jump to navigation

“pada tiap-tiap sesuatu ada tangga, untuk melangkah lebih lanjut” 17 November 2007 10:27 am

Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.
trackback

Beberapa saat lalu aku direnungkan pada sebuah argument…

“pada tiap-tiap sesuatu ada tangga untuk melangkah lebih lanjut”

namun apa tangga itu, dan bagaimana hal itu menjadi tangga, semua belum berjawab diamkupun larut, menembusi tiap kata menuju kalimat, lalu bergerak menuju maksud, dan bergerak lagi menuju salah satu kamar hikmah…..namun yang kutemui hanya kekosongan, tiada berjawabtanyaku bergema dalam benakku, menelusuri lorong-lorong fikiran meresap menujuu arah jenjang tengkukku dan meresap lagi entah kemana…, tetap tiada berjawab….

Duhai apa kiranya yang terjadi, mengapa tak kau hirau tanyaku….mengapa tak kau hirau kunjunganku….

Diamku mengalir tak bertanya lagi, namun fikirku merangkak tiada henti dengan kekosongan dan kekosongan….Jarum jam  sudah bergerak menuju angka 9 malam, anakku sudah meneleponku memintaku pulang, agar memenuhi keinginannya untuk membeli sesuatu, dengan meminta komitmenku…”janji Pa…???” ya…jawabku, tangankupun bergerak membereskan alat kerjaku tersayang, melog off semua koneksi aplikasi yang kubuka untuk mendownload data, mematikan laptop dan memasukkan ke tas, beres..lalu kakikupun melangkah menelusuri ruang kantorku yang sudah tidak berpenghuni, namun fikirku masih menerawang mencari masud argument yang sebenarnya terloncat dari benakku sendiri…eh ..yang mana benakku…dikepalaku, di sisi degup jantungku atau…akh tak perlu kubahas….yang penting argument itu sudah ada…

Keluar dari ruang kantor, mataku menatap satu pot kembang yang daunnya berjuntai dan berkelompok mengarah pada satu sisi, dan hampir tidak ada daun yg mengarah kesisi lainnya…sambil berjalan kubelai daun itu,..dan kutatap dengan segenap sayangku…,

Kakikupun melanjutkan langkah menuju ke kendaraanku yang teronggok menungguku dengan keikhlasan dan kesabaran, meski panas dan perubahan-perubahan lainnya ditelannya saja…akh iyalah…kan hanya kenderaan…, ngga..!!!,  bagiku tiap tiap apapun adalah sesuatu yang memerlukan belaian, memerlukan kasih sayang…, sebelum kenderaan dengan plat polisi putih bernomor merah ini di hak pakaikan kepada kami, dengan memberikan 1/3 harga sebagai DP, hak pakaiku sebelumnya dikenal dengan nama civic wonder, dia ini rada aneh, jika lama tak kumandikan, mesti bersikap aneh, yang engga enaklah dibawa jalan, kadang mesinnya suka mati, nah kalau sudah begini, kubelailah sisi bodynya, stir, dan kubisikkan dalam hati maaf, aku lupa memandikanmu…maafkan aku…beberapa kali kulakukan sampai berasa tulus…, dengan melantunkan nama Tuhan YMP, ku starter, ajaib…hidup…, dan jalan dengan kenyamanan yang berbeda jauh dari sebelumnya….

Kembali ke lap…

Fikirku sepenjang perjalanan menerawang, tentang argument tadi…, lantunan dari group “ada band” yg dengan setia melantunpun tak membuka jawaban…padahal kurasa disayair-syairnya  selalu ada mistic yang amat sangat kukenal…dan akupun bernyanyi sendiri mengikuti musiknya…

Sampai didepan gerbang rumah, anakku sudah berlari dari dalam rumah menyambutku… 

Selesai menjalan komitmentku dengan keluarga, dan mereka beranjak tidur, maka kumulai kegiatanku dalam menjalani “kehidupan normal”ku, membuka laptop, koneksi ke RAS, dan memulai “ketahajjudanku” menyelesaikan tugas yang tertunda, usai itu, dilanjut dengan koneksi  internet, baca sana-sini, ternyata sedang ramai saling menyalahkan dan membenarkan pendapat lho…!!! Koq bisa, masing-masing merasa benar dengan pendapatnya, dan menyalahkan pendapat orang lain, termasuk aku tentunya…he..he..he 

Usai menutup dengan “kewitiran” termasuk didalamnya  mematikakn laptop, “nyangkruk” di toilet kesayanganku  he…he..he… sambil mengisap 234 kesayanganku juga,  dimulailah mengumpulkan semua fenomena yang terbaca untuk dirangkai siapa tahu menjadi suatu sulaman yang indah, ukiran yang fenomenal,

Dari hasil “ndhodhok” di toilet berjawablah fenomena tersebut hanya untukku (yang lain ngga boleh protes, tapi kalau mau protes itu juga bagiannya…😆 ) 

  1. Tanaman yang mengarah ke satu sisi, ternyata disebabkan menatap cahaya, ini dari hasil amatan imaginasi pada tanaman yang lain.
  2. Laronpun menemui cahaya, meski selalu mati setelahnya, namun tidak pernah jera…

 Ada apa gerangan…????, apakah ada hubungannya dengan Allah menyebut diriNYA sebagai “Cahaya langit dan bumi”, apakah tanaman dan laron mengarah pada cahaya yang salah …

 Mungkin ada yang menyebut, pohonan melakukan itu, lantaran proses foto sintesis, dan laron memang mengalami musim “hara-kiri”, lho koq aku menatapnya sebagai perumpamaan , dan pembenaran atas “Allahu nuurussamawati wal ardh”, inilah titik tangga-tangga dari tiap-tiap  sesuatu menjadi tangga yang lain, 

 Mengapa demikian kesimpulannya…??? : 

Yang menemukan salah, akan membangun koreksi dan mencoba memberi argument bahwa ada yang benar, bisa jadi yang diberi argument memberi argument yang lain, dengan proses seperti ini yang terus berlangsung akan terjadi keluasan yang bisa jadi disadari sebagian, dan sebagian lagi belum menyadarinya, namun paling tidak akan ada modal merasuknya sedikit demi sedikit meski hanya dalam fikirannya…, dengan demikian orang akan memiliki pengetahuan. 

Seperti tanaman dan laron yang difahamkan ke saya, adalah suatu perumpamaan, dan kaedah perumpamaan bertemunya dengan perumpamaan pula, jika perumpamaan-perumpamaan ini terbacakakn pada hakikatnya maka tersembullah kebenaran. 

 Apa pentingnya pengetahuan itu bagi yang tidak megetahui kegunaannya… 

Ketidaktahuan bukan kondisi permanent, ia hanya kondisi sementara, contoh : anak bayi sebelumnya tidak dapat tengkurap, lalu tengkurap dengan sendirinya, tidak dapat merangkak, lalu dapat merangkak, selanjutnya berdiri, berjalan dan selanjutnya lagi dapat berlari 

Mereka yang sebelumnya tidak mengenal huruf dan angka, apa artinya  huruf dan angka bagi mereka, namun setelah mengenal, maka mereka dapat mengabungkan huruf menjadi kata, merangkai kata menjadi kalimat, merangkai kalimat menjadi ujar-ujar. 

Benang merahnya, bahwa keadaan yang ada adalah sebuah script drama berbabak, dari Sang Creator, dengan proses simbiose, maka akan terbangun kualitas sempurna…Maka keadaan, ada kaya, ada miskin, ada pintar ada bodoh, ada gelap, ada terang, ada cantik ada jelek, ada benar ada salah akan terus berlangsung bergerak menuju titik tujuan…. 

Dengan tulisan ini, saya bahkan tidak menganjurkan pemberhentian debat, sebab keadaan  tiap-tiap sesuatu menjadi tangga untuk sesuatu lainnya guna menggapai tujuan haq. 

Percaya ataupun tidak, terserah kepada pembaca sekalian, bahwa tidak ada yang salah dari keadaan-keadaan itu, meskipun sesuatu itu salah itupun bermuatan benar….

Komentar»

1. danalingga - 17 November 2007 12:09 pm

*mencari anak tangga pertama*

2. zal - 17 November 2007 8:30 pm

::halah mau vertamax aja…malu-malu…takut kejangkitan ya….😆

3. joyo - 17 November 2007 9:46 pm

ahhhh….

4. zal - 18 November 2007 6:14 am

::hei what the meaning ahhhh….😆

5. Toga - 18 November 2007 7:40 am

paten kali bah… lagi di toilet pun dapat pencerahan…

moral cerita: pastikan toilet anda tidak tertutup, sehingga cahaya dari langit bisa tiba ke sana, dan mencerahkan.

*sok menyimpulkan cerita orang*

6. zal - 18 November 2007 7:49 am

::kesimpulan yg ok, cuma kalok dibilang dari langit, yang terbayangkan jadi yang biru itu bang, dan itu pasti terlalu jauh…dan diatas, padahal kalau kita rentangkan 2 tangan kita, itupun ada di ujung arah tangan kita, dan dibawah kaki kita…, langit yg ini enggak kemana-mana koq Bang, tapi dimana-mana…
masalah toilet, itu sebutan kita, dan itupun untuk bentuk jasad kita…, bagi Sang Tak Memerlukan ruang dan waktu… apa sebutannya…????

7. blogkeimanan - 18 November 2007 10:50 am

Ini gimana sih…?
Ngasih komentar kok gak ada yg bener…
Kasian yg bikin Postingan tuh…
Udah ngetik panjang2x… eh malah dibecandain….
——-
Nih… saya kasih contoh komentar yg baik….

“Ya udah ya mas…
Sabar aja… yg lalu biarlah berlalu…..”

lebih gak nyambung

8. rozenesia - 18 November 2007 8:22 pm

Tahu kapan berbicara, dan tahu kapan harus diam. Itu bagi saya ah untuk menapaki tangga.😛

9. Iwan Awaludin - 18 November 2007 8:42 pm

Boleh pindah tangga ngga?

10. zal - 18 November 2007 11:08 pm

::blogkeimanan, makasih, “ada kalimat bijak dari Bung Karno, pada bukunya “cermin kaca Bung Karno”, katanya “jaka mau tahu kebaikanku, tanyalah sahabatku, jika mau tahu keburukanku, tanyalah musuhku”, hal ini juga terejawantahkakn pada hal lain, bagai bercermin “jika yang hendak dilihat kebenaran, maka kebenaran yang ditemui, jika yang hendak dilihat kesalahan, maka kesalahan yang dilihat”.

::Roze, serius..????,😆 , iya sih, awalnya aku miris, dengan perdebatan, dari mereka yg mengenali syariat (yg biasanya memang parsial), dengan yang mendapat kefahaman (biasanya sulit diterima oleh yg tdk mengalaminya sendiri) meskipun entah dalam keberagaman atau memang bertingkat, namun jumlah yg kedua ini tidak banyak, inilah yg datang kefikiran saya, dan jalan komunikasi bisa beragamkan…???

::Iwan..hah.., nanya aja ama yg punya tangga…aku engga punya…😆

11. almascatie - 18 November 2007 11:26 pm

uhmmmm saya merasa kita menapak setiap tangga namun tangga yang telah dilalui menjadi hancur…. sampai akhir:mrgreen:

12. zal - 19 November 2007 1:17 am

::almascatie…perlu tangga untuk turun Boss :mrgreen:

13. ordinary - 19 November 2007 3:17 am

inilah nikmatnya jatah hidup bang
f me it’s 2 learn and 2 play

14. zal - 19 November 2007 4:20 am

::May, namanya ditambahi jadi “si lasak”May ya…😆

15. almascatie - 19 November 2007 4:27 am

😯 alamascatie??? alamakkk!! hahahahhaha

hmmm sayah merasa kita tidak akan pernah turun pak.. suka atau tidak silahkan melangkah:mrgreen:

16. joyo - 19 November 2007 5:38 am

ahhhhh
toilet memang tempat keramat dimana banjir inspirasi sering datang🙂

17. zal - 19 November 2007 11:50 pm

::almascatie, dijadiin alam koq ndak mau…dasar…, tangga..tangga…😆

::joyo, kafirrr..ente…bahlul.. , *akhirnyaa terbalas…*
eh iya…udah ketemu nikmatnya merokok…, ???, hmmm tak sia-sia diciptakan….:mrgreen:

18. joyo - 20 November 2007 6:15 am

waduh kok saya dicap kafir dimana2, mungkin karena saya gak bisa nge rokok😦

19. zal - 20 November 2007 9:17 am

::he..he…mosok ALAM ngga ngerokok, wong semua ada padaNYA…bentuknya tidak, aslinya iya kan…????
orang aja yang duduk dekat perokok, katanya perokok pasif lha ALAM…😆 inilah bentuk ngelesnya joyo sodara-sodara…

20. ordinary - 21 November 2007 1:55 am

ngomongin apa sih…
*padahal cuma mo liwat sambil bilang..
bang yang malasan bikin post tapi rajin x jalan2 ke rumah orang
APDET!!!

*kabur*

21. joyo - 21 November 2007 4:46 am

hahahaha…ampun….

22. kurtubi - 22 November 2007 11:46 pm

salam zikir mas…
renungan yang asyik, dan sulit ditiru…
tangga memang berliku, dan ternyata kita itu butuh tetangga. Sebab tanpa tetangga akan sulit menangga ke Sana…🙂

23. zal - 23 November 2007 6:55 am

::woooi “si lasak”, duduklah sebentar, jangan selalu tergesa-gesa…

::ha…joyo kenapa….ada orang tertawa dengan meminta ampun… aneh ngga..aneh engga… itulah ALAM…😆

::”Subhanallazi biadihi layla…”, engga ada lebih dan kurang, tidak pake tiru-tiruan…, semua teratur dalam khasanah…,

24. brainstorm - 23 November 2007 6:31 pm

permisi.. saya mau komen

tapi saya belum baca isinya, jadi saya baca dulu isinya

permisi

25. brainstorm - 23 November 2007 6:35 pm

is there any stairway to heaven? can i borrow it?

26. brainstorm - 23 November 2007 6:46 pm

cihuy… hetrixxxxxxxxxx

*maafkan saya telah buang sampah tidak pada tempatnya*

27. zal - 23 November 2007 9:22 pm

::brainstorm, aboh, ngapora mas, engko’ tak endik ondho mas, kulo mboten enten ondho mas, dang boi do tangga dison disan ma jalaki,..surga ya mas…wah saya ndak tau…saya orang baru…mungkin nanya nyang disitu…😆 ,matur sembah nuwun sudi mampir disini…😆

28. kurtubi - 24 November 2007 7:15 am

Sejuk yaa aku link yaa pak kyai..🙂

29. zal - 24 November 2007 7:26 am

::Pak Kurt, agooi amang…, jadi Pak Kyai pula aku…ndak, enggak Pak Kurt, semoga takdir Bodoh sebagai Manusia engga ditunda lagi…, biar selalu dituntunNYA.. “Allahlah asal segala perkara, dan kepadaNYA kembali semua perkara…”, saya engga punya apa-apa untuk diberikan…yang ada silahken…🙂

30. brainstorm - 26 November 2007 7:46 pm

@ zal

weleh weleh.. aku ra ngerti boso jowo lo mas :mrgreen:

31. zal - 26 November 2007 11:09 pm

::hah…😯 kalo gitu pake bahasa ajem aja ya…😆

32. joyo - 27 November 2007 6:11 am

apdet!! apdet!!

*kabur sblm digerutuk EP PE I lagi

33. zal - 27 November 2007 6:24 am

::😯 lha kan udah…

34. Tito - 3 Desember 2007 1:00 am

ada tangga naik dan tangga turun ya, mas?🙄

*nyari lift aja deh*:mrgreen:

35. zal - 3 Desember 2007 3:45 am

::Tito, itu juga tangga bro, cuma tangga khusus, engga disemua tempat ada…😆


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: