jump to navigation

Nuding sesat…???, aku punya ceritanya… 3 Mei 2008 10:58 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Fenomena keberagamaan yg belakangan ini mencuat, saling klaim kebenaran, dan tudingan-tudinagan sesat begitu mudah mengalir, tidak tanggung-tanggung bahkan dari Badan Kehormatan dalam Keberagamaan yang memiliki label singkatan MUI , dengan berani melontarkan tentang kesesatan suatu kefahaman, padahal Allah yang menciptakan semua Makhluk tidak pernah mencap makhluqnya dengan sebutan sesat, meskipun DIA menyatakan dalam Al Qur”an “KU tunjuki yang KU kehendaki, KU sesatkan yang KU kehendaki”, namun Allah nggak pernahkan ngasih tahu kepada siapapun, siapa saja yang Beliau sesatkan itu…, atau siapa saja yang sudah Beliau beri petunjuk…

lanjutan dongengan… 

Mengenai tudingan yang diperserupai seperti itu, adalah seorang Ibrahim A.S, sang Kholilullah itu, diriwayatkan..pernah suatu kali menjamu seseorang untuk makan malam, namun menjelang pelaksanaan, entah bisikan darimana, terbetiklah berita bahwa si undangan tadi, adalah seorang musyrik, dan singkat cerita, serta merta Ibrahim A.S, membatalkan jamuan tersebut, karena tidak sudi memberi makanan kepada seorang musyrik, duch…gimana ya perasaan orang, yang di cap musyrik tadi…masygul, malu dan engga karuan kali…ya…, lalu entah bagaimana prosesnya Allah menegur Ibrahim A.S, “mengapa engkau enggan, sekali saja memberi makan orang itu, sedangkan AKU yang dia sudah berlaku Bid’ah, (cuma bid’ah…lho, dari posisi statement musyrik lho…yang katanya engga bakalan di ampuni..) kepaKU, Kuberi makan selama 70 Tahun…” ach…Allah Engkau memang Maha Bijaksana…, tapi mamang kalau tidak dari Engkau Ya Allah darimana lagi…..

Kisah lainnya, adalah sebuah surat AQ 80 (‘Abasa), kisah ini kata yang membuat riwayat adalah asbabun nuzulnya bermula dari Nabi Muhammad SAW memalingkan mukanya dari seorang buta…, apakah Beliau yang sudah disempurnakan achlaqnya oleh Allah, masih bisa berlaku demikian, entahlah…, namun kita nikmati saja dulu….ya….
Ayat 1. dia bermuka masam dan berpaling
Ayat 2. karena telah datang seorang buta kepadanya
Ayat 3. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (kalau dalam tafsir Al Azhar, diartikan, “siapa yg memberitahukan kalau orang itu akan menjadi orang suci…”), jauh amat ya, perbedaan artinya….
Ayat 4. atau dia mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya?

Dari kedua kisah ini apa hal yang bisa dipetik…, kalau aku sich, sementara ini (lho koq sementara ini….ya… hmm… ya…sebab yang kurasa Allah selalu meningkatkan kualitas kefahaman, jika kemarin cara membaca “wadduha”…itu wadduha…ternyata seorang Qori bernama Nanang Qosim membacanya dengan “Wadduhee…”…eh ngga nyambung ya…bagiku nyambung aja sebab ini dilihat dari sisi pengetahuan…ya pengetahuan membaca…) , nyambung lagi, mengenai hal yg bisa dipetik minimal ada 2 (dua) :

1. Seorang Nabiullah ternyata bisa salah dalam membuat statement… atau…
2. Oleh karena status kedua Beliau tersebut, yang didudukan Allah sebagai Rasulullah secara Fisik juga…maka jika Allah menempatkan sebab kesalahan itu, kepada Beliau berdua, akan menjadi pusat perhatian dan ingatan yang kuat bagi pemerhati/ ummat…lha bagaimana tidak … Nabi lho…Rasul Lho…, ternyata bisa salah…dan ternyata kerahasian kita amat sangat terjaga (terjaga…???, emang Allah satpam…) dalam genggaman Allah…, Thank’s berat Yaa Rabb ku, Engkau sudi, merendah demikian untuk menjaga kerahasiaanku yang amat sangat seleb nista  ini…,

Lalu…, buat pesan moral,…tidak…, buat pesan moral, ….tidak, …buat pesan moral, … tiiiidaaaakkk…!!!!, ….Rasul aja bisa dibuat salah, …apa lagi aku…si cacing tanah ini…eh…masih kebagusan…cacing tanah, yang masih bermanfaat untuk menyembuhkan DBD, dan menyuburkan tanah…, yang lebih jelek…apa ya…., engga  nuding…siapa-siapa, sebab aku adalah yang paling jelek dari apapun didunia ini……

Komentar»

1. zal - 4 Mei 2008 12:41 am

uuppss..🙂

2. danalingga - 4 Mei 2008 2:02 am

Makasih atas ceritanya zal. Semoga bisa mencerahkan.

3. kang4roo - 4 Mei 2008 1:05 pm

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

KALO MAU BIKIN BLOG, JANGAN LUPA MASUK SITUS “Leoxa.com”
(Themenya Keren Abiss & Bisa Pake Adsense)

++++++++++++++++++++++++++++++++++++++
++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

4. brainstorm - 4 Mei 2008 3:56 pm

tertunduk.. meresapi.. orgasme..

Thanx God.. siapa/apa pun Engkau 😀

5. Tito - 5 Mei 2008 3:16 am

Ternyata Nabipun bisa salah
jadi jangan diberhalakan, yak?😉

lalu bagaimana dengan doktrin kalau beliau itu maksum (terbebas dari kesalahan)? apa pandangan Pak Zal soal ini?🙂

6. zal - 5 Mei 2008 3:39 am

::ya silih, salamah – salamah, seharusnya menjadi arah tiap kita menuju tujuan yg tersirat…

::Brainstorm, yup, bagi yang ditaukan aja ya bro…🙂 jika dikembangkan yg terjadi timbul cacian….lha yg dicaci siapa..🙂

::To, para nabi jelas Maksum kan bro, namun sudah dijadikan sarana, jadi jika pun terlihat salah pada intinya, sekedar melahirkan bentuk sebab saja (point 2 dari yg bisa dipetik), guna memudahkan pembacaan.
para wali seperti Jenar, Al Halaj, sudah menjadi sarana who I’am Inside (kayak theme songnya Film Kartun Mulan)😉
Termasuk Nabi Isa, disalib, yang terlihat dadanya terbuka lebar, dan tangannya ditahan agar tak mengelak dari apapun, lalu berteriak Tuhan…Tuhan jangan tinggalkan aku…semua sudah masuk pada ridho tuntas…dan diridhoi

7. Santri Gundhul - 6 Mei 2008 10:02 am

Justifikasi SESAT dan KAFIR itu serasa sebuah BONGKAHAN batu item besar yang menindih tubuh Bilal hingga menggeliatpun tak bisa. Harapan saya mudah-mudahan mereka-mereka yang terfonis ” SESAT dan KAFIR ” oleh sang Penguasa AGAMA dan ELIT Penguasa SYARIAH, masih bisa mendesah dalam Qalbunya ” AHAD…AHAD..AHAD…” sampai ada seorang Abu Bakar-Abu Bakar lain di negeri ini yang sanggup MEMERDEKAKANNYA…

Duh…Gusti Kang Hakaryo Jagad…
rupanya telah banyak di negeri kami, TUHAN-TUHAN tandingan yang mencoba MEMBUSUNGKAN DADANYA untuk mengambil HAK dan WEWENANG-MU…

Ahhh…ngeloyor sambil NGELUS DHODHO MENTHOK….

8. Santri Gundhul - 6 Mei 2008 10:13 am

Kang Zal,
Kok sepertinya pada seneng ngebahas masalah ini yah….
Apakah ini sebagai WUJUD kepedulian akan sesama CIPTAAN dari Gusti Kang Hakaryo Jagad yang TERDHOLIMI yah….

Sungguh saya merasa GELI dan TERPINGKAL-PINGKAL…melihat manusia-manusia yang begitu GESIT dan LINCAHNYA mengucap Kemaha Besaran ASMA Tuhan…tetapi APLIKASINYA kok berlawanan dengan KELEMBUTAN Tuhan yah….

Lalu apa makna ” Bismillah Hirrohman Nirrohim ” yah…jika AKSI dan PERBUATAN yang dilakukan manusia bertolak belakang dengan yang diucapkan…?. Kayaknya ada yang gak SINGKRON neh….
Lalu yang RETNIP apais….dan yang ITRENG apais yah….
Lalu yang GELBEG apais…dan yang MAHAP apais yah….

Halah…halah…Acor PESE’NAH Telooooorrr……

9. zal - 6 Mei 2008 10:56 pm

::cak, belum terbongkarnya kuburan, anak perempuan yg dikubur hidup-hidup, membuat mata gelap memandang yang terang, padahal harus diziarahi, dan dikirimi doa-doa, dengan suara yg direndahkan, jika tak ada perempuan, bagaimanalah kelembutan akan ada, bagaimana keturunan akan dihasilkan…

::bilal dibangkitkan dan dibebaskan dalam keyakinan yang tinggi, oleh yang percaya dan dipercayai, dengan kalimat magisnya “kalau dia mengatakan demikian, aku percaya” demikian ungkapannya diantara mereka yg tak mempercayai isra’ mi’raj yang disampaikan Muhammad SAW…

Jika semuanya itu, adalah sebuah perumpamaan sebuah bangunan, apalah makna semua cerita, jadi yang pinter, adalah yg pinter dari yg mengerti, yang gebleg adalah yg gebleg dari yang faham, aku hanya ditatapkan semuanya, yg diperlukan saja yang ditahan jadi bagian tubuh ini, selebihnya terbuang ke WC…he…he…

10. irdix - 6 Mei 2008 11:32 pm

emang boleh mas menjelekkan ciptaannya?

*istighfar* manusia banyak lupa..

11. ulan - 6 Mei 2008 11:39 pm

aku mau ngambil pelajaran om Zal..
Alhamdullilah Puji Tuhan, om Zal akhir nya sadar…
kalo om Zal paling …..

*lariiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii*

12. zal - 7 Mei 2008 5:47 am

::upps…arek loro iki, kebetula opo piye, koq isone bareng …🙂

::heh, emang engga boleh ya dix….😉
::kenapa lari lan, ngeri ya…, itu ngenyek kalilah namanya… , lah dix, ulan malah ngenyek….🙂

13. irdix - 7 Mei 2008 8:38 am

engga Oom.. soalnya kan Oom kan bilang klo Oom tuh paling jelek.. :p pdhal Oom kan ciptaanNya..

tapi klo memuji diri sendiri juga takabur… jadi mending
*dangdutan* sedang-sedang sajaaa….. :p

btw.. itu mbak ulan emang ngikut2 aja.. ga tauk..

14. zal - 7 Mei 2008 10:05 am

::😆 lha wong sing nulis ambek sing mikir juga ciptaanNYA koq dix..

15. irdix - 8 Mei 2008 8:38 pm

nuliso lagi Oom.. :p

16. joyo - 9 Mei 2008 10:04 am

*curiga ngeliat Mbah Zal sama Irdix mesra, jangan2 kalian berdua…😀

17. zal - 15 Mei 2008 4:39 am

::wes tak jak, tapi sik emoh ketokane….🙂

::dix mbah joyo cemburu tuh…🙂

18. Abahdedhot - 15 Mei 2008 8:08 pm

“sebab aku adalah yang paling jelek dari apapun didunia ini……”
Wah mas… waktu abah spik-spik sama yang nyiptain mas zal… dia agak cemberut tuh.
Ciptaan NYA yang paling sempurna, dibilang paling jelek… wah, FITNAH tuh…😆
salam

19. zal - 15 Mei 2008 9:52 pm

:::he…he.., kalau orang medan bilang… “…merendah untuk meningkatkan kualitas…”…🙂

20. Kang Darmo - 16 Mei 2008 5:47 am

Wah aku gak bisa komentar nih….
Salam kenal

21. Abahdedhot - 16 Mei 2008 3:53 pm

*SEURIUS MODE ON*
NABI-NABI ALLAH… Telah terFAHAMkan betul dengan “lakon” yang diperjalankannya dalam kehidupan. Nyata, terang, jalas tidak tersamar dalam pengamatan pribadinya.
“Benar” dan “salah” adalah unsur hukum, satu paket yang melekat pada perannya sebagai manusia, selayaknya manusia. Paket ini amat sangat diFAHAMinya, ini hanya sekedar “lakon”, tanpa membias kepada sejati pribadinya, RASULULLAH.
Dudukan AKHLAQ dengan tepat, amati bahwa RASULULLAH melekat dengan sifat SIDIQ, AMANAH, FATONAH dan TABLIGH, jangan bergeser dari AQIDAH ini, saksikan dengan senyata-nyatanya penyaksian.
Kisah TAFSIR yang diceritakan, bermakna “pembenaran” atas dalil kemanusiaannya dan kenabiannya. Bila kisah ini tidak di paparkan, maka “peran” sebagai “manusia biasa” (Bashariah Rasulullah) tidak ada pengesahannya. Beliau akan sejajar dengan para malaikat yang statis dalam predikat “benar” yang disandangnya. Bila kisah ini tidak di paparkan, maka “kenabiannya” (yang dianugerahi link access super cepat dengan “BIG BOSS”, sehingga langsung ada “koreksi” dari ke”salah”an manusianya) tidak ada pengesahannya.

“Benar” dan “salah”nya bukan untuk ditiru, bukan untuk dijadikan “pembenaran” saat kita melakonkan “kebenaran” ataupun “kesalahan”.
Kita yang belum terFAHAMkan, kita yang masih mempunyai perasaan “memiliki”, selayaknya senantiasa berharap untuk dianugerahi “keberuntungan”, sehingga terFAHAMkan, eling (dan selaras dengan pola fikir dan salik para NABIALLAH), bahwa kehidupan ini hanya sekedar “lakon” yang sedang digelar, tidak digengggam oleh perasaan eksistensi kita.
Begitu Boss…
Salam
*SEURIUS MODE ON* ( On terus euy…, ngga ngerti gimana di OFF kan nya:mrgreen: )

22. danalingga - 17 Mei 2008 8:19 pm

bah, off kannya pencet itu tombol merah.😆

@zal

Sorry, numpang OOT bentar.😀

23. Menggugat Mualaf - 18 Mei 2008 5:45 pm

hehehe, maaf baru kemari bang zal..
ehmm, biarin rasul itu rasul, kita adalah kita..
dia adalah inspirasi dan kita adalah reality..

jadi, cape ah terus menerus mencari-cari bahan tuk dikoreksi. ya ga? mari kita membumi dalam inspirasi yang tak pernah mati dari Dia yang hakiki..

pissss!!

24. zal - 18 Mei 2008 9:47 pm

::yupe, Mbak Anis, jika sudah melakukan pengamatan seperti bagaimana percakapan telephony berlangsung maka sudah dapat memahami apa tujuan mengenal, dan bagaimana pula setelah kenal,
kalau percakapan telephony, dimana suara diurai dalam sebuah frekuensi, selanjutnya diubah lagi dalam bentuk suara…jadi asal kembali asal..
nah konsep ini, yg seringnya terputus dalam banyak yg berada pada thariqat, sehingga tidak jarang mengadopsi langsung tampilan Syech Siti Jenar, atau Al- Hallaj, ya engga apa-apa memang, namun jadinya seperti bingung sendiri, koq kenal malah bingung…🙂

25. penggoda80 - 29 Mei 2008 4:03 am

kesesatan adalah berdasar pada kata sesat, apa artinya yach..mungkin ga nyampe kali yaa tapai apapun penjabaranya itu tidak lain harus diluruskan/ dibenahi dari kekeliruan manjadi kebenaran.
cobalah kita menggunakan teori terbalik yang artinya kenapa kita harus menuding orang sesat sementara kita sendiri memiliki pemahaman yang sangat PAS2an, disini kita coba lebih banyak melihat kedalam dan introspeksi diri kita apakah isme/agama yang kita anut mempu membawa kita menjadi selamat???
Kata selamat merupakan sebutan dari “terjamin” lalu apa yang terjamin dan siapa yang menjamin?? bukan kah itu menjadi acuan kita untuk berintrospeksi diri jangan baru kita memiliki agama yang DITURUNKAN oleh kedua ortu kita [ taklid ] lantas seenaknya menuding orang sesat??
sekarang ini banyak sekali aliran Thoriqat yang muncul yang tidak lain bersumber dari negeri timur tengah, mereka berbondong2 mencarai massa yang pada akhirnya hanya sekedar menggalang dana untuk membantu revolusi/ perjuangan islam radikal, bukannya kita tidak mendukung tapi kan kita harus sadar bahwa awalnya kita berbicara tentang bagaimana mendekatkan diri kepada sang Khaliq tapi malah kaseseret menjadi perahan dalam bentuk kemasan ” biaya Bai’at atau apalah……………..
untuk mencari kebenaran kita harus mempunyai konsep yang teguh jangan sampai terombang ambing…yach itu..seperti kerbau ditarik sana sini.
bukankah rasulullah telah berpesan” kutinggalkan dua buah pedoman yang apabila dijadikan pegangan maka dia akan selamat”…itupun kita harus cerdas dalm memaknainya bila salah maka kitapun akan sesat….yah sesat dijalan yang terang.
hanya satu yang pasti kalau mau selamat harus CERDAS ( Berfikir )

>>utk semuanya.. semoga ALL…..ga jadi kach, kata Big Boss masih pada males mikir, suruh aja mengahap AKU masing masing
-salam-

26. zal - 29 Mei 2008 10:02 am

::celingak-clinguk menatap pakaian diri…wah aku masih compang camping…😥

27. abahdedhot - 29 Mei 2008 8:13 pm

@sang penggoda
Kira-kira kalo…
Apabila dihadapkan dengan pertanyaan atau problema, tidak ditemukan jawaban atau solusinya, maka di sebut SESAT. &
“SELAMAT” secara syah disematkan apabila, sudah sampai pada TUJUAN. Kalo masih baru mau berangkat atau masih dalam perjalanan… belum syah menyandang “SELAMAT”.
Kumaha… “PAS” ngga…???

salam

28. penggoda80 - 30 Mei 2008 3:39 am

@abah dhedot.
saya hanya tau kata selamat dalam menggoda para hidung belang…
maksud saya…..saat saya memikat lalu terjadilah perang tawar menawar kemudian ada kesepakatan harga lalu * seeensooooor * setelah itu rapih2 baju,sisir rambut lalu saya dianter pulang sampai kost2an dan akhirnya saya jadi SELAMAT sampai KOST.
saat berangkat dari bilik bilik kenikmatan belum dikatakan selamat melainkan DALAM PERJALANAN.

hayo siapa lagi yang ingin tawar menawar???
ini satu2nya harga yang tdk mengalami perubahan karena BBM,……..malam jumat discount 20%.

@ mas dana
hallo * ngedipin mata 2 kali*

@ abahdhedo
boleh juga kali * muuaach*

@ mas Zal
ach..jadi ga enak abih lagi dirumahnya sih, takut keliatan maitua.
-salam-

29. penggoda80 - 30 Mei 2008 3:45 am

@irdix
mari kita bikin kelompok yuuu

@mulan
ini bukan mulan jamilah kan?? tentu pasti mulan jamidong

30. joyo ga login - 10 Juni 2008 12:42 pm

lha iya, saya yg ngakunya agnostic (hmmm mungkin juga atheis) ini masih bebas menghirup udara, masih bebas menjejakkan kaki di bumi, masih bebas berbicara, itu semua dari sapa coba? ya dari Sana to?!!!
*bersyukur

31. zal - 10 Juni 2008 11:02 pm

::joyo yg ngga login tapi login, yupe, jika ngaku agnostic emang nga ngaku punya agama…ya agnostic kan…biarpun ngakunya atheis juga sama, buktinya kalau lupa nanya..ke dirinya pake fikirannya kan…btw, kayaknya semua ora importantlah…jika sudah dapat menikmati jalannya hidup, berselancar dengan damai dan bahagia, alangkah indah hasil fotonya ya…. soale pasti selalu pake senyum…😉

32. B - 18 Juni 2008 1:23 am

oya?

33. B - 18 Juni 2008 6:58 am

sama-sama, Zal.
salam kenal ya.

thanks,
B.

34. sufimuda - 22 September 2008 10:19 pm

ya, menyesatkan orang lain memang mudah…. mengoreksi diri yang susah…
MUI merasa telah dipinjamkan tangan Tuhan dimuka bumi,

35. zal - 23 September 2008 2:35 pm

::sufimuda, Kalau kata Allah sih “KU sesatkan yang KU kehendaki, KU tunjuki yang KU kehendaki, jadi kalau sesat atau beroleh petunjuk pasti bukan dari sisi manusia lainnya…
Kalau MUI, atau apapun, selalu ada sisi Ketuhanannya dan ada sisi keiblisannya, sebab semua dapat mengarah ke kebaikan lalu menemukan kebenaran, atau menjadi penghadang pada Jalan-jalan menuju Allah.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: