jump to navigation

Oopps..Lia Eden Mengusulkan Untuk Menggelontor Agama.. 17 Desember 2008 6:03 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
trackback

Belum lagi luput dari ingatan, bagaimana Ahmadiyah dipasung, (engga di hapus sich.. cuma engga boleh syi’ar), nah lho.. Lia Eden nekad ngajuin penggelontoran semua agama di Indonesia…emang napa Mbak Lia.. bukannya usulan seperti itu lebai …

Okelah mungkin pemikiran itu datang sehubungan dengan bermunculannya berbagai faham, belum lagi saling tuding, bahkan dikalangan suatu ummat yang mengaku berlandasan sama, namun tentunya tidak ada yang berhak menggelontorkan agama dari manusia Indonesia..,

Disamping itu bukankah Pemerintah dengan UUD 1945,  pada pasal 28I ayat 1 hak beragama merupakan salah satu hak asasi manusia yang tidak dapat dikurangi dalam keadaan apapun, apakah Mbak Lia Eden belum tahu hal ini…???

Jikapun terjadi pertentangan sehebat apapun antar faham keagamaan, bukan berarti itu merupakan suatu hal yang buruk, umpama api yang marak, memang bisa jadi menghanguskan namun tanpa api, apa yang bisa dimasak…oopps ada donk ..kan ada pemanas listrik seperti microwave, lha  memang iya sich  … cuma kan  panasnya yang digunakan, bukannya juga api yang diambil untuk memasak juga panasnya…

Boleh donk kita bicara berumpama-umpama, bukankah dengan umpama akan menimbulkan keluasan, nah perumpamaan panas inilah, merupakan gambaran yang menimbulkan perseteruan, atau bisa jadi perseteruan itulah yang membakar…

Mari kita coba lirik tentang pembakaran sebagai sebuah perumpamaan yang silahken saja untuk menerjemahkan kepada apapun, jika segumpal tanah liat, yang dihaluskan dan dilembutkan, lalu dibentuk menjadi sesuatu yang direncanakan sangat indah, jika tidak dibakar atau dipanaskan apakah akan menghasilkan sesuatu keindahan yang kukuh…???

Maka perseteruan dari keragaman akan menjadi sesuatu yang indah jika terbakar, sayangnya budaya masyarakat kita tidak banyak yang jika mulai meradang berusaha mencari tau lebih dalam, agar meradangnya lebih hebat  dan semakin memuncak,  sehingga seluruh denyut darahnya mulai berdenyut kencang, dengan nafas yang memburu, serta degup jantung semakin mengencang, lalu  kakipun mulai dingin…terus dan terus …pastilah setelah itu, ia akan mendendangkan, … setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang…setiap ada kamu, mengapa darahku mengalir lebih kencang dari ujung kaki sampai ujung kepala…akh aku jadi ingin bercinta…

Nah kebanyakan malah, engga tahan memandang yang tidak sefaham dengannya, langsung aja  sorotannya mengatakan…itu musuh….seraaaangggg ….. gedubrak…prak …plang…debug…debug…bruk…bakar…bakaaaar….hancurkan musuhhhhh….!!! lalu berteriak menyebutkan Nama Yang  Menciptakan yang menurutnya Musuh Sang Pencipta tersebut… duh…ya..mana ketemu kalau begitu……

Jadi ….he..he.. Mbak Lia…udah engga usah ngusulin secara lebai begitulah…udah ada nyag ngurus.. .dan Amat Tahu tentang batas-batas… dan Maha Menyelematkan meski sudah ditepi jurang sekalipun…lagian kan kata Mbak Lia, adalah Jibril nyang manungso… mosok sich begitu lama bareng Tuhan engga ngeh-ngeh juga ama Dia, kan kalo nyang namanya dekat..itu setau saya…ya ..udah ngerti maunya..ngerti segala sesuatu yang sudah disyiratkan sebelumnya…meskipun tanpa suara tanpa kata-kata… :)       

Komentar»

1. zal - 17 Desember 2008 6:07 am

oopps….!!!

2. dana - 17 Desember 2008 6:40 am

Wah, Mbal Lia nya nyari penyakit. Tapi rasanya emang banyak nabi pada cari penyakit pada jamannya.

Pesan buat Mbak Lia adalah selamat menikmati konsekuensinya.

P.robi medang - 22 Februari 2014 6:38 pm

Ass…kami sekeluarga ingin mengucapkan banyak terimah kasih kepada MBAH TARO atas anka ghoibnya yang di berikan kepada saya yaitu 3677 dan alhamdulillah berhasil..berkat bantuannya saya sudah bisa buka usaha sendiri dan rumah yang dulunya saya gadaikan kini saya sudah menebusnya kembali itu semua berkat bantuan MBAH TARO dan saya tidak akan pernah lupa budi baik MBAH TARO karna sudah banyak para normal yang saya hubungi tapi tidak pernah ada yang membuahkan hasil cuma prediksi MBAH TARO lah yang bisa membuahkan hasil yang tepat dan terbukti,bagi anda yang ingin seperti saya hubungi MBAH TARO di 082 326 326 769 demikian kisah nyata dari saya pak,HENRA

3. qzink666 - 17 Desember 2008 8:41 pm

Kalo soal lebai, ajaran agama mana sih yang tidak lebai??
Cuma untuk kasus ibu Lia ini memang lebih terdengar mirip suara orang frustrasi ketimbang ajaran agama..😀

4. zal - 18 Desember 2008 5:44 am

::Dan, kefahamanku mengatakan, Lia ini, salah terjemah, seharusnya menuju agama kaffah itu memang harus dicuci bersih segala yang menempel, seperti gelontorlah…baru dipertemukan dengan yang seharusnya…, namun bisa jadi isyarat ini untuk semua, sehingga engga tanggung-tanggung, presidennya disuruh menggelontor…sehingga syiarnya langsung mak nyos…🙂

::qzink666, makmanonya, bukan ajarannya yang lebai, yang ngajarnya yang lebai, jadi banyak yang nunggu keluarnya nomor togel…🙂

5. sitijenang - 21 Desember 2008 7:46 am

lha piye maneh wong rumangsane wis ampuh tenan je…:mrgreen:

6. sufimuda - 25 Desember 2008 10:59 pm

Mau menyembah hantu, menyembah Iblis itu urusan pribadi, tapi kalau mengusulkan membubarkan Agama yang sudah ada itu yang tidak bisa diterima, bukan begitu bang Zal?

Ada 3 hal yang mengganjal di hati saya sehubungan dengan Lia Eden.
1. Dalam sejarah (Alqur’an&Al-Kitab) tidak ada sosok JIbril itu wanita, yang ada semuanya dalam sosok laki2.
2. Dalam Mistik Islam (Tasawuf) Tidak ada Mursyid (pembimbing spiritual) dari golongan wanita. Rabi’ah Al Adawiyah hanya seorang Murid bukan seorang Guru.
3. Tidak ada Nabi dari golongan wanita

Tiga hal itulah yang mengganjal pikiran saya, dan saya cenderung melihat dari kacamata tasawuf. Lia Eden ini tidak ada bedanya dengan orang2 yang karasukan, bisa kerasukan Wali, kerasukan Jibril dan sebagainya padahal semuanya adalah kerasukan…..
Membedakan antara haq dan bathil bukan pada penomenanya, karena para tokoh sufi malah ada yang mengaku sebagai “Al-Haq”, tapi itu sangat beda sekali. Para Sufi mempunyai Guru yang silsilahnya bersambung ke Rasulullah itulah yang membedakan mereka dengan tukang sihir atau tukang sulap atau tukang kerasukan.

Sori Bang Zal komentar nya jadi panjang🙂

7. zal - 26 Desember 2008 12:14 am

::sitijenang, lho..iku iklan paling top, sekali jos langsung nyoss..kabeh krungu…tinggal fikiran menangka ..opo ora…bukan masalah lia edennya, tapi muatan usulannya itu lho…

::sufimuda, Rasulullah pernah ditanya dari segala arah, tentang apa itu agama, lalu jawab Beliau agama itu akhlaq yang baik, oleh karena itu maka beliau mengatakan ; “”tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlaq”” sedang Islam itu sendiri setelah Allah sempurakan aklaq baru diridhoi Islam menjadi agama baginya… AQ 5:3
::sebenarnya selain tubuh ini apa yang membedakan ruh yang mengisinya…???
::Sebenarnya mursyid dan salik adalah satu, begini, jika kukatakan sesuatu, yang membutuhkan jawaban benar atau salah, siapa yang menjawabnya…, lalu siapa gurunya ..Rabbul’alamiin…rabi dalam bahasa ibrani itu adalah guru…, dan tiada apapun melainkan ciptaan Allah termasuk huruf…perhatikan ciptaanku…lakonnya Zikru dan tafakkaruun…, yang mengetahui pasti mengambil pelajaran…pasti…
::saran saya, sebaiknya jangan melihat bentuk, itu hanya pembalut…
hakikat diri ada pada yang bergerak dan yang menggerakkan…
Tassawuf hanya catatan-catatan kefahaman dari pengalaman orang-orang sebelum kita menemukan tassawuf kita sendiri..
menegnai ucapan Mansyur Al-Halaj itu benar, dia cuma kaget aja…dan dia harus proklamirkan meski sebentar dan tak ada yang mempercayainya…bukankah pda sufimuda juga,,,???

8. sufimuda - 26 Desember 2008 12:18 pm

Benar bang zal…
Begitu sulitnya mengungkapkan kebenaran, tidak diungkapkan merasa bersalah diungkapkan eh jadi salah juga🙂

9. zal - 27 Desember 2008 6:21 am

::salahNYA aja udah benar, gimana lagi benarNYA… 🙂

10. santribuntet - 30 Desember 2008 11:41 pm

Ibu Lia tengah bergairah dalam menemukan jati dirinya. Sayangya mungkin Ibu Lia ini tidak mau urusan kesenangan rohani ini hanya untuk dirinya sendiri, karenanya kemudian dia sebarkan kepada orang lain…

Sederhnanaya mungkin ibu lia ingin mengtakan: semua agama itu sama dalam hal mengajarkan kemanusiaan, makanya disatukan saja lalu dibuat agama alternatif versi ibu lia.

KOnsepnya sih oke, karena tidak sedikit yang berpendapat demikian, tapi prakteknya itu yang ngaco… itu karangan Ibu Lia saja.

11. zal - 1 Januari 2009 8:30 am

::he..he..iya kyai kurt, sedangkan Sang Nabiullah wa Rasulullah, diajarkan untuk mengatak, bahwa Beliau hanya pemberi peringatan saja…bahkan tidak berikan kemampuan untuk mengalihkan Pamannya…dan pasti Beliau tahu itu…namun ya..namanya juga pemberi peringatan…

::cuma masalah Ibu Lia ngarang…ehm..apakah kita udah diperlakukan sebagaimana Allah memperlakukan Sang Rasul yang disempurnakan dulu akhlaqnya…pada AQ 5:3…apa iya.. kita udah diridhoi nyandang agama Islam sebagai agama masing-masing diri…cuma lantaran ibu-bapak kita juga diindentitaskan Islam..jangan jangan kita juga sedang ngarang nich…

12. hidayat - 2 Januari 2009 7:55 am

bakar….loh…he3x

13. joyo - 8 Januari 2009 2:08 am

Jah ternyata saya telat ngebahas Lia😦
(gara2 lama melacur ni)

14. zal - 8 Januari 2009 4:16 am

::hidayat … 🙂 terima kasih sudah mampir…

::joyo, melacur bareng qzink….🙂

15. uswah - 4 Februari 2009 6:43 pm

ya buat mba lia eden,
moga Alloh memberikannya hidayah sehingga kembali kejalan yang benar,

16. Irdix - 4 Februari 2009 6:47 pm

mari bercermin..

17. kangBoed - 26 Maret 2009 6:59 pm

weleh wehleeeh Kang Zal piye kabare…… kalu saya tertarik ini…
————————————————————–
… setiap ada kamu mengapa jantungku berdetak lebih kencang seperti genderang mau perang…setiap ada kamu, mengapa darahku mengalir lebih kencang dari ujung kaki sampai ujung kepala…akh aku jadi ingin bercinta…
————————————————————–hihihi,,,…… jadi pengen bercinta nih…. kemana ya…. ah bareng yu.. hii ko dah duluan ngikutaan aaah… sik ssik asyiiiiik… gemeteran yaa dingin merasuk mengalir dalam sumsum oooo dingin yang menyegarkan…. widiiiiiw uapik en adeeem tenaaan nih kang….
sama ini saya garis bawahi aaaah
————————————————————–
dan tiada apapun melainkan ciptaan Allah termasuk huruf…perhatikan ciptaanku…lakonnya Zikru dan tafakkaruun…, yang mengetahui pasti mengambil pelajaran…pasti…
————————————————————–
Zikrullah ingat Allah hehehe… sungguh dalam artinya mengingat Allah tanpa lupa adalah sebuah PENYAKSIAN oleh kesadaran ooo ya itu dia ruh yang sudah bertawaf dalam sebuah penyaksian langsung yang dimiliki jiwa yang tenang jiwa yang ditumbuhi cinta dan iman oooo begitu ya ………
Tafakkaruun hihihi…. ini mah lanjutannya booo sukma yang sudah bertawaf dalam penyaksian oleh kesadaran ini mulai jalan jalan menyelam ke dasar samudera dan mencari mutiara mutiara kehidupan yang terpendam ooo alias sedang membuka kitab sajroning kitab dalam lamunan dongo melongo…. hihhhhi… nilai ibadahnya guedeee tenan yo kang hihihi… zauq masyuq… mabuk masuk angin minum antimo obat anti mabuk eeeh hihhihi… habis minum obat koooo jadi ngantuuk ya bobo ah bobo dulu kang ya jurus berikutnya boboooo… oo ssst lagi bergaya nih bobo gaya rosul dulu aaah hihihi dasar gendeng…..
Salam Sayang

18. zal - 26 Maret 2009 11:35 pm

::lho..lho…KangBoed, malah petok nangkene…lah wes rono pisan tah… he…he…seneng aku due bolo kembar….🙂.

19. kangBoed - 11 April 2009 4:27 am

hahaha….. huk hik hik…. tertawa sambil menangis…. hancur sudah… entah apa yang akan terjadi dalam episode berikutnya, jika tak segera terjadi perbaikan…. yayaya perbaikan…. perubahan… entah entahlah… akan seperti apakah… jika dinding dinding itu sudah terbentuk dan terbangun dengan kuat dan kokohnya…. hiiiii takuuuut… tanpa kebangkitan entah entahlah……. ataukah Allah sendiri yang sudah membentuk dinding dinding tadi ??? sehingga terbentuklah manusia manusia yang punya mata tapi tak melihat, punya telinga tak mendengar, punya hati tak merasakan….. kalau memang DIA sendiri yang membuatnya tetapi kenapa….. yayaya,,,,…. kenapakah ???

20. zal - 17 April 2009 9:32 pm

::KangBoed, kebangkitan itu Paskah, diperayaannya nyari telur tersembunyi yang sudah diberi warna-warni..mungkin maksud warna-warni itu, masing-masing itu mempunyai makna yang harus dicari dari yang tersembunyi…., kalau begitu matilah dalam palang salibmu dan lihatlah dimana letak perpotongan salib…itulah tujuan penyaliban… akh…wahai Isa Putra Maryam, untuk mengajarkan perumpamaan itu pun, Engkau Rela disalib,..wahai jenjang ajaib berikutnya, engkau tampil lagi dengan ajaib tanpa karomah apapun….membaca yang terbaca tanpa buku dan tanpa tulisan, namun itulah buku yang penuh tulisan yang terhubung yang menyatu dalam satu kesatuan..yang tak kau lihat lagi dimana beda antara cahaya dan sinarnya, sebab cahaya meredupkan diri sekualitas sinar sehingga yang kau lihat akan sama saja rembulan dan matahari…
janganlah melihat dindingnya, sebab david coferfield bisa menembus tembok china tanpa melubangi tembok…, bahkan illusionis muda Indonesia berhasil menembus dinding kaca tanpa melubanginya…
kita berkenalan dalam suatu ciri yang tiada yang dapat dipersamakan dengannya, dan itulah yang menjadi alat pengenal…ada tangga ke langit yang terpotong ditengah jalan namun jika menaiki tangga itu akan sampai ke langit….

21. Pegasus - 26 Juni 2009 10:54 pm

Si Lia ini Emang EdeAn….

he he he salam kenal semuanya😀 yuk tukeran link ..😀


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: