jump to navigation

PONGAH 17 Januari 2008 5:18 am

Posted by zal in Yang direnungkan, Yang diSajakkan.
trackback

Akulah si pongah
Yang memandang segala hasil dari usahaku…
Akulah si pongah..
Yang memandang apa yang kuperoleh dari jerih payahku…

Akulah si pongah
Yang menelusup pada senyum manis nan pongah…
Yang menyelusup pada perbuatan baik nan pongah….
Yang menyelusup pada tiap perkatan baik nan pongah…

Akulah si pongah Yang tolol namun pongah
Yang mentololkan sibodoh yang pasrah…
Yang mentololkan si bodoh yang ikhlas…
Yang mentololkan si bodoh merasa dirnya tak berbuat apa-apa…

Itulah sipongah, diriku yang tolol…
Yang tak mungkin kuhapus, sebab dia harus menyertaiku…
Jika dihapus diriku berkurang, dan akupun sakit merindu…
Karena yang bodoh yg tersisa, yang menerima apa adanya…

Oh pongahku, kemarilah sayang, dekap aku, peluk aku dengan sayangmu….
Ku tak berasa hidup tanpamu, dan tanpamu rindu cintaku pun pupus…
Oh pongahku, kisahkan lagi kemenangan-demi kemangan…
Agar aku berasa akulah pahlawannya…

Komentar»

1. bedh - 17 Januari 2008 6:16 am

mungkin ibarat mata koin gitu yah maksudnya? atau saling memaknai satu sama lain?
jadi tak ada yang baik kalau tak ada yang jelek. tak ada yang
positif kalau tak ada yang negatif.
pongah itu kalau dalam islam itu sama anggak dengan sombong om zal?

2. zal - 17 Januari 2008 6:26 am

::bedh, aku cuma merasa, diriku ibarat kotak wayang, dan keadaanku adalah panggungnya…
kayaknya emang pongah=sombong…,
eh pongah itu bukan bahasa indonesia ya… koq aku bisa nulis itu yak..😆

3. sitijenang - 17 Januari 2008 6:40 am

pongah bahasa Indonesia juga ah… agk pernah denger hadits apa ayat lafalnya pake kata pongah. memang kita semua kadang pongah, tapi dengan menyadari kepongahan, kita bisa kembali kepada kayak kisah sufi yang ketemu makhluk jelek, gak tahunya hawanya sendiri.🙂

4. zal - 17 Januari 2008 6:44 am

::heh sitijenang, panjenengan ngelek-ngelekno aku ya…😆

5. sitijenang - 17 Januari 2008 7:07 am

laaah… he he he… situ sing nyindir daku…😀 btw, kok komentar saya kayak kepotong gitu… padahal tadi lengkap dengan ketatabahasaan.

6. joyo - 17 Januari 2008 9:23 am

si bengak yg pongah,
lengkap sudah

7. abah dedhot - 17 Januari 2008 5:01 pm

“kasih” NYA amat sangat melimpah ruah…
bahkan iblispun diliputi oleh NYA….
setiap sudut pengamatan, hanya “kasih” yang diperlihatkan NYA.

Edun euy…

Tapi,
“Agar aku berasa akulah pahlawannya…”
Biarlah… “eling”,
perasaan tetaplah sebagai perasaan…

salam

8. zal - 17 Januari 2008 10:14 pm

::sitijenang, mosok sih… lha yo gak ngerti aku🙄
“padahal tadi lengkap dengan ketatabahasaan..”
hmm makane…mungkin si pongah ora mudeng…langsung kepotong…lha iya toh wong jenenge pongah koh…:mrgreen:

::Joyo..yo..yo..yo…lengkuaap gobloke…😆

::Abah, iya ya Bah, semua disatukan dalam genggaman:
“semua beriman tida menambah, semua sesat tiada berkurang”

9. perempuan - 18 Januari 2008 1:28 am

yah udah bagus…. sudah punya kesadaran akan kpongahan diri🙂
nanti bisa menghantarkan kembali ke titik kesadaran untuk tidak pongah.
Bahaya lho sering-sering dan berlama-lama dalam kepongahan *halah*

10. sitijenang - 18 Januari 2008 2:38 am

wah iya nih… dipenggal… kayak siti jenar aja…:mrgreen:

11. danalingga - 18 Januari 2008 4:11 am

saya juga pongah nih zal.

12. qzink666 - 18 Januari 2008 4:19 am

Pongah..
Sepertinya puisi ini menuding saya sekali..
*introspeksi mode: ON*

13. zal - 18 Januari 2008 5:19 am

::he…he…iya..ya mbak, sekarang saya sadar menggunakan kepongahan…, kalau tidak ada dia, saya menjadi lembaran daging yang berlipat lemas tak berdaya, kepongahanku pun sadar berkolaborasi denganku, sebab dipun perlu ditampilin untuk kesempatannya…, semua harus berkolaborasi dan saling memberi manfaat… emang diriku negara, benua, dunia kali ya… halah juga..😆

::sitijenang…ow..ow…mboten koq mas, kulo mboten menggal nopo-nopo… nopene sing terpenggal… weleh-weleh ono sing ora nggenah…iki, tapi pancen biasane..rahasiane ono sing diizinkan metu, enek siang ditululis kanggo awake dewe…, dadi mungkin bagian sing berizin terposting bagian awake yo cukup nang awake dewe… maybe..😆

::namanya berusaha koq dan, dari sebab dirasa akibat…meskipun tanpa sebab pasti ada akibat, tapi kan engga seru, engga surprise kayaknya…😆

::engga..engga koq qzink…sumpah..suuummpah…😥 engga percaya ya… ;( *nyembah-nyembah* lalu berdiri *tendang qzink ke bandung…* biar segera nambah manfaat tidak cuma buat pipis…:mrgreen:

14. brainstorm - 18 Januari 2008 5:23 am

kalo kata orang.. kalo ga pongah susah idup dijakarta :mrgreen:

15. sitijenang - 18 Januari 2008 5:52 am

lha maksud saya juga begitu… mata saya liatnya udah lengkap, tapi ternyata tangan saya kok bisa menggal kata juga… he he he

16. zal - 18 Januari 2008 7:30 am

::brainstorm…, mungkin itulah maksud dari puisi ini :mrgreen:

::sitijenang,😆

17. Arwa - 18 Januari 2008 1:07 pm

Jika hanya ada ‘aku’ maka ‘AKU’ tiada
jika memang benar hanya ada ‘AKU’ maka ‘aku’ akan sirna binasa.

Siapa ‘aku’…?
Siapa ‘AKU’…?

setiap orang pernah bahkan sering terjebak oleh bayangannya sendiri. Obatnya kesadaran, terapinya saling mengingatkan.

aku=sahaya=abdi=kawulo=budak=dll

Jadilah ‘aku’ yang tau diri dihadapan majikan/tuan/rajanya.

lalu siapa dan dimana ‘AKU’ yang ini…?

*wuih masih misteri kali*

BTW muantaap pisan puisina euy…

18. Arwa - 18 Januari 2008 2:37 pm

@ abah dedhot
abah teh kawitna timana bah..?
ulah nyumput dinu caang bah.
silau euy….!

19. kangBoed - 24 April 2009 6:58 am

Siapakah sejatinya diri kita ini… yayaya… selalu mengaku ngaku bisa ini bisa itu ngerti ini ngerti itu… weleh weleeeeeh yayaya selama kerjanya masih mengaku ngaku masih merasa rasa sungguh zalimnya sang diri ini…. inilah syariatku… inilah amal ibadahku… inilah ilmuku… inilah wah pokoknya semua aku aku aku yayaya aku akuan terus ciloko maaan…
hihihihi… ayat menuliskan… yayaya saya ambil dibukunya si Mbaaah hmmmm….

“Maka Nikmat TUHAN kamu yang manakah yang kamu dustakan?”….

“Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti kami akan menambah (nikmat) kepadamu, dan jika kamu mengingkari (nikmatKU) sesungguhnya azabKU sangat pedih”

hmmmm… apasih nikmat TUHAN itu… ooo ternyata maujudnya meliputi yayaya meliputi seluruh kehidupan ini alam semesta dan isinya sekaligus sang diri ini yayaya diri ini meliputi yang lahir dari ujung kaki sampai ujung kepala dan yang bathin…. oooo ternyata semua yang maujud ini nikmat TUHAN ya??? kalau begitu apa yang di balik yang maujud itu hmmm…. yayaya DIA ya DIAlah dibalik semua ini…. terus kemanakah sang diri ini…. hmmmm… kok gak ada yaaaaa… yayaya aku ternyata tiada meliputi lahir dan bathin… hmmm…. kalau yang di aku aku dan dirasa rasa apa yaaaa…. hihihi… gak ada yaaa cuma bayangan… cuma lamunan… cuma imajinasi dan ilusi saja….
ternyata yang Maujud itu hanyalah ILMU dan yang dibalik yang Maujud itu adalah HIDUP…… yayaya seolah berpasangan dalam satu kesatuan ILMU yang HIDUP dari Yang Maha Hidup dan membuat Hidup bertambah Hidup makin Hidup dan selalu Hidup….. Star Mild Allways kata si mBah Pengembara Jiwa….. hehehehe….
Salam Sayang


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: