jump to navigation

Mulailah dengan PERCAYA…Namun UJILAH…!!! 19 April 2009 7:38 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
trackback

Ooops..percaya koq diuji…???, yupe..dari apa yang ada pengalaman padaku, bahwa rasa percaya seringkali mengecewakan,

Kecewa oleh karena rasa percaya diselewengkan,
Kecewa oleh karena yang diberi kepercayaan berubah-ubah,
Kecewa oleh karena yang dipercaya, tidak percaya kalau benar-benar dipercaya…

untuk kasus percaya yang pertama, seringnya sih dengan gampangnya mencampakkan sesuatu yang dipercaya tadi, bahkan biasanya dicampakkan dengan garang, tanpa pernah mereview mengapa ya.. dulu bisa percaya…???
yah..ini juga dialami seorang pendakwah muda, yang entah mengapa kepopulerannya melesat dengan sangat cepatnya, dari segala kalangan, bahkan pendapatnya seolah-olah dipandang sebagai suatu yang tak tertolakkan kebenarannya, ada yang tahu, apa yang terjadi pada saat sang pendakwah, diilhamkan kepadanya untuk menikah lagi…??? (ingat jodoh juga di Tangan Tuhan bukan..??..atau ada pandangan lain…? )..

Selanjutnya

Untuk kasus percaya yang kedua, biasanya menghasilkan kebingungan.., sebab bentuk yang disajikan yang dipercaya sulit terbantahkan namun juga sulit untuk mempercayai secara penuh.
Kasus ini biasanya terjadi pada yang mencari “kebenaran” melalui Kitab Suci (kalau meminjam istilahnya Kang Santri Gundhul “kitab garing”), lho…, mungkin sebagian mengatakan, kitab suci adalah kebenaran mutlaq yang menjadi pedoman, yupe saya percaya…ya..saya percaya kalau yang serta merta mengatakan seperti itu, belum membacanya untuk menemukan “kebenaran”,
mohon maaf ya, sungguh, dahulu saya pernah timbul stress, bahkan menutup dengan segera terjemahan AQ yang menimbulkan pemahaman yang berbeda dari terjemahan ayat yang saya baca, salah satunya “kemanapun kau menghadap disana wajah Allah berada..”…entah juga ya… bagi yang sudah dapat langsung percaya, padahal Allah sendiri mengatakan “Kami akan membacakan kepadamu maka kamu tidak akan lupa..” Al-A’laa 6, sampai disini mungkin akan ada yang mengatakan “lho itukan dikatakan untuk Nabiullah Muhammad SAW, bukan yang lain…!!! …jika Anda mengatakan demikian…coba direnungkan .. “dengan apa kita dapat memahami AQ itu”…

Coba saja perhatikan, sedangkan Nabiullah Adam AS, digambarkan pada AQ 2:33 “33. Allah berfirman: “Hai Adam, beritahukanlah kepada mereka nama-nama benda ini.” Maka setelah diberitahukannya kepada mereka nama-nama benda itu, Allah berfirman: “Bukankah sudah Ku katakan kepadamu, bahwa sesungguhnya Aku mengetahui rahasia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan?”

Nabi Musa AS, hmmh apalagi Beliau ini.., sudah berbicara langsung, minta untuk melihat langsung, diberikan Suhuf lagi…,

Nabi Ibrahim untuk meningkatkan Rasa Imannya perlu bertanya “bagaimana menghidupkan yang mati, lalu Allah menanyainya “apakah engkau belum yakin, dan Ibrahim menjawab agar aku lebih yakin”…lho rasanya banyak yang engga perlu bertanya lagi kepada Allah tentang yang tidak diketahuinya…oh…iya…kan..ada…ulama, ustadz-ustadz, guru-guru yang kamil muhkamil (biasanya persepsi tentang guru yang kamil ini berwujud orang juga…tapi bisa juga sich..) …ya..ya..ya…padahal kataNYA hanya Allah yang memberi petunjuk…!!! dan mengilhamkan pada jiwa dengan perantaraan kalam…
so… ya sudah…

Stage selanjutnya masalah percaya “Yang diPercaya, malah menguji yang mempercayaiNYA” ini kataNYA lho pada AQ 29:2 “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi? ”
Begitulah cara Allah memberikan rasa percaya kepada kita, lho..disinikan manusianya yang di uji…, ya..kalimatnya memang begitu… namun yang memerlukan rasa percaya itu kita bukan Allah, bahkan Allah lebih tahu dari yang tidak diketahui bukan…maka Allah menguji tentang apa yang dipercaya, sudah benar atau belum sampai benar-benar meresap…lalu setelah itu secara otomatis akan meningkatlah kearah Taqwa…bergerak lagi kearah Itaquallahu Haqqotuqoti…dan berujung pada Muslimuun…ya…gak ada lagi rasa apapun…segalanya sudah dikembalikan kepada Sang Empunya…Pemilik Segala Asal, Pemilik segala Sebab…Ya..Pemilik segala Pemilik….

Komentar»

1. almascatie - 19 April 2009 8:57 am

kepercayaan intu butuh lebih dari sekedr doktrin, hanya jiwa yang percaya dapat melewati ujian..

2. qzink666 - 19 April 2009 12:40 pm

hwakakak.. sepertinya ada entitas ingatan yang memaksa kita untuk percaya di masa kini dan menolaknya di kalI lain tanpa sempat kita (manusia) untuk meelak..
*kabur menyelamatkan burit dari sepakan kyai Zal*

3. qzink666 - 19 April 2009 12:42 pm

meelak = mengelak.

4. kangBoed - 19 April 2009 8:58 pm

hihihi…. namanya percaya khan belum tentu YAKIN…. hehehe… mengenai YAKIN ini sebenarnya baru disebut iman…. dari percaya lama lama barulah timbul YAKIN….. dari kesadaran lahiriah maka barulah akan terbuka kesadaran batiniah hmmm…. tapi sayangnya ceritanya jadi tidak sesepele itu kerena yang mencapai kesadaran batiniah itu hanya…. yayaya… hanyalah SEDIKIT sekali…. awal dari kesadaran BATINIAH ini adalah dalam JIWA yang TENANG… baru disitulah tumbuh pohon CINTA…. terbitlah NUR IMAN…. bermodalkan pernyerahan diri bulat bulat yang menghasilkan kesabaran, keikhlasan, ridha, tawakal dan SYUKUR….. yayaya…. jiwa jiwa yang sudah zikrull dan taffakarun…. hmmm…. yang berkembang diluar seolah sudah huebaaaaat tenaaaan ternyata masih bagian dari kesadaran lahiriah belaka…. yayaya… baru percaya belum YAKIN… padahal Hidup ini hanya sebuah permainan dan senda gurau belaka…… hehehe…. yayaya…. nyanyi dunk mbaaah…. ada pesanan lagu nih lagu SATU dari DEWA…. yu mbil jogetan….
Salam Sayang bolo bolo

5. zal - 20 April 2009 8:32 am

::Almascatie…, nah tu kan.., hanya jiwa yang percaya yang dapat melewati ujian…, amat sangat beruntung yang ada perhatian pada apa-apa yang dilewatkan didepannya…wuuihhh..itu ada cewek cakep..semlohai buanget…yuk dipepet..bisr ketemu cakepnya kayak apa… he..he..

::qzink666, apo dio…kan kalau imlek pasti bulan purnama…🙂..

::ngrungukke KangBoed mejang, sambil rokokan dan nyeruput kopi…wuiik wes koyo kyai…
lha..lha..lha KangBoed ono berita koyo iki yak opo…?
“mereka berjumlah banyak dalam pandanganmu, dan kamu berjumlah banyak dalam pandangan mereka, jadi kalau sedikit artinya….

lagu krispatih “kejujuran hati” wae yo…

Setiap kali kudengar namanya kau sebut
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yang seharusnya kulakukan
Karena kau memang bukan milikku..

Kuakui aku merindukanmu
Meski ternyata tak pernah kau merindukanku
Tapi ku tak pernah bisa
Melakukan apa yang seharusnya kuinginkan
Karena memang kau bukan milikku..

Reff :
Sesungguhnya ‘ku tak rela
Jika kau tetap bersama dirinya
Hempaskan cinta yang kuberi..
Semampunya ‘ku mencoba
Tetap setia menjaga sgalanya
Demi cinta yang tak pernah berakhir..

Kejujuran hati yang tak mungkin dapat kupungkiri
Keinginanku untuk kau tahu isi di hatiku

6. kangBoed - 21 April 2009 9:20 am

hmm….. weleh weleeeeh… pake nanya segala si mBah nih saya mah kaga ngerti mbaaah…. tahunya cuma jogetan, endangdutan, jigongan… kalau nanya nanya sih kayanya jawabannya bingung tuuuh…. hmm… yayaya… bingung saking banyaknya termasuk dalam mu ada aku yayaya semua saudaraku…… dan engkau bolo kembarku… hahaha….. dijamin salah daaaah….Walau berbeda beda tetaplah sebenarnya satu… Karena perbedaan itu berasal dari pada yg satu….
Syuhudul wahdah fil katsrah, syuhudul katsrah fil wahdah..
(Pandang yang satu ada pada yang banyak, pandang yang banyak ada pada yang satu)
Salam Sayang bolo bolo

7. zal - 22 April 2009 4:09 am

::hikss…hikss…lha wong takon koq..gak oleh.., oleh toh..buktine kuwi dijawab…, salam sayang pisan cruaaaaap…plok…🙂

8. SufiMuda - 22 April 2009 9:32 pm

Tentang ujian iman ini sangat menarik ucapan seorang Guru Sufi :
“Sebelum tahu engkau ku bodoh-bodohi maka engkau belum benar, setelah engkau tahu mau apa? mau melanjutkan perjalanan, itulah awal HAMBA,
mau berhenti?
akan aku gantikan yang seperti mu sebanyak seribu orang”

9. zal - 23 April 2009 4:06 am

::Abang SufiMuda, yupe ..betul Bang, ternyata kualitas manusia seumpama nilai uang, ada yang Dinar, Pound Sterling, dollar dll, dari Tingkat-tingkat itupun masih ada nilai seperti Rp, tertinggi 100 ribuan sampai terendahnya 50 perak…
tapi surah ‘Abassa, berkata lain…sebab Sang Maha Guru ini, dengan mudah membalik keadaan…

10. kangBoed - 24 April 2009 2:21 am

hihihi…. kok manusia seperti duit yaaaa….. di cap stempele di sebelah mana mbaaah… ooo kalo si mBah Gundul di stempel stempelnya tinggi dan gede beneeer lhoo…. terus percaya itu memangnya iman baaah… apa nyang laennya lagi tuuuh… alias adik kakak… ooo….. yayaya….. mungkin banyak yang percayaaaaa tapi sedikit dan sangat sedikit yang berimaaaaaan…… yayaya…. mungkin begitu ya mbaaaaah…. mbaaahh bagi duitnya duuunk…. jangan cuma dipamerin doank eeeee malahan dipake kipas kipas… hahaha…
Salam Chayaaaaank…

11. zal - 24 April 2009 4:04 am

::he..he…lha gak ngono tah KangBoed, one bilion dollar man, pandangan, pendengaran tajam… kuat kokoh dan hero.. laki-laki 1 juta rupiah… yak opo… lak 1 banding berapa…
Sedikit tapi bernilai banyak, akan lebih mudah nentengnya, ketimbang banyak bernilai sedikit…ngos-ngosan rek…
nyok..jupuken … tapi bo’ong.. he..he

12. Santri Gundhul - 26 April 2009 8:07 am

Wooooooo…Kakangku ZAL lagi mbahas ILMUL YAQIN~AINUL YAQIN~HAQQUL YAQIN.

Sepertinya prosesnya kayak kita bikin Nasi Goreng gonoh yah Kang?
Mulai baca RESEP~ NGULEK BUMBU~NGGONGSO BUMBU~CEBURIN NASI PUTIHNYA~TARUH di Piring….kita makan bareng-bareng…
Ayooohhhhh..Kang boed sampeyan bawa Lalapan Kemangi, Kang Zal bawa Daun Singkong lah aku tak bawa POKAK+Daun Kecubung…
haaaaa…..lari ke dapur siapin Kopi Medan…

Ya..ya..ya…sambil bergaya ala Kang Boed yayaya..???
Percaya emang belon tentu YAKIN…jika masih dalam batasan Angan-angan dan berhenti di dalam pikiran.
Sebab YAKIN itu sangat memerlukan PERJUANGAN/MUJAHADAH dan RIYADHOH…

Kang ZAL,
Istilah UJI~MENGUJI bagi manusia tuh aku kok kroso GATEL tenan kupingku yoh,,,ngrungokke kalimat tersebut. yang banyak keluar SEMBURAT dan MUNCRAT dari para pendakwah di mimbar-mimbar Mosok Tuhan MENGUJI Ciptaan-Nya…???. Menyimak tulisan sampeyan soal MENGUJI…tak sodorke JEMPOL KALIH…siiiippp tenan Kang. Mestine Sampeyan iki sing paling PAS dadi tukang Ceramah.

Gelar tiker…
nyodhorin Kopi Medan+ Pisang Goreng Keju senengane Kang Boed..

Salam…salim…rahayu

13. sitijenang - 26 April 2009 8:13 am

saya setuju dengan kata bang Nesia itu… kira2 gini: “Jangan takut meninggalkan apa yg dulu begitu kita percayai.” kecuali kita tau pasti apa kemauan Tuhan, semua itu hanyalah tafsiran. maka teruslah berjalan…

14. zal - 26 April 2009 8:57 am

::Kang Gundhulku..pancen tukang ramu meramu…yo, kudu di padhu ben ketemu rasane…nyam-nyamm ueenak…
masalah kuaabeh siang ono, terpandang seperti layaknya mancing nganggo cacing, ben oleh iwak cilik, iwak cilik diumpanke kanggo iwak sing luweh gede..seterusnya…alhasil seluruh umpan berada pada iwak sing pualing gede… he..he…

::Kang SJ, yupe …sesion awak-awak iki sekedar nyambang menyambang, omong meomong, keadaan tafsir menafsir menghasilkan tanya bertanya, dan hasilipun adalah tafsir-menafsir next quality…sampai ketemu tab color, yang demikian akan mengenal fungsi dari masing-masing sheet.
dari apa yang terpandang sebenarnya awak-awak iki dalam sebuah rancang bangun dengan bangunan hidup, satu sisi dipoles, berbentuk, sisi lainnya dipoles lagi sehingga akan tampil sempurna…
njane meski terlihat dilakoni, yang berjalan ialah script, dengan proses ini yang dipersaksikan menemukan proses log, yang tidak, tetap diproses namun hidden contact…, namun sejatinya semua berjalan sesuai qadar-qadar…
kalimah di AQ, “engkau melihat gunung itu tidak berjalan, padahal ianya berjalan sebagaimana engkau melihat awan berjalan”…

15. KangBoed - 10 Juni 2009 5:22 am

mau nulis opooooo.. ooo… bingung yaaaaa.. mo nulis opoooo ooo… pokoke tak ucapin salam wae menjenguk sedulur kembarku sing guanteng panceeeen oye
Salam Sayang
Salam Kangen
Salam Rindu untukmu..😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: