jump to navigation

Kemudahan… 1 Februari 2009 12:40 am

Posted by zal in Yang direnungkan, Yang diSajakkan.
trackback

Apakah itu kemudahan…

Yakni melepas segala beban dipundakmu…

Mengeluarkannya dari fikiranmu yang menerawang…

Namun…

Semua itulah bagian tersulitnya…

 

Komentar»

1. Rasyeed - 1 Februari 2009 4:49 am

Hal yang manusia, hmm..

2. ulan - 1 Februari 2009 7:24 pm

kenapa di lepaskan mas?? kenapa enggak berjalan dengan nya??

3. nury - 1 Februari 2009 8:05 pm

kemudahan kok endingnya tersulit sich????
kurang ngerti nich????

4. Lumiere - 1 Februari 2009 9:21 pm

Now, teach me sir…
how to pass my past, & just let it go..

5. ayustian - 2 Februari 2009 7:13 am

masuk…masuk

tipsnya oke!!

Salam kenal,

Yustian
http://yustian-ramerame.blogspot.com/

6. zal - 4 Februari 2009 10:46 am

::ya Rasyeed,ya ..tentang mamnusia yang berharap dikenalkan dengan pengmban beban yang sesungguhnya….

::entahlah mbak ulan…mungkin jika tak dilepas, malah gak ilok…ya magaya cakn madurena….

::mbak nury maaf, saya juga gak ngerti, namun katanya…pada kesulitan ada kemudahan kan …bukankah bisa juga terbalik…???
kemungkinan pada antara inilah tersembunyinya…sesuatu…

::Lumiere adakah guru terbaik selain diri sendiri…, nah tuh kan udah tau bukankah cahaya kilat yang kita lihat saat ini, sudah terjadi entah kapan persisnya…???

::ayustian,,,salam kenal juga ya…, makasih udah mampir…

7. Irdix - 4 Februari 2009 6:50 pm

I know the secret how to do it..

8. Nesia! - 6 Februari 2009 12:13 am

kesulitan perlu, agar ada kemudahan. begitu pula sebaliknya.

9. zal - 15 Februari 2009 3:52 am

::dix…, ya…aku percaya…

::Nesia, benar bang, cuman ada juga pandangan Kahlil Gibran mengatakan mereka hanya satu, bukan dua…

10. Santri Gundhul - 22 Februari 2009 7:07 am

Salam…salam….salam,
Shanti…shanti…shanti,
Rahayu…rahayu…rahayu,

Bertemu kembali di PERATEMUAN dua buah lautan Kang Zal..keks..keks…

Yang diperlukan hanyalah DUDUK DIEM….Mengamati dan mengamati…jangan mengadakan PERLAWANAN. Dan itu akan nampak MUDAH. Yg sulit itu disebabkan karenan DIRIMU mengadakan PERLAWANAN, PEMBERONTAKAN terhadap lintasan-lintasan sang PIKIRAN….semakin DILAWAN, DIKEJAR semakin SULIT…akhirnya yg ada hanya KELELAHAN, KECAPEKAN…karena sang BEBAN tidak pernah RUNTUH dan LURUH…!!

Salam
http://kariyan.wordpress.com/2009/02/22/memahami-elmu-kamanungsan/

11. zal - 22 Februari 2009 9:11 am

::salam…Kang Kariyan…wach ngenes aku njenengan balik maneh…yak opo khabare cak…, gowo oleh-oleh opo ..??
iyo, bener panjenengan…melu wae …iyo..wae…ta’at…

12. Lambang - 26 Februari 2009 10:24 am

Salam kenal Mbah Zal,
Sulit mencari kemudahan, mudah mencari kesulitan. Lebih sulit lagi membuat kesulitan menjadi kemudahan yang dianggap sulit.
*Halah* malah mbulet nih…😆

13. Santri Gundhul - 28 Februari 2009 8:51 am

Kang Zal,
wes sak wulan ora ono crito meneh iki…ojo2 gara2 kesulitan MELEPASKAN BEBAN…haks..haks…

Ato belum ada WAHYU MAKUTOROMO medhun yah???

14. zal - 28 Februari 2009 9:10 am

::Mas Lambang, pancen mbulet, iku makane mungkin Sing Due senengane gawe model bulat-bulat kuabeh dan proses melingkar-melingkar…🙂

::Kang Santri, iyo eh…makakne metu sing limo baris postingan kui…🙂

15. agorsiloku - 28 Februari 2009 5:37 pm

Kemudahan itu adalah, tanpa direncanakan, bahkan tanpa diharapkan… tiba-tiba beban di dalam dada lepas… blas…
PLONG.

16. zal - 3 Maret 2009 7:36 pm

::Yup mas agor, ‘mereka yang memperhatikan ciptaanKU berkata sungguh tiadalah sia-sia ciptaanMU’, maka perhatikanlah CiptaanNYA…yang bukan hanya yang berbentuk…sebab DIA juga Maha Menggerakkan…

ah lega rasanya, aku mengisi comment keseribu dan mengkomentari commentnya Mas Agor… Thank GOD… (__)

17. kangBoed - 9 Maret 2009 10:43 pm

weleh weleeeh ono opo toh
mudah jadi sulit
sulit jadi mudah
mudah dan sulit
dibalik mudah ada sulit
dibalik sulit ada mudah
widiiiiiiiiiw bener gak yaa apa salaaaaah
wooooow tambah rumit yaaaaa
hihihihihi
makin kaya makin kehilangan
makin miskin makin sedikit kehilangan
waaaw
sejatinya hidup gak punya apa apa
kok jadi mudah yaaaaaaaa hehehe

18. zal - 10 Maret 2009 6:02 pm

::lho …, he..he…bukannya sejatinya hidup, due sembarang…., kami hidupkan dari yang mati, dan kami matikan dari yang hidup…, lha sing arep diuripe sing endi Cak…🙂

19. Lambang - 11 Maret 2009 10:50 pm

Kang Zal,
Artikel barunya sudah saya tunggu-tunggu koq belum muncul. Dah satu bulan lebih lho….

Mana… mana… mana..nia….🙂

20. zal - 12 Maret 2009 4:27 am

::iya nich..setiap mau nulis…terasa nyesek…mungkin masih banyak bohongnya…, he..he…

21. Lumiere - 12 Maret 2009 5:33 am

..setiap mau nulis..terasa nyesek..mungkin masih banyak bohongnya..

sepertinya saya paham gimana rasanya..😕

zal - 18 Maret 2009 10:20 pm

::Lumiere: nyesek… , dan yang lebih gak enak, ya.. buteknya fikiran ini

22. kangBoed - 19 Maret 2009 1:03 am

sejatine urip ya wolo wolo kuwoto maaaaaaas … hehehehe………

zal - 21 Maret 2009 11:50 pm

KangBoed, iyo..benar…sejatine awak iku yo…bolo-bolo kuwiii.., he..he…lek engga ene sing nempel dan bertambah…dan gak lengkap gak sempurna kan… 🙂

23. qzink666 - 19 Maret 2009 10:07 am

apdeeeeeeeeeeeet…..
makmano, punya blog diterlantarkan begini…😛

zal - 21 Maret 2009 11:52 pm

::qzink666, yo maitu lah Boss, maunya ngapdeet, apo dayo tangan tak sampe…🙂

24. frozen - 20 Maret 2009 8:03 am

keren…

zal - 21 Maret 2009 11:53 pm

::frozen…keh…keh… mbales…🙂


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: