jump to navigation

Kitab Suci itu, memang Suci 11 Desember 2007 7:17 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

“Kitab Suci”  mungkinkah kata ini hanya sebuah “selogan” , yang dengan “slogan” ini  bagi sebagian besar orang amat sangat diyakini “kesuciannya”, namun menyucikannya sangat  harfiah, misalnya ditaruh ditempat tertinggi dari tempat-tempat meletakkan buku atau barang lainnya di rumahnya, atau “harus dalam keadaan berwudhu” untuk menjamah, membawa dan membacanya…

 

AL- Qur’an, yang saya ketahui  “kitab suci” itu, memang demikian penyebutannya yang saya dengar mulai dari saya belajar mengaji juz amma dan berlanjut sampai sekarang dalam berbagai kesempatan

 

Kembali ke persoalan penyebutan sebagai “kitab suci”, dimanakah letak “suci”nya, apakah hanya sebagai ujar-ujar/ penyebutan, sekedar keyakinan karena itu “katanya” Firman Tuhan, atau memang disadarkan pada “letak suci”nya.

Ayo kita coba untuk meninjaunya…. (kayak project ya…😆 )

Ayat pertama yang diwahyukan kepada Rasulullah Muhammad SAW  melalui Malaikat Jibril, adalah Al ‘Alaq yang berarti “segumpal darah”, dengan ayat pertama berbunyi “Iqra’ bismirabbikallazi cholaq” >>bacalah dengan nama Tuhanmu Yang Menciptakan, dimana ceritanya, diwaktu itu Muhammad Bin Abdullah, disuruh untuk membaca, apa sebenarnya yang disuruh baca…???, apakah Malaikat Jibril waktu itu membawa buku, atau ada kertas yang bertulisan, atau ada media lain sebagai sarana tulisan…,

 

Dalam kisah ini, Muhammad Bin Abdullah, digambarkan gemetar ketakutan luar biasa, dan berujar :” saya tidak dapat membaca…”, dipeluk dengan erat beberapa kali setiap usai pelukan disuruh membaca namun lagi-lagi jawaban sama yang keluar….”..saya tidak dapat membaca…”

 

Dari dua keadaan yang dikisahkan ini, sepengetahuan saya, bahwa pendapat yang berkembang adalah, Muhammad Bin Abdullah adalah seorang yang ..buta huruf…!!!😯 ,

 

“Apakah benar Muhammad Bin Abdullah itu buta huruf….???  inilah yang menjadi pertanyaan saya, …. Seorang Muhammad “Buta huruf”..???, Muhammad Bin Abdullah adalah seorang cucu dari saudagar Arab bernama Abdul Muthalib, dan setelah Ayahnya Abdullah meninggal Beliau di asuh oleh Kakeknya tersebut dan selalu dibawa berdagang ke negeri SAM, (saya juga belum mendapat informasi yg jelas, apakah seorang Saudagar Arab, adalah seorang yg miskin sehingga tidak dapat menyekolahkan si kecil Muhammad) padahal selanjutnya, Beliau juga seorang Saudagar dan menikah dengan seorang Saudagar kaya pula, bernama Khadijah… (catatan :sampai menikahnya Beliau dengan Khadijah. Beliau belum diangkat Allah menjadi Rasul..)

Lainnya, Pamannya adalah seorang pemuka Arab bernama Abu Thalib, yang termasuk amat disegani…

jika demikian keadaannya, yang jadi pertanyaan , apakah yang dimaksud dengan tidak dapat membaca disini adala “buta huruf”..????

 

Lalu dimana letak hubungan antara kesucian “Kitab suci” dengan kisah turunnya surah Al-Alaq yang menstate Muhammad SAW “buta huruf” itu…

 

“Sucinya” Al-Qur’an, diterjemahkan dalam proporsi yang menurut saya “amat sangat berlebihan”, sampai-sampai dianya tak tersentuh, bahkan sebutan “suci” nya tak pernah dikaji, bahkan “mengaji” lebih diterjemahkan sebagai “membaca ayat-ayat Al Quran”  ya…membaca tulisan arab yang di Al Quran itu, dari mulai Al Fatihah sampai dengan Annas, dimana selalu dibuka dengan “Bismillahirrahmanirrahim”  yang berarti Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih dan Penyayang” (padahal disinini disebut Asma’ )  dan ditutup dengan Shodoqollohul adziim, “Maha Benar Allah dengan segala Firmannya”…(padahal lebih sering dibaca tanpa dimengerti artinya, apakah mungkin tahu benarnya…???🙄 )

 

Terkait dengan kisah pewahyuan Al-Alaq tersebut dengan “tega”nya saya dahulu menstate Muhammad SAW, sebagai orang yang buta huruf, tanpa pernah menghubungkan Muhammad SAW dengan lingkungannya yang Saudagar (normalnya kalau saudagar itu kaya harta), bahkan Beliau sendiri seorang Saudagar. Hal ketidaktersentuhannya Pokok fikiran demi Pokok fikiran, inilah “mungkin” yang menyebabkan “suci” nya , suci karena memang belum terjamah sama sekali…seperti sebutan “perawan”  terhadap apa saja yang masih belum dijamah/dimasuki… oh nasibmulah Al-Quran…aku prihatin padamu namun ku tak berdaya….

 

Lalu apa sebutan “Kitab Suci” itu salah…???, saat ini saya katakan “tidak salah”, kata “suci” dalam apa yang terfahamkan pada saya, lebih kepada Siapa Yang Meletakkan serta tempat diletakkanNYA “Kalimah” itu kepada yang difahamkanNYA, beginilah kataNYA : 

“kewajiban Kamilah mengumpulkan Al Quran itu didalam dada”,

maka dengan inilah jadinya,

 “Kami jadikan kamu bisa membaca sehingga tidak lupa”

Allah Yang Maha Suci, Yang Mensucikan setiap jiwalah yang menempatkan seseorang menjadi bisa membaca bukan lantaran “buta huruf” atau ” buta mata dikepala itu”, namun sesuatu yang Allah kumpulkan didada itu, dan dengan sebab itu menimbulkan “kebisaan” membaca dan padanya pula menjadi tidak lupa…lalu yang mananya Al-Qur’an sebenarnya Al-Quran itu…, yang mana yang “suci” sebanarnya “suci” itu…, jangan bertanya pada rumput yang bergoyang,…tanyakan pada dirimu sendiri…

 

Adakah sudah dinikmati dinginnya pelukan itu, dinginnya tak terkatakan, bukan berasal dari luar bahkan selimut Khadijah pun tak mampu menghilangkan dinginnya…

 

Sudahkah dirasakan mengalirnya sungai kefahaman itu, yang terbedakan antara tawarnya air sungai dengan asinnya air laut, meskipun dipertemuan sungai dan laut….

 

Sesungguhnya itu adalah kitab yang tiada keraguan padanya, menjadi petunjuk bagi yang bertaqwa…, carilah kesucian dari yang “disimbolkan” dalam wujud tulisan, bukan buku itu yang suci, sebab buku itu hanya 6666 ayat, yang mungkin satu tube tinta Laser Jet L6 akan selesai di print, namun kitab itu…., adalah “untaian” yang tak habis tertulis meskipun samudera menjadi tintanya, dan ditambah tujuh serupa, meskipun habis itu semua, Al Qur’an tak selesai dituliskan

 

Itulah Sang “Kitab Suci”, yang ditempatkan pada tempat yang suci dan tinggi, dan terpandang pada saat “suci”, mengejawantah sebagai hamparan yang Maha Luas, segalanya mengarah kesatu arah…kemanakah arah itu….????  

 

Apakah dapat menetapkan salah dari hal yang Maha Luas, ruang yang tak berbatas, terhubung ke segala penjuru, lempar ke barat kena  timur, lempar ke Utara selatan yang ketiban….

 

Dapatkah terlihat langit, jika mendung merebak tebal…???, bagaimana pula jika mendung menyingkir….???

Komentar»

1. danalingga - 11 Desember 2007 7:45 am

Ini ngomongin kitab yang kata zal suci yang mana nih?😆

2. zal - 11 Desember 2007 7:37 pm

::kitab itu juga dipanggil dengan nama dana …😆

3. rozenesia - 11 Desember 2007 8:45 pm

Wiiwww.. Apakah Kitab Suci itu tidak bisa merakyat (baca: memanusia) sehingga Ia sangat disucikan dan dianggap sangat-sangat sakral di luar manusia?😕

4. zal - 12 Desember 2007 3:02 am

::rozenesia, kamu ketauan, engga baca, aku udah capek-capek ngetik, kamu baca seponggol…bah…😆

5. joyo - 12 Desember 2007 5:48 am

kitab itu adalah…adalah…adalah…kitab suci😆

6. zal - 12 Desember 2007 6:08 am

::joyo…ini sudah keterlaluan…😯 ini sudah membuka rah****…,🙄 *tendangi joyo…*
hmmmh tenang…belum tentu kelihatan…😆 *heh balik ditendang joyo…* salaman …nyengir..:mrgreen:

7. joyo - 12 Desember 2007 6:25 am

Adauw, salaman, Oooo masih dirah****ken to?!
maap2 hapus aja komen saya yg diatas, jadi gak seru deh😀

8. danalingga - 12 Desember 2007 6:33 am

mang joyo buka rahasia apa sih? Kode alamkah?

9. zal - 12 Desember 2007 1:33 pm

::ada kata begini, tempat yang paling aman untuk sembunyi adalah ditempat terbuka, tempat yang paling gelap adalah yang terang benderang…betul engga ya…😆

Nah si dana.., dengan gaya tolehannya, pura-pura nanya…lagi… dasar sinkretisme luh…😆

10. Siti Jenang - 13 Desember 2007 3:06 am

kalau orang yang sering membaca (baca: melafal) quran biasanya berasumsi bahwa mereka termasuk berhati suci, meski tidak terus terang mengakui. soalnya konon hanya hati yang sucilah yang mampu “membacanya”. jadi, begitu ada perintah “bacalah!” mereka mungkin dengan sigap menjawab, “sudah!” he he he…😀

11. zal - 13 Desember 2007 3:21 am

::Siti jenang, kamu itu koq senang didodol…, tapi ya dodol makanan yg dimasak paling lama ya…sehingga engga basi-basi…,
lha benar juga, saking sudah merasa suci hati, maka si “suci” menjadi tetap “suci”… yupe setubuh..😆
iya…ya…
kayaknya kamu buat blog jugalah di wordpress, kayaknya ada model asyiknya gayamu… salam kenal ya…

12. qzink666 - 13 Desember 2007 4:26 am

Kitab suci disebut ‘suci’ karena memang belum benar-benar terjamah manusia..
Jadi, biarkan dia tetap suci..😀

13. Siti Jenang - 13 Desember 2007 5:48 am

he he he…😀 iya nih bikin di blog sebelah kok kayaknya terbatas. arsip cuma harian, mingguan, bulanan. padahal di sini bisa ada kategori. coba ah gua daftar di sini juga. (OOT)

14. kurtubi - 13 Desember 2007 7:59 am

quran mungkin tetap suci, tapi yang membacanya yang kadang tidak “suci”…

15. rozenesia - 13 Desember 2007 8:51 am

Bingung, mbah.😛
Bingung.😐

16. zal - 13 Desember 2007 9:07 am

::qzink666::
Memang kalau yag terfahamkan di saya, AQ adalah Kalimah dari Pemilik Sifat Kalam, Tingginya Kalimah, sampai diposisikan pada Petunjuk bagi yg Taqwa, sedang Posisi Taqwa sendiri, berada diatas posisi Iman, dan Posisi Iman sendiri diatas posisi Aslamah, lha kapan orang-orang berada pada posisi itu, belum ada yg klaim tuh…😆 jadi.., biarkan saja tetap suci ya…😆 ya..ya….

::Siti Jenang::
yg menyulitkan di “sebelah” kalau comment hrs terdaftar sbg client/ google, itu yg kurang asiik…😆

::Pak Kurt::
Jika direnungkan, dalam konteks “agama” jebakan sering terjadi pada konteks “alunan fikiran”, alunan fikiran, sering terjebak pada keadaan dan adat kebiasaan, siapapun pasti mengalami kondisi ini,
seperti AQ, dan orang,
AQ : dikatakan meski ditulis dengan samudera menjadi tinta ditambah 7 serupa tetap tak habis tertulis:
manusia : setelah Kami sempurnakan kejadiannya lalu Kami balut dengan tulang dan daging
jadi sesungguhnya AQ dan manusia sama sucinya, jadi kalau manusianya akan terbacakannya AQ itu karena yang suci hanya mau dengan yang suci pula…. “perempuan baik untuk laki-laki baik, dan sebaliknya “

17. zal - 13 Desember 2007 9:18 am

::rozenesia:
mbahmu iku…😆 tak fikir-fikir kamu itu perkasa amat, ditengah gelombang comment di blogmu, kamu masih sempet nyamperin kemana-mana, belum lagi produktivitas tulisan, kaya antobilang, setiap hari selalu ada yang baru…
thaks ya….sudah nyempetin berkunjung…😆 *jadi haru gini*…*tendang si pengiklan ftv penantian*…hahhh mudah-mudahan orang sudah faham sebelum menonton, dan semua orang sepantasnya berterima kasih pada Tuhannya rozenesia….😆

18. sitijenang - 13 Desember 2007 9:29 am

horee… udah jadi nih😀
btw, di Indonesia ada lho yang namanya daun salam. lha dulu ki ageng Enis suka bawa daun ini. dimakan aja kali ya biar lama-lama jadi aslamah?😀

19. danalingga - 13 Desember 2007 9:33 am

woi jenang, moderasinya di matikan dunk.

numpang oot ya yg suci zal.😆

20. perempuan - 13 Desember 2007 12:09 pm

Kenapa ayat dan suratnya ndak dicantukan?
Qur’an tetap suci, dan akan mensucikan orang yang konsisten dengan itu dengan ajaranNya….

21. zal - 13 Desember 2007 12:17 pm

::perempuan::
karena ada kata Allah :”mereka menghendaki kitab itu terbuka..”
ujar-ujar Rasulullah, AQ itu ada tujuh yg berulang, tapi juga tak disebutkan…

jadi..begitulah Metoda Allah dan Rasulnya, agar manusia mencari petunjuk dari pada AQ
Yang Maha Suci dan Mensucikan itu hanya Allah..kan…😉

22. zal - 13 Desember 2007 12:28 pm

::dan yang suci zal engga ada yang ada zal😆

23. agorsiloku - 15 Desember 2007 6:53 am

Kitab Suci AQ ya suci donk. Suci dan mensucikan (seperti air untuk wudlu saja).
Coba kita pikir dengan kata sebaliknya. Kitab “tidak suci”. Maka kata suci menjelaskan lebih banyak lagi pada kedalaman ketika ketika membandingkan dalam konsepsi “think the opposite”.😀

24. joyo - 15 Desember 2007 7:36 pm

apa itu kitab?
apa itu suci?
ah suci masih terlalu kecil untuk paham😀

25. zal - 16 Desember 2007 1:35 am

::Agorsilaku::
“think the opposite” bisa terlepas jika “dihadapkan mata pada titik yang sama”, itupun jika titik itu sama-sama terpandang tidak sirna…😆
AQ, untuk kata ini saja kita perlu samakan juga, saat ini sms anak-anak remaja untuk nyebutin aku, ya pake aq..,
dari sisi sama-sama kitab juga masih kita persamakan, kitab yang buku (sudah banyak dipersempit dengan menyempitkan maksud Allah dengan memberi tulisan dalam tanda kurung “( )” ) , atau kitab yang pada diri (lauhul mahfuds)..
itu masih berkembang lagi pada yang terpancar disebut kitab yg terhampar yang taqwilnya hanya pada Allah.
Kitab Suci…???, sebenarnya siapa sih yang menstatemennya, di AQ sendiri Allah ngga pernah sebutkan, Rasulullah jelas juga tidak, sebab pada waktu Beliau hidup, wahyu itu belum dikumpulkan, bahkan sebagian hanya ditempatkan sebagai hadist qudsi…,
Yang pasti Air mutlak disebut “suci lagi menyucikan”, dan Allah adalah Yang Maha Suci, dan Allah juga mengatakan “Kamilah Yang Menyucikan”
so..lihat..lihat…fikir..fikir…think, koq ya meripat yg di kerdipkan…akh sdh maripate sipit…😆

::Joyo..::
hooh..dia masih netek ama ibunya…diajak canda aja belum ngeh.. ya tapi lucu…😆

26. sitijenang - 18 Desember 2007 5:11 am

AQ katanya untuk dijadikan petunjuk dalam menjalani kehidupan. lha nabi Muhammad konon juga dianggap AQ berjalan (lauhul mahfuds?). jadi…

btw, kalau air memang mutlak suci, masih perlukah distempel hahal? *halah* he he he…😀

27. kurtubi - 18 Desember 2007 9:20 am

Suci tetap suci di samping itu saudaraku, ia juga mensucikan… shodaqollahul ‘adziim..🙂

28. zal - 19 Desember 2007 3:57 am

::sitijenang::
panjenengan iki karup-karup tah…
AQ petunjuk bagi yg bertaqwa…a specialy…, entah Taqwa itu apa…😆
Nabi Muhammad, AQ berjalan ya.., yg berinitial sitijenang..ya..yg beritial Kurtubi ..ya..”Kamilah yang berkewajiban mengumpulkan Alqur’an didada itu”

Air mutlaq, Zahirnya tidak berarti semua air, minimal dia lebih dari 2 qula, atau mengalir dan atau tidak berbau, air hujan.
Bathinnya ya Yang Suci dan Menyucikan itu…

::Pak Kurt: yupe shodoqollahul ‘adziim inilah yg suci lagi menyucikan🙂 ada suatu article dari Sekh Attahillah RA, Suci faham dan luas ilmu, Insya Allah seperti itulah edarannya…Wallahu a’lam.. hanya Allah Yang Ilmu, lainnya bodoh, tak tahu jika tak diberitahu, “Robbana dzolamna anfusana…”

29. SANTRI GUNDHUL - 10 Januari 2008 10:30 am

Met malem menjelang pagi neh…
Asyik…Bang Zal, hi..sok AKRAB neh..heks..heks..lagi2 ketemu wong NYLENEH di sini…cocok tenan ki..sak selera.

KITAB SUCI…??. Apanya yah yang SUCI…??. Klu SUCI bisa gak teks book Kitab Suci itu merealisasikan ayat Al Hasyir 21…??. Klu bisa Kitab Suci yang mana…?? yang dicetak di Arab dan sekitarnya Timur Tengah, Malaysia, Indonesia atau…semuanya akan TERBAKAR oleh Lahar…??. Lalu yang dimaksud oleh Al Hasyir 21 itu Al Quran yang mana…??.
teks book Kitab Suci yang dibaca banyak orang, yang katanya klu dibaca tiap hari PAHALANYA dapet sak Gunung, tuh kan hanya Ayat-ayat yang berupa TULISAN ( yang tersurat ) saja to bang Zal…??

Bukannya bermaksud MEREMEHKAN loh….teks book Kitab Suci apapun namanya, hanyalah berupa tulisan yang KERING, MATI dan TERBATAS…!!. Gimana supaya Kitab Suci itu bisa HIDUP dan memiliki ENERGI…??. Dibaca secara HARFIAH melulu setiap hari dengan Tartil, Tajwid yang bagus…??. ataukah hanya sekedar dilombakan QIROATIL setiap tahun…?? Bagus dan baik memurut ukuran SIAPA..?? he..he…
Lah saya mulai dari kecil dah membaca kok, tapi yah…tetap saja gak NGERTI isi dan Kandungan di dalamnya kok…?? Tanya..Kenapa…?? lah habis itu kan bahasanya orang Arab ya kan bang Zal…?? BUKAN bahasa Indonesia..mana bisa..mana bisa. Untung saja ada orang yg baik hati menterjemahkannya. Hingga sedikit2 mulai mengetahui arah dan tujuan perintah dan larangan yang ada di dalamnya. Klu gak ada terjemahannya MUNGKINKAH…ada MANFAATNYA bagi kita orang Indonesia…?? masak ya harus belajar ke Arab sono dulu…Capek Dheh..!! yah klu punya DOKU klu kagak…?? Apa yah lantas yang gak NGARTI bahasa Arab nantinya akan dimasukkan NERAKA sama Tuhan…?? di deleb-delebno dalam lumpur Api yang membara…?? hi..hi…
Nah..bang Zal…Dimana letak SUCINYA sebuah teks book Kitab Suci…??. Klu Mas Siti Jenang mengatakan hanya orang-orang yang ber HATI Bersih dan Suci yang bisa mem BACANYA ( ikro’ ). Heks..heks..jadi…?? sebenarnya yang SUCI tuh Kitabnya ato yang MEMBACANYA..??. yang bisa membuat Gunung Takut dan Terpecah belah tuh Kitabnya atau Orang yang membacanya…?? Haiyooooohhh

Untuk berbagi pandangan saya dah tulis tentang QS Al Hasyir 21 di blog saya dengan Judul ” TANYA KENAPA..?? “.

Silahkan mampir jika BERKENAN sambil nyeruput Jamu Beras Kencur racikan arek Malang he..he..

Salam
dari Padepokan Borneo Timur.

30. zal - 10 Januari 2008 11:25 am

::matur sembah nuwun sam, wes mampir nang blog gak jelas iki, ..
wes…wes.. pancen gaya mbling kera ngalam,:mrgreen:
yo..jikalau sebagaimana AL Hasyir 21 itu pada kesemuanya, jelas gak rame toh yo…, dan gak seru,😆

31. joyo - 11 Januari 2008 8:55 am

@santri gundhul
kitab suci itu saya:mrgreen:

32. danalingga - 11 Januari 2008 9:21 am

Wuih makin mantep ini

*membaca joyo*:mrgreen:

33. zal - 11 Januari 2008 10:40 am

::heh..koq kitab suci pada nongolin gigi… ikutan nongolin gigi:mrgreen:

34. jhon - 5 Januari 2010 2:05 pm

Ass wr wb. Mas Zal.., giman kabarnya sampeyan? kok lama tidak muncul di dunia kang auw? kangen nih sama tulisan2nya.
Mas, saya mohon ijin untuk meng-add blog sampeyan ini di blog saya yang baru. Kalau ada waktu, sudilah mampir. Jangan cuma mampir, bawalah sebungkus saran dan 1/2 kg kritik buat saya, karena maklumlah, penulis baru. Oke?
Tks sebelumnya, dan wass wr wb.

35. Triyono Yono - 19 Oktober 2015 10:33 am

kitab suci itu kalam Allah,Yang Suci ya yang berkalam,yang dimampukan masuk ke dalamnya ya tidak ada apa-apanya,selamat berdakwah mbah matursuwun


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: