jump to navigation

Apa benar kita sudah Islam…? 19 Oktober 2008 6:37 am

Posted by zal in Yang direnungkan.
trackback

Pernahkah terbaca olehmu surah Al Hujuraat 14, yaa… yang menggambarkan bahwa Rasulullah SAW, dikabarkan Allah bahwa akan datang kepadanya Arab Badui, yang akan mengatakan bahwa mereka sudah beriman, di ayat itu, Allah juga mengajarkan/ memberitahukan kepada Beliau bahwa mereka itu belum beriman, namun sudah tunduk, sebab Iman belum meresap pada hati mereka…

Tunduk atau bahasa AQnya “Aslamah”, yang ternyata masih terpisah dari “beriman”, lantas apakah kita sudah memasuki “ketundukan”..???, bagaimana kita menyadari ketundukan itu sudah berada pada diri kita, apa lantaran Bapak/ Ibu kita tercatat di KTPnya Agama : Islam, lantas pada saat kita mulai diperkenankan ber KTP, serta merta juga mencatatkan demikian…apa iya.. semudah itu..sementara belum tentu juga si orang tua, maupun si anak adalah orang-orang yang sudah tunduk…(maaf ya..sebab di Al-Hujarat 14, itu mengenai sudah tunduk tidaknya Allah yang memberitahukan kepada Nabiullah Muhammad SAW, dan mungkin perlu kita ingat bahwa bangsa Indonesia, bahkan bukan Arab, jadi ini sekedar mengingatkan bahwa ayat itu bukan sekedar untuk Arab Badui, dan Arab Badui itu hanya “Perumpamaan”)

Sesungguhnya Allah akan memberitahukan kepada Jiwa itu hal ketundukan ini, sebab jika Allah hendak memahamkan Manusia maka Allah akan mengilhamkannya melalui Jiwa/ hati...

Ayo..dech..kita merenungi hal ini…, sebelum kita terlena virus rasa aman bahwa kita sudah dalam kategori tunduk, mari kita mulai dengan membayangkan suatu peperangan dalam perebutan kekuasaan…, setelah sekian lama bertempur yang tidak sedikit memakan korban,,mungkin salah satu dari 2 kubu akan menyerah…apakah benar menyerah berarti sudah tunduk…, mungkin belum ya…sebab menyerahnya salah satu kubu tadi, pastilah diuji lagi oleh kubu yang menang, apakah benar-benar menyerah atau hanya siasat saja….setelah rasa aman ada maka dibuat lagi suatu strategi untuk menghancurkan lawan…lha berarti belum menyerahkan namanya…belum tunduk pada kekuatan lawan….lihat saja ummatnya Nabi Musa AS, padahal mereka benar-benar menyaksikan Kebesaran yang maha dahsyat, laut merah terbelah, dan mereka berjalan diantara gelombang yg tertahan, ..apa yang terjadi sesudah itu..mereka membuat patung sapi emas untuk disembah…

Lho kan ini beda, masak beragama, disamakan dengan perebutan kekuasaan…, yah…demikianlah Allah menggambarkan segala sesuatu dengan perumpamaan…namun apakah kita menyadarinya..???, itulah mengapa Allah mengajarkan kepada kita agar kita bertafakkur…merenung yang dalam…sedalam-dalamnya….selesai satu, lanjut yang lain…terus demikian…bukankah Allah menggambarkan demikian pada AQ Al Insyiqaaq 19.., dan diperumpamakan juga dengan tubuh kita yang bergerak dari bayi sampai kita keriput bongkok..yang entah kapan tersadari oleh kita kapan tubuh ini dirasakan mengembang, koq yang dulunya bayi, beberapa saat sudah sekolah dasar, SMP, dst…membesar…apakah pernah kita rasakan tulang tangan kita memanjang…??? nah demikianlah yang terjadi jenjang pengetahuan yang mengilhami jiwa kita,

Kenalilah diri dengan bertafakkur, sehingga mengenal diri akan diri, dan diri akan Tuhannya..

Begitulah tutur SiBengak, Wallahu a’lam

About these ads

Komentar»

1. dana - 19 Oktober 2008 7:18 am

Saya Islam? Sepertinya belum zal.

2. sitijenang - 19 Oktober 2008 8:54 am

saya baru belajar mengenal diri dulu.

3. aryf - 19 Oktober 2008 10:18 am

memang, siklus itu tidak akan pernah berhenti. Selalu berganti situasi dan kondisinya, waktu demi waktu. Agar kita menyadari tujuan keberadaan kita di muka bumi, utk semakin mendekat padaNya, mensyukuri segala kebesaranNya, bhw hanya Dia yg ada.
Tiada satu pun yg mampu melukiskannya dg tepat. Hanya atas Qudrah dan IradahNya kita diberi kehidupan.

Hanya Allah yg Maha Tau kpn nafas terakhir akan anda hembuskan.

4. Rindu - 19 Oktober 2008 7:31 pm

saya menangis membaca tulisan diatas kang … masih jauh usaha saya saat mencariNYA :(

5. zal - 20 Oktober 2008 11:31 am

::dan., belum memenangkan perang badar…??? ah yang benar dan…atau khabarnya berbeda gambar…

::sitijenang, mulai aja dengan melukis wajah tanpa potret kita dan tanpa cermin… :)

::aryf, koq saya malah curiganya bukan diperlukan kita menyadari tujuan, namun sebagaimana roti dalam oven, yang sudah matang diangkat, yang belum cukup dibalik… :) maaf guyon… namun untuk saya ini jawaban serius lho…

::rindu, jika ada waktu menangis, karena sedih, menangislah saat ini, karena berikutnya rindu akan menangis bukan lantaran sedih lagi, namun lantaran amat sangat bahagia, sebab menyadari keberadaanNYA ditiap apa saja…bak film india, dimana perempuannya mengenali nyayian dari siulan sang lelaki…yang bersembunyi dibalik tiang bangunan meski hanya siulan, namun disadarinya lelaki itu ada disitu… :)

6. agorsiloku - 21 Oktober 2008 5:48 am

Saya juga ingin dan mau dan berharap menjadi seorang Islam….

7. Mr. Brain yang ngga aktif lagi - 21 Oktober 2008 12:54 pm

ada sebuah syair dari sahabat di atjeh sana..

“jika sujudku padaMu karena takut neraka, bakar aku dengan apinya
jika sujudku padaMu karena damba surga, tutup untukku surga itu..”

resapi aja lah maknanya.. saya juga blom nyampe kesitu zal..

*ah ngilang lagi ah.. takut ada M. Sejuki ;)

nb. lupa.. maap lahir batin ya

8. rasyeed - 22 Oktober 2008 6:54 am

Man ‘arafa nafsahu faqad ‘arafa Rabbah? Hmm..

9. esensi - 23 Oktober 2008 3:14 am

iblis saja bisa face to face dan berdebat dengan Tuhan, dengan modal ketundukan semurni-murninya…
*jadi iri*

10. zal - 23 Oktober 2008 5:40 am

;:Mas agor, ‘subhanallazi biyadihilaila”, Allah Yang Maha Suci yang Menyucikan, dan Meperjalankan….

::brain, koq kayak syairnya Rabiah ya…, jling banget yak, tapi tiaitan sirathal mustaqiimnya panjang banget..gosong-gosong deh.., uupps engg juga ternyata ada pengatur waktunyadan suhunya…nyam..nyam…uenaak…
oh ya sama, ..eh kamu engga di australia lagi…udah di jak sekarang ya…

;;rasyeed, kata isa AS, aku bersama Bapa, tiada yang sampai ke Bapa kecuali melalui aku…

::uups jangan dibocorin…, nanti banyak yang salah ngikut, sebab teorinya gaya terbalik…opone..gak bingungin…

11. Mr. Brain yang ngga aktif lagi - 23 Oktober 2008 6:19 am

@ zal

tapi saya dapetnya dari syairnya Ramli orang aceh.. enak deh syair lengkapnya
saya di papua sekarang, tapi mau di kirim ke Oman, mungkin dikasih jalan biar deket ke surga hehehe

12. tren di bandung - 23 Oktober 2008 6:29 am

tertegun. islam saya sesuai rukun. atau hanya karena karuhun. ibadah saja belum terlalu tekun. akhlak belum terlalu santun. saya harus tiap hari minta ampun.
tapi saya ada artikel yang membangun. silakan kunjungi dan kasih komentar yang membuat saya tertegun

http://trendibandung.wordpress.com/2008/10/23/amerika-krisis-indonesia-bangun/

13. zal - 24 Oktober 2008 7:11 pm

::Mr.Brain, bergerak di bidang explorasi agaknya ya…, semoga sukses berat ya…

::Tren di bandung, tertegun dengan commentmu…., apa ada yang sudah sempurna rukunnya…???, ada yang bisa menyempurnakan akhlaknya sendiri.. ???, selalu minta ampun…??? yah semoga selalu bisa…, kalau saya apa yang dibisakanNYA itulah bisa saya…

14. mujahidahwanita - 29 Oktober 2008 7:33 am

Tunduk itu ada beberapa macam: Tunduk karena takut, Tunduk karena patuh dan taat, atau tunduk karena cinta dan sayang.

tinggal kita ingin berada di posisi yang mana?

islam saya….,yah….saya serahkan saja kepada yang mempunyai islam.
karena apa yang menurut saya sudah baik belum tentu baik menurut Allah SWT.

yang penting saya sudah berusaha untuk menjadi yang terbaik menurut saya pribadi, dan agar selalu menjadi yangterbaik maka kita harus sering instrosfeksi diri (tafakkur).

15. almascatie - 1 November 2008 8:21 am

makin jauh kiyai….. :(

16. zal - 1 November 2008 8:23 am

almascatie, welcom back bro, buzz lagi nich…, jauh..iya nich rasanya makin sesat aja… :(

17. Timun - 2 November 2008 11:38 pm

trus, gmn caranya bertafakkur? sekedar merenung? terus merenung? duh ga mudeng

18. zal - 3 November 2008 4:18 am

::timun, segala sesuatu jika cuma dibicarakan tidak/ sulit ketemunya, coba dikerjakan saja…

19. Seo Indonesia Review Kontes - 4 November 2008 3:52 am

Halo Sore… Numpang lewat dulu… Saya mengundang Anda untuk mengikuti Review Kontes…. Maaf kalau komentar tidak sesuai dengan postingan…
Salam.

20. aryf - 9 November 2008 7:14 am

zal, daku mohon maaf padamu…jgn dimasukin ke hati.

*kalo bisa, `makan` aja sekalian :-)*

21. Lumiere - 13 November 2008 6:53 am

err…. :roll: gimana ya kang? *salting*
saya usahakan deh, sebisanya aja (pinjem istilah esensi) “a la kadarnya” aja, boleh?

22. zal - 16 November 2008 10:52 am

aryf, ya kalau dimakan dia bisa masuk kemana saja… :)

::lumiere, ada yang mengatakan, “hanya hanya orang gila yang berharap hasil luar biasa dengan usaha yang biasa-biasa saja…” bagaimana pendapatmu…

23. Lumiere - 16 November 2008 9:55 pm

bagaimana pendapatmu…

yah, berarti kadang2 saya gila kang ^-^

ini ada request (saran suhu sitijenang) mohon ‘petuah’ dahsyatnya di “islam & iman” (gak berani nge-link, ntar dilirik om aksimet)

24. jhon - 25 November 2008 8:36 pm

Mas Zal, wah bagoes bangget nih tulisannya. maap baru bisa koment hari ini. Saya jadi terpahamkan (pinjam istilah mas Zal) sedikit, bahwa ternyata Islam (menurut kepahaman saya sementara ini, juga akibat tulisan mas Zal ini) bukanlah merupakan urutan yang terbawah dari ber-Diin (beragama?). Tapi dia merupakan pokok dari cabang2 seperti Iman, Ihsan, Taqwa, Ikhlas. (maap saya gak hapal urutannya). Sdh islamkah kita terhadap segala ketentuannya? ini tentunya menyangkut dengan sikap ke-berimanan kita, ke-bertaqwaan kita, ke-ihsanan kita, ke-ikhlasan kita. Memang harus selalu kita sadari, bahwa yang berlaku bukanlah kemauan kita, tapi kemauanNya. Bukan begitu mas Zal?

25. jhon - 25 November 2008 9:57 pm

Capaian2/maqom yg kita “didapatkanNya” hanyalah merupakan rahmat dariNya. Turning pointnya adalah bagaimana kita menyikapi segala peristiwa yang terjadi. Dia hanya melihat hati kita, bukankah begitu (lagi) mas Zal? (saya selalu bertanya demkian, krn minta konfirmasi kebenaran menurut yg dipahamkan ke mas Zal). Bukan amalan atau prestasi kita, karena kita ini hanyalah sebutir debu yang digerakkan olehNya. Bukankah begitu mas Zal (loh.., lagi???). Tulisan ini cuma sharing mas Zal, sbg ucapan terimakasih buaat mas Zal yg telah bersedia berbagi ilmu dan pengalaman pad saya dan kawan2 pembaca yang budiman semuanya.

26. zal - 26 November 2008 4:14 am

::mas jhon, ini mas jhon jaiz kah, yang pernah comment di blognya dana, yang selalu pura-pura engga faham itu… :)

ini malah sudah mengembangkannya…dimana bertanyanya…?? he..he, terima kasih sudah berkunjung dan saling sapa…

27. kangBoed - 31 Maret 2009 1:43 pm

AL A’RAAF 2. Sesungguhnya orang-orang yang beriman[594] ialah mereka yang bila disebut nama Allah[595] gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka (karenanya), dan hanya kepada Tuhanlah mereka bertawakkal.
IMAN inilah Ruh atau Jiwa atau Esensi Shallat, shallat masih terputus putus tetapi iman 24 jam sehari tanpa putus, Seseorang tanpa sadar masih tak marah kalau ditanya kenapa kamu gak shallat dia masih bisa jawab sambil tersenyum, tapi coba kalo dia ditanya mengapa kamu gak beriman, he he he dijamin anda dimarahin bisa bisa digamparin… alias ditabokin hehehe…
Ternyata tanpa kita sadari sang diri tahu sekali pentingnya iman dan tak seorangpun yang mau disebut orang tidak beriman, tapi sebelumnya kita juga tetap harus melihat petunjuknya dan memeriksanya kedalam diri kita pribadi masing masing lepas dari menunjuk keluar dari diri kita, karena iman ini adalah urusan yang didalam diri masing masing dan modal terpenting bagi kita dalam melangkah.
Hei orang orang beriman maka akan tergetarlah hatimu ketika mendengar nama Allah,…….
Standar minimalis bagi kita kita semua yang mengaku sebagai orang orang beriman mari mari kita tanyakan kepada hati kita sudah kah kita tergetar ketika mendengar nama Allah, sudahkah hati kita tergetar ketika mendengar panggilan suara adzan membahana di angkasa, sudahkah hati kita tergetar ketika kita berzikir mengingat Allah ? jawab saudaraku, renungkan saudaraku, jangan saling tunjuk karena ini urusan kita masing masing dan akan menjadi pertanggung jawaban kita masing masing ayo jadi orang egois dalam arti yang positif jangan hiraukan yang lainnya tempuhlah jalan kedalam diri sampai engkau menemukan kesejatian.
Getaran hati maknanya sangatlah dalam getaran hati melambang pelbagai hal bisa getar kerinduan, getar ketulusan, getar kasih sayang, getar keikhlasan semua getaran hati tersebut ternyata buah dari cinta. Ternyata hanya cinta yang bisa membangkitkan getaran hati, karena itu mari kita tempuh jalan cinta mulai kita amenyadari semua perjalanan sang diri dan mencoba mulai mencintai Allah lebih sungguh lagi dalam cinta ada ketenangan dalam cinta ada kedamaian dan dalam cinta ada pemurnian.
Hei Jiwa yang Tenang (mutmainah) kembalilah engkau….
Siapa yang mau kembali dan bisa kembali kepadaNYA ternyata jiwa yang tenang bukan jiwa yang bergelombang. Jiwa menjadi tenang ketika dia menempuh jalan cinta menempuh pemurnian cinta pemurnian iman dan mulai merasakan kehadiran yang di cinta ternyata begitu dekat mulai menemukan dan memegang pegangan yang pasti ketenangan yang tidak di buat buat oleh pikiran tapi ketenangan yang muncul dari kesadaran sang Diri, ingat saudaraku ini semua baru standar minimal untuk kembali kepadaNYA, berat sepertinya begitu tapi coba tinggalkan pikiran dan logika kita semua buang semua dalil yang ada kita putihkan dan lemahkan hapus semua perjalanan dan lempar ego jauh jauh dan mulai tempuh jalur cinta, cinta adalah penyerahan diri bulat bulat dalam La Hwalla Walla Quwata maka akan terjadi keajaiban besar bukan kita yang merubah diri kita tapi semua perubahan besar terjadi tanpa kita sadari inilah keajaiban ketika Sang Kekasih bekerja. Bekerja dalam ketak berdayaan kita, semakin kita tak berdaya maka pekerjaanNYA semakin dahsyat…….
Jiwa Yang Tenang adalah jiwa yang berada dalam pelukan cintaNYA sehingga selalu gemetar dalam kerinduan akan sebuah pertemuan……… hmm…..
La Hwalla Walla Quwata karena sudah mengerti segala sesuatu terjadi karena Qudrat dan Iradat Allah atau seijin Allah atau karena ijin Allah dan akhirnya “mengerti dan menyadari keberadaan diri ini yang tak berdaya apa apa” hihiihi….
Aturan dibuat untuk dilanggar, artinya selam aturan itu menjadi bagian luar dari diri kita maka pelanggaran adalah sudah wajar… tetapi jika kita bisa tumbuh menjadi aturan itu sendiri maka walaupun kita sepertinya tidak tahu aturan tapi tetap kita berjalan sesuai aturan dengan otomatis… itu semua hanya ada dalam hidup yang khusuk yaitu dalam ketenangan jiwa… Jiwa yang tenang… Jiwa Mutmainah… sehingga dalam keislaman jiwa yang tenang ini harus bisa dicapai untuk yang mo pulang kembali… jiwa yang tenang adalah fitrah diri kita.. bermodalkan TULUS IKHLAS. SABAR. TAWAKAL. RIDA DAN SYUKUR….. saya jadi ingat sedikit petuah Hirup teh keudah Peurih jeung Narimo Ngaji diri Nahan Nafsu….. yayaya itu semua adalah modal kita untuk meniti shirattal mustakim atw jalan yang lurus untuk kembali kepadaNYA… hancurkan tembok.. temukan ketenangan jiwa… itulah modal segala modal dalam melangkah baik lahir dan batin….

Salam Persahabatan untuk semua saudaraku

28. zal - 31 Maret 2009 11:13 pm

::KangBoed, matur sembah nuwun…atas tambahan pencerahannya…sing muanteb tenaaan iki…,
iki sik cerito…aslamah..wae gurung ketemu, yak opo arep tu’minuun..?
sik dhurung tekan kono cak…, lak..jika wes ketemu adanya ranting patah…barulah memulai berjalan menuju getar…yang bergetar dengan sendirinya…,
dalam jenjangnya kan ada , “seperti suara seruling saja,” sampai disinipun ..sudah ada rasa hanyut…coba aja dengerin nanang qosyim secara live.. , akan riuh rendah bertakbir..Allah..Allah.. pada saat bacaan ketemu wuquf..dengan rytme tinggi…,
miturutku loh…iki miturutku… yooo..Getar itu bukan lantaran suara yg didengar, getar itu seperti batu permata asli yang bergetar saat ketemu dengan batu sulaiman….embuuh…batu opo iku..sewaktu nongkrong nang penjual batu cincin..koq yo ono’ batu sing munyerrr…nyerr…kalau didekatkan dengan batu yang jarene bernama batu sulaiman iku… :)

29. kangBoed - 7 April 2009 9:23 pm

Bismillahirrohmaanirrohiim…………

Subhanallah……
Wal Hamdulillah……
Wa Laa Ilaaha Illallah……
Wallahu Akbar.
Wa Laa Hawla Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil ‘Aliyyil Adziim.

Bergetar seluruh diri ini melantunkan lagu cinta untukMU ya ROBB
Seakan seluruh isi tubuh ini merinding tak tertahankan
Hanyut dalam alunan desah nafas Sang Maha Pengasih dan Penyayang
ooooo Serasa dunia ini semakin indah dan berarti…..
Hidup dalam pelukan Cinta dari sang Maha Pecinta

Ketak berdayaan melandaku
Kelemahan dan kebodohan membuatku semakin rendah
Apalah artinya aku jika tanpaMU… Ya ROBB
pelukan hangat dan desah nafasmu itu Sungguh membuatku selalu baru setiap hari…
hidup bersamaMU sampai akhir nanti itulah doa dan permohonanku…….

Kasih MU………….
Sayang MU…………..
Anugerah MU………….
Kehadiran MU………….
itulah arti hidupku…….

Engkau Baik………….
Sungguh Baik……….
Sangat Baik………
Teramat Baik……
Yaaa Roooobb….

30. zal - 10 April 2009 12:50 am

::oooooo dariKU kembali kepadaKU…, jika AKU, yang tiada selain AKU, apakah ada sumber lainnya kecuali AKU juga bahannya mengapa tak kau kembalikan kepadaKU saja… ooooooo….ya hanya ooooooo

31. kangBoed - 10 April 2009 3:32 am

yayayaya….meliputi lahir dan batin…. lahir tiada batin tiada….. semua telah tiada…. siapakah yang ADA selain si MAHA ADA…. siapa yang tertinggal selain AKU…. siapa yang menuntun selain AKU…. AKU yaya AKU… para nabi berkata AKU… AKU pun berkata AKU…. weleh weleeeeh siapa yang membiar kan diri KU celaka.. oooo tiada…. Muksa……

32. pengembarajiwa - 12 April 2009 9:44 pm

Hmmm….. Luar biasa!!!! Pemahaman yang sangat tinggi sekali. Jika di perkenankan boleh kah saya ikut gabung di sini dan sambil Belajar mencari Sejati Aku KU…????

Wassalam

Pengembara Jiwa yang masih mengembara.

33. zal - 17 April 2009 9:28 am

::KangBoed, ya..ya..ya…yo muksa sampai gak ada…, lho…malah gak syariatan…ayo bekerja..gerakkan jari…jangan diam saja…bergeraklah…
muksa dengan bekerja..dengan tegak, sebab akan berbeda orang yang bekerja dengan yang diam… oooooo

::pengembarajiwa, Subhanallazi biadihi layla, lambang tinggi seperti langit, yang ada diatas kepala, sejajar badan dan diujung bawah telapak kaki..yang mana yang lebih tinggi…, mari bersama saling ajar mengajar…saling mencukupkan satu dengan yang lainnya sebab kita semua hanya sebagian-sebagian yang saling melengkapi bak sebuah bangunan…ibarat kata Nabiullah Muhammad SAW “ibarat sebuah bangunan, dimana jika satu sisi itu ditutup maka akan sempurnalah bangunan itu itulah aku..”

34. Irdix - 19 April 2009 4:30 am

Alhamdulillah sampai hari ini saya masih islam ^^,
atau.. err..
setidaknya itu yang saya niatkan..
*garuk-garuk kepala* eh iya gak yah??
Hehehe..

jelasnggak - 20 Juni 2009 7:35 am

Berarti kamu belum baca yang ini :

http://mengenal-islam.t35.com/favorite.php

jangan marah

lihat saja.

salam

zal - 20 Juni 2009 12:00 pm

::jelasenggak, yah engga pakai marah-marahanlah.., secara naluriah manusia itu mencari kebenaran, meski sebagian besar yang ada belum berani keluar dari rumahnya…, aku terfahami sebenarnya kamu hanya merespon, ya bagiku itu adalah suatu kemajuan, sebab dengan respons ini lambat laun kamu akan melihat deviasi dan persamaan, ini adalah kinerja seorang auditor, yang pada akhirnya menemukan titik terang jalan menemui kebenaran sejati dirimu sendiri, sungguh kebenaran itu tidak terletak diluar ataupun didalam, meski engkau melihatnya di luar atau merasakannya di dalam dirimu…

Satu pernyataan dari seorang yang kukagumi Bung Karno itulah sebutan Beliau yaitu, “jika engkau hendak mengetahui kebaikanku, tanyalah kepada sahabatku, jika kau hendak mengenal keburukanku tanyalah musuhku”, kalimat sedrhana namu bermakna amat luas, dan itulah semua kunci mengenal…

35. kangBoed - 19 April 2009 8:34 pm

Jiwa Mutmainah hmmm…. yayaya sebenarnya mu’min itu adalah jiwa jiwa yang tenang… jiwa yang tenang karena sebuah penyaksian…. yayaya penyaksian di alam ke-4 hehehe alam arwah…. di alam ke-3 ada pertanyaan Bukankah AKU ini TUHANmu…. lalu dijawab YA ENGKAU adalah TUHANku…. tiba tiba para ruh berkata di alam ke-4 YA saya menjadi SAKSI… MENYAKSIKAN…. Syahadat…. bukan hanya lisannya saja tetapi sudah meliputi… sehingga disini mulai terbukalah pintu gerbang ketuhanan….. yayaya…. berusaha RIDHA…. dan menunggu DIA MERIDHAI untuk KEMBALI kepadaNYA… yayaya…. inilah tujuan kita…. inilah sebaik baiknya tempat kembali…..
SALAM SAYANG BOLO_BOLO

36. jelasnggak - 18 Juni 2009 7:08 pm
KangBoed - 19 Juni 2009 12:40 am

hehehehe.. yayaya.. meluncur ke TKP.. biar mBah Zal aja aaah.. cape dah..
Salam Sayang

zal - 20 Juni 2009 12:01 pm

lah..lah wong panjenenagna pun wes pandito ratu koq…, mosok pake cape deh….

37. jelasnggak - 20 Juni 2009 7:33 am

Kalau gitu,

Mengenal ciri-ciri menuju murtadd.

he he he

http://jelasnggak.wordpress.com/2009/06/20/ciri-menuju-murtadd/

38. KangBoed - 29 Juni 2009 2:08 pm

yooo.. opo meneh.. wis katanya tunduk kenapa enda mau tunduk.. dasar manungso.. suruh tunduk wae susah.. hihihihi..
Salam Sayang

39. Kekasihku (2) « kangBoed… - 2 Juli 2009 12:48 am

[...] Salam Rindu.. untukmu Kekasihku…  [...]

40. RUMAHKU « kangBoed… - 1 Agustus 2009 12:39 am

[...] Sayang Salam Cintaa Salam Damai Salam Rindu.. untukmu [...]


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: