jump to navigation

“HARUSKAH KU MATI” 3 April 2008 9:21 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

BAGAIMANA MESTINYA
MEMBUATMU JATUH HATI KEPADAKU
TELAH KUTULISKAN SEJUTA PUISI
YAKINKANMU MEMBALAS CINTAKU
 

HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU UNTUK MEMILIKIMU

ADAKAH KEIKHLASAN
DALAM PALUNG JIWAMU MENGETUKKU
AJARKANMU BAHASA PERASAAN
BIAR HATIMU TAK LAGI MEMBEKU 

HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU

HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU TUK MEMILIKIMU
 

TIADAKAH RUANG DIHATIMU UNTUKKU
YANG MUNGKIN BISA TUK KU SINGGAHI
HANYA SEKEDAR PENYEJUK DISAAT KU LAYU
BISA MENANTIMU HINGGA AKHIR MASA… 
 

HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU TUK MEMILIKIMU 

                                                             BY ADA BAND
Adakah yang bisa mengabariku …
mengapa ku selalu miris setiap ku mendengar lagu ini
mengapa dia selalu memanggil tangisku untuk melesak keluar..
adakah suara lain dibalik suara si Dony…yg menyuarakan kalimat sama… 
adakah yang bisa mengabariku…???

Komentar»

1. danalingga - 4 April 2008 1:04 am

Memang harus mati zal. Tapi alangkah beruntungnya jika bisa mati selagi hidup.:mrgreen:

2. Arwa - 4 April 2008 2:26 am

Dooh… Kenapa gw jdi nangis begonoh…

3. zal - 4 April 2008 4:16 am

::yupe dan, dibelajarkan mati sich udah..sayanganya implementasi dalam memberdayakan “Sang Hidup”, paling banter 25%, selebihnya ngerasa hidup….:mrgreen:

::Gun, kemana aja, engag pernah nongol – nongol… emang di SA payah juga ya koneksinya, …😆
iya neh…sang pengetuk yang tak tergubris…😦

4. Arwa - 4 April 2008 5:44 am

Ada disini lagi nyanyi lagu Ada Band😀

Hooh disini jaringan internetnya diproteksi jadi males untuk buka acountnya. ndak tau tuh Kerajaan sini keknya over protektif ama dunia informasi. Mangkanya orang2 sini rada duduzzz kalau masalah wawasan. Mungkin juga mereka beranggapan islam itu cuma Wahabi doang. But udahlah itu urusan mereka yang penting saiyah bisa kuli disini dengan nyaman lagian saiyah masih bisa browsing lewat HP.😆

Eh kelupaan itu postingan temanya tentang “CINTA” atau “cincha”😆 …. ?

.

5. realylife - 4 April 2008 6:55 am

ya , karena sairnya banyak tentang kematian kali pak ?

6. Santri Gundhul - 4 April 2008 9:40 am

Kang Zal
Lirik lagu itu mengajarkan kepada kita untuk ” NGRACUT BUSONO ” ( meluruhkan dan menanggalkan EGO ). lah nek jarena Kang Danalingga kita kudu ” MATI SAJRONING URIP ”

gikmah…cocok tak ngocak neka, Kang…

7. syahbal - 4 April 2008 11:57 pm

Assalamualaikum…

haruskah ku mati…
ya harus…

8. stey - 5 April 2008 7:55 am

ga harus mati kok Pak, hidup masih terlalu indah buat ditinggalkan..

9. zal - 5 April 2008 8:25 am

::Gun, elu biasanya paling bisa deh ngebaca…😆

::reallylife, ya…ada yang semestinya hidup, namun harus menjalani takdir demikian , ianya hidup hanya jika ada yang memiliki keikhlasan yang mampu mengeluarkannya dari ketertekanan takdirnya…

::Aboh arapa cak, mon ngak neka tompes pon, tak iye…, abesaki bede telo perak dijawab setong…se telok pernyataan se setong mon tak inyata agi tak iyye…

::syahbal, iya memang harus mati, amati tentang fotographydengan kecepatan tinggi untuk moment bergerak, maka yg terlihat adalah yang diamati focus, sedang gambar lainnya menghilang, demikian juga jika dilakukan sebaliknya, semua yang ada adalah informasi bagi yg memperhatikan…

::yupe stey, hidup memang karena suatu kepentingan yang indah, namun memahami maksud kenapa kita harus hidup jauh lebih indah…

10. joyo - 7 April 2008 8:52 am

klo denger lagu ini saya malah bersiul😀

11. zal - 9 April 2008 8:29 am

::aku nyani ajah…😆

12. Santri Gundhul - 10 April 2008 11:57 pm

Lah…Kang Joyo neh senengnya SIUL2
Tuh delengen MONYONG lambene kakeyan siul
haks..haks….

Sampeyan nyanyi apa Kang Zal…
Lir ilir..lir ilir…
tandure wong sumilir…

Mondar mandir nyari Ilir dinggo NGIPASI Kang Zal

13. zal - 14 April 2008 4:46 am

::ilire wes ngiteri, adem seger rasane…koyok ono AC ..berhembus wuusss…wusss…., tanpa suara tanpa kata-kata…hanya rasa yg dirasa…., semilir menerpa……halah…malah ndongeng…😆

14. toeti - 1 Mei 2008 10:11 pm

eits.. jangan mati dulu kayak judul lagunya… hidup ini terlalu indah buat sekedar dengerin lagu cengeng

15. antown - 2 Mei 2008 3:57 pm

tuing-tuing… dalem maknanya….
tapi saya kok nggak ngerti ya🙂

kaburrr

16. zal - 3 Mei 2008 11:02 am

::mbak toeti, lha wong nyanyian koq, …🙂 thanks ya udah mampir… sekarang sudah bisa nyetir trakrornya…😆

::antown, dalemnya seberapa yak…, tenggelam gak ya..kalo nyemplung…😆 Thanks ya…, kayaknya grafisnya bagus-bagus…koq ngga ngarah buat komik…, misalnya buat cerita syech siti jenar ngono lho, kan gurung ono sing koyo ngono…🙂

17. razuka - 29 Mei 2008 4:12 am

Mas Zal
rani..numpang mejeng dikit, lewat eh taunya liat halaman abang gede banget yaa..rapih lagi.
sekli lagi maaf ah udah nyampah.

-salam-

18. razuka - 29 Mei 2008 4:31 am

sekali lagi nongol bang.
kabarnya begini…………..
mati tidak lain adalah suatu bentuk terpisah/ terurainya beberapa zat yang mana itu hukumnya WAJIB, kematian itu kita bawa kemana mana bahkan tiada suatupun yang dapat memperlambat atau mempercepat kecuali atasa Kodrat dan IrodatNya yang dalam bahasa agamanya…apa yach….{ Ta’sir }.
kesedihan yang muncul ketika mendengar lagu itu adalah tidak lain merupakan suatu reaksi atau refleksi diri yang sebenarnya mencerminkan ketidak siapan kita tentang datang kematian, itu tidak dapat kita pungkiri ditambah lagi sangat berat meninggalkan :
> Istri yang masih keneh Montok
> harta benda yang segitu gitunya
> piutang yang belum ditagih ame si udin walau cuma GOPE ceng
> anak yang…..natar dulu! udah punya anak belum bang???
> masih belum mengenal Dzat yang disembah, pada hal kita pergi menghadapNya…wah..bakal berabe karena bisa aja jadi arwah yang gentayangan….ihhhh takut ach.
> ketika itu mulut terkunci..mane harus ngejawab pertanyaan malaekat lagi/////
>> Man Rabb….udah ah jangan diterusin ye mal ( Malaikat ) urang arek balik ka indung sakedap nya’// kita jawab pake apeee kan mulut terkunci….????
** BTW…tangisan abang itu merupakan wujud suatu dorongan agar kita belajar mencari jalan pulang sebelum kita benar benar pulang..apalagi pulang kela’natullah…..apun gusti.
BIARLAH tetap menjadi rahasia ALLAH
hanya kepadaNyalah kita akan kembali.
-salam-

19. zal - 29 Mei 2008 10:16 am

::razuka…trims udah mampir, halaman yg mana..?? ooh nyang itu…itu punya tetangga saya…, emang luas, saya cuma disuruh ngamati aja…, sebenarnya sich dia nyag ngawasi..dan ngebersihin, mungkin biar saya pede..aja, gak tahu tuh.., dia ngawasi dari sisi terluas…

20. zal - 29 Mei 2008 11:28 am

::sorry comment razuka yang satunya ketilep moderasi, padahal blog ini open, dengan 3 contengan…
wah..mengenai mati itu..Beliaunya aja yang dengan kebaikanNYA mengenalkan saya padaNYA…padahal saya… hiks..hanya kepala yang menyaksikan…, Beliaulah yang membuka sendiri RahasiaNYA..
jadi apa yang bisa saya sombongkan dalam mengenalNYA…

21. adi isa - 30 Mei 2008 2:29 am

tidak selalu harus mati, untuk cinta yang terbelenggu
terkadang hati harus memendam lara yang hebat
biar waktu yang mengikis lara itu
hati seperti muara, tempat rasa bersatu…
jangan mati dulu….rasakan hingga benar2 teresapi
segalanya…

22. penggoda80 - 30 Mei 2008 6:08 am

@zal
bang…..hellllloooo!
luar bias abang ini ( maksudnya Yang itu *…….* yang luar biasa.
manstab…………kasih aku emailnya dong biar lebih closed lagi * maksudnya diklosed aja…biar ada perbedaanya*
-salam-
mmuaaaah

23. zal - 30 Mei 2008 6:49 am

::adi isa, omong-omong mati dan hidup, umpama “dimasukkan siang pada malam, dan malam pada siang”.., apa yg terlihat pada siangnya, maka malam tak ada, jika malam menggelantung maka siang tak ada…kan…, kalau sudah nikah, cinta kan tumbuh lebih jauh lagi…namun itupun jika cinta…

::penggoda80, hello jugaklah…, iya–eyang emang luar biasa…namanya juga eyang…, emang dasarlah kamu penggoda…, ok lah emailku lazsibul@gmail.com… udah engga usah pake mmuaah… yg namanya asyik ya asyiik aja..🙂

24. penggoda80 - 5 Juni 2008 5:36 am

@zal
trims atas alamatnya tapi ngomong2 untuk apa yah alamtat itu???
biar discountnya ga diketahui orang..he..he..he’
-salam-

25. zal - 6 Juni 2008 9:32 am

::penggoda80, ya untuk apa ya…, dulu dibentuk sebagai syarat pembangunan blog ini, sekarang usp…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: