jump to navigation

Tuhan dimana….. 5 November 2007 5:23 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

dari sebuah percakapan….

Wow : Fenomena dari Sang Fenomena sedang bergulir, dan bermain dari segala lini, bak gaya ruud gulid, maradona, roney, c.ronaldo, ronaldinho dll yang bisa berada pada bebagai sektor lapangan pada sepanjang permainan, sehingga menyulitkan lawan untuk mengawalnya dan membuat lengah lawan…, jika bukan hujan gol yang terjadi, paling tidak pelangi keindahan nangkring dengan mempesona….

Oow : Hei…mengapa Sang Fenomena dipersamakan dengan makhluq, …
Wow : hah…mana mungkin, Sang Fenomenalah yang sedang mengejawantah pada tiap fenomena…,
Oow : bukankah kau katakana bak ruud gulid, dan maradona dll,
Wow : ooo itu, yang kuceritakan adalah jika mereka dalam forms yang fenomenal…, bukan yang biasa-biasa saja…,
Oow : itukan tetap salah…kau salah telah mempersamakanNYA…,
Wow : ambillah fikiran salah itu untukmu, aku tak memerlukan fikiran salah, ..aku sedang menonton Sang Fenomena…., sedangkan kau menunton ruud gulid, maradona, roney….
Oow : bukankah mereka yang sedang bermain….
Wow : tapi yang kusaksikan fenomenanya, bukan orangnya….
Oow : bah… fikiranmulah yang salah…bukannya begitu jelasnya mereka yang bermain….kau sudah sesat …
Wow : hah…kaupun sudah jadi Fenomena pula, aku hanya menonton fenomena dari tampilan Sang Fenomena, kau salahkan…, . sekarang sudah kau tetapkan pula aku sesat…, apa kau engga salah…???, yang menetapkan sesat atau engga sesat itu Tuhan…, jadi jika kau katakana aku sesat, bukankah kau sudah menyamakan dirimu denganNYA…
Oow : bacalah dengan benar, sudah jelas semua petunjukNYA…
Wow : apakah kau tidak mengkhawatirkan, kalau kaulah yang belum membaca dengan benar…, bukankah Tuhan mengatakan “kemanapun kau memandang disana wajah Allah berada…”, apakah tidak tegelitik hatimu dengan kalimat ini, atau kau belum membacanya….
Oow : kau jangan seenaknya menafsirkan, belum kapasitasmu menafsirkan, tanyakan pada akhli tafsir, para ulama, merekalah yang sudah mumpunin masalah tafsir…
Wow : lagi-lagi kutangkap bahwa kau belum membaca apa-apa dari Al-Qur’an dan hadist-hadist itu…, Allah mengatakan kalau Al-Qur’an itu terdiri dari surah muhkamat yang memuat pokok-pokok isi Al Qur’an dan lainnya mutasyabihat, pada surah ini hanya Allahlah yang mengetahui segala taqwil, dan dilain ayat Allah mengatakan Dialah yang memahamkan ke hati hambaNYA, jadi kalaupun Dia katakan jika kamu tidak tahu bertanyalah pada yang tahu, nah…disini bermain fikiran kita kearah mana pandangan kita, siapa yg menurut kita yang lebih tahu.., namun menurutku oleh sebab salah satu gelar yang disematkanNYA pada diriNYA adalah Yang Maha Tahu….dan dialah Robbul ‘alamin…bagiku hanya Dialah Guru, dari segala guru….
Oow : jangan-jangan hatimu sudah dipengaruhi Iblis…, dan kau tak sadar jika kau sudah tersesat sangat jauh….
Wow : lagi-lagi pandanganmu hanya pada makhluq, padahal setiap makhluq berasal dari Yang Pencipta, apakah kau fikir sungai mempunyai air sendiri, dan lautan bersumber dari air sungai….
Oow : mengapa sungai yang kau bicarakan…..
Wow : karena disana Fenomena bermain…
Oow : akh…bicara sama kamu ini, memusingkan…jadi menurutmu dimana Tuhan itu…
Wow : Tuhan berada menurut persepsi-persepsi hambaNYA…
Oow : jadi menurutmu Tuhan bisa sesuka hati kita menetapkannya…
Wow : bukan, Tuhanlah yang menetapkan sesuka hatiNYA dan kita tinggal menjalaninya saja…
Oow : kau ini, kalau ngomong suka berbolak-balik…tadi kau katakana menuerut Persepsi hambaNYA, sekarang kau katakana sesuka Tuhan….
Wow : sudah banyak yang terbuka, namun kau masih bertanya….,

Sepenggal percakapan, dari hal yang sering terjadi dilingkungan manapun, tidak sedikit efek kefahaman individu maupun kelompok menimbulkan tindak kekerasan, yang disebabkan klaim pembenaran terhadap kefahaman pribadi maupun kelompok, sedangkan yang lainya salah, padahal yang dituding sebagai fihak yang salah, juga merasa melakukan hal yang benar…lalu mengapa terjadi klaim-klaiman atas kebenaran…???…mengapa satu kelompok boleh merasa benar sedangkan yang lainnya engga boleh…, apa Tuhan ada membuat hak waris kebenaran pada sekelompok orang tertentu, sedangkan yang lainnya juga diciptakanNYA tidak mendapatkan haknya….
Allah Dialah Tuhan Yang Maha Adil, apakah diragukan keadilanNYA, apakah begitu rumit bagiNYA untuk bersikap adil…???…hei…seragam dan serempak menjawab tidak….!!!…jawaban tidak… seperti apa ini, apakah jawaban tidak, karena takut masuk neraka jahiim, dan tertolak pada syuga jannatunna’im….atau bersegera menatap Sang Maha Adil…

Ayo, ayolah mendekat kemari, berdirilah pada tempatmu berdiri, duduklah pada tempatmu duduk, tidurlah ada tempatmu tidur, pejamkan matamu sejenak…tataplah dengan segala alat tatapmu, bayangkanlah bagaimana kefahamanmu datang kepadamu…, ikutilah dengan ekor mata cahayamu…darimana asalnya dan bagaimana dia menetap pada fikiran dan mengalir menjadi kefahamanmu…, apakah kau melihatnya….????
Jika kau tak melihatnya, sadarilah bahwa yang terjadi baru suatu mekanisasi, yang secara otomatis terjadi dan bergerak pada dirimu, seperti kalau haus kau minum, kalau lapar kau makan, yang tanpa disadari terjadinya rasa haus menimbulkan pergerakan mengambil tempat air dan disorongkan kemulut…
Lalu apakah itu salah…???, tidak itu tidak salah, sebab itu memang ada dan terjadi pada tiap-tiap makhluq…,
Lalu apakah ada yang lain…???, ..ada.., yang lainnya ada yang mulai menyadari adanya sesuatu kejanggalan atas mengapa adanya mekanisasi tersebut pada dirinya, dan mulai mencari tahu, nah cara mencari tahu inilah akan menimbulkan keragaman bentuk pencarian tahu…ada yang dengan cara 5W1H, ..ada dengan kedisiplinan Plan, do, check, action…beragamlah…
Memang ada yang statementnya berdasarkan hasil perolehan (by Result), namun ada juga yang berstatement pada proses (by process)
Lho koq seperti cara-cara orang dalam menerapkan disiplin ilmu dalam suatu praktik kerja, yup…Allah adalah Tuhan Yang Maha Mencipta, atas segala yang ada, apapun…(Ar Ra’ad 16), diciptakanNYA sebagai suatu umpama, yang dengannya memudahkan fikiran untuk mencerna sesuatu…dan dengannya menemukan sesuatu yang baru….
Bukankah dengan prinsip ini hanya menemukan bentuk baru dari sesuatu mekanisasi pula….???, yup…namun ada fenomena, nah fenomena inilah sebagai penghantar menuju titik Sang Pencipta…

Adapula yang mengenali tiap gerak yang ada dari Sang Penggerak itu sendiri, pada dimensi ini, hampir-hampir tiada yang tertutup bagi kefahaman yang menerimaya, konteks ini saya garis bawahi pada bagi kefahaman, sebab ini uniq bagi tiap individu, dan tiap individu akan saling mengenali pada yang dikenalkanNYA, meskipun tidak dalam bentuk sama namun akan dikenalkanNYA bahwa hakikat yang dikenali sama….

Jadi…setelah ini, jika ada yang hendak menghujat, teruslah menghujat, jika ada yang berkeinginan menuding orang lain sesat, teruslah lakukan…jika ada yang hendak berbantah-bantahan…silahken….

Dan jika ada yang hendak menemui Allah, segerakanlah, namun jangan bunuh diri, jika mati menurutmu cara bertemu, sebab itu amat sangat terlarang, namun jangan menunggu mati karena mati itu merupakan batas waktumu…

Komentar»

1. irdix - 5 November 2007 9:40 am

damai sekali ya..

2. joyo - 5 November 2007 11:03 am

Saya juga melihat Tuhan ada dimana2, termasuk dalam diri saya.

3. ordinary - 6 November 2007 12:52 am

saya setujuh
setujuh
217an
😆

great post bang

4. almascatie - 6 November 2007 1:15 am

benar2 nikmat membaca dua paragraph terakhir
kerasa orgasme dah😆

5. zal - 6 November 2007 2:40 am

::dix semut yg damai mudah ditiup, biarlah keadaan pada keadannya…
::joyo, aku percaya…, untukku dia tidak didalam juga tidak diluar, dia meliputi sehingga aku seperti ada…
::may, saya setujuh dengan komentar may..😆
::almascatie, jangan disini, nanti terpaksa blog ini harus junub😆

6. qzink666 - 6 November 2007 5:37 am

Tuhan memang sang fenomenon..

7. Herianto - 6 November 2007 5:42 am

Tuhan ada dimana2 …
Sudah sepatutnya ini memunculkan apa yg disebut muraqabatuLlah (merasa senantiasa dalam pengawasan/penglihatan Allah)🙂

8. zal - 6 November 2007 6:55 am

::dan sang fenomenanpun sudah menampil pada qzink666,
::mas herianto, bahkan tak berdaya lagi memunculkan apapun…

9. Dimas - 6 November 2007 8:14 am

Tuhan memang penuh misteri

Semoga Tuhan selalu menjaga api kerinduan yang ada pada diri kita semua. amin

Salam kenal mas Zal🙂

10. zal - 6 November 2007 10:53 am

::Tuhan adalah super misteri, mencariNYA menjadi keasyikan tersendiri, dipertemukanNYA menjadi suatu yang tak terkatakan…. salam kenal juga mas Dimas😆

11. rozenesia - 7 November 2007 7:26 pm

Penutupnya nice…😉

12. zal - 7 November 2007 10:20 pm

::hanya kata-kata…😆

13. danalingga - 10 November 2007 4:33 am

lah, tulisan zal ini ternyata fonamena juga.

14. danalingga - 10 November 2007 4:35 am

dan tampaknya telah menjawab kegamangan saya zal.😉

15. zal - 10 November 2007 8:45 am

::hei dan, tulisan kan hanya tulisan, hanya mengalirnya kefahaman pada dada itu yang membuat adanya saling mengerti, tidakkan ada kefahaman pada kegaiban selain yang telah Tuhan fahamkan padanya, jika ada kegamangan hhmmm taukan kenapa ada gamang…itu karena berada diketinggian…😆

16. antibatakislam - 13 November 2007 11:40 am

😀 main dong ke blog saya, bantah lah saya!

17. watonist - 13 November 2007 7:27 pm

sungguh fenomenal …🙂

Dan jika ada yang hendak menemui Allah, segerakanlah, namun jangan bunuh diri, jika mati menurutmu cara bertemu, sebab itu amat sangat terlarang, namun jangan menunggu mati karena mati itu merupakan batas waktumu…

eh btw …kenapa bunuh diri nggak boleh ya …
kalo kata guru ngaji saya dulu “karena mendahului kehendak Allah”, tapi saya kok kurang sreg yah dengan alasan tersebut ??🙂 setidaknya jiwa muda saya dulu akan berkata “kalau dengan bunuh diri bisa mendahului Tuhan, mungkin sayalah orang pertama yang akan bunuh diri … setidaknya pernah satu kali mengalahkan Dia Yang Maha Tak Terkalahkan, jadi matipun tak sia-sia”🙂 , tapi yah … itu (kehendak mengalahkan Tuhan) kan terjadi ketika menganggap diri berhadapan dengan-Nya, atau setidaknya adalah entitas di luar diri ini.🙂

18. zal - 13 November 2007 11:06 pm

::antibatakislam, koq tak ada link keblog kamu, tapi apalah yang mau kubantah dengan senyummu yang sumringah seperti itu, lagi pula yang kau antikan ucapan ..ba..tak..islam..😆

::heei watonist, hei..hei… maksudmu aku tak menyebutkan itu…😆 … amati lagilah dari yang sampean copas.. cuma aku ndak mau bilang panjenengan juga hanya melihat bentuk…kwalat…:mrgreen:

19. watonist - 14 November 2007 12:02 am

@zal
lah … itu kan cuman nge-gong in sampeyan mas …😀

20. Toga - 14 November 2007 3:42 am

Tuhan memang terlalu besar. Sampai diri ini rasa tiada. Salahkah bila si hamba kemudian berseru: “Tiada Tuhan Selain Aku!”
Bukan kesombongan, justru palung kerendahhatian. Jika diri sudah tiada, maka yang ada hanyalah Dia, dan mulut yang bicara pun, untuk suara Dia.
Almas benar… paragraf terakhir membuat tumpatan rasa jadi muncrat seperti orgasme.

Halah, si antibatakislam bisanya cuma bajak nama orang… udah repot aku dibuat si sakit jiwa itu.

21. zal - 14 November 2007 4:56 am

::watonit tak tongolin gigiku…ya :mrgreen:

::bang Toga, Bang sebenarnya fenomena seperti ini, hanya terjadi pada saat “mabok berat” (mungkin stev nya kebanyakan, ditambah beberapa linting, ditambah beberapa ampul😆 ) makanya jarang orang mukulin kita, kalau kita ngerocehnya ngaco, cuma pas baru sadarkan kita agak naning, bengonglah…ngingat-ngingat, ini biasanya pada proses ngga dipaksa…
ada juga proses paksa, kayak kemasukan jin sontoloyo…, anehnya orang bisa menerima kalau yang ngomong dari situbuh itu jin ketimbang Tuhan yang ngomong…, padahal suara yang keluar dari dalam kayak angin saja, ibarat orang niup suling, gerakan tangan menutup lobangnya, sesuai irama yang disalurkan pada fikirannya…
cuma memang lebih banyak yang melihat bentuk daripada fenomenanya…

22. toga - 14 November 2007 5:38 am

Abah! Mainannya stev rupanya…
Ngerilah… Kapan kita on air sama?

*teler mode dimulai*

23. zal - 14 November 2007 5:52 am

::bahh, kek chatting kita bang, tapi lumayanlah bak keliatan kayak laris blogku ini…eh inikan seperti tulisan comment abang ya…
dulu bang dulu …cemmanalah awak anak kampung, terusan purwo (malulah bilang awak anak jl. rak…) .. tapi aku beruntung pernah dibuat mengalami itu… paling ngga engga pauk-pauk kali baca dongengan sufi tentang ecstasy…😆

24. danalingga - 14 November 2007 6:03 am

walah, ada chating tingkat tinggi di sini.

*duduk menyimak*


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: