jump to navigation

“Perbuatan Itu, Tergantung Niatnya…” 22 Maret 2009 10:32 pm

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
trackback

Perbuatan Itu, Tergantung Niatnya…”

Begitulah kata-kata yang meluncur dengan ringannya dari mulut-mulut mungil anak-anak TK, dibalakang rumah…, membuatku terdiam sejenak…, hmmm…hhh..kalimat ini pernah hanya sebagai perbendaharaan kata-kata pada diriku selama 1/4 abad…, yah dari pra TK saya sudah menerima informasi ini di machtab…(dulu tempat mengaji di daerah kami disebut machtab..)..dan Inna a’malu Binniat, ini sudah dijejalkan kepadaku, dan selanjutnya ucapan-ucapan niatpun bergilirian datang, seperti niat shalat, niat puasa dan banyak lagi yang ujungngnya menggunakan adaan lillahi ta’ala…

memangnya kenapa ya…???

Ya..lebih dari seperempat abad, saya menggelayut pada statement demi statement tanpa pernah mempertanyakan mengapa berniat, mengapa kalau tidak mengucapkannya ada yang kurang…, dan banyak mengapa-mengapa yang lain bagai sebuah ritual kebiasaan yang telah menempel di sekujur tubuh ini…entah dimanapun ia terletak

Padahal Nabiullah Muhammad SAW, menegaskan..”sempurnakan niat…”, meski tau kalimat ini, entah mengapa motorik halus jiwa inipun tak menyentak, untuk menggugah lebiih perhatian pada apa yang diketahui..

Apa yang harus disempurnakan…???, bacaannya…?? harus lebih fasih…??…harus pas mahrojnya…..,

Terbayang bagaimana dengan si Bule yang pengucapan “R” saja sudah gak jelas…, sudah pastilah bakal tidak pernah pas donk pengucapannya…ya..kan…

bagaimana pula dengan orang-orang jawa yang relative sudah berumur, yang seringnya saya jumpai, mengucapkan Bismillahirrohmanirrohiim saja dengan “bismillangirahmanngirrahim…” dan banyak lagi bacaan yang sengau “i” dibaca dengan menambahinya dengang “ng” lha kan sudah jelas gak pernah pas pengucapannya …

sayangnya.. mengapa fikiran ini tak menggugatku untuk lebih memikirkan hal ini… bahkan yang lebih parah lagi, pernah  sekali waktu aku menjadi makmum , dan imamnya dengan lantang membaca Fatihah dan ayat pendek dengan bacaan berimbuhan “ng” tersebut…aduh biuuung, sungguh saya benar-benar gelisah sepanjang shalat…padahal si imam dengan yakinnya melaksanakan tahapan demi tahapan  rukunnya… catatan Si Imam dengan yakin mengerjakan..lha koq makmum gak yakin… piye toch…🙂

Coba ente bayangin…ana yang sefanjang mulai dari fra sekolah sampai SMA belajar tartil, samfai nauhu – syorof segala, diimami oleh yang engga make itu sama sekali… gedubrak… otak ini kaga mikir blass.. dengan perbedaan yang disajikan…kenafa..kenafa… yah itulah ketertutupan fikiran…sebab merasa sudah lebih baik…lebih pandai…dan lebih-lebih yang lain…. padahal berulang diperdengarkan “Inna a’malu binniat…” … ah udah tau saya itu…hadist kan…!!!..

Padahal..ya.. ternyata apapun yang diajarkan Nabiullah Muhammad SAW yang juga Rasulullah itu, merupakan suatu konsep, blue prit, dari sesuatu yang lebih luas lagi, dan jika diperhatikan terus-menerus, maka terpandanglah maksud yang lebih luas tersebut (Insya Allah…sebab izinNYA datang juga tergantung pertemuan kesungguhan niat dan kesiapan yang dibalik dada itu menurutNYA…lho koq tahu…??…ssttt…jangan bilang siapa-siapa…ini rahasia…. ).

Bagaimana ia koq disebut menjadi lebih luas…?? … dipersilahkan mengkajinya sendiri…lho koq gitu..??, ya…apapun yang diajarkan dari luar diri ini..memiliki keterbatasan… diri sendirilah yang sanggup membongkar keterbatasan fikiran masing-masing kita…semoga Allah mengijabah…Aamiin

Komentar»

1. Lumiere - 22 Maret 2009 11:02 pm

Coba ente bayangin..ana yang sefanjang mulai dari fra sekolah sampai SMA belajar tartil, samfai nauhu – syorof segala, diimami oleh yang engga make itu sama sekali.. gedubrak..

fahimnaaa..😆 pasti buyar dah… Pantesan dulu ustadz saya nyaranin yg “lebih baik bacaannya” sbg imam.

..dipersilahkan mengkajinya sendiri..diri sendirilah yang sanggup membongkar keterbatasan fikiran masing-masing..

haduh piye tho😕

semoga Allah mengijabah

amin. *kabur sblm tambah mumet*

zal - 23 Maret 2009 10:12 am

::lumiere, iya..buyar…gak ikut sudah kadung…, ternyata Cak Nun, dalam bukunya slilit sang kyai. pernah ngalami juga, sewaktu ngikut jemaah, si Imam saban sebentar menggaruk satu sisi kakinya dengan sisi kaki yg lain…lha..Cak Nun, sudah misuh, dan Niat ngulang sholat…lalu terdengar sayup suara..yg jelas sumbernya…”rewel…” dan suara halus itu dari si imam… he…he…

::bukannya saya menggambarkakn bahwa Nabiullah yang juga Rasulullah juga, menyampaikan wahyu dengan sebuah konsep, sebagian besar ditafsirkan ummat sebagai hukum, sebagian kecil, menemukanny sebagai tassawuf, sebagian yg lebih kecil lagi telah berjalan dengan Beliau…

::mengenai mumet..ya kudu dilalui, bagaimana mungkin menembus ruang angkasa tanpa melewati atmosfir yang membakar…apa gak seperti itu lumiere…?

2. omiyan - 23 Maret 2009 2:05 am

kan udah jelas aturan yang menjadi Imam itu siapa tapi sekarang asal tua asal fasih padahal aturan jelasnya udah ada, mungkin ga akan ada masalah

zal - 23 Maret 2009 10:23 am

::omiyan, yak benar, aturannya adalah yang bacaannya lebih baik, namun kan bacaan belum tentu ucapan .., atau lafaz….ya…”sanuqriuka falaa tansya” AQ 87:6…Siapakah yg sesungguhnya membacakan….???

3. sitijenang - 23 Maret 2009 6:15 am

saya pernah denger cerita orang. dia ini mo mencari jawaban kok katanya susah betul. dari pesantren ke pesanten lain, dari kyai ke kyai, dan mungkin habib ke habib juga. alkisah, akhirnya dapet wejangan, “gini aja… sampeyan sekarang pergi ke kediri. di situ ada desa pethuk. dah… belajar di situ deh.” dengan modal setengah nekat dia brangkat… pas sampai di tempat disambut kyai, trus dia minta diajari. jawabannya ternyata di luar dugaan, “lha ya sudah jelas gitu kok. kalo Anda sudah ke-diri pasti kepethuk (ketemu).”:mrgreen:

zal - 23 Maret 2009 10:30 am

::SJ, he..he…yo…bener…bener…bener… itulah kalimat PD sesungguhnya…bukan masalah wanian…yo..🙂
cuma sebagian asyik bermain dengan keadaan itu, bukan malah menyadari lakone sopo Pak Manteb…🙂

4. kangBoed - 23 Maret 2009 7:09 am

hihihi…. wolo wolo kuwoto……. lillahitaalla …….. wolo wolo kuwoto…….. jawaban ampuh biar gak keliatan gak bisa baca huruf ngarab hehehe…. apa lagi bicara ngarab kapan ya bisa jadi orang ngarab weleh weleeeeh mending dagang bacang jualang bacang didepang warung siengkong… bacang,,,.. bacaaaaang bacang fanas,,, bacaaaang ffffffffanaaaaaaas…

zal - 23 Maret 2009 10:34 am

::KangBoed, lah…lah…malah kulakan bacang…….akh melu akh…..batang…batang…sopo sing arep….🙂

5. frozen - 31 Maret 2009 4:13 am

Kalau yang ini, gimana kira-kira?😛

saya nonton film XXX (perbuatan) tapi saya sebetulnya cuma ingin menghilangkan rasa penasaran (niat)

.
Sepertinya yang ini mah dalih ya, bukan aplikasi niat yang bener😆

6. kangBoed - 31 Maret 2009 1:48 pm

hihihi…. sekali kali jangan nanggung yaaa masa cuma nonton hehehe… ajak ajak dong… percuma kang jal dah ke mak erot ma kang jenang hahaha….. iiiiiii kok jadi ngeres begini yaaa ternyata rasa itu bisa nular ya… oooo… hehehe sama saja kang msih sebatas iklan produk kalo kata sampeyan alias masih bagian yang terlupakan dan kadang menjadi bagian yang tak pernah terperhatikan yaiu mengenai pemurnian niat ini… karena bahasa kerennya sama dengan penyucian hati nurani dan merupakan langkah pemurnian iman….. iiiiiiii sok teuuuu….

7. zal - 31 Maret 2009 10:52 pm

::Mas Aris..koq manggil mas frozen..gak enak…tuh kan.. KangBoed, malah lebih fulgar…, jangankan nonton…, ..enggg..inggg..engg, dengan ‘ilmal yaqiin.. dan ‘ainal yaqiin…hayyah… 🙂 , ini…ini…membingungkannya…,.. kalau sudah ketemu wolo..wolo kuwoto… , makanya Abu Hurayrah berkata : “kepadaku diberikan 2 hal, 1 hal umum, dan lainnya hal khusus, yg jika kusebarkan maka kepalaku dipenggal… iii.. saya.. sok..teuuu juga akh…

8. Santri Gundhul - 1 April 2009 7:37 am

Kang Zal,

Lah luasnya kan sejauh mata-mata memandang alam semesta ini??? Jarene Kitab GARING noh…” Kemana saja engkau menghadap…di situ engkau melihat-Nya. Tergantung seberapa banyak mata yang melihat…dan apa yang menjadi NIAT masing2.

Lah kok wetengku luwe…ndeleng Sego Goreng, niate pingin mangan..tapi kok kantong kempes??? Yo wes…mung ndleng thok karo klamut-klamut…bek menowo weteng biso wareg goro-goro mung ndeleng Sego Goreng sing kebul-kebul.

9. zal - 1 April 2009 9:51 am

::keh…keh…, niato puoso, pasti langsung wareg dalam tempo yg sesingkat-singkatnya….hallah…🙂 ..
penjenengan reneb Cak, memandang dengan mataKU koq… yo mesti ketemune…, cuma lek aku yo mandange ngga wuadho-adho…cidek-cidek waelah… lha kanjeng nabi kan hampir-hampir terpandang timur dan baratnya…., lek aku yo timurku dan baratku wae…🙂

10. frozen - 1 April 2009 11:13 am

lha? lha? lha?
dadine komentar kulo niku pripun?😆

11. Ersis Warmansyah Abbas - 3 April 2009 8:10 am

Ya ya ya … dan apa yang dilakukan, dari niat (baiknya)

12. zal - 3 April 2009 3:24 pm

::frozen…lha wong niatnya sampeyan sembunyikan…he..he…, kalau dibuka malah di krubungi laler…

::Bang Ersis, wellcome Bang, mengenai apa yg dibuat…gak ada… he..he..
lha apa gak gitu Bang, kalau berbuat baik, saya gak ngerti apakah baik yg saya sangka itu memang bernilai baik, kalau itu buruk, apa benar prasangka buruk itu juga sesungguhnya buruk..,
.
kalau dikaitkan dengan rasa hiba dengan yang saya pandang sangat menderita, akh..mosok saya lebih pengasih dari Sang Pencipta.. Yang Maha Pengasih itu..kan gak mungkin itu…lha kalau saya kasihan dengan yang diciptakan itu..sejatinya saya menghina Penciptanya, namun jika DIA berkenan memberi selalu ada caraNYA koq, hanya saja seringnya ciptaanNYA ini yang sering lalai dari perbuatan halusNYA..gak betah menunggu waktu yang tepat menurutNYA…., akhirnya duren sekarang gak lagi seharum masa muda kita dulu, semua buah menjadi selalu ada rasa anehnya..habis matengnya diperam sich..mana cepat busuk lagi…

13. Nesia! - 8 April 2009 2:30 am

Sempurnakan niat, rasaku lebih sebagai warning agar kita selalu mempertimbangkan lagi niat yang muncul di dalam hati… Karena kita yakin Dia bisa menerobos ke segala sudut hati, maka apa yang bersemayam di sana lebih penting daripada apa yang terlontar dari lisan… Kata orang Medan, Iku pun nek coyo…

14. zal - 10 April 2009 12:46 am

::yupe Bang, Kata Allah di AQ, “Sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat”, “janganlah kamu menjual agama dengan harga yang murah”, dan Memberi nama UntukNYA Al-A’la,
Kata bung Karno, “gantungkanlah cita-citamu setinggi bintang di langit”, dan richard geere, dalam film Beauty Woman, “karena Panthouse yang termahal” pada waktu ditanya julia robert mengapa memilih panthose, sedangkan kamu takut ketinggian..🙂

15. Irdix - 17 April 2009 9:42 am

Ah akhirnya rahasia soal kemarin bocor juga ke kmu bang ^^,

Lepaskan..🙂

16. zal - 17 April 2009 9:56 am

::dix.., emang udah ada titik sambungnya…🙂

17. Santri Gundhul - 20 April 2009 7:04 am

Kang Zal,
Emang gak ada NIATAN nulis yg lain lagi…???
Dah sebulan…cukuplah jadi KEPOMPONG…berbagilah apa yg engkau lihat setelah sebulan NYENTHONG…

Mbeber kloso, ngudud, Ngopi+Nggoreng Pisang
Slonjoran dulu…

18. zal - 20 April 2009 7:19 am

::he..he.. Kang Gundhul, avatarmu areb mubeng..suwiing-suwing…bablas menghilang…
lha kan wes..kan, kui masalah percaya…yang jarang diuji sendiri rasa percayane…yak opo tanggapan panjenengan tentang iku…

19. kangBoed - 21 April 2009 9:28 am

ci mBah Gundul baru tamaaat pelajarannya alia topo burotonya mBah ZAaal makane kepala gundule dah di stempel sekarang ini…. yayaya…. baru tamat tuuh… Salam Sayang dan Hormat buat dua emBahku tersayang…..

20. zal - 22 April 2009 4:12 am

:::wallah…wes tammat toh…wes iso dhadhi guru …, stempel langsung…didhilat…sruuiip…lha aku dhurung..ih…,😦

21. KangBoed - 7 Juni 2009 12:47 pm

ooo.. dhurung toooh.. wis podo waelah pokoke tak buntuti waelah… terserah sampeyan aku manuuuut wae.. pokoke niatku ngikut wae..
Salam Sayang
Salam Rinduuuuuuuu😆

zal - 10 Juni 2009 4:32 am

::ho…ho…dhudhuk nang aku toh…🙂 , salam rindu pisan njenengan saiki sibuk menjamu puluhan comment….:mrgreen:

22. Filar Biru - 10 Juni 2009 2:31 am

kalau dibawah kekali akang mau juga gitu?
kakannnnnnnnnnnnnng lo jadi orang ngapain?
aku nggak mau podo lo kang

zal - 10 Juni 2009 4:57 am

kalau dibawah kekali akang mau juga gitu?
::saya belum ada jawaban untuk ini…lho ini sudah menjawab ternyata..
—————————
kakannnnnnnnnnnnnng lo jadi orang ngapain?
::emang sudah pasti saya ini orang.. ?🙂 maaf saya juga tidak tahu ngapain, sudah sering saya tanyakan engga dijawab, jadi jalan aja..
————————-
aku nggak mau podo lo kang
::emang, sepertinya ngga ada yang nyaranin…, tapi saya juga engga tahu..🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: