah ingin dirimu merasakan getar hebat bak kiamat…
Menandakan hadir kekasih hati…
Sang mulia pembawa cahaya..

ingin kang, sangat, ingin..

zal - 8 Mei 2009 3:23 am

::LAH…wong cermin itu bentuknya hanya satu, hanya ketebalannya saja yang membedakan kualitas tampilannya..🙂

::sudah lelah kang sungguh, lelah, skali.. (makanya ndak nulis2 lagi)
kalau sudah lelah biasanya akan tersungkur…, kalau masih belum tersungkur, masih kuat namanya… he..he

:: “adakah? di mana? apakah itu? *inferior* ah, saya gak sebaik itu kang.. ”

udah ketemukan… ???

::”ingin kang, sangat, ingin…”

nah tuh kan sudah tau…:mrgreen: kalau belum tau ngga ngejawab seperti ini…

2. kangBoed - 5 Mei 2009 8:11 am

hmm…… yayaya…. dasar kembaaaar… mo ngomong apa lagi yaaa….

Dirimu hadir….. saat aku DIAM…
DIAM dalam keDIAMan…
Menatap mesra… lembut dan manja…
Menggetarkan sang diri yang terlena…

Lupaaa…… Hilaaaang sudaaah semua perkara….
Saat sapaaaan dan belaianMU datang
Tertumpah Rindu hati dalam isak tangis penyerahaaan…
hmm…. Sungguh indaaah…. tak terkira rasanya…

Apalah daya ini….
Lepas sudah… telanjang….
Semua tertinggaaaal….
Hidup dalaaam HIDUP….

Salam Sayang…

zal - 8 Mei 2009 3:32 am

terbongkarnya perkara
bukanlah dari inginku
inginku hanya roket pelontar
sebagai pengantar melalui atmosfir..

bukan…bukan aku yang berlaku
bukan..bukan pula amal-amalku..
jalanku di papah..
takutkupun digenggam…

jangan lepaskan tali Allah
itu ujaran yang diperdengarkan awal langkah papahnya..
aku tersentak tetap tak faham
namun tatahnya sabar memapah…

3. kangBoed - 5 Mei 2009 9:06 am

Dirimu hadir….. saat aku DIAM…
DIAM dalam keDIAMan…
Menatap mesra… lembut dan manja…
Menggetarkan sang diri yang terlena…

Lupaaa…… Hilaaaang sudaaah semua perkara….
Saat sapaaaan dan belaianMU datang
Tertumpah Rindu hati dalam isak tangis penyerahaaan…
hmm…. Sungguh indaaah…. tak terkira rasanya…

Apalah daya ini….
Lepas sudah… telanjang….
Semua tertinggaaaal….
Hidup dalaaam HIDUP….

Salam Sayang…
Salam Hormat…
Salam Taklim…
Salam Sejati… (*sampai mati*)

zal - 8 Mei 2009 3:37 am

ya…diam..hanya diam..
menatap nanar saat dikenalkan…
hanya diam menatap…tak bergumam…
sentaknya datang bukan saat diduga…

meski sadar terjaga
namun rasa mati tak berdaya…
hingga hilang segala pandang..
takpun sempat tuk bersyukur…

4. kopi - 5 Mei 2009 11:46 pm

si gundul saking percaya sama dirinya, cinta hilang
si gandul saking gak percaya sama dirinya, cinta hilang
si gerandong saking gak percaya sama apa-apa, dirinya hilang
intinya…..
percaya aja sama apa yang mau elu percaya, toh dirilu juga bukan punyalu dari awal.

zal - 8 Mei 2009 3:41 am

::iya sich…sayangnya bukan sadar sejak awal, meski percaya, ragupun tak ayal mengemplang…
ya…akulah manusia bodoh, dipermainkan diri berulang-ulang kali, dan dia belahan jiwa tega menari indah diatas tangisanku…

5. SufiMuda - 8 Mei 2009 9:58 pm

mmm… bang zal dah mulai suka ber Gurindam Barus nich😀
saya punya gurindam melayu lama, yang menceritakan akan kerinduan perjumpaan dengan-Nya. Hanya berjumpa dengan Dia bisa mengobati seluruh nestapa

Guruh Petir Menimba Limbat
Pandang serumpun di seberang
Tujuh ratus carikan obat
Badan Bertemu maka senang

mohon maaf kalau komentarnya nggak nyambung🙂

zal - 9 Mei 2009 1:53 am

::ha..ha..gurindam-gurindaman…, hanya menorehkan yang dirasa ditoreh saja…manalah saya pande bergurindam Bang SM, B.Indonesiapun ponten lima….,

mengapalah disebut guruh petir menimba limbat ya…limbat yang dimaksud ikan seperti lele itu kan…

SufiMuda - 12 Mei 2009 12:24 am

Benar Bang Zal, limbat itu sodara sepupuh lele🙂
Kalau saat petir dan mendung paling cocok kalau mencari limbat

Gurindam itu di karang oleh Syekh Muhammad Hasyim seorang ulama dari Buayan, Sumatera Barat…

6. Santri Gundhul - 9 Mei 2009 8:08 am

ada apakah kekasih?
sehingga sepi jerati berjubal lusuh jiwa
sedang kita telah terbentang jarak
antara mimpi dan terjaga, pun aku menahan

tak usai kugambar pucat membiru senduku
justru semakin teriakku, gejolak yang meresah
tak jelas, tak seperti adanya pagi meresapi senyum rerumputan;
mengembun

kekasih, silamku yang pudar …..
masihkah kan aku pantas jika?
pintaku pada restu langit, pada bintang
agar waktu masih memberiku kesempatan
untuk kembali menemuimu….
sekedar menanyakan tentangmu, kekasih
karena malam pekatku ini, aku khawatir padamu

zal - 9 Mei 2009 11:33 pm

::yo..yo…pertemuan antara kegelisahan, dgn kekhawatiran, yang hadir pada rasa yang hadir pada sang kekasih, dan takkan ada yang dipercaya, selain kekasih menemui kekasihnya sendiri….

7. yoan - 9 Mei 2009 11:05 pm

“man ‘arofa nafsahu, ‘arofa rabbahu…”
(meskipun pernyataan ini dipertanyakan kevalidan-nya, entah benar Rasul saw yang ngomong entah bukan…)
saya pikir, pelajaran yang disampaikan ada benarnya…
setelah benarbenar mengenali diri sendiri, mengetahui apa dan maksud tujuan hidup sendiri, mengerti mengapa kita bisa jadi begini (dan begitu)…
barulah kita bisa benarbenar mengenali Sang Pencipta…

*omongannya orang bodoh, tolong dikoreksi kesalahan sayah…*

mohon ijin belajar lebih banyak dari om zal… mohon terimalah saya sebagai murid…

8. zal - 9 Mei 2009 11:46 pm

::yoan, ini artinya ayo saja…pokoke lek di jak yo… siip..
meskipun endak jelas darimana asalnya, kalau sudah ada berarti sudah diciptakan ..kan… siip… kalau iklannya lakone sopo Pak Manteb…

ada benarnya…ya…ya…., sebab segala sesuatu mesti mengandung benar kan…., kalau masalah mengenalNYA, saya lebih memilih mengatakan DikenalkanNYA pada NYA…olehNYA untukNYA…saya hanya mengamati…endak lebih….

Allahu Laailaha illa hual hayyul qoyyumi waatubu ilaih.., walaa haula walaa quata illa billaah,

“mohon ijin belajar lebih banyak dari om zal… mohon terimalah saya sebagai murid…”

Yoan, apa yang saya fahami, diri kita ini gurunya, diri kita ini pula muridnya…, kadang meskipun dia menempel pada tempat lainnya, juga tuk mengajari diri kita.., dia berpindah kesana kemari juga untuk diri kita..
kitalah guru, kitalah murid…,

9. kangBoed - 10 Mei 2009 5:30 am

hehehe….
tak kenal maka tak sayang
tak sayang maka tak cinta
tak cinta maka tak rindu
tak rindu maka tak bertemu
hmm……
indahnya pertemuan dalam cinta…
bergelora di dada…
dari ujung kaki sampai kepala
menggelepar nikmat luar biasa…
bagai puncak segala kenikmatan..
yang terulang dan berulang
dalam detik demi detik pertemuan
Salam Sayang
Salam Taklim

zal - 12 Mei 2009 9:18 am

::ha..ha…orgasme…

kangBoed - 12 Mei 2009 9:44 am

hihihihi… orgasme berulang… hahahaha… hrrrrrrrrrrrrr….
Salam Sayang

10. sabdalangit - 13 Mei 2009 10:34 pm

*Petuah yang sangat BIJAK, kita semua jadikan suri tauladan bagaimana seseorang tidak sekedar MEMELUK AGAMA, dalam konteks ini memeluk Islam. Lebih dari itu harus MENJADI Islam. Dalam arti menggali dan menghayati nilai spiritualitas nya.

salam taklim

zal - 14 Mei 2009 6:08 am

::sungguh benar kakangku sabdalangit, lantunan Kakanda membuat postingan ini menjadi bernilai, matur sembah nuwun Kang…

11. Santri Gundhul - 15 Mei 2009 7:24 am

Huaaaaaaaaaks….
Tumenan Kang Zal ngomongne kayak WAYANG ORANG saja pake ” KAKANDA ” segala…emang kapan NGRABI adikne Kadang sepuh Sabdollangit sampeyan Kang???

Kabuuuuuuuuuuuuuuurrrrrrr….keburu disiram ampase Wedang Kopi

kang Boed…looonntoooooooooong…eh…Toooollllooooonggg…

Lambang - 16 Mei 2009 5:45 am

Hehe.. WAYANG ORANG apa KETOPRAK MATARAM (lontongnya dikit aja ya Kang Gundul.. ngga usah pakai piring..)

zal - 23 Mei 2009 1:24 am

::he..he.., yo wajar toh yo..lha kakanda sabdalangit tulisane santun, lha kalau tak jawab biyakan kan mengko jarene gak jawani…🙂

12. kangBoed - 15 Mei 2009 9:29 am

hihihihihi….
salam salaman..
jabat eraaaaat..
peluk pelukaaan…
cium ciuman… *hueeeeektzzz*
hehehehe…
waaaaaaaah…… koooooooook….
mBaaaaaaaaaaaaaah Guuuuuuuun… saya yang disiraaaam..

Salam Sayang
Salam Taklim

zal - 23 Mei 2009 1:26 am

::ho..ho…ndangdutan maneh…colek-colekan…wooi, peluk-pelukan…wooi..peluk-pelukan…lho…iki budaya ngarab…lha..lha…koq janggut penjenengan tiba-tiba panjang yo…🙂

13. KangBoed - 30 Juni 2009 10:46 am

Percaya melewati pembuktian dalam perjalanan
Menghasilkan kemampuan diri tuk melangkah
Bangkit dinding terakhir keegoan dalam diri
Dimulailah Perang terbesar merobohkannya

Hingga tunduklah dalam LHWQ sebenar diri
Menyerahkan kepada Yang Maha Berdaya Upaya
Menyadari setiap gerak diam dan tidur karenaNYA
Mencipta berkarya sebagai Manembah Sejati

Salam Sayang
Salam Rindu sahabatku


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: