jump to navigation

Untung…tidak semua keinginan terpenuhi… 18 Januari 2008 7:27 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
trackback

Saya dulu sering ngelamun, kalau seandainya saya dapat ini, dapat itu…jadi ini, atau jadi apalah… yang dapat menyenangkan saya, populer dan kaya-raya…dengan gaya tertawa hua..ha…ha..ha…, mungkin itu akan sangat menyenangkan….Nah baru-baru ini fikiran itu menyembul kembali, tapi bukan untuk keinginan tersebut, namun lebih malamunkan gimana ya…kalau segala keinginan terpenuhi apa adanya, sesuai permintaan dari yang kita inginkan…🙄

Mulailah datang film fantasi yang menunjukkan kejadian-kejadian yang mungkin timbul atas pemenuhan keinginan tersebut…

Pertama-tama muncul fantasi dari keinginan bagian tubuh yang mengajukan protes, berkeinginan untuk menjadi bagian badan yang lain….

Tangan kanan, protes !!!, katanya dia terlalu banyak diberi pekerjaan, segala pekerjaan yang berat-berat dia yang harus mengerjakan….kan enakan jadi tangan kiri, enak-enakan enggak banyak difungsikan…

Blep…keinginan terkabul…tiba-tiba fungsi berubah jadi kidal, tangan kanan pada fungsi tangan kiri sebelumnya…, fungsi mode on…

Kegiatanpun mulai dilakukan, sesekali cebok…hmmm Cuma ini…enteng…., ngupil…enteng…, ngegaruk bagian yang dirasakan bagian menjijikkan…enteng juga…, hari pertama…dijalani si tangan kanan yang berubah fungsi menjadi tangan kiri dengan riang gembira…, tangan kiri yang memang engga suka protes nyantai aja dengan fungsi barunya….

Hari kedua…, ada kegiatan bersih-bersih rumah…, ada muntahan kucing, ditambah bangkai tikus sisa dari yang dimakan kucing…yang harus dibersihkan….mulai problem datang…si tangan yang sebelumnya berfungsi tangan kanan mulai merasa jijik, namun karena tubuhnya adalah tubuh yang harus bertanggung jawab atas pekerjaan ini, mau engga mau harus melakukannya…he..he..

Hari ketiga ada lagi kegiatan yang lebih menjijikkan lagi…, tangan tersebut mulai jengah…lho koq giliranku jadi tangan kiri, jadi banyak pekerjaan seperti ini ya…semua diam…tak terdengar jawaban…namun mungkin bagian tubuh yang lain tertawa terpingkal-pingkal…tanpa suara😆

Akhirnya malamnya dia melamun, membayangkan kesialannya,… dan membayangkan juga..besok mesti ada lagi yang lebih menjijikkan…😯

habis tiga hari dalam fungsi ini…selesai yang enteng, berjenjang ke yang lebih berat, besoknya lebih berat lagi…piyuuuh…ternyata jadi tangan kiri itu berat juga…., lalu kesadaarnpun muncul, dengan ksatria dia si tangan kanan yang saat ini berfungsi menjadi tangan kiri mengakui kalau tidak sanggup melakukan fungsi tangan kiri….

Blep…fungsipun beralih kembali kepada asal mula….

Diri, yang berfungsi sebagai operating system (OS) berkata “…he…he…bagaimana pengalamanmu menjalani fungsi, yang bukan menjadi haq bagianmu…, engga nyaman ya…,😆 lha…kamu yang hanya kelihatan bergerak aja udah protes ini – itu…, padahal akulah yang menjalani itu semua.., rasa jijik yang kamu alami, itu rasa yang ada padaku, dan kurasakan padamu…,

Tangan lalu protes, “kan yang bergerak itu aku …!!! ”

Dijawab oleh diri : “akulah yang menggerakkan.., karena padakulah adanya gerak, kamu bergerak karena aku bergerak, jika aku tidak ada, kamu engga bisa apa-apa…”

Tangan, menjadi bengong… 😦  , terdiam dan tidak bisa berkata-kata lagi….

Lalu terdengar suara yang lain…yang lebih bergema…, keduanya menoleh kearah suara itu… he…he…untung ya..semua sudah pada fungsinya, dan fungsi itu sudah sangat sempurna,
coba kalau kaki protes, dan mau jadi kepala…wuih… lebih berabe lagi…. Semua akan menjadi lebih sulit…berfikir jadi pake dengkul, untuk berjalan harus melibatkan tangan.., belum lagi untuk makan, minum, dan pekerjaan lain….

Hmmm untung engga semua keinginan langsung dikabulkan….terima kasih diriku..kau sudah mengingatkanku…

Rupanya suara itu dari yang melamun…..ohk..ohk…ohk… *maaf… batuk-batuk, …tersedak…:mrgreen: * .

Komentar»

1. danalingga - 18 Januari 2008 8:20 am

Pertamax, walau mahal.😀

2. danalingga - 18 Januari 2008 8:21 am

Jadinya nasib saya yang protes terus ini bagamina zal? Kok belon ada suara yang ketawa sambil ngasih tahu nih.

*nyari nyari suara*

3. zal - 18 Januari 2008 8:54 am

::melamun dulu…habis itu ngakak sendiri…nah kan ada yang ketawa…:mrgreen:

4. joyo - 18 Januari 2008 9:07 am

*melonggo dan kagum*
hmmmm, lamunan2 dualem gini biasanya terjadi diruang2 yg sempit, dingin, lembab namun melegakan, tempat yg mengubah ‘derita’ menjadi ‘nikmat’, yg mana sebenarnya kduanya adalah kesatuan dari yg berpikir.
*ah ngomong apa to aku, ngeloyor ke ruang tsb*

5. sitijenang - 18 Januari 2008 9:26 am

nyindir lagi nih… lha kalo ngelamun doang kan gak jadi tulisan dong:mrgreen:

6. sitijenang - 18 Januari 2008 10:34 am

weeiii… jawaban saya udah kepenggal juga tuh.. muahahaha:mrgreen:

7. Arwa - 18 Januari 2008 1:21 pm

Ternyata hobi kita sama Zal, pelamun kelas berat.
tapi yang paling sial sih kalau hobi/penyakit itu kambuh pas di tengah keramaian jadi berasa kayak orang gila beneran.
Karena alasan itu aku harus meluangkan waktu dan tempat yang khusus untuk penyaluran hobiku itu supaya orang-orang nggak nuduh yang bukan-bukan padaku.
wuhiihiiii….

8. zal - 18 Januari 2008 8:36 pm

::joyo, buenar….pasti tempat yang itu..kan…biar baunya agak nggak sedap…tapi engga tau ya…koq rasanya…😆

::weits…awalnya duduk diam..bergeraknya ke…, awalnya ngelamun bergeraknya ke…:mrgreen:

::iya nih arwa, entah bagaimana dari kecil kayaknya sudah pelamun,
ada dua keadaan melamun yg dialamikan ke aku :
1. Sewaktu di Bandung, aku selalu jalan naik angkot, nah diangkot juga tempat ngelamunku, pernah sekali sadarnya karena orang yg didepanku mengatakan kepada teman disebelahnya, “lihat tatapan matanya kosong”
2. Dulu waktu kerja di Jatim, kerja nyambil kuliah, jarak dari kotaku ke kampus 37 km an, itu kulalui dengan naik motor sendirian, disinilah kukenali ada alam bawah sadar, dan ABS itu bekerja, sebab hampir sepanjang jalan aku melamun.
itulah rezekiku..😆

9. Ram-Ram Muhammad - 18 Januari 2008 9:07 pm

manusia pengennya serba mudah. Gak mau repot, ribet, kalau bisa ya serba sim-salabim.

Sama seperti dalam berdoa. Tuhan akan mengabulkan apa yang kia butuhkan, bukan apa yang kita inginkan. Bayangkan kalau semua apa yang inginkan manusia dikabulkan, bisa hancur-hancura dunia ini. Ada terpidana mati yang berdoa agar waktu selamanya siang, karena ia akan ditembak pada waku malam hari. tapi ada penganin baru yang berdoa agar waktu berjalan cepat supaya cepat malam. Halah, kalau doa dua orang ini dikabulkan oleh Tuhan… yang kasihan matahari sama bulan…:mrgreen:

10. maxbreaker - 18 Januari 2008 9:46 pm

Kalau saya nih, tiap yg saya lamunin n bayangkan mlh gax prnah trjadi,knp y?
Lam kenal bro…

11. zal - 18 Januari 2008 10:20 pm

::benar juga ya.Pak Ram-Ram Muhammad,😆 sefahamnya saya…yang terjadi manusia malah merepotkan dirinya dengan tidak mau repotnya itu, jika manusia duduk, pada keadaan-keadaan yg ada pada saatnya, dan melakukan/ menerima saja keadaan yg ada manusia akan mengenal yg namanya kemudahan, inilah salah satu manfaat “innama’al usri yusran, fainnama’al usri yusraan”,
“jika Rasul itu memenuhi semua keinginanmu maka akan kamu dalam kesulitan” (terjemahan bebas AQ,), kira-kira begitu kali ya Pak Kyai…😆

::maxbreaker, bukankah kalau seperti itu pernyataannya, kamu memasuki doa pemenuhan keinginan… , kalau apa yang dialamikan ke saya, saya menstate satu pertanyaan..nah ini yg saya endapkan…terserah pada yg menjawab…apakah saat itu atau entah kapan, biasanya sih… tepat pada waktuNYA… salam kenal juga bro, makasih sudah bersedia berbagi…😆

12. brainstorm - 18 Januari 2008 11:15 pm

*geleng geleng*

si bengak yang betul2 bengak..

mungkin itu fitrahnya manusia kali zal.. selalu pengen lebih, yah kalo nerima2 aja ntar kalah dong malaekat?? 😆

13. zal - 19 Januari 2008 1:31 am

::brainstorm, fitrah manusia, diberi kelebihan memang, dan seharusnya melampaui malaikat, karena pada titik penyempurnaan “ditiupkan ruhKU” dan sebab itulah Allah memerintahkan Malaikat sujud kepada Adam…, kesadaran pada qadha dan qhadarnya Allah, akan menjadi sesuatu titik penting dalam penyempurnaan manusia….

14. hadi arr - 19 Januari 2008 8:13 am

suatu hari seorang karyawan memandangi pekerja lapangan, hatinya berkata, enakjuga yaa kalau bekerja dilapangan tidak terkungkung oleh tembok dan kaca tebal yang membatasi gerak. Sementara si pekerja lapangan tadi justru pernah merasa iri melihat sang karyawan duduk menulis diruang dingin yang ber AC tak tersengat Matahari. Seperti itulah manusia yang tidak bisa melihat secara utuh dirinya sendiri. Jadi rasa syukur adalah kuncinya. (kayanya begitu)

15. zal - 19 Januari 2008 9:56 pm

::Insya Allah seperti itu pak hadi, rasa syukur seringkali hanya ucapan, bukan tindakan, padahal yang hendak dilihat apa yang dibalik dada itu….

16. perempuannya - 23 Januari 2008 9:50 pm

Heeee, lagi berimajinasi juga neh🙂
Imajinasi yang mendatangkan kesadaran diri lewat anggota tubuh, hehee. Imajinasi kali ini bermanfaat juga ya ternyata🙂

17. sitijenang - 25 Januari 2008 8:00 am

wah kemana nih penunggunya? hiatus, bertapa, apa ketiduran? wakakaka.. *gasssrrruk*:mrgreen:

18. zal - 28 Januari 2008 5:25 am

::perempuannya, benar imajinasi-imajinasian…sekedar yang dibayang-bayangkan saja…, masalah manfaat mbuh…, seringnya ungkapan baik tulisan maupun ucapan lebih mudah ketimbang praktiknya…😦

::sitijenang, iyo eh…aku kelelahan berat…, lupa melepas gandolan..akhirnya keberatan…😆

19. Alexwebmaster - 3 Maret 2009 2:35 am

Hello webmaster
I would like to share with you a link to your site
write me here preonrelt@mail.ru


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: