jump to navigation

Bertanya…. 20 Desember 2007 12:09 pm

Posted by zal in Yang direnungkan, Yang diSajakkan.
trackback
Banyak bicara lupa mendengar…
Banyak mendengar lupa membaca…
Banyak membaca lupa bertanya…
Banyak bertanya, lupa hubungan…

Tak kah terlihat sekeliling, segala sesuatu terhubung…
Tak kah terlihat masing-masing hubungan menyampai arti..
Tak kah tertiap hubungan arti menyampai makna..
Tak kah terlihat tiap makna menyampai arah…

Jika tak terlihat mengapa bicara…
Jika tak terlihat apa yag  dibaca…
Jika tak terlhat apa yang mau ditanya…
Jika tak terlihat mengapa diam saja… 

Diam.. sudahkah bertanya
Diam ..sudahkan membaca
Diam…sudahkah mendengar
Diam ..sudahkah bicara 

Bicaralah dengan diam
Mendengarlah dengan diam
Membacalah dengan diam
Bertanyalah dengan diam 

Bertanyalah…, meski diam tetap diam…
Bertanyalah…, meski tak berjawab
Bertanyalah…, meski bingung tetap melekat
Bertanyalah…, meski malam makin pekat…

Komentar»

1. sitijenang - 20 Desember 2007 7:19 pm

pembaca pertamax😀

2. zal - 20 Desember 2007 8:17 pm

😆

3. rozenesia - 21 Desember 2007 3:42 am

Apakah mesti tahu kapan harus diam dan kapan harus bicara?😕

4. zal - 21 Desember 2007 9:41 am

::dengen ini kunyataken, “tidak perlu” untuk seorang rozenesia😆
tapi yang kubicarakan rangkaian lho…bukan partial…😆

5. kurtubi - 23 Desember 2007 6:28 am

Banyak bertanya takkan sesat di jalan…🙂
ayolah bertanya terus dan terus.. sampai ajal menimpa kita…

6. zal - 23 Desember 2007 6:45 am

::Pak Kurt::
Musa AS ditegur oleh Chidir AS, sebab terlalu banyak tanya,
“Perlahankan suaramu saat bicara dengan Rasul, jangan seprti bicara dengan temanmu”, sepelan-pelannya bicara adalah bertanya dalam diam, seperti khutbah tanpa judul, yang dibaca sudah tampil dikening maya, tinggal membacakan saja ya kan..😆
::jangan menunggu ajal untuk tahu, sebab ajal adalah batas waktu, kalau sudah ajal, commentnya “kami sudah tahu semua, kembalikan kami maka kami akan melakukan amal sholeh:
“kami tutup cahaya itu, serta merta mereka dalam kegelapan”
api tetap menyala, namun cahaya tertutup, Maha Suci Allah yang menghidupkan dan mematikan lalu menghidupkan kembali” wallahu a’lam


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: