jump to navigation

Buta…???, buta apaan…. 19 Februari 2008 5:50 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Jika ditanyakan kepada kita, apa makna kata “buta” bagi kita…, kira-kira jawaban akan beragam, namun yang terbanyak akan menjawab “mata yang tidak dapat melihat..”, sampai disini, jawaban ini benar enggak sih..???, …saya kirapun jawaban akan beragam… namun mungkin jika pandangan mata kearah orang buta (tuna netra) maka akan menjawab, “ya benarlah…lihat saja matanya kan memang tidak melihat…, sampai disinipun argumennya benar sebab, memang ada bukti yang terlihat, berbedanya orang melihat dengan orang buta….Jikapun kita lanjutkan argumen kita, mengenai “buta” ini dengan mengapa Tuhan menciptakan orang buta, bisa jadi jawaban seperti : itu “karma” sebab orang tuanya…bla..bla…, atau “itu “rahasia” Tuhan siapa tahu kalau dia melihat maka akan berbuat yang tidak baik…, sampai disini, adakah yang salah dari jawaban-jawaban itu…???

Tersadari atau tidak, begitu beragamnya sudut pandang, dan sudut pandang-sudut pandang inipun terimani dalam bentuk komunitas-komunitas, baik yang bernama maupun free line…, yang dimaksudkan bernama ini adalah seperti : keagamaan, mazhab-mazhab, kepartaian dll.
Yang free lline, bisa jadi mereka tidak mengikuti secara aktif, namun memiliki kecondongan pembenaran salah satu sudut pandang, dan sebagian kecil bahkan sangat kecil, akan melihat dengan sudut pandang mendekati titik nol, ..(bukan kilometr nol nya Aceh Nagroe Darussalam..😆 )
Pandangan titik nol, mungkin merupakan pemuncak pandangan, dimana titik pandang terhadap kebenaran hampir-hampir mendekati kebenaran mutlaq, lho koq hampir-hampir…, berarti engga ada yang mencapai pandangan kebenaran secara sempurna dunk.. ???
Yupe…, sepanjang manusia masih berdiri dengan jasadnya, maka tetap tidak mencapai kesempurnaan, sebab ada nafs, yang menggayuti, sepersekian persen ada keinginan yang menyertainya. , ini menurut kefahaman saya, bagaimana menurutmu…???..juga silahken…

Rasulullah SAW pernah berkata “kepadaku telah dihamparkan bumi ini, hampir-hampir aku melihat timur dan baratnya..”
Bagi yang memandang bahwa maksud kalimat ini adalah benar-benar mungkin bumi itu dihamparkan, dengan terbelahnya bumi jadi beberapa bagian, lalu masing-masing mendatarkan dirinya gunung-gunung tenggelam, sehingga yg ada hanya datar semata…, pasti juga engga ada yang ngelarang…apalagi cuma dikatakan dalam hati…😆

Hampir-hampir…, itulah sudut pandang yang bisa dicapai, itulah “sesunguhnya manusia tidak berilmu, kecuali sedikit….”…sedikit ilmu, dan sedikit sekali yang memperolehnya, padahal yang tersedia amatlah banyak…

Kembali cerita tentang “buta…buta apaan…”, sudut pandang adalah salah satu bentuk pengelihatan, “bukan mata dikepalamu itu yang buta, namun matahatimulah yang buta”, semakin manusia menemukan Keluasan, maka manusia akan terus berjalan menuju Kemahaluasan. Semakin jauh manusia menemukan titik keluasan maka bisa jadi semakin tidak dapat dimengerti apa yang disampaikannya mengenai kebenaran.
Perumpamaan seperti manusia yang melesat berjalan jauh didepan rombongannya, semakin jauh semakin tak terlihat lagi dan menghilang dari pandangan.

Perubahan sudut pandang akan dapat dirasakan, jika semakin “merasai” “pengalaman” , bisa dilihat dalam bentuk apapun, dari sisi pelajar, sudut pandang anak TK, akan dirasai berbeda setelah anak TK tersebut mengecap pendidikan SD, dst, atau mereka yang sebelumnya tinggal dihutan-hutan pedalaman, mulai menikmati desa, terus ke kota, terus lagi ke metropolitan, terus lagi ke megapolitan…
Kita yang menatap angkasa dari bawah tanpa alat, akan merasai beda jika kita menatap dengan teropng bintang boscha, telescope hubble, apalagi sampai ke luar angakasa langsung…

bukan mata dikepalamu itu yang buta, namun mata hatimulah yang buta”

Apa yang terpandang, memiliki minimal 2 (unsur), unsur materi dan unsur immateri, ini adalah realitas yang ada, melihat gelas, maka ada fungsi gelas yang tak terlihat, melihat kelapa muda ada unsur pemuas dahaga yang tak terlihat…, melihat cewek semok nan aduhai… he..he.. silahken..silahken… apa yang hendak terlihat…glegek… Ada unsur mata kepala, ada unsur mata hati…,

“alkisah seorang buta yang selalu mencaci-maki Rasulullah SAW, dengan penghujatan bahwa Rasulullah pembawa kesesatan, pembawa agama baru yang tidak sesua dengan faham orang quraisy pada umumnya, menyimpang dari faham latta dan adza…( kalau sekarang engga ada orang yang kayak gini… he..he… )” namun Rasulullah dikisahkan selalu menyuapinya, sampai meninggalnya Rasulullah, dan kemudian digantikan oleh Khalifah Umar Bin Khattab,
Aisyah Biti Umar Bin Khattab R.A berkata, jangan engkau menyandang kekhalifahan itu wahai ayahanda sebelum engkau melakukan yang selalu dilakukan Rasulullah,
apa itu yang selalu dilakukan Beliau, (jadi mertua kesopanan banget ya..).. “memberi makan orang buta yang selelu mencaci-makinya yang berada disudut lorong itu..”, ujar Aisyah.
Lalu Umar BK RA pun melakukan hal serupa, mendengar teriakan-teriakan orang buta mengenai dakwaannya kepada Rasulullah, Umar sampai menangis, lalu menyuapi si buta dengan suapan yang diselaputi kejengkelan, ”
Si buta yang merasakan adanya perbedaan dalam menyuapi, berhenti berceloteh, lalu berkata “siapa kau…, kau pasti bukan orang yang sama, dengan yang menyuapi aku sebelum ini, orang yang menyuapiku sebelum ini, selalu menghaluskan makanannya sebelum menyuapiku…”, Umar dengan geram berkata…, orang yang kau maksud itulah orang yang selalu kau caci-maki…dan Beliau sekarang sudah meninggal…, si buta terdiam…entah menangis entah tidak….
Namun bagaimana kisah si buta ini selanjutnya…entahlah…munkinkah terhubung dengan AQ 80, …silahkan simak sendiri…:mrgreen:

“buta…buta apaan…”, jika ingin bertahan dengan argumen seperti ini, silahken..silahken….

Aku menatapmu dalam teduhnya malam
Juga dalam teriknya siang…
Juga dalam gemulainya pucuk bambu,
Dan juga dalam tarian rumput…

GemulaiMU, dalam tarian Alam
Kemanapun, dimanapun, pada apapun…
Tangisku menyurai , kala kabutMU menutupi paras indahMU…
Engkau yang selalu, hancurkan hatiku, hancurkan lagi, hancurkan hatiku tuk melihatMU
Akh…lagu itu…

Komentar»

1. Sawali Tuhusetya - 19 Februari 2008 6:16 am

tak ada yang lebih jujur selain mata hati, mas zal. *halah sok tahu yak* mata kepala seringkali hanya silau oleh hal-hal yang kasat mata, tetapi matahati hampir *loh kok hampir, hehehehe😆 * tak pernah membisikkan naluri2 sesat. matahati yang akan membimbing jalan hiduo manusia ke jalan yang benar dan lurus. Walah, mya,bung ndak yak?
*Bru belajar untuk menajamkan mata hati*

2. abah dedhot - 19 Februari 2008 9:10 am

indera mata & mata hati pun tidak sanggup untuk melihat, mereka hanya… “diperlihatkan”

3. stey - 19 Februari 2008 6:46 pm

Buta?Ga bisa lihat..
Maksudnya ya ga bisa lihat..entah yang buta mata hati ato fisik, tetep aja ga bisa lihat..
tuh kan komen gw ga jelas gini..

4. danalingga - 19 Februari 2008 8:30 pm

maaf, saya masih buta.😦

5. dobelden - 19 Februari 2008 9:46 pm

amat sangat buta terhadap sesuatu yg tidak diketahui😐

6. goop - 19 Februari 2008 11:33 pm

sudut pandang…
terlihat seperti titik benarkah?
karena itu adalah garis…
tunggu..
bukankah itu ruang?
sebenarnya…
itu adalah semesta.
sudut pandang…

7. joyo - 20 Februari 2008 2:03 am

apakah saya buta? bgimana saya tau saya buta, dibutakan, atau tidak?
ah entahlah…😦

8. ulan - 20 Februari 2008 3:03 am

mungkin perlu juga sesekali merasakan jadi buta..

9. zal - 20 Februari 2008 3:53 am

::Pak sawali, ungkapan pak sawali benar, mata hati selalu menyiratkan sesuatu, dan yang paling jelas terutama pada waktu hendak melakukan kebohongan…😆

::he..he..si abah, sang darwis.. bongkar-bongkar, tak terima pasang lagi…😆

::stey, kalau yang ini pasti tulisan saya yang salah, emang penulis keblinger, engga bisa nulis, sok nulis…😆

::yang mana yang buta dan…mata kaki…😆 koq ya namanya mata kaki…paling itu tujuanmu menunjukkan kaki itu ya…, bahwa kaki untuk berjalan, maka suruhlah mata kakimu untuk melihat…, jangan celananya dipotong lantas ditutupi dengan kaus kaki…:mrgreen:

::dobelden, Al Junaid Al Bagdadi pernah menulis “aku tidak takut apa yang tidak kau ketahui, yang kutakutkan apa yang kau ketahui”

::eh paman goop membuat gradiasi…cepat sekali titik edarnya…😆

::hei…Sam Joyo, koq malah membongkar kebenaran, “sekarang aku tak tahu lagi siapa yg berdiri, malakukan segala hal.. “…😆

::ulan…kamu itu bukan buta, tapi butet…, kan..😆 sudah pulang kampung lagi.. mamak nunggu… rindu kali katanya.:mrgreen:

::

10. abah dedhot - 20 Februari 2008 8:59 am

@mas zal
…abis belum lulus / dapet ijazah montir, udah sok tau turun gunung😳
bongkar abis aja lah… masalah pasang me masang kan ada kyai zal… aman:mrgreen:

11. zal - 20 Februari 2008 2:08 pm

::ah siabah, sertifikat sudah ditandatangani kan…dan sudah diterima kan😆

::dibongkarpun belum tentu terbaca, yang tak terbaca memusingkan, jika pusing, maka dikepala ada gasing, gasing berputar mengitar sekitar…, ah si abah bisa aja..:mrgreen:

12. jiki - 21 Februari 2008 12:10 am

hukum relatifitas bang😆
===============
dijawab b zal: dasr buta!!
*pulang dengan langkah gontai*

13. zal - 21 Februari 2008 2:15 pm

::jiki, hukum relativitas “elektromagnetik, bergerak konstant, dan tidak terpengaruh pada gerakan lingkungan”
ada yg bergerak konstant, object, lingkungan : siapa..???
“meeka yg mempehatikan ciptaanKU, berkata, sungguh tidak sia-sialah segala ciptaanMU”, >>yg memperhatikan : siapa. apakah termasuk yg relatif terhadap gerakan konstant tesebut….
fawailulli musholliiin….” >> apa..???, inni wajjahtu wajhia..bacaan kapan..??, “kemanapun engkau memandang…>> wajah seperti apa.., kickers mad in italy>> wajah siapa ..??. italy kan..
Jika hukum relativitas, adalah gugatan pada hukum gravitasi..maka kesalahan pandang garis lengkung…adalah kelalaiankan…
eh bisa jadi kelalaian menyebabkan kebutaan, kanker paru, sinoshitis.. ya…hmmm mana mungkin..😆
tapi ini ecek-eceknya aja…koq😆

14. Arwa - 22 Februari 2008 2:47 pm

‘Engkau yang selalu, hancurkan hatiku, hancurkan lagi, hancurkan hatiku tuk melihatMU
Akh…lagu itu…’

ini liryk lagunya peterpen ya bang… 😆

syarat untuk melihatNya tidak segampang itu rupanya, beda banged jika kepengen ngeliet artis boliwood atau holiwood sekali browsing aja langsung nongol. 😆

dihancurkan lalu dibakar lantas dibersihkan..
dihancurkan lalu dibakar lantas dibersihkan lagi..
begitu seterusnya ya bang zal, sampai jadi satu titik yang tidak bisa dihancurkan dan dimusnahkan lagi 😆

jadi harus siap-siap dengan prosesnya aja kalau gitu mah
sampai satu saat jika dia berkehendak maka akan diperlihatkan
dengan jelas:mrgreen:

15. zal - 23 Februari 2008 12:38 am

:::mrgreen:
katanya manusia syarat, katanya Tuhan keharusan,
katanya Tuhan, “Langit dan bumi tak mampu memikul, manusia sungguh bodoh mau…”

bukannya itu di neraka…??? katanya orang Medan hiii ngeri kali.ah… 😆

banyak kegiatan ya… koq, lama enggak blogwalking..:mrgreen:

16. syahbal - 25 Februari 2008 4:34 am

buta…buta apaan???

17. zal - 25 Februari 2008 4:37 am

::husssyyy…koq judul disebut-sebut, .hei..syahbal, kamu kemana aja…blogmupun engga di update-update..kecuali untuk dagang voucher ya…apa lagi sibuk…😆

18. syahbal - 25 Februari 2008 6:29 am

@zal…

iya…lagi sibuk ama kuliah….IPK hancur lebur…huwh…kumaha atuh….dosen-dosen tak berkeprimanusiaan…boong deng….

dagang….iya…itukan sambilan…mengasah ilmu dagang…biar pengalaman….hahahahaha….tapi gag sukses2…dari dulu segitu-gitu ajah…jalan ditempat….siap grak…hahai…

oh iya…maksudnya buta teh apaan???saia teh kan nanya..makanya tanda tanya nya dibelakang…beda ama judulnya…gtu….

yasinan dulu ah….
*celingak-celinguk nyari yang yasinan*

19. zal - 25 Februari 2008 6:45 am

::wah semoga sukses ya…, semua terasa seperti segitu-segitu aja memang, sebab wadah yang ada “dicukupkan”…tinggal pada kita “fabi ayi alaairabbikuma tukazzibaan”…

::buta, sebagaimana maksudnya saja koq, tidak melihat..”apakah kau tidak melihat”… namun ini bukan menghina siapapun, apa yang terpandang pada kita maka jalankan saja…, tidak ada yang lebih hebat kecuali Allah semata…

terpandangkan, bisa jadi menghasilkan suatu kefahaman bagi dirinya, dengan kefahaman itu dia berjalan dengan ketundukan, semoga memasuki keimanannya…

ya..memang harus yaa siin…, engga usah nyari-nyari kan untuk diri sendiri..😆

20. mezzalena - 25 Februari 2008 11:53 pm

aduhhh …. saya benar 2 belum bisa melihat apa2
hiks… hiks

21. Santri Gundhul - 27 Februari 2008 2:10 am

Untuk bisa melihat, sarana dan prasarananya harus terpasang dengan lengkap yo kang Zal dan aku sepakat dengan Ulan, untuk bisa melihat saya harus menjadi BUTA dahulu. Nah perangkat panca indira masing-masing unsur dari panca elemen memiliki karakteristik yang dapat mempengaruhi serta menarik bagi masing-masing panca indria kita. Sebagai contoh: elemen ether dalam wujudnya sebagaisuara akan dapat mempengaruhi mind melalui indria telinga; elemen udara dalam bentuk sentuhan akan berpengaruh melalui indria kulit; elemen api sebagai wujud/rupa memanipulasi
mind melalui indria mata; elemen air sebagai rasa membelenggu mind melalui kenikmatan di lidah; dan elemen tanah sebagai unsur aroma/wewangian sanggup membuai mind melalui indria hidung. Jadi, terlihat bahwa panca indria kita berinteraksi dengan dunia eksternal sehingga menghasilkan pengalaman senang
atau sedih. Oleh karena manusia masih suka salah mengidentifikasikan dirinya dengan panca indrianya, maka alhasil ia mengalami penderitaan akibat masih terjeratnya dirinya dalam lingkaran kemelekatan. Ia belum menyadari bahwa
dirinya sebenarnya bukanlah badan jasmani maupun panca indrianya itu! Lalu disini akan ketahuan siapakah yang sebenarnya BUTA itu..??. Sang PRIBADI kah atau Sang DIRI…??

Sebenarnya identitas manusia yang sejati adalah Tuhan itu sendiri..!

Nggelesod kecapekan…belum pulih dari sakitnya Badan kasar…
Gondhelan teken..melanjutkan perjalanan menemui sodaraku yg lain

Wassalam

22. zal - 27 Februari 2008 2:35 am

::wa’alaikum salam…mugi-mugi pulih..lih..lih…lih…

sing tak penthilik i jane, total keberagaman, yang berjalan, tak melihat bagaimana jalan masuknya sehingga faham, koq ya mencemes orang-orang yang tak memandang yang dia pandang,

yang tak berjalan, tak melihat dan menimbulkan tanya mengapa dia dimasukkan dan disertakan dalam kumpulan bloger-bloger.. yang bukan wilayah pandangnya..

yang menulis, postingan ini…, koq ya goblog ngga ketulungan…koq ya nulis kaya ginian…wong udah ngerti, memandang, jika tak dipandangkan ya mesti lalainya…koq ya keterusan…:mrgreen:

23. syahbal - 27 Februari 2008 3:50 am

@zal

ohhhh…
kirain buta hati…
kan serem klo buta hati mah….

24. zal - 27 Februari 2008 3:32 pm

::syahbal, sejatinya adanya pandangan pada kita, pada bola mata atau ada sumber lain, atau memeng bola mata itu mampu memandang jika pada saat isinya raga ini tak ada…(sedang jalan-jalan..🙂 )… atau mengapi seperti adanya atraksi merpati putih yg matanya ditutup dengan lapisan kain hitam tebal, namun bisa melihat…, atau mata mana yg memandang suatu dalil pada saat adanya pertanyaan berkaitan dengan suatu masalah yg kita temukan… ??? he…he… kayak iterogerasi ya…😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: