jump to navigation

Rokok, riwayatmu kini… 27 November 2007 6:05 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
trackback

Ceritera mengenai rokok (yang belakangan ini sepertinya tersudutkan..namun anehnya, malah semakin besar…), bukan sekedar ikutan meneriakkan cerita rokok, atau mencoba bertentang faham dengan mereka yang sudah menulisnya lebih dulu.

 

 

Tulisan ini lebih melihat pada sisi lain, sisi yang lebih membangun keyakinan saya, pada Yang Maha Kuasa, oleh karena itu, sebelum membaca lebih lanjut sebagaimana label pada bungkus rokok sebaiknya kuberi peringatan juga pada tulisan ini, (bak keren juga lha coy…😆 )

Isi peringatan : Tulisan ini, adalah praktikku sendiri, dan tidak dianjurkan untuk ditiru, sebab tidak semua tulisan ini memuat isi benakku yang mengenali detail saat mempraktikkannya, dan akupun engga tahu, sisi mananya yang Tuhan putuskan untuk mengeksepsikannya untukku a specially….

 

 

Aku hanya merupakan seorang dari sekian banyak penkonsumsi rokok, yang kupercayai memiliki motivasi sendiri-sendiri atau alasan sendiri mengapa mengkonsumsinya, bah… rokok kaya agama juga rupanya…,😆 bahkan ada seorang penulis yg kukenal juga sebagai pendakwah, menamainya tuhan 9 cm, yang idenya muncul setelah mengikuti suatu acara dengan para Kyai yang dengan bebasnya mengisap dan menebarkan asap rokok diruangan itu, yang mungkin dalam pemikiriran orang yang tidak menyenangi rokok sangat menggangu…  

 

ho.oh, karena aku merokok, maka kecondonganku pada pertanyaan “apa benar rokok mampu bertindak negative seperti itu…??? “, mungkin karena kecondonganku juga mempertanyakan itu, maka jawabannya juga pada effect itu pula, mungkin juga jika pertanyaanku yang mana yang menyebabkan impontensi, maka jawabannya nyang ini, nyang itu…..he..he

 

Bagaimana caraku bertanya…, begini konco-konco, ..aku buat kopi dulu, dengan tiga sendok makan munjung, ditambah tiga sendok makan datar gula, lalu aku mulai duduk dikursi teras belakan rumahku, ngisap 234, meniupkannya dan dimulailah pergumulan itu…, heh..katanya kau bertanya, kujawab, kau meminta kuberi…lalu mulailah perjalanan berlangsung, semua keadaan dilihat…, bukan orang merokok saja yang dilihat, keadaan-keadaan yang sama lainnyapun dikenalkan…bah..itu rupanya maksudnya….tanyaku…engga ada yang ngejawab…lha iyalah…wong aku sendirian koq…😆

 

 

Mungkin ini sebagai kebiasaanku saja, aku dibiasakan tidak bertanya mengenai hal yang menyelamatkanku, misalnya topic kesehatan, topic mengkayakan, topic mensukseskan, namun lebih sering arah lawannya , misalnya semasa bujang, aku berdinas disalah satu ibukota kabupaten kecil di Jawa Timur, biar di jawa namun fasilitas kotanya bias dikatakan tidak ada, lokasi pasarnya hanya satu lingkaran, yg disebut pecinan, tidak ada traffic light, tidak ada discoteq, tidak ada tempat karaoke, lebih sering disebut kota pensiunan, malam hanya ramai sampai jam 7 saja, selepas itu seperti sudah jauh malam, oleh karena keadaan ini maka bekerja adalah killing time yang sangat manjur, seringnya baru pulang ke kost-kostan setelah pukul 20:00, malah jika ada event tertentu malah engga pulang…,

 

 

nah tibalah masa perkenalan, saya divonis mengalami peradangan lever, maka saya sebagai bujang harus mengalami opname serius, selama 15 hari yang paling tidak nyaman, malam harus berselimutkan es batu, oleh karena suhu badanku selalu meningkat drastis di malam hari, bahkan pada hari ke 13, tanpa rasa kemanusiaan, menaiklah si suhu (bukan dana) melampaui 41 derajat celcius entrah setrip berapa, lalu kukatakan kepada perawat laki-laki yang mengukur suhu tubuhku, agar dokter menyuntikku, lalu katanya wah mana berani dokter menyuntik dengan suhu seperti ini, aku tegaskan, ini aku yang nyuruh…, lalu entah dokter apa yang berani menguji cobanya…(kebetulan dokter yang merawatku juga sebaya denganku tapi sudah specialis penyakit dalam…he..he) sekitar pukul 01 dini hari, keajaiban itupun datang, dengan nekad dia menyuntikku, dapat dibayangkan selama 12 malam hal yang engga pernah kualami terjadi, aku tertidur dengan nyenyaknya, dan keesokan harinya aku sudah bias turun dari tempat tidur, padahal sebelumnya buang air saja dilakukan di tempat tidur….

 

 

 Selepas dari rumah sakit aku harus istirahat total, dan aku menikmati hal ini selama sebulan, setelah itu aku menjadi jenuh, setiap control dokter selalu wanti-wanti agar saya istirahat, tidak boleh bekerja terlalu banyak…, semua orang di kantorku dapat menerima keadaan ini, namun aku engga…!!!, bagiku keterbatasan itu sama saja dengan aku sudah mati…!!!…kalau begitu lebih baik sekalian game saja, jangan nanggung begini, maka pertaruhanpun dimulai…diawali dengan ikutan main tennis, wach engga asyik, keringatnya terlalu sedikit, lalu beralih ikutan badminton, nach ini baru asyik, setiap main, keringatku mengucur membuatku basah kuyub, lalu ikutan main bola kaki, dan menghajar pekerjaan…, meski semua orang melarangku…namun tekadku bulat engga ada yang setengah-setengah…

 

 

Hasil general check up gratisanku membuktikan engga ada tanda-tanda aku pernah mengalami penyakit yang itu, tapi diganti dengan yg agak kerenan cholesterol…bah.. bagaimana mungkin, emang makananku kayak apa…, daftar larangan makanpun ditempelkan pada hasil GC, ngenyek…maka kumakanlah mulai dari yg paling dilarang…, GC berikutnya penyakit yang ntu diganti lagi dengan penyakit orang tua kaya, asam urat…macammana pulak ini, daftar makanan yg engga boleh dimakan coy dari mulai tempe, bayam sampai yang entah kapanpun itu ada…, dapat dipastikan reaksi yg kulakukan, dan pada waktu itu The Lady Juniorku sudah nongol satu, … sekali lagi ini bukan cerita sok jagoku, ini kulakukan agar engga menjadi setengah orang….setengah mayat…

 

 

Waktu itu aku sudah perokok, namun jika jumlah rokok yang kuisap lebih dari 10 batang, maka malam hari, ludahku bercampur kelenjar yg sangat engga enak di kerongkongan…

“Kebersahabatan” dengan rokok, diawali setelah mengalami penyakit baru “pelamun tulen”, tanpa kusadari aku sudah menjadi perokok sejati, dengan dua macam rokok yang pertama keretek tanpa filter bertitle “234” yang lain berfilter bertitle “pro”, nah..tersadarnya saya sudah menjadi perokok berat, melihat temanku mengalami radang tenggorokan, karena kebanyakan merokok katanya…lho..padahal kutahu bahwa aku lebih banyak merokok dibandingin dia, dan Alhamdulillah bahkan kelenjar yang dulu selalu ikutan sekarang sama sekali engga ada, …yang tersimpul padaku hmm Tuhanku senang dengan rokok, Tuhanku..itu, ya…Tuhanku…dan aku engga tahu apakah itu juga Tuhanmu….

 

 

Lalu jalan-jalaku berlanjut, dengan rokok yang menghidupi banyak orang “menghidupi” lho, mulai dari pekerja tembakau, sampai dengan penikmat seni, olah raga, sampai dengan seminar,

Hanya jika ada yang menghidupi maka sesuatu itu hidup…    

Jika membaca rokok, maka garisnya adalah sangat panjang, dengan bertitik tolak bernama daun tembakau, sampai ujung muatannya adalah daun tembakau, mulai dari rokok lintingan dari daun seperti daun nipah sampai dengan cerutu, yg hampir total daun tembakau, dan hasilnya tiap pabrik mempekerjaan sangat banyak orang, iklannya bertabur disepanjang jalan bahkan dengan neon sign malah menjadi penerang jalan yg jelas mempekerjakan banyak orang juga, media cetak sangat berlomba mendapatkan iklannya sebab mesti besar dan continious, hasil sponsorannya menghibur banyak orang, konser musik hampir seluruhnya dari hasil rokok, olah raga, mulai dari olah raga volley sampai F1,  dengan garis ini, maka mengalirlah perekonomian ke segala arah, multy Player effect sangat sempurna.

 

 

Apakah perokok di dunia ini sangat banyak, sehingga keuntungan perusahaan rokok sangat besar, ndak tau juga ya…, sampurna sudah diakuisisi morris tuh, ditempat-tempat tertentu malah lokasi terlarang bagi perokok, padahal yang kecil yang tertindas, jika kondisinya banyak tempat larangan merokok, berarti ya lebih banyak yg engga merokok donk,  betull…tidaaak… !!!!, lalu darimana perputaran uang sebanyak itu…au ah elap….

 

 

Yang terbetik dibenakku.. (eh yg mana yg namanya benak…), Ternyta Tuhan bekerja dengan suatu system, dan system ini ada pada apa saja, sangat detail, seperti simbiosis-simbiosisanlah…., managemen managemenan…hokum-humuman,,,organisasi-organisasian, hampir persis..(kalau engga mau dibilang persis) dengan apa yang  berlaku dalam kehidupan kemasyarakatan ini…., dimana segala sesuatu ada penilaian-penilaian yang sangat njelimet

 

 

Menatap karyaNYA, dibangunkanNYA suatu kefahaman pada Asma, sifat dan af’alnya, namun sayangnya sering diri ini meremehkan kalimahNYA yang tertulis, banyak yang terpuaskan dengan pertemuan, padahal pertemuan biasanya adalah awal dan dengan modal itu maka kegaibanpun terbacakan, dengan adanya tempelan nafsu, (yg sering hendak dibantai….) ,maka akan ada arah ingin mengenal lebih dalam, lalu ingin mencinta, lalu ….lalu…u..u..u..

 

 

Catatan, bukan untuk menganjurkan orang merokok, dan juga tidak menganjurkan orang merokok disembarang tempat, sebab akan sangat menganggu system lainnya, jika hendak mati, matilah sendiri, namun jika ingin hidup hiduplah bersama, dan hiduplah bersama system alam….karena DIA mengaturnya begitu…..

Komentar»

1. joyo - 27 November 2007 8:44 am

pertamax…:D

2. joyo - 27 November 2007 8:46 am

yah rokok lagi😦

3. joyo - 27 November 2007 8:56 am

jika hendak mati, matilah sendiri, namun jika ingin hidup hiduplah bersama, dan hiduplah bersama system alam….karena DIA mengaturnya begitu…

*manggut2, ah…orgasm*

4. danalingga - 27 November 2007 9:50 am

Kekekee… merokok itu memang pilihan zal. Samalah seperti agama.

*celingak celinguk*

5. hansteru - 27 November 2007 10:35 pm

Waduwh panjang bgt mas….
Intinya jangan merokok aja dh…
hehehehe

Hansteru WebBlog

6. zal - 27 November 2007 11:46 pm

::Joyo, emang ngape…rokok bukan Alam ya…😆
::lha…manggut-manggut bisa orgasme😯
::iya, ya dan, ada rokok ada rasa, menikmati rokok fanatik pada rasa, eh..aku cerita yang merokok aja yak…😆
::nah lho ketauan engga baca…, ini cerita pengalaman merokok…tauuk..😆 makasih udah mampir…

7. joyo - 28 November 2007 6:40 am

lha saya diem aj bisa orgams, apalagi manggut2😆

8. marsitol - 28 November 2007 6:50 am

kenapa ya para pri atetap merokok, apa nggak takut “ngga bisa itu” ?

9. zal - 28 November 2007 1:23 pm

::joyo…hah..😯 lagi…pingsan…

::marsitol, apakah fikiranmu engga pernah menggodamu..???😆

10. almascatie - 29 November 2007 12:49 am

doh niat berhenti merokok jadi tertunda 1 minggu gara2 baca ni artikel
*ambil kopi + gula, seduh dengan aer panas, duduk dibawah pohon mangga… ambel sebatang *j****.. kebul2
nikmat benerrrr*😆

11. zal - 29 November 2007 3:15 am

::almascatie…wow bagus itu…cas dulu…plok..plok… *hmmm…sudah ada nyg disesatkan.., balik badan…tangan dikepala siul-siul..*

12. kurtubi - 29 November 2007 4:52 am

Subhanallah, tepuk tangan juga ah…
Nah ini namanya adil, rokok ada sisi manfaatnya dan negaitfnya.. namun untuk saaat ini kali yaa, manfaatnya masih banyak ketimbang madzorotnya… (bahaya) ROkok isapan yang melahirkan ide hahahah *dasar pecandu*
🙂 kabur

13. zal - 29 November 2007 5:50 am

::Pak Kurt, FirmanNYA “tahukah kamu jalan yang lurus, jalan yang mendaki lagi berbatu, sungguh enkau takkan mau kecuali KU kehendaki..”, jadi tepuk tangan nich..ikutan😆

14. ordinary - 30 November 2007 2:40 am

*geleng2 kepala*
segeralah bertobat😆

15. zal - 30 November 2007 5:15 am

::may kenapa, triping ya… habis berapa ampul 😆

16. brainstorm - 1 Desember 2007 7:14 pm

kaya’nya yang “pro” boleh dibagi sebatang dua batang tuh..😆

17. bedh - 1 Desember 2007 7:30 pm

pesan moral yang dapat saya ambil disini adalah
sebagai ‘pelamun tulen’ jangan pernah untuk stock 234 di malam hari. asal tidak terkena hawa basah. disimpan lebih lama akan menambah rasanya lebih enak.

huhuhuhuhuhuhuhuh

18. zal - 2 Desember 2007 8:53 am

::nyoh brainstorm…, aku selalu nyetock pro, soalnya agak payah nyarinya disini..😆

::bedh…kayaknya suara nafasmu bisa membangun gempa tektinik 9 scr tuh…udah dijalan-jalanin ke baitul mukaddas beloon…😆

19. rozenesia - 4 Desember 2007 12:56 am

Alamak!!! 234!!?? Lucky Strike dong!!😈

20. tobadream - 4 Desember 2007 5:23 am

tuak campur letek …kata orang medan!

21. zal - 4 Desember 2007 11:18 am

::rozenesia, lucky strike puah…pahiit tauuk…😆

::bah, yang macammana pulanya tuak campur letek, udah parah kalilah bauknya itu…😆

22. joyo - 6 Desember 2007 8:18 am

apdet!!! apdet!!!😀

23. zal - 6 Desember 2007 9:26 am

::Joyo, mula keserang penyakit apdet…😆

24. almascatie - 7 Desember 2007 8:41 am

rokoknya belom habis bang?😆

25. tobadreams - 9 Desember 2007 9:36 pm

Bung Zal, itu pemberi komen dengan nama tobadream dihapus saja fotonya. Itu foto sahabatku Viky Sianipar. Dia memang punya blog tapi bukan tobadream. Artinya, ada yang menyalahgunakan foto Viky Sianipar.

Ini aku berikan alamat blog Viky Sianipar :

http://tongginghill.wordpress.com/

Silakan periksa, jangan sampai Bung Zal secara tidak sengaja ikut mendukung perbuatan tidak simpatik yang kini mulai mengganggu kebebasan para blogger.

Lihat pula blog orang yang “membajak” foto Viky Sianipar itu, biar tahu blogger macam apa dia.

26. zal - 10 Desember 2007 4:35 am

::Bang aku sudah ke Blognya kok, dan sudah kubacanya beberapa tulisannya termasuk tentang cerita “dame” dengan Bang Suhunan itu,
..akh biarkan sajalah Bang, biasanya kita gitu, akupun bukannya bersih dari segala keburukan.., jadi kalo yg buruknya kumpul sama yg buruk kadang-kadang paten jugaknya, kayak maen bolalah waktu hujan… sama kotornya tapi disitu pulaklah letak enaknya.., jadi kalo aku Bang, kalau senangnya hatiku kujawab, kalo engga, kudiamkan saja…
tapi maksihlah Bang sudah mengingatkan…

27. joyo - 11 Desember 2007 7:04 am

mana? mana? mana apdet nya? mulai sakau😀

28. zal - 11 Desember 2007 7:20 am

::aku mulai curiga nih dengan si Alam, koq setiap minta apdet, memang lagi pas apdet…maksih Alam…😆

29. wisnuharjantho - 28 Februari 2008 6:08 am

loh bukannya merokok itu makruh mas Zal ?
kalo menurut pemerintah/dokter (ahli kesehatan) menyatakan rokok dapat menyebabkan kanker, penyakit jantung dll, terus di hubungkan dengan (bentar nyontek sms dari aa gym) hikmah Albaqarah 195 : terlarangberbuat sesuatu yang menjatuhkan diri dlm kebinasaan krn diri ini adlah amanah Alloh. berbuat merusak diri adalah menghianati amanah itu, gimana dg yang ini ?

Oh ya pernah dapet tulisan karya taufiq ismail yang berjudul tuhan sembilan centi nih, aku posting di sini yah kalo gak keberatan ?

Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail

Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu-na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di sebuah ruang sidang ber-AC penuh,
duduk sejumlah ulama terhormat merujuk
kitab kuning dan mempersiapkan sejumlah fatwa.
Mereka ulama ahli hisap.
Haasaba, yuhaasibu, hisaaban.
Bukan ahli hisab ilmu falak,
tapi ahli hisap rokok.
Di antara jari telunjuk dan jari tengah mereka
terselip berhala-berhala kecil,
sembilan senti panjangnya,
putih warnanya,
ke mana-mana dibawa dengan setia,
satu kantong dengan kalung tasbih 99 butirnya,
Mengintip kita dari balik jendela ruang sidang,
tampak kebanyakan mereka
memegang rokok dengan tangan kanan,
cuma sedikit yang memegang dengan tangan kiri.
Inikah gerangan pertanda
yang terbanyak kelompok ashabul yamiin
dan yang sedikit golongan ashabus syimaal?
Asap rokok mereka mengepul-ngepul di ruangan AC penuh itu.
Mamnu’ut tadkhiin, ya ustadz.
Laa tasyrabud dukhaan, ya ustadz.
Kyai, ini ruangan ber-AC penuh.
Haadzihi al ghurfati malii’atun bi mukayyafi al hawwa’i.
Kalau tak tahan,
Di luar itu sajalah merokok.
Laa taqtuluu anfusakum.
Min fadhlik, ya ustadz.
25 penyakit ada dalam khamr.
Khamr diharamkan.
15 penyakit ada dalam daging khinzir (babi).
Daging khinzir diharamkan.
4000 zat kimia beracun ada pada sebatang rokok.
Patutnya rokok diapakan?
Tak perlu dijawab sekarang, ya ustadz.
Wa yuharrimu ‘alayhimul khabaaith.
Mohon ini direnungkan tenang-tenang,
karena pada zaman Rasulullah dahulu,
sudah ada alkohol,
sudah ada babi,
tapi belum ada rokok.
Jadi ini PR untuk para ulama.
Tapi jangan karena ustadz ketagihan rokok,
Lantas hukumnya jadi dimakruh-makruhkan,
jangan,
Para ulama ahli hisap itu terkejut mendengar perbandingan ini.
Banyak yang diam-diam membunuh tuhan-tuhan kecil yang kepalanya berapi itu,
yaitu ujung rokok mereka.
Kini mereka berfikir.
Biarkan mereka berfikir.
Asap rokok di ruangan ber-AC itu makin pengap,
dan ada yang mulai terbatuk-batuk,
Pada saat sajak ini dibacakan malam hari ini,
sejak tadi pagi sudah 120 orang di Indonesia mati karena penyakit rokok.
Korban penyakit rokok
lebih dahsyat ketimbang korban kecelakaan lalu lintas,
lebih gawat ketimbang bencana banjir,
gempa bumi dan longsor,
cuma setingkat di bawah korban narkoba,
Pada saat sajak ini dibacakan,
berhala-berhala kecil itu sangat berkuasa di negara kita,
jutaan jumlahnya,
bersembunyi di dalam kantong baju dan celana,
dibungkus dalam kertas berwarni dan berwarna,
diiklankan dengan indah dan cerdasnya,
Tidak perlu wudhu atau tayammum menyucikan diri,
tidak perlu ruku’ dan sujud untuk taqarrub pada tuhan-tuhan ini,
karena orang akan khusyuk dan fana
dalam nikmat lewat upacara menyalakan api
dan sesajen asap tuhan-tuhan ini,
Rabbana,
beri kami kekuatan menghadapi berhala-berhala ini.

30. zal - 29 Februari 2008 12:30 pm

::sebenarnya menurut Mas Wisnu, ke “makruh”an rokok itu berasal dari mana,..???, Al-Qur’an, Al Hadist, atau Ijma… itu jika ingin melihat sisi hukum…
Jika disebutkan Tuhan 9 cm, jangan-jangan yg menyebutnya malah tanpa disadarinya telah menuhankannya, sebab jika Allahlah yang menciptakan segala sesuatu, maka tembakaupun Allahlah yang menciptakannya, dan penyakitpun Allahlah yang mendatangkannya.
Jika ada yang memandang segala sesuatu dapat mendatangkan penyakit, bukankah itu tanpa disadarinya telah menciptakan tandingan Allah itu sendiri….
Larangan bisa jadi mengukur kadar ketaatan…, namun tidak demikian dengan penyampaian ada bahaya…
Bukankah Ibrahim, dan Ismailpun setuju, untuk berkurban…padahal disini ada bahaya…
“Inna a’malu binniat”…, bahkan menerjang bahaya menurut apa yg dirasakan di saya, adalah salah satu jalan…, tapi jangan diperturut jika ada ragu-ragu dihati, sebab ragu-ragu itu haram….

31. wisnuharjantho - 29 Februari 2008 8:26 pm

terima kasih mas Zal atas ilmunya lagi sehingga dapat lebih menambah pengetahuan saya.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: