jump to navigation

Tentang Waktu, yang Allah bersumpah atasnya…dan Kelalaian besertanya 2 Juni 2010 10:48 pm

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Wal ‘asyri demikianlah Allah bersumpah atas waktu, innalinsana lafil husyr, ya..sesungguhnya manusia dalam keadaan merugi, merugi dari sebab keterlalaian memandang segala sebab musabab, dari mulai sebab musabab keberadaannya, sebab musabab atas segala keberlangsungan keadaan demi keadaan, sebab musabab keterhubungan segala sesuatu yang dipandangkan, diperdengarkan, dirasakan, yang pada hakikatnya adalah sesuatu yang “dibacakan” kepada manusia, padahal tidaklah datang kepada seorang anak manusia kecuali sesuatu itu sudah ada pengetahuannya yang ditempatkan Allahurabby pada anak manusia itu entah sejak kapan.

Mengapa tidak engkau hadirkan saja Tuhan itu dihadapan kami agar kami dapat berrdialog denganNYA, serta merta mata mereka disambar halilintar, padahal mereka sedang menyaksikanNYA

Kelalaian, sekali lagi kelalaian, waktu-waktu terus berputar, beragam caraNYA menyampaikan pengetahuan dan informasi…namun siapakah yang melihatnya…yang terjadi “pokoknya aku begini saja, toh ini sudah lebih baik dari yang lain, tuh..para penjahat, eh nuding…coba aja jadi penjahat kalau bisa…tuh yang lain pemerkosa…ha..ha..demen ya..coba aja kalau berani….hmmm lalai..lagi-lagi lalai….sebab memandang lalu lalang, padahal kebesaranNYA disematkan “bahkan pada dirimu sendiri…”

Kenapa lalai bisa berlangsung terus…? padahal pengalamanpun dilangsungkan terus pada diri ini…, mengapa memandang diri hanya untuk mematut rupa.., bersisir…, sikat gigi…, berpakaian…, eh…itu..itu..juga informasi…informasiNYA..untuk diri…

Mengapa hanya untuk tubuh yang akan ditinggalkan terbujur….? kenapa…?.. ya engga tau..tanya saja diri sendiri… mungkin sebab lalai bertanya…lalai bertanya mengapa harus begini..mengapa begitu…eh itu judul salah satu informasi di salah satu koran terkenal ya…

Demikian luasnya informasiNYA…”bukankah telah kami bacakan Al-Qur’an itu, mengapa kamu tidak melihatnya..” lalai-lagi-lagi lalai..waktupun terlewat terus…

waktu-waktu…ukur waktumu….jangan tunggu sebab DIApun sedang menunggu…..

About these ads

Komentar»

1. pengembarajiwa - 3 Juni 2010 1:19 am

Salam…..Mas Zal,
Saya juga lama niiih nggak Blogwalking. Apa Kabar Mas Zal…??? Semoga sehat selalu dan Barokah meliputi.

Salam POS RONDA di dalam STARMILD

KangBoed - 3 Juni 2010 2:48 am

waaaah KANGEEEEEEEEEEEN neeeeeeeeh.. dah lama gak masuk KULIAH.. maklum murid yang malas dan bodoh..
salam sayang buat mas PJ dan MBAH ZAL

Blogger Jogja Berhati Nyaman - 29 Agustus 2011 6:54 am

Kapan yah mas Nulis Blog lagi :)
Salam

-imam-

2. KangBoed - 3 Juni 2010 2:47 am

Wal Asri !!.. Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang NYATA.. Dan demi waktu.. ooo.. detik demi detik berlalu.. menit demi menit berjalan.. jam demi jam terlewati.. hari berganti hari.. bulan dan tahun terus melaju tanpa henti.. bahkan setiap detiknya.. kesemuanya itu yang ada hanya lah 3 waktu saja.. Saat kemarin.. Saat ini.. dan saat akan datang.. begitu posisi sudah ada di saat ini.. maka saat kemarin sudah terlewati dan masuk dalam Alam Lamunan Tuhan.. dan begitu pula saat akan datang.. sesungguhnya masih berada pada Sirr/Rahasia Tuhan..

Maka di katakan Allah dalam Al Qur’an : Wal Asri.. Demi Masa.. Innal Insaana Lafii Khusri.. Sesungguhnya Manusia itu dalam kerugian.. kerugian yang NYATA.. yayaya.. Demi Masa Sesungguhnya Manusia Dalam Kerugian yang Nyata karena selalu disibukkan dengan ke EGOAN dan ke DIRIannya sendiri.. selalu merasa dan merasa.. merasa bisa ini itu.. merasa tahu ini itu.. merasa paling ini itu.. merasa dirinya bisa dan hebat.. merasa memiliki sesuatu.. merasa berilmu dan beramal shaleh.. merasa paling baik dan benar.. itulah tanda bahwa diri manusia sungguh sungguh tiada mengerti bahwa setiap detiknya waktu yang ada semuanya itu berada dalam Genggaman Tuhan… bahkan Ubun ubunnya berada dalam Kuasa Tuhan…

Bagaimana bisa dikatakan dirinya hidup.. dirinya sudah benar.. dirinya sudah baik.. dirinya sudah beramal.. dirinya berusaha.. dirinya berkemampuan.. dirinya berilmu.. dirinya pandai.. dirinya sukses.. dirinya mendapatkan harta yang berlimpah.. dirinya berkedudukan yang tinggi.. dlll.. dll… dll… Sungguh apakah benar semua itu terjadi karena Daya Upayanya sendiri ???.. Sedangkan Firman ALLAH berkata : Tiada bergerak sebesar zarahpun.. sekecil debu pun.. tanpa IZIN ALLAH.. melainkan semuanya itu pun berada dalam genggaman Tuhan.. bahkan untuk mengangkat tangan, garuk garuk dan ngupilpun manusia hanya bisa karena IZIN ALLAH.. karena Kehendak dan Kekuasaan ALLAH.. bergeraklah alam semesta dan segala isinya tiada lain karena Qudrat dan IradatNYA..

Dan sesungguhnyalah karena Qudrat dan IradatNYA manusia datang ke alam dunia dalam Fitrah diri.. dalam kesucian diri.. dalam kebersihan hati nurani dan keluguan serta kepolosan angan angan akal pikiran.. Dan demi masa.. waktu berjalan berkembang cepat masuk dalam rekaman alam bawah sadar.. dan sang waktu terus mulai mengisi sedikit demi sedikit dengan keduniawian.. alam bawah sadar terus menerus merekam perjalanan lahiriah.. alam bawah sadar dipenuhinya dengan angan angan dan nafsu keduniawian.. perencanaan hidup yang enak dan nikmat menurut akal pikiran masing masing.. terlindaslah manusia oleh kedirian dan keegoannya.. tanpa pernah dirinya menyadari barang sedikitpun.. Sesungguhnya yang UTAMA dan TERUTAMA manusia turun ke dunia yang fana.. untuk melakukan kembali perjalanan bathiniah malahan terlupakan.. tiada terisi perjalanan mental spiritual.. olah rasa.. belajar menjadi orang yang BISA MERASA.. kata embah Gendut.. melainkan terdidik menjadi orang yang MERASA BISA.. tanpa menyadari manusia sedang menggali kuburnya sendiri.. alam bawah sadarnya hanya merekam Materialisme keduniawian..

Sesungguhnya langkah pertama adalah meraih Fitrah diri.. merekam dan mengingat kembali alam bawah sadar kita akan perjalanan sebelumnya.. sangkan paraning dumadi.. mengenal diri sebenar diri.. bukan hanya memikirkan perjalanan dan kesenangan lahiriah dan berolah akal pikiran dan angan angan.. tetapi mulai olah rasa.. melatih mental spiritual.. meningkatkan EQ dan SQ.. menemukan diri sebenar diri.. menjadi manusia meliputi lahir dan batin.. Fitrah Diri Manusia.. Jati Diri Manusia ini sesungguhnya baru merupakan Pintu Gerbang Ketuhanan.. hmm.. Sejujur dan Sebenarnya Tiket masuk pembuka pintu Gerbang Ketuhanan hanyalah satu.. di dalam La Hawla Walla Quwata.. sangatlah mudah untuk mengucapkannya tapi SESUNGGUHNYA SANGATLAH SEDIKIT SEKALI manusia yang menemukan FREKWENSI HATI dari La Hawla Walla Quwata tersebut..

Lanjuuuuuut.. Karenanya mematikan diri itu tidak hanya sebatas mematikan ke AKU an diri.. tetapi yang lebih utama sekekali adalah mati dalam Hidup dan Hidup dalam Mati.. sehingga tiada dikenal lagi baginya.. manakah yang dikatakan Mati ??.. dan manakah yang dikatakan Hidup ??.. selama masih Hidup.. pasti suatu saat akan Mati.. dan apa bila ada Mati pasti ada Hidup.. dan Hidup maupun Mati.. itu adalah Sifat dalam Dunia (Permainan Dunia).. dan di balik kehidupan dan kematian itu….disitulah kehidupan yang sesungguhnya.. yang tidak bisa dikatakan mati lagi dan tidak juga bisa dikatakan Hidup

Kehidupan yang Hidup dalam Hidup-Nya sendiri.. Kehidupan yang berdiri dengan sendirinya.. inilah sesungguhnya Hidup semakin Hidup bahkan tiada di sebut Hidup lagi.. melainkan yang ada hanyalah DIAM dalam ke DIAM anNYA.. Esa dalam ke Esa-anNya tiada antara dan tiada berantara.. maka pandanglah sesuatu itu, maka tidak lah yang di pandang melainkan Ia jua yang memandang.. lebur segala pandangan ke dalam yang memandang.. lenyap segala ragam warna dan bentuk.. musnah segala perbedaan.. hancur lebur.. musnah sudah tak berbekas.. tinggallah DIRI-Nya sendiri dalam ke DIAM an-Nya… yang tiada perbedaan.. yang tiada perpecahan.. yang tiada ragam macam.. hanya SATU dalam ESA.. dan ESA meliputi SATU.. Subhanallaaaaaaaah.. wallahuallaaaaam..

3. julianusginting - 3 Juni 2010 4:48 pm

mencoba untuk blogwalking saja dulu… :-D salam..

4. pengembarajiwa - 3 Juni 2010 9:56 pm

KangBoed….!!!!. Nomor Hp nya gantikah…???
Beberapa kali saya coba sms lalu dijawab salah sambung dan dibalik telp sama dia yg pegang no hp kangboed, suara yg terdengar suara perempuan.
Apa KangBoed ganti nomor….???, kalau iya, tolong saya di kasih nomornya ya….???

KangBoed - 4 Juni 2010 2:52 am

No saya hilang.. tapi dah baru aktif lagi.. silahkan mas.. sms lagi saya tunggu..

salam KANGEEEN.. tuk semuanya..

5. KangBoed - 18 Juni 2010 8:34 am

Kulo Nuwuuuuuuuuuuuun.. Assalamuallaikum.. Punteeeeeeeeeennn..

Yang punya rumahnya mana yaaaaaaaaaaaa kok gak kelihatan

Salam aza dah

6. Yang-Kung - 6 Juli 2010 9:04 am

Salam kangen Mas Zal smg selalu sehat sejahtera.

Ya ….,waktu terus bergulir namun kita tak boleh menyerah.Dalam keadaan krisis kita tidak akan bersikap netral,melainkan berani mengambil sikap yang jelas dan tegas,dan tidak bersikap oportunistis,”asal selamat”.

salam rahayu.

zal - 18 Oktober 2010 12:23 pm

Benar Yang Kung, jelas dan tegas..itu akan menjadi kenyataan yang nyata…

7. lormuria - 27 Agustus 2010 4:07 am

Salam Kenal ehh.. Kangen Bang ZAL… lama
nggak mampir diBloknya Bang Zal..
Salam Waktu aja

zal - 18 Oktober 2010 12:25 pm

Salam kembali Mas Mur, saya juga jarang sekali mengunjungi Blog, sepertinya killing time banget…

8. Filar Biru - 16 Oktober 2010 12:48 pm

Kenapa Allah bersumpah tentang waktu padahal Allah sendiri melarang hambaNya bersumpah bukan atas namaNya?

tolong di jawab ZAL!

SALAM

zal - 18 Oktober 2010 12:30 pm

Mas Filar Biru, untuk sumpah oleh Hamba, sepertinya saya belum menemukan larangan Allah ttg itu, kalau Nabiullah memang ada mengatakan hati-hati dengan ucapanmu dan peringatan itu berulang-ulang diucapkan Beliau..

Jika Allah terbaca bersumpah, maka sebagaimana Allah “bacakan ayat” melalui hambaNYA dimana suatu sumpah adalah yang harus ditepati…maka sumpah Allah menunjukkan keseriusan yang sangat mengenai ayat itu, termasuk pada klas ini adalah ayat dengan awal tsumma kalla…, jangan, sekali-kali jangan….

Filar Biru - 4 November 2010 5:31 am

Saya ada membaca beberapa buku dari AL Qurtubhi kalu nggak salah di dalam buku tersebut di jelaskan kita dilarang bersumpah bukan atas nama Allah namun Allah sendiri bersumpah demi waktu saya lupa apa maksud ketika membaca buku tersebut saya mengerti dan mengangguk2.

tapi sekarang saya lupa lagi

SALAM

9. zal - 27 Maret 2011 11:12 am

ooo, saya belum pernah baca…, mungkin begini logikanya, biasanya kan kalau bersumpah, tentu ada kesanggupan untuk memenuhi apa yang disumpahkan…, mungkin maksud Allah karena hanya DIA yang pasti sanggup memenuhi sumpah, sedangkan makhlukNYA, sesakti apapun dia pasti engga sanggup…kalau terlihat sanggup, pasti DIA juga yang berlaku dibalik itu…,

10. Intan - 28 Agustus 2013 4:00 pm

Semoga kita bisa memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya.

zal - 21 Januari 2014 5:32 pm

aamiin


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: