jump to navigation

Nanar… 2 Maret 2008 12:59 am

Posted by zal in Yang dialamikan.
trackback

Bercermin ku malam ini…
Menatap dua bola mataku ….
Lama kutatap tak berkedip…
Masih terlihat diriku yang congkak nan pongah…

Bercermin ku malam ini….
Menatap dua bola mataku ….
Lama kutatap tak berkedip…
Kali ini senyum mengulas dibibir…

Ajaib…
Kali pertama…
terpandangku ribuan wajah menampilkan diri…
seolah ku adalah perkampungan dari ribuan orang…
yang menampil muda dan tua, ganteng dan jelek…
duhai siapa aku….

Kali kedua…
terpandangku…rupaku berubah putih berbercak…
terus berubah, memutih dan bercak semakin hilang…
terpampang tampan rupawan putih cemerlang…

Kali ketiga…
hiks…hiks…kutak tahan menahan perih mataku..tuk menangis….
Duhai.. apa kiranya yang tertatap hingga menangis mata ini….
Apa hanya perih lama tak terkatup…
Apa yang dahulu…apa yang kini…

Selanjutnya…selanjutnya…
Ku tak tau siapa dibalik rupa itu…
Selalu tak tau…sebab nanar tatapku..

Komentar»

1. danalingga - 2 Maret 2008 4:05 am

Ku tatap mataku terus-menerus
Ku lihat sosok asing muncul di situ
Terus menerus, tanpa henti
Dan tidak kulihat mataku.

2. Arwa - 2 Maret 2008 12:30 pm

Ada rupa dibalik segala rupa. Buat apa mempertahankan segala bentuk rupa

3. zal - 2 Maret 2008 6:01 pm

::dana & arwa :
kulihat dana & arwa ada diperkampunganku dan aku berada diperkampungan mereka…lalu tak ada lagi kami yang ada hanya AKU…

4. joyo - 2 Maret 2008 7:42 pm

walah tiap mampir kesini saya kok jadi hilang ingatan,
eh em, hallo… siapa saya? kamukah saya?

5. Santri Gundhul - 2 Maret 2008 7:44 pm

AKU…Ingsun SEJATI..
Ia ada di dalam RASA ( wafi sirri ana )
Di dalam Sir ada Aku..
Yah di dalam RASA itulah Aku.
Jika EGO memecah belah kemanusiaan, Ingsun SEJATI menyatukannya.
Ingsun SEJATI menyatukan serpihan-serpihan AKU.
Ingsun SEJATI memegang kendali semua jenis ke-EGO-an.

Yang pertama kau lihat CAHAYA,yang mencorong,
Tapi..kau tak tahu namanya.
Itulah PANCAMAYA
Yang senyata-nyatanya ada di dalam HATI,
Mengatur badan manusia,
PANCAMAYA itu juga dinamakan MUKASYAFAH…
Menuntun manusia pada sifat-sifat asal yang MULIA,
Yaitu sifat asal manusia..

Nggelesod….sama-sama merenungi

6. perempuannya - 2 Maret 2008 9:14 pm

pertanyaan tentang diri…….
sangat manusiawi….

7. zal - 2 Maret 2008 10:20 pm

::Joyo, he..he…aku, kamu adalah syurga yang nyata…, dalam hidup dalam kenyataan…, eh ini lagu Dewa19 yak…😆

::Santri Gundhul, pancaran cahaya pelita/ceruk :An-Nuur 35, yg membuat Malaikat sujud kepada Adam…

::Perempuannya, ya…pertanyaan Mulan (tokoh kartun)..who I’am inside…

8. wisnuharjantho - 2 Maret 2008 10:34 pm

kalo ngaca sambil matanya melek yang keliatan wujud fisiknya,
kalo fisik manusia itu sebenarnya hanya mayat2 yang berjalan kata si lemah abang.

Mas Zal abis baca2 buku jadi pengen tahu selengkapnya apa yang tersurat dan tersirat mengenai tingkatan2 dari : Syariat, Tarekat, Ma’rifat dan Hakekat (Ini yang tertinggi kan), bisa buat posting mengenai hal ini gak ? atau bisa jawab secara pribadi ke wisnu_harjantho@yahoo.com (biar lebih enak tanya dan jawabnya)

Terima kasih banyak
wassalamu’alaikum

9. zal - 3 Maret 2008 12:00 am

::Mas Wisnu, sebenarnya kepada saya, tidak banyak refferensi buku yg saya baca, mulanya hanya cerita dari teman-teman saya, yang terus terang tidak dapat saya terima dari sisi pengetahuan yg ada pada saya, setelah saya mutasi dari jawa Ke Sumatera, ada kurang lebih 5 tahun setelah itu (bahkan saya sudah melupakan cerita-cerita tersebut) tetangga sebelah rumah saya menitipkan 2 bh buku, kumpulan nasihat Abd Kadir Al Djaelani dan kisah Al-Alawi, dari kedua buku ini, akhirnya cerita teman-teman saya tersambung kembali, ditambah apa yg saya alami secara pribadi dalam masa itu, membangun rasa penasaran saya…itulah yg dibangunkan ke saya yg menimbulkan tekad “saya harus menemukanNYA”…
saya tidak memiliki cara khusus, yg saya lakukan normal saja, memanjangkan masa muhasyabah setelah tahajjud, berpuasa hampir setiap hari.., dan merinduNYA sepenjang hari…
Lalu Beliau mempertemukan saya dengan orang-orang yg belum saya kenal sebelumnya, segala hal cerita dan cara saya lakukan saja, no reverse “tekad yg ada hanya “saya harus ketemu””, bahkan stress aqidah sudah saya masuki namun saya dibuat tidak peduli, apakah saya harus gila atau apapun…, tak banyak kisah pertemuan, hanya 1 atau 2 kali bertemu , bahkan kata “sesat” pun tak lagi menjadi takaran bagi saya, cerita-cerita orang tadi bukan pedoman saya, namun terus terang Al Qur’an dan Hadistlah yg mungkin pernah saya baca, yg tergambar di saya jika dipertemukan akan sesuatu…, dari situ saya di taukan bahwa jalan tiap kita disediakan…terserah mau digunakan apa tidak, dan Penuntun perjalanan juga sudah disiapkan…

Mengenai Syariat, tharikat, Ma’rifat dan Hakikat bagi saya adalah satu kesatuan, sebab segala sesuatunya wajib ada, jika salah satu tidak ada maka hanya kekosongan belaka…, sehingga fikiran akan dipermainkan oleh fikiran itu sendiri….
kefahaman saya :
syariat segala apapun tindak-tanduk yg ada harus dilakukan dengan konsep “benar”, “ikhlas”, “sabar” dan “sungguh-sungguh”
Tharikat “semua hal syariat adalah menuju/ tertuju kepada Allah semata.
Ma’rifat memandang dan atau dipandangkan akan segala sesuatu tentang Allah.
Hakikat Terfahamkan akan segala sesuatu yang terpandangkan .
sehingga tinggi dan rendah berada pada Allah semata…..

sebenarnya yang dari Allah tiada yang tertutup, kecuali kitalah yang tidak membuka selebar-lebarnya pintu masuknya,
ngotot dengan salah-benar, yang hanya pada Allah pengetahuan pastinya. takut akan segala sesuatu, yang hanya Allahlah penciptanya dan tempat kembalinya…
meskipun hanya yg mencari yang ditemukan, namun pencarilah yang mencari…

10. qzink666 - 3 Maret 2008 5:37 am

Kenapa kau tampar aku sedemikian rupa dengan tulisanmu ini hah??
Ah, mungkinkah saatnya buruk rupa cermin di belah..😀

11. zal - 3 Maret 2008 5:58 am

::he..he..rupamu sudah sangat rupawan, cerminnyapun sudah malu menatapmu…:mrgreen:

12. stey - 3 Maret 2008 6:42 pm

Kadang kita ga mengenal diri sendiri..

13. wisnuharjantho - 3 Maret 2008 10:33 pm

terima kasih banyak mas Zal atas pencerahannya….

14. jiki - 4 Maret 2008 3:21 am

dari situ saya di taukan bahwa jalan tiap kita disediakan…terserah mau digunakan apa tidak, dan Penuntun perjalanan juga sudah disiapkan…

meskipun hanya yg mencari yang ditemukan, namun pencarilah yang mencari…
======================

entah kenapa, sering kali seorang pencari amatir yang berjalan meraba-raba -betapa penglihatan hanyalah kiasan yang disampirkan , serupa dengan naungan dan air dingin yang diimpikan kaum fakir- menemukan bahwa dirinya berputar-putar.
Cahaya tawajjuh ada di sana tapi tak tergapai rasanya
dan hari pun dihabiskan dengan menjaga harapan agar tak redup -tak sempat melangkah lagi-

seperti daun yang menguning dan melayu, betapa kutakut perpisahan lebih dulu menyambut sebelum kutemukan apa yang kucari.

15. zal - 4 Maret 2008 4:53 am

::stey, “siapa yg mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya”..

::Mas Wisnu, cerah itu karena Allah, sebab hanya pada Allah taqwil tiap-tiap sesuatu, bukan karena Zal, perhatikan fikiran kita, baik belum tentu benar…

::may, emang ada pencari profesional…😆 quantum lap… sudah ditangan..cuma yang percaya yang dipercayai…
kau hancurkan hatiku, hancurkan lagi..kau hancurkan hatiku tuk melihatmu…, jika tak ada takut, lepas merindu, jika tak ada rindu apalah arti pertemuan…

16. wisnuharjantho - 4 Maret 2008 5:42 pm

oh ya pasti itu dari Alloh dong mas Zal, walah mesti hati-hati nih kalo nulis….he..he..he

17. wisnuharjantho - 4 Maret 2008 5:46 pm

bener kata mas zal dulu tuh, ternyata aku agak penakut yah..? baru nyadar sekarang ini, tapi awalnya kok berani yah ? apa setelah mendengar “suara” itu ya ? Ku……. ; Ku………..

18. zal - 4 Maret 2008 10:40 pm

::he..he..mas Wisnu, AQ 75:16, yang terfahamkan di saya, agar kita:
tidak buru-buru memutuskan apa itu bacaan dari membaca, membeca dari melihat, membaca dari mendengar, membaca dari penciuman, membaca dari perasaan, apapun itu, endapkanlah lebih dahulu bak air suling yg perlu kita endapkan lebih dahulu sebelum digunakan..
Menurut mas Wisnu, yang mana lebih banyak dapat diinterpretasikan suara apa pandangan yang terpandangkan…??
yang mana lebih luas pengenalannya, mendengar suara (mis bertelepon) dibanding dengan mengenal seseorang secara fisik dan perasaan…(fisik telepon tak akan berguna jika tak ada fisik frequensinya…eh frequensi bukan fisik ya…mungkin tidak..secara bentuk pandangan mata…
dahulu ada diberiNYA seperti itu (suara), oleh karena Allah tahu tentang yang lebih baik bagi saya, lalu digantiNYA…

19. syahbal - 5 Maret 2008 8:23 am

assalamualaikum..
kmaren buta..
skarang kaca..
yg dpt melihat jasad..
y jasad yg akan dipertannyakan..

20. zal - 5 Maret 2008 12:23 pm

::wa’alaikum salam…
he..he…buta memang harus dipertanyakan kan…???, jika Allah sudah mewahyukan demikian maka perlulah memahami maksud, sebab bukankah :zalikalkitabu laaroyba fihii hudallilmuttaqiin..”
cermin adalah sarana untuk kita berkaca, yang dikaca itu adalah gambaran kita, seperti apa tampilan kita, kalau engga cerminan mungkin rambut belum bersisir, warna baju tidak sesuai dengan celana dll…
jasad, mengapa ianya tak berkutik kala tidur, kala lemas datang, kala mati, lalu siapa yang berdaya itu sebenarnya, bukankah bola matanya ada, namun koq tak bisa menatap, apa yang membuat bola mata itu bisa menatap…kan..

21. wisnuharjantho - 5 Maret 2008 5:46 pm

jadi ingat sepenggal arti do’a bangun tidur, kalo tidak salah ” ….Alloh yang telah mengembalikan rohku….” emang pergi ke mana ya ?

22. Santri Gundhul - 5 Maret 2008 8:26 pm

@..Mas Wisnu,
Bukti NYATA…!! bukanlah suatu perkataan, dan ia di dalam perkataan. Bukan pula ILMU dan ia di dalam ILMU. Bukan pula satu MAKRIFAT, tetapi ia di dalam MAKRIFAT.

Bukti NYATA…!! Ialah yang dapat dengannya engkau mengenal DIA. Dan MAKRIFAT itu ialah apa yang dengannya engkau dapat mengenal dalam keGAIBAN-Nya, Makrifat itu juru bicara-Nya untuk bukti-Nya yang nyata
Sedang bukti nyata itu juru bicara BERDIRI-NYA sendiri. Dan DIAM itu ialah HUKUM dari bukti nyata, dan UCAPAN itu hukum-hukum dari MAKRIFAT.

Bukan sebarang orang yang dapat memandang/melihat WAJAH-Nya, tetapi yang melihat itulah yang sungguh-sungguh telah melihat-Nya. Jika engkau melihat-Nya dalam suatu suasana kenikmatan, berarti engkau sudah melihat-Nya.

Halh…halah….nggelambyar….ngelantur…
Ngacir….mbliyat-mbliyut koyo wong MABUK…

23. zal - 5 Maret 2008 11:11 pm

::mas Wisnu, kalau mau tau jawabnya, tahanlah kantuk itu beberapa saat, sampai kantuk itu tak tahan lagi untuk tidur, apa yg dirasakan…
jika bangun tidur, begitu tersentak coba langsung berdiri, apa bedanya dengan setelah beberapa saat normal…,
menjelang tidur jika ada ingatan yg mendalam, Insya Allah aka dirasakan ada sesuatu yg Cuma Allah yg tau…lo koq kita tau…he..he..

::wes..wess pancen gnaro ngalam iki, osi wae rek…, lanek irid kusam, takikah..wes melotok…panjenengan iki ono ndi seh…😆

24. bedh - 8 Maret 2008 1:14 pm

glek,
……..

“siapa yg mengenal dirinya akan mengenal Tuhannya”
merinding baca yang satu ini. jadi buat itukah kita harus bercermin bang zal? tapi bukan berarti Tuhan ada dalam diri kan?

bisa sedikit di jelaskan lagi hubungan antara syariat tarikat makrifat dan hakikat itu dengan sholat?
lalu ada nggak hubungannya dengan menghujah?

25. zal - 8 Maret 2008 11:21 pm

::bedh, bukankah hu..hu..mu sudah mempertemukannya…, tentang cermin bukankah cermin juga kias…, namun dalam sebelum kias ada juga bentuknya mungkin maksudNYA “Agar kamu lebih yakin” kali ya…

he..he…ini langgam melayu…sudah gaharu cendana pula,😆
bukankah letak syariat, thariqat,ma’rifat dan hakikat, pada shalat yang tegak..,maka pertanyakanlah shalat pertama-tama kali…

::hujjah sepertinya sesuatu ketetapan yang berasal dari Allah, dan shalat sendiri adalah aktivitas abduhu dari yg Maha Suci, jadi memang seharusnya related..

26. peyek - 10 Maret 2008 5:27 am

Ajaib…
Kali pertama…
terpandangku ribuan wajah menampilkan diri…
seolah ku adalah perkampungan dari ribuan orang…
yang menampil muda dan tua, ganteng dan jelek…
duhai siapa aku….

berarti.. tinggal memilih!

27. zal - 10 Maret 2008 9:23 am

::iya ya Pak, namun mungkin saya terlalu terpesona sehingga engga memilih, dan membiarkan mengalir begitu saja…

28. indra1082 - 10 Maret 2008 8:17 pm

Buruk rupa Janganlah cermin dipecah…

mudah2an nyambung..hehehehe

29. icozya - 11 Maret 2008 4:05 am

terpesona

30. zal - 13 Maret 2008 10:58 am

::indra1082, nyambung…nyambung…, cuma ini bukan masalah buruk rupa…😆

::icozya, terpesona dengan terpesonanya icozya:mrgreen:

31. daengfattah - 4 Juni 2008 12:23 am

Selanjutnya memandang lilin di ruang gelap. Bagus tuh buat kosentrasi

32. kangBoed - 7 April 2009 9:26 pm

Bergetar seluruh diri
merinding seluruh tubuh
Melemah rasanya kaki ini
Dingin… oh begitu sejuknya

satu dua saat yang lalu….
kucoba dan kucoba terus untuk getarkan sang diri
dalam cinta dan harap yang tulus
kucoba mendaki dan menarik perhatian

dengan modal ketak berdayaan
belajar sabar dan ikhlas
mencoba ridha dan meridhai
dalam nyanyian persembahan syukur

dengan langkah yang terseret dan tersendat
mendaki dalam kelemahan diri
kaki semakin lemah tak mampu untuk melangkah ke depan
sampai akhirnya terjatuh dan terkulai

Tiba tiba sungguh luar biasa
getaran itu menyambutku dan menyegarkanku
datang dan pergi tak pernah kenal waktu
tak lihat keadaan dan tempat

hanya bermodalkan kesadaran yang tersisa
kucoba kuasai dan nikmati semua ini
kadang kuharus terdiam dan terduduk dipojok keramaian
hiiiiiii sungguh indah dan tak terlukiskan dengan kata

ternyata dalam ketak berdayaan yang sangat
dalam kehilangan kemampuan sang diri
hanya itu modal segala modal
untuk maju bersama sama melangkah kedepan

Salam Sayang Kembaranku…….

33. zal - 10 April 2009 1:25 am

::KangBoed, Dingin kakiku menjalar dengan cepat, seolah hendak terbang seluruh isi,
bak soda yang terguncang,
botol yang tersadar dilalui isi hanya menatap dengan diam..
ooii..takut tak terungkapkan,
namun takutpun berubah dengan rasa riang…
lalu datang si pasrah menerima keadaan demi suatu misi…
sayangnya terjadi pada pandangan kedua
seandanya cinta hadir pada pandangan pertama…

KangBoed, ayo tak gonceng numpak motor, wes.meneng wae…melu gerak motor secara diam…🙂

34. kangBoed - 15 April 2009 1:22 am

weleh weleeeeeeh…. bolo kembarku kamana wae nya……. hmmm….. DIAM… HENING…. SUNYI…. SEPI….. waaaah jangan jangan….. jangan jangan….. hmmm…. mBah Gundul…. mBah Gundul…. bantuin niiiih angkatin mBah ZAL pingsaaaaaaaan weleh weleeeeeh dah 5 hari pingsan bisa bisa 40 hari pingsannya… hmmm… kaya sopo yaaaa…
Salam Sayang bolo bolo

35. zal - 17 April 2009 9:46 pm

::weleh-weleh, gak pingsan koq.., hanya sedang Perjalanan Dinas ke Brastagi Sumatera Utara, daerahnya si Danalingga…ada kegiatan Workshop, ya namanya sudah diakui sebagai pegawai tetap, berjalan kesana-kemari sudah dibiayai, hanya membawa badan semata, makan dan minum terhampar dengan nikmat, tak perlu mikir kapan datangnya…
oooh…hhhhh…aauuu…ueenak….maknyus…

36. kangBoed - 18 April 2009 10:19 pm

ooo… jalan jalan kok gak ajak ajak weleh weleeeh…. oleh olehnya mana niiih…. kirain lagi kaya Nabi Mussa hehehe… pingsan melihat ALLAH… hihihi… yayaya…. kirim ya oleh olehnya jangan lupa…
Salam Sayang Mbaaah

37. Irdix - 19 April 2009 4:49 am

ramai..
kubiarkan dan kulihat sekitar..
Aku berdiam saja
melihat transaksi dan kompromi-kompromi..
Kudengar semua tanya-jawab dan basa-basi..
Lalu semua hening karena melihat aku mengamati dan mendengarkan..
Satu-persatu pergi..

Dan aku pun sendiri..

Tanpa andai-andai, pertanyaan-pertanyaan maupun dugaan-dugaan..
Tidak melangkah, berjalan, ataupun berlari..
Tidak bertanya, berkata ataupun menasihati..
Tidak berkedip, menatap ataupun melihat..

Aku cuma mengamati..
Ya.. cuma mengamati..
menga..
mati..
cuma menga..
cuma mati..

———————
Nb:
:: menga(jawa) = terbuka

*terdengar adzan isya’ diluar sana*

38. zal - 20 April 2009 8:39 am

::hik..hik…ya hanya mengamati…tak berbuat meski ada perbuatan…hanya mengamati…

39. Comment on Nanar… « Kang Boed - 26 April 2009 4:36 am

[…] 12:00:03 am on April 7, 2009 | # | 0 Comment on Nanar… […]

40. Misteri Nama KangBoed « KangBoed - 27 April 2009 10:45 am

[…] Nanar… […]

41. KangBoed - 1 Mei 2009 9:23 am

Huuuuuuwwaaaaaaaaaakakakakak…. hmm… muncul lagi aaaaah… kangen niiiih…. sama saudara saudaraaaaku…. huuuuuueeeeeeeek… *sembunyinya dah ketahuan*…. Banyak penampakan manggilin *Narsis Mode ON*….. waaaaaaakakakak… hihihi…. Dunia sepiiiiiii yaaaaa…. Gak ada nyang nemeeenin jogeeeeetan… hehehe… hmm… atau mending ngilaaang lagiiiiiii aaaaahh…. Waaaaaakakakakakakakk…. Dasaaaaar wong ediiiiiiiiaaaaaaaaannnnn…. Hehehe…… Hidup lebih hidup, semakin hidup dan tambah hiduuuuuuuuup…… hahaha…..
Salam Sayang Selalu Saudaraku

zal - 3 Mei 2009 3:02 am

::KangBoed, halah..halah…wes toh lah… awak iki cuma dolenan toh..laopo mutung… sembunyi… mari–mari berjoget bersama…mari..mari berjoget gembira…ayooo kawan semua…

kangBoed - 4 Mei 2009 9:01 am

yayaya….. sampeyan nyang jogeeeet yaaaa… hahaha…. sampai pagiiiiiii tariiiiiiiiiiiiiik mang…. tuh mBah gundul datang datang daaaah ON…. huuuwaaaaaaaakaakakakak…
Salam Sayang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: