jump to navigation

Islam..going to – nya semua agama…??? 13 Maret 2008 11:18 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Mohon maaf bagi yang merasa beragama selain Islam, dan mohon maaf juga bagi yang merasa sudah beragama Islam, tulisan ini bukan bertujuan meliberalkan agama atau mengagamakan liberal, ini hanya sekedar kontempelasi dangkal….

 

“Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu”… demikian sepenggal ayat dari AQ 5:3, yang sepertinya jelas disematkan untuk pribadi seorang Muhammad, atao mungkin ada pendapat lain bahwa Islam yang disebut itu bukan hanya untuk Muhammad Bin Abdullah…???

Lambang ReligiousAQ 6:125, menunjukkan betapa personalitynya untuk ber-Islam itu : “Barangsiapa yang Allah menghendaki akan memberikan kepadanya petunjuk, niscaya Dia melapangkan dadanya untuk Islam ”
Ya…engga salah sih, jika mengklaim diri sudah beragama Islam, atau beragama lain, namun yang terfahami bahwa atribut itu Allah yg menyematkannya…, contoh lainnya ada pada AQ 2:132, 39:22 dan do’a Nabi Yusuf pada 12:101

Apakah Islam itu….

Mbah wiki mengakan : Dalam bahasa Arab, Islām berarti “berserah diri” ini dari mbah wiki yang berbahasa Indonesia dengan bebas…

Kalau mbah wiki lagi ber-melayu bebas, lain lagi :” Perkataan Islam berasal dari perkataan Arab (aslama, yuslimu, islaman) yang bermaksud tunduk, patuh dan ia juga bermaksud selamat, sejahtera serta damai. Nama Islam itu sendiri adalah diberi oleh Allah Tuhan sekelian alam.”

Yang repot nih, kalau mbah wiki, pake bahasa ingris, koq jadi kaku banget pengertiannya…, jadi ya ngga usah ditampilin dech…, (nyumpah-nyumpah sambil nuding mbah wiki >>> mbah-wiki..mbha wiki…ternyata langgam melayumu lebih luas dari yang lain…😆 )

Jadi.., Islam itu adalah yang bersifat ketundukan, dari seseorang, mulai yang kita fikir jasad itu, fikiran, ucapan-ucapan, tidak-tanduk, perasaan, menerima keadaan-keadaan sampai hal yang tidak lagi dapat disadari kembali apa yang tunduk itu, namun sejatinya sudah tunduk….

Mengapa ketundukan menjadi penting, AQ 49:14 tertulis “Orang-orang Arab Badui itu berkata: “Kami telah beriman.” Katakanlah: “Kamu belum beriman, tapi katakanlah ‘kami telah tunduk’, karena iman itu belum masuk ke dalam hatimu; , jika terbacakan hal ini, bukankah terfahamkan Islam pintu masuk kedalam Iman, dan lanjutnya Iman akan ber evolusi menjadi taqwa, dan taqwa yang berkembang terus, akan dimasukkan kedalalam kadar Muslimuun, lho ..awalnya Islam, akhirnya Islam… apa bedanya…
Islam yang pertama, akan tertampilkan adanya sesuatu yang tunduk dari apa yang dibalik dada itu, entah bagaimana fenomenanya, jika Allah berkenan membukanya sungguh, ketundukkan itu nyata dalam pandangan dari sesuatu yg ada pada diri kita. Dan ini belum permanen, masih bentuk awal, lalu akan ada penyempurnaan-penyempurnaan, dari mulai bentuk kasar sampai sangat halus…kayak bangunan ya…, ,bangunan gedung, rumah apapun itu memang hamparan ayat, dan hamparan ayat-ayat itu dengan apa yang kepada kita dibacakan segala sesuatu yang menurut Allah penting bagi kita, kalau tidak akan sangat sulitlah kita memahami Al Quran itu…,

Eiit, jangan tergesa-gesa dulu hendak membaca hamparan, sebab segala sesuatu ada waktunya…Wal’asyri demikianlah Sumpah Allah terhadap waktu itu…

Kembali ke pokok bahasan, Islam going to nya semua Agama..,
jika fenomena “ketundukan” itu difahami, maka apapun agama yang ada saat ini, sesungguhnya mengajarkan hal ini, coba cek secara jujur, (ini bukan iklan teh botol…😆 ), hanya tata cara mambangun sisi dalamnya itu saja dengan moda berbeda, namun aspek yang dituju adalah apa yang dibalik dada itu…, (ingat…!!!, jangan disulap menjadi dibalik baju…) ,namun jika yang dibalik bajupun yang terliha, itupun bermanfaat.. sebab akan terlihat kemungkinan mengapa dada itu, secara fisik dibuat Allah menarik,
pada dada ada susu, yang menjadi daya tarik pria terhadap wanita, pada pria ada dada bidang yang berbulu halus, hmmm….
Bung Karno punya kalimat : ini dadaku, mana dadamu…, gambar bintang nya Pancasila terletak ditengah dada burung Garuda, apa mungkin kebetulan ya….??, sungguh, tak ada yang kebetulan, yang kita dengar selama ini tentang adanya kebetulan, adalah ujar-ujar memudahkan fikiran…

Islam adalah satu-satunya agama yang dari Sisi Allah,

eiits… kawan yang merasa memeluk agama lain, jangan marah dulu ya

Islam yang ini bukan yang terlihat seperti terorganisir dalam kelompok komunitas seperti sekarang, Islam yang ini adalah Allah lah yang menyempurnakannya kepada siapa yang dikehendakiNYA, siapapun…siapapun…, biar yang engga hebat pengetahuan agamanya bahkan yang engga ngerti-ngertilah…, atau yang hebat pengetahuan agamanya, yang sebelumnya bejat banget, atau yang sebelumnya baik banget…, siapapun…siapapun…

Seorang Nabi dan Rasul, bahkan disempurnakan setelah menjalani kenabian dan kerasulannya…coba lihat AQ 5:3, kalau percaya kalau AQ itu adalah wahyu yang di wahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW, maka wahyu ini diterima Beliau setelah Kerasulan…
Bahkan Rasulullah Muhammad Bin Abdullah, sebelum menerima sertifikasi Islam sebagai Agama Beliau, terlebih dahulu Akhlaqnya disempurnakan Allah…

Beliau, Muhammad SAW, berujar “tidaklah aku diutus kecuali untuk menyempurnakan Akhlaq”

Jadi Islam yang menjadi tujuan itu, adalah Islam, dimana manusia, dengan segala daya upaya, berniat dan menindaki pencapaian kesempurnaan akhlaqnya, dan Allahlah yang menetapkan ke Islaman nya…

Namun demikian, mohon difahami, tulisan ini bukan menyuruh siapapun untuk merubah agama, adat istiadat atau peribadahan, bukan seperti itu…dan bukan bertujuan tarik menarik beragama, silahkan dimanapun kamu berdiri saat ini, tetaplah disitu, gambar ini, dan suaranya akan mudah kamu lihat dan dengar, dimanapun kamu berdiri..tetaplah disitu.

Tidak perlu berpindah kemana-mana, kecuali hal yang memang dengan itu memudahkanmu..,,

Komentar»

1. danalingga - 14 Maret 2008 12:37 am

Kekekeke……..

Si zal liberal!!!!! 😛

*nungguin keramaian*

😆

2. wisnu - 14 Maret 2008 4:05 am

berarti begini ya mas zal:
Islam = meyakini Allah Yang Maha Esa, Al Qur’an dan Nabi Muhammad saw.

*nungguin juga….*

3. zal - 14 Maret 2008 5:04 am

::Dan,…hah liberal…😯 atuut…, itukan hanya ujar-ujar, sekedar penyebutan… Islam adalah Islam…, hanya satu dan satu-satunya…😆

*semoga rame ing gawe, sepi ing pamrih*

::Mas Wisnu, kalau pengertiannya, sudah ada dari mbah wiki..diatas…

*nungguin orang yg memikirkannya, ketimbang yg memprotesnya*

4. icozya - 14 Maret 2008 5:22 am

“Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu…”
saya setuju kalimat itu ditujukan kepada Nabi Muhammad SAW,
::dan tak hanya kepada beliau:: tapi juga kepada “muggle”:mrgreen: yang dikehendaki-Nya.

dan kepada yang tidak/belum dikehendaki-Nya, menurut saya adalah menempuh jalan yang sama dengan yang telah dikehendaki-Nya : —ketundukan, berserah—

*berkaca*

5. zal - 14 Maret 2008 5:41 am

::icozya, yap, setiap yg diciptakanNYA untuk keadaan itu, pasti memperoleh kesempatan sama…,…muggle opo toh…??? mugger..ya….

*menatap yg terbalik*

6. icozya - 14 Maret 2008 5:57 am

muggle itu darah lumpur , istilah yang dibuat oleh J.K Rowling pengarang Hary porter yang sesat terkenal itu

7. hanggadamai - 14 Maret 2008 5:35 pm

islam is my live🙂

8. zal - 14 Maret 2008 6:09 pm

::icozya,…oooh…si harmyone..😆

::hanggadamai,…yupe…inilah yg dimaksud…😆

9. brainstorm - 14 Maret 2008 10:16 pm

islamNya yang seperti apa sih? seperti nabi ya? tapi nabi itu sungguh complicated, jiwanya berlembar lembar, kadang ganas dimedan perang, kadang lemahlembut dihadapan istri, kadang menjadi sangat pemaaf, kadang bisa sangat pemarah. aduh aduh pusing.. soalnya orang jaman sekarang cuman ngambil sekeping-sekeping aja dari islamnya nabi, sama kaya ngambil secuil2 firmanNya.. jadi ada yang gila perang, ada yang bae’ banget. Aduh saya ini apa ya? ngaji nahu shorof aja blom khatam, bahasa sorga blom becus, malah bahasa linggis bisanya.. tapi tapi.. saya pengen islam mulia lagi dengan cara yang mulia.. aduh aduh aduh.. pusing ah.. ajojing lagi aja lah :mrgreen:

10. almascatie - 15 Maret 2008 1:19 am

wuihhhhh ada angin apakah ini….

11. Landy - 15 Maret 2008 3:00 am

Gak paham😦

12. danalingga - 15 Maret 2008 6:22 am

Walah, masih kurang rame nih. *menimbang untuk mengundang teman teman*

Zal, saya mo nanya serius nih, sebenarnya yang di maksud di sini Islam itu yang berserah diri atau yang laen?

13. zal - 15 Maret 2008 9:12 am

::brainstorm, bagaimana kita menegenal Islamnya Nabi, lha Nabinya sudah engga ada, ada satu khabar dari Rasulullah Muhammad SAW, bahwa ummat yang sangat dicintai adalah ummat yang kemudian, jau jaraknya dari Beliau namun amat sanagat meyakini Allah dan Rasulnya…”, …lha kita ini udah cukup jauh jaraknya ..pa belum ya…
Islam itu, Bersyahadat dengan benar, jangan manis dibibir saja, shlat yang benar, jangan cuma lima waktu aja, dan jangan sepenjang waktu alangkah baiknya, diperbanyak dalam praktik kehidupan, jadi shalat yg hidup sehingga tegak seluruh pengakuan, janji janji, puja-puji yg ada, puasa yg benar jangan cuma laper, dan haus, dari kecil udah begitu..engga pernah naik kelas puasanya, kapan jadi sarjana puasa,.padahal sekolahnya udah ningkat-2 sampe ke luar-luar sono, bersedekah yang benar, jangan sok menyedihkan si Miskin, seolah-olah Allah demikian kejamnya, namun jangan mengabaikan silaturrahmi utamanya dengan si Miskin, perbuatan senyuman juga sedekah, berhaji yang benar, Haji sesungguhnya engga bisa dibeli dengan harga berapapun, kasiankan si miskin yg berarti engga pernah sempurna Islamnya…
eehh…panjang amat, kaya postingan…😆

::Landy, berarti kamu sudah di jalanNYA… Insya Allah..pasti…

::Dan he…he…engga mungkiiiin…, ini jampenya jailangkung, datang engga diundang pulang engga diantar 😆

heh…kalo mo ngejek tulisanku bilang aja…:mrgreen: …woi jangan tatapkan fikiranmu, sebab sesudah fikiran itu bekerja seharusnya dia kayak teorynya “ban berjalan” nya Ford… sehingga dia hanya sebagai pemanfaat… bukan sarana murni..kan..

14. brainstrom - 15 Maret 2008 9:09 pm

@ zal

*tertunduk malu diceramahin pak ustad*

ambil wudhu dulu deh..

15. zal - 16 Maret 2008 7:59 am

::brainstorm, he..he..emangnya ceramahan, lha cuma cerita-cerita aja…😆

16. Santri Gundhul - 16 Maret 2008 9:35 am

Wuuuuaaaahh…mugo-mugo gak diuber-uber MUI saja Kakang-ku ini,
soale jika dah bicara ginian nih biasanya urusane dadi panjang. Gak cuman berurusan dengan poro Petinggi AGOMO yg berupa Lembaga sing isine mung wong sing PINTER-PINTER Moco tulisan,tapi biso-biso urusan karo SHERIF…halah…halah…

Hidup…PRULARISME…!! Prularisme yang selama ini diartikan CUPIT oleh sekelompok manusia SYARIAT yg berbasis Kultur dan Budaya Arab sono.
Yah..yah…emang baru ketahuan apa Kang…, klu ISLAM kuwi SEJATINING ” Kepasrahan DIRI “. Bukan dalam pengertian yg selama ini MEMBUTAKAN umat manusia kebanyakan yg berAGAMA dengan nama ISLAM.
Halah..halah…RENDAH betul yah klu ISLAM cuman dipandang dan diPAHAMI sebatas LABEL dan FORMALITAS sebuah nama Agama…??.
dan hanya beranggapan bahwa QUR’AN adalah SALAH SATU Kitab SUCI yg paling BENER….Padahal Tuhan saja gak pernah NGOMONG seperti itu. Tukang CERAMAH Agama yg saja yg kadang GEDHE RUMONGSO,
Mangkane yo Kang Zal, sampeyan ojo sampek dadi Penceramah Agomo sing mondar-mandir dari mimbar ke mimbar DODOLAN Ayat…heks..heks…ABOT SANGGANE.

Wis…aku rumongso oleh BOLO nek ngene iki, soale aku pernah diomeli karo Ustadz-ustadz di Perusahaanku. Gara-gara tulisan sing koyo sampeyan ” Jlentrekno iki ”

Sudah saatnya bagi para dai Islam untuk mengetahui bahwa mereka tidak dituntut untuk mengislamkan orang-orang yang beragama selain Islam.
Mereka tidak berhak mengklaim bahwa selain orang Islam akan masuk neraka, karena kunci-kunci surga bukan di tangan mereka. Sikap seperti itu merupakan pelanggaran keras terhadap wewenang Allah. Yang dituntut dari para dai, setelah al-Quran mengatakan,
*”Wahai orang-orang yang beriman, diri kalian adalah tanggung jawab kalian. Orang yang tersesat tidak akan membahayakan kalian ketika kalian mendapat petunjuk,”* *(QS. Al-Maidah:105) *adalah menjadi ‘saksi atas manusia”. Para dai hanya bertugas memperkenalkan Islam kepada mereka kemudian menyerahkan segalanya kepada mereka. Urusan konversi agama tidak hanya menyangkut iman dan teori. Ini juga menyangkut hubungan sosial dan konsekuensi-konsekuensi selanjutnya. Hidayah itu sesungguhnya hanya datang dari Allah, bukan dari seorang rasul, apalagi dari seorang yang baru hanya MENGHAFAL teks book Kitab Suci yang dijual dengan murahnya dari mimbar ke mimbar tempat Ibadah..!!.

http://karyakariyan.blogspot.com/2007/12/mengapa-harus-ada-berbagai-agama.html

Nggelesod….mengawal Kang Zal…supoyo gak diciduk MUI..

17. zal - 16 Maret 2008 10:36 am

::Kang Sntri Gundhul, Alhamdulillah, Laa haula wala quata illa billaah

18. syahbal - 17 Maret 2008 4:19 am

Assalamualaikum….

mas nanya….hidayah itu apa seh???

wasalamualaikum….

19. zal - 17 Maret 2008 6:01 am

::syahbal, wa’alaikum salaam..
hidayah, merupakan Rahmat Allah atas siapa saja yang dikehendakiNYA, fenomena hidayah yang terfahamkan di saya, berjenjang, mulai kadar mereka yang berkecenderungan pada kebaikan, sampai dengan mereka yang menerima keadaan apa saja yang sudah ada padanya…,
sepertinya setiap manusia dalam penyempurnaan-penyempurnaan, selalu ada saja cara Allah dalam menarik hambaNYA menuju kejalanNYA, bahkan yang sudah berada pada tepi jurang kehancuran sekalipun, inilah gambaran bahwa manusia dikepung dari depan, samping dan belakang…bisa jadi kita menyadarinya bisa jadi juga tidak menyadarinya…
ada masa dimana manusia akan amat sangat penuh harap, bukan untuk keuntungan dunia lagi, baik si kaya maupun si miskin, namun sesuatu yang amat sangat rindu, dan takutnya akan rasa ditinggalkanNYA…ini amat sangat membuat merana…😦

20. syahbal - 17 Maret 2008 6:32 am

@zal
klo misalnya yah….
ada orang mendengar tentang islam…itu uwdah disebut diberikan hidayah blum???

21. zal - 17 Maret 2008 6:44 am

:::he..he..pertanyaan berantai…, sesungguhnya apapun yang datang adalah seuatu yang bermanfaat, namun seringnya kita lalai dalam memandangnya, padahal “segala sesuatu berasal dariKU, dan akan kembali kepadaKU”, oleh karena icu “celakanya manusia oleh sebab manusia itu sendiri”, bukankah juga “tidak disucikan mereka yang tidak berkeinginan menyucikan dirinya..”
misalkan pertanyaan itu berasal dari adanya tulisan ini, tentang adanya Hidayah Allah kepadaku, entahlah…biarlah Allah saja yg berketatapan dan menjadi rahasianya, dengan tak menyedarinya semoga rinduku tak pupus…, karena di rindu itu indah….

22. syahbal - 17 Maret 2008 7:33 am

@zal…
ya dong harus berantai…
ya..ya..ya..
bingung…sumpeh deh….
jd itu jg termasuk hidayah…
cuman “mereka” blum membuka hatinya…sehingga hidayah itu ndak masuk ke hatinya…gtu….

23. joyo - 17 Maret 2008 9:32 am

*nggelar tikar, njagong*😀

24. zal - 17 Maret 2008 11:20 am

::syahbal, Hidayah Allah bergerak dengan kecepatan konstan, tanpa dipengaruhi apapun kelalaian pengamat pada apa-apa yang demikian dekat dengan setiap kita yg seharusnya memperhatikannya, bisa lantaran sikap tidak perduli, lantaran kita memberikan informasi ke fikiran kita bahwa pengamatan kita sudah benar, atau lantaran tergesa-gesanya kita hendak memutuskan suatu perkara.
masuknya ke hati, umpamanya tanah yg meresap, dari tanah yg siap menerima air, tanah yg penuh air akan meluapkannya, tanah yang keras, bahkan tidak menerima air itu, tanah yg terlalu lembek bahkan membuat semua menjadi kotor.
mengamati, apapun itu, tidak sia-sia datangnya…dan tak ada yg kebetulan…

::joyo, ngopi kang…😆

25. danalingga - 17 Maret 2008 8:44 pm

Dah pada sadar belon nih?:mrgreen:

*nyari kripik*

26. zal - 17 Maret 2008 10:21 pm

::eh..dan ..ngupi yuk…, ini lagi ngamatin juga..koq..😆
ngamatin diri sendiri maksudnya…,😆 , aku heran… juga dan, pada tiap diri itu ada yg super tahu, tapi koq ya diam aja ya…, apa dia mungkin engga suka dengan pembunuhan ya…dan berasumsi mending dia yg mati…, apa engga celaka jadinya…seandainya lah dia mau mengambil alih kekuasaan itu sangat mudah baginya😦

27. wisnuharjantho - 17 Maret 2008 10:27 pm

mas zal, kembali ke laptop…eh kembali ke persoalan, sebenere kan dari Nabi Adam diciptakan dulu itukan beliau juga sudah Islam termasuk nabi-nabi setelahnya s.d nabi Muhammad SAW, karena toh mereka menyembah pada Tuhan yang sama yaitu Allah Yang Maha Esa…betul gak nih..? kalo betul ntar saya nanya lagi….kalo salah juga ntar nanya lagi…(sambil tersenyum ==> gak bisa kasih gambar emoticon jadi expresinya ditulis..)

28. zal - 17 Maret 2008 11:01 pm

::jika dibaca dari konteks Allah tentang Islam sebagai agama, dimana manusianya melalui proses penyempurnaan Allah, sedangkan apakah Islam atau tidaknya sepertinya interpersonal banget,…dan saya belum menumukan orang seberani Fir’aun mengucap “wa ana minal muslimuun”, sedangkan Ibrahim saja mengucap “wa anaa awwalunmuslimuun”,
Kalau kebanyakan disebut sebagai yg lurus, dan Adam sendiri baru menyadari keadaannya dengan ucapannya yg diwahyukan adalah “Robbana dzolamna anfusana….” yang baru menyadari ke La haula quata illa billah, namun kondisi menjadi Islam, melalui proses penyempurnaan pribadi.
namun Islam yg ada sekarang inipun penting keberadaannya, sebab sudah menggunakan manual book, untuk operasional methode nya, kekurangannya pada personal-personal, sebab kitanya lebih sering mengambil acuan yg sudah dikembangkan personal yg lain, yang di pandang mumpuni sebab sudah populer, mungkin karena banyak yg sudah menyetujui, maka menjadi acuan benar…
Jika dalam lingkup ilmuwan, misalnya hukum Relativitas yg populer itu terbit dari sanggahan pada hukum gravitasi yg juga populer, ini menunjukkan ada kebenaran diatas kebenaran…
termasuk juga, jika kita membeli OS Windows, kan ada manual booknya, namun kebanyakan kita, langsung menginstalkannya ke computer, tanpa membacanya dan memahaminya, sehingga jika kita lihat, bahwa hasil install dari satu produk yg sama dan seri yg sama akan berbeda hasilnya….
untuk emoticon, cara praktis saya dulu, dengan menempelkan panah mouse ke arah emoticon maka akan kelihatan dari apa emoticons itu terbentuk …ternyata emoticons juga petunjuk, tak selamanya yang dilihat itu seperti pengelihatan…😆

29. bedh - 18 Maret 2008 11:57 am

huhuhu
balik ke sini tengah malam pingin dengar ulasan tentang maulud nabi.
tapi lom ada yah?

ntar degh balik lagi
huhuhu😀

mengenai postingan kali ini, pendapat saya islam itu bukan hanya nama sebagai sebutan untuk identitas diri. tapi “keadaan atau tujuan” seperti kata mbah wiki yang di kalimat2 atas yang menyebutnya sebagai keselamatan dan kedamaian.
jadi kita di tuntut berada di sisi Allah biar selamat dan damai.

huhuhu
sekedar mengeluarkan pendapat sambil menunggu postingan tentang maulud nabi.😀

30. zal - 19 Maret 2008 5:28 am

::he..he.., yg tampak saja masih payah menampakkan gambarnya, apalagi yg samar…nabi yg lahir itukan maksudnya Huuu….😆

31. ulan - 20 Maret 2008 1:46 am

wah.. wah wah… udah mulai rame..

32. zal - 20 Maret 2008 2:39 pm

::ulan:, kalo gitu sudah dimulai aja pidatonya…😆

33. calonorangtenarsedunia - 20 Maret 2008 9:33 pm

Selama ini saya memahami Islam sebagai penyerahan diri. Dan bukan sebagai kata benda ‘Agama Islam’.

Begitu pun kumpulan ritualnya. Kerelaan kita untuk menjalankan ritual2 itu pun bentuk penyerahan diri kan?

*ekstase*

34. Santri Gundhul - 22 Maret 2008 11:01 am

Kang,..

Sepertinya ada KESALAH KAPRAHAN kali, dalam memahami ayat-ayat ini tentang ISLAM…Kang
Cobo Kang delengen dhisik QS. Al Imran 19, 85 dan 102…

ISLAM klu dipahami hanya sebatas NAMA AGAMA kok jadi KERDIL dan CUPET banget yah….

Makanya gak heran, mulai jaman KOLO BENDHO sampek sekarang ini. Orang pada RIBUT dan CAKAR-CAKARAN hanya karena LABEL formalitas NAMA AGAMA. Heran aku…?? kok gak bosen-bosene loh ribut saling MENGKAFIRKAN…saling MENYESATKAN….
Iki sakjane sing SALAH Agomone…opo Orangnya yah….??.

35. bedh - 22 Maret 2008 12:40 pm

huhuhu
gimana kalau bang zal sedikit menjelaskan lebih lanjut lagi mengenai disisi Allah yang dapat di sebut sebagai islam itu bang. gimana?
karna sering kali bang zal ini bersembunyi di tempat terang tapi masih saja terlalu samar untuk dapat saya lihat.😀

36. zal - 22 Maret 2008 9:12 pm

::santri gundhul, bedh

yo ker reneb, namun sebenarnya AQ, 5:3 itu sangat jelas, bentuk kata-katanya juga sudah dalam struktur SK, namun itupun masih belum membuka…, bukan tidak terbuka, kan Allah menyebutkan “janjiKU tidak mengenai orang-orang yang dzholim”, sehingga kebenaran mereka tutup dengan keinginan, dan merubahnya sesuai keinginannya…
a pointment, memang harus di “iqra’ bismirabbikallzi cholaq” kan, “bukankah telah KAMI bacakan Al-qur’an itu” sehingga “dijadikan bisa membaca sehingga tidak akan lupa”,
seumpama AQ 5:102, disini terlihat bahwa pintu masuk Islam adalah “Ittaqullah” yang Haqqotuqoti yang tidak tammuttu, sedang pintu taqwa adalah Iman sedangkan pintu iman adalah Islam, ( 49:14)seperti sebuah cyrcle yang tiada terputus.

AQ 5:19 ini sangat terkait diantaranya dengan 7:43, 6:6, 58:22
sehingga :
Perumpamaan Islam dari sisi Allah itu seperti seperti segala sumber air, yang bertemu dalam suatu wadah, tiada yang membatasinya namun diharuskan ada pertemuannya,
Jika dipandang tentang wujud dan tempat maka segala sesuatu berada pada “dibalik dada itu”, itulah telaga tempat menatap dan ditatap, semakin bening, semakin luas, semakin lama menerima cahaya…bukankah arsy berada diatas air…

37. syahbal - 23 Maret 2008 12:56 am

@zal

assalmualaikum,wr,wb….

koq ga bisa ngisi comment di blog nya mas zal….

38. syahbal - 23 Maret 2008 1:00 am

@zal

eh bisa….
koq dari henpon gag bisa…

jadi intinya….
islam(tunduk) untuk kemudian yakin akan Allah dan RasulNya (Iman), yang dengan itu kita harus melaksanakan segala perintahnya dan menjauhi larangannya(taqwa) yang dibarengi dengan sikap Ihsan…untuk kemudian mati dalam keadaan Islam(damai)…dan akhirnya Islam(selamat) ketika bertemu dengan Allah…

gtu…

39. Santri Gundhul - 23 Maret 2008 1:04 am

Lah..lah…nek ngono kan SALEJ and NGALBMAG toh sam….
Wah…nek poro Ustadz koyo sampeyan ki, umat ra bakalan podho RIBET saling megklaim paling RENEB yo Kang…

Nggelesod…mantuhuk-manthuk…karo songgo wang

40. zal - 23 Maret 2008 7:27 am

::syahbal, tuh bisa..🙂
sepertinya syahbal, berupaya menerjemahkannya dengan fikiran yang sudah terbentuk pada syahbal, ya..seperti itu juga, asal ajeg, tidak masalah…
namun sebenarnya, ada riwayat yg meriwayatkan : “Rasulullah menceritakan kesalehan seseorang dengan taat selama 80 tahun, lalu datang Malaikat Jibril menyampaikan ada satu malam dimana dengan satu malam itu Rasulullah jauh mengungguli yang 80 tahun tadi” dan Allah juga meneyebutkan ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan.
mari kita perhatikan AQ 49:14, dimana Rasulullah untuk tahu ketundukan Arab Badui itu pun diberitahu Allah, sungguh pengetahuan tentang segala hal hanya pada Allah, kita hanya ditaukan saja, bagaimana kita menyadari kalau kita sudah tunduk,
dan
iman itu merupakan keyakinan atas apa-apa yang bersumber dari Allah, bagaimana kita tau jika Allah belum mengenalkan DiriNYA kepada kita,
serta taqwa itu membenamkan Iman talam kekokohan Iman, dan berIslam berikutnya dimana Allah memutuskan sebagaimana AQ 5:3 itu. inilah yag berlangsung sebagaimana postingan Santri Gundul Ikuti Aku…(Rasul)..
memang segala sesuatu seperti mustahil, namun sungguh Allah maha tahu akan HambaNYA, dan “jalan ini sungguh berat, mendaki lagi berbatu.., sungguh kamu takkan mau kecuali KUkehendaki”

::Cak Santri Gundhul, he..he..he…iku lak jarene panjenengan…sing wes dibacakan…belum tentu juga bagi yang lainnya bisa jadi :yang didengar hanya sebagaimana dengungan saja..”

*aku melu ngelesod manthuk manthuk membaca karya Sang Tangan*

41. joyo - 24 Maret 2008 4:50 am

*masih setia denger wejangan mbah Zal*

42. norie - 24 Maret 2008 5:28 am

wah… sial.
Coba blog gw postingannya kayak blog ini, pasti blog gw ga bakal sepi dari komen.😀

43. syahbal - 24 Maret 2008 5:40 am

@zal

ya…ya…
masih belum mengerti…
berusaha untuk mengerti…
InshAllah ntar mnegerti…seiring dengan berjalannya waktu…

44. zal - 24 Maret 2008 1:01 pm

::Mbah Joyo, monggo, disampeaken..😆

::norie, yang sial, yang masuk ke blog ini…:mrgreen:
cuma saja blog ini punya jampe “datang tidak diundang pulang tidak diantar”… 😆

::syahbal, Insya Allah, namun jika berkenan, perhatikan dengan perasaan yg di balik dada itu, sebab apa yang dibalik dada itu Maha Luas, dan disana ada mata yg sepasang lagi, dan jika Allah menatap apa yang di balik dada itu, mengapa kita tidak memperhatikannya…

45. qzink666 - 28 Maret 2008 6:07 am

liberal…. emangnya kalo jadi liberal kenapa, kyai???
maaf, om, karena saya cuma islam KTP (islam yang buat modal kawin) maka saya gak ikut komen macem-macem dolo…😀

46. zal - 28 Maret 2008 7:20 am

::yang sudah taau engga boleh nanyak… *sumpal qzink pake karung bekas sumpelan siwi dan paman goop*

47. ariss_ - 29 Maret 2008 6:01 pm

Yang jadi ketakutan terbesar (saya), adalah kalau-kalau di penghujung hidup, saya malah lepas, tergelincir jauh, terperosok sangat dalam, jauh dari ruh Islam (alias ‘kafir’ (beneran)). Jangankan “keluar” dari esensi Islam, mendapatkan ruh Islam-nya itu sendiri pun susah sekali, sampai saya harus jumpal-jempalik beradu otak dengan dosa dan kesalahan.
.
Betapa beruntungnya ya, orang2 yang dilahirkan non-Muslim namun pada akhirnya sukses meraih nur Islam di akhir hayatnya, seperti : Frithjof Schuon, Martin Lings, Charles Le Gai Eaton, dll.
.
Dan, betapa mengerikannya ya, orang2 yang dilahirkan sebagai Islam (bukan muslim yg sebenere), namun selama hidupnya esensi Islam itu tak pernah melekat.

Salam,

48. zal - 30 Maret 2008 1:40 am

::ariss_, ketakutan, adalah salah satu Rahmat Tuhan atas manusia kan…
semua yang ada, jika bisa mempercayainya, adalah berasal dari Allah, untuk asal saja belum tentu lho orang-orang sepakat…apalagi arah memnuju ahir/maksud kalimat ahir dst…

jika secara pandangan kasat, bahkan para nabipun hanya sebagian kecil yang berasal dari orang tua yg nabi juga…bahkan yang tidak berayah juga ada… jadi siapapun akan beruntung jika masuk pada rasa dalam genggaman Sang Khaliq…, termasuk mereka yang merasa sudah islam sekarang ini, semoga kepura-puraan yang dibentuk lambat laun akan menjadi karakter yg merasuk dan menjadi bagian orang tersebut.

jika mengenai orang yg meraih nur islam, mustahil kita mengetahui orang sudah mendapat nur islam, hanya dari apa yg disampaikannya, microphone yang mengumandangkan azan, kan tidak lantas sebagai yg azan….atau radio tape yang melantunkan musik, bukan kita sebut sebagai pemusik itu kan…

Kata Allah sih pada Yunus 99, jika dikendakiNYA semua akann beriman…

Tks sudah mampir dan komen…😆

49. Tito - 1 Mei 2008 10:08 pm

Jadi Islam yang menjadi tujuan itu, adalah Islam, dimana manusia, dengan segala daya upaya, berniat dan menindaki pencapaian kesempurnaan akhlaqnya, dan Allahlah yang menetapkan ke Islaman nya…

Jadi semua agama yg berupaya menyempurnakan akhlaq manusia pada hakikatnya adalah Islam juga ya, Pak? Apapun nama luarnya? Kalau memang itu pendapat pak Zal, saya sangat sepakat!😉

50. zal - 1 Mei 2008 11:04 pm

:::wooi, kemarin aku kangen, nyang namanya tito koq ngga nongol-nongol, gitu masuk blogmu, baru atu kalau emang lagi hiatus…
::mosok sih to, Allah iseng banget nurunin orang disembarang tempat, sampe ke pedalaman Irian, Jambi, dan pedalaman Amzone, wuiii kapan nyampeknya…., padahal yang diciptakan tidak sia-sia…kan, berarti Allah engga pernah mencipta dengan iseng, sedang guyonNYA aja berisi…
di akhir cerita film Charlie angels , si Charlie nya mengatakan “percaya untuk percaya”..pada saat ditanyakan apakah charlie mau bertemu dengan mereka,. dan three angels-pun tersenyum….

51. penggoda80 - 30 Mei 2008 6:44 am

wahhhh…..
rame juga lelaki disini.
obral…obral…harga ga naik ga terpengaruh BBM, dan malem jumat discount 20% karena disunahkan oleh komandan.

siapa yang mau ma’rifat dengan saya…saya tunggu.
ma’na penggoda80 ….
penggoda = sebutan buat orang yang suka godain orang.
80 = harga yang udah ditetapkan karena kena potongan 20%
jadi……….yang tergoda ini alamat aku *penggoda80@yahoo.co.id*
-salam-
muuuuach

52. Faubell - 31 Mei 2008 6:14 am

@zal
*bercermin*
Dengan menyebut Asma Allah yang Ar-Rahman dan Ar-Rahim.
Alhamdullillah telah terpapar disini.
Islam (yang dimaksud Bang Zal itu) adalah fitrah bagi seluruh alam, tidak hanya manusia saja. Bumi dan langit juga berIslam (tunduk), tanpa ada keterpaksaan. Bukankah batu2 itu mengelincir saking takutnya kepada Allah, maksudnya jangan keraskan hatimu sehingga seperti batu, nanti tergelincir…..Siapapun yang tidak mengikuti Sunatullah niscaya akan tergelincir…
Namun hanya karena Cinta-Nya dan Maha Sabar-Nya, masih ada kesempatan bagi Human being untuk kembali/taubat. Bertobatlah sebelum disholatkan. Mumpung masih punya kapal atau dokar berujud tubuh ini, berdayakan dan kendalikan kuda2 itu dan gunakan “Lampu TL” itu yang menerangi manakala dalam kegelapan, bersimpuh di Baitullah untuk menampung hidayah-Nya demi penyempurnaan jiwa.

*Extase*
*Nangis*

Ya Allah senantiasa Ilhamilah diriku dengan rasa syukur terhadap rezeki yang telah engkau anugerahkan kepada diriku dan kedua orang tuaku……..

Semoga Allah senantiasa mengalirkan rahmat-Nya kepada bang Zal dan kita semua.
Salam.
*Ambil wudlu*

53. zal - 31 Mei 2008 10:05 am

::faubell, kamu menerjemahkannya, dengan sangat sempurna, dan keindahannya melampaui postingan ini…
percayalah, jika ada bahtera yang datang membawa keperluan manusia, niscaya manusia itu akan terpenuhi kebutuhannya…, iini ayat menimbulkan isak tangis Nabiullah Muhammad SAW, sampai bilal menjemputnya…
terima kasih ya… untuk terjemahan indah ini…

54. Faubell - 1 Juni 2008 7:37 am

@zal
*sudah ndlosor ndak munduk2 lagi*
Kesempurnaan milik Allah, segala puja & puji hanya kepunyaan Allah.
Percaya Bang..
Ngomong2, ada nggak buku yang menjelaskan urutan turunnya ayat2
kitab Al Qur’an itu bang?
terima kasih kembali..

55. zal - 1 Juni 2008 10:06 am

::wadow…bagaimana menjelaskan urutan jika ianya acak, gimana ngerangkuminya, padahal dari satu ayat saja hanya sebahagian, bagimana pula menjelaskannya, jika dari satu kata saja hanya satu huruf, …satu hurufpun menghilang dalam kefahaman….
namun sepertinya, dalam penyampaian kepada tiap-tiap, selalu al a’la, saya belum tahu tentang annass…kayaknya belum jadi nich cetakannya .., jadi annass belum disebutin..entah kapanlah itu…

56. Faubell - 1 Juni 2008 6:27 pm

@zal
Maksud saya yang diturunkan kepada Nabi Muhammad saw yg +/- 23 th itu Bang. Urutan dari Iqra…sampai yg di Al Maidah itu lho…yang ada asbabun nuzulnya gitu….
-salam-

57. zal - 3 Juni 2008 7:25 am

::oooh, kalau itu kayaknya tafsir Ibnu Katsir, cukup lengkap, namun jika sengang dengan gaya bahasa bebas, Al-Azharnya Buya Hamka, lebih saya rekomendasikan…..he..he..he

58. Faubell - 4 Juni 2008 2:28 am

Thank’s bang Zal.
-salam-

59. penggoda80 - 5 Juni 2008 7:29 pm

sebelum ambil wudlu fahami dulu….tentang kaidah2nya:
> syarat syahnya air utk wudlu
>fahami segala aktivitas rukun wudlu
>tujuan dari pada melakukan syariat/ aktivitas wudlu.
demikianlah
-salam-

60. zal - 6 Juni 2008 9:23 am

::faubell, sama-sama, terima kasih untuk berbaginya…

::penggoda80, yah…saya fahami, saya bukanlah hujan, air yang mengalir, air mata air, atau air yg lebih dari2 qula, namun bukan airnya yg mensucikan, kadar yg mensucikanlah yg mensucikan,

ya, segalanya ada kedudukannya, ada tujuannya, namun sungguh saya tidak dalam konteks mendudukkan, atau membuat tujuan, yang melihat, untuknya pengelihatan itu, yang mendengar untuknya pendengaran, yang memahami untuknya kefahaman itu, bukan dari tulisan ini datangnya, namun dari kadar yang mendudukkan, dan pemilik tujuan yang menempatkannya…

salam.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: