Teriakan Allahu Akbaar itu,…mengapa terasa seperti mengcilkanNYA…??? 1 Juli 2008 5:20 am
Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.trackback
Maaf ya…, saya tidak sedang membela Allah Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana itu…Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Beliau engga perlu dibela koq…,
Ya..iyalah…, shalehpun semuanya…tidak menambah apa-apa bagi Allah, bahkan sesatpun semua…enggak mengurangi apa-apa bagi Allah, boro-boro ngebelain…, duh …bisa melakuin sesuatu aja dengan sendirinya berarti saya malah sudah dalam posisi yang menduakan…gak mungkinlah, jika siempunya gerak keluar dari satu sisi tubuh ini saja, lengan misalnya maka tulang dan daging lengan itu gak bakal mampu bergerak…, hanya karena gerakNYA, maka ada gerak koq…
Yah, ini secuil kesan yang hadir, pada saat menonton kasus Monas dan rembetan kasus itu…, dimana pelaku yang berteriak…Allaahuu Akbaar..itu dengan beringas memukuli, menendang dan memporak-porandakan keadaan….waduuh…kasihan benar tuh yang mukulin,…betapa menderitanya dia…lho apa ngga kebalik nih.., bukannya biasanya yang kasihan yang dipukulin…, oh apa iya ya…., mungkin aku ngelihatnya pake cermin kali ya…, jadi kalau ”..ECNALUBMA..” jadi terbaca ”..AMBULANCE..”…,
Kata Allah gini, …”jika semua keinginanmu, dipenuhi oleh Rasul itu, akan payahlah kamu…”…, nah itulah mengapa yang mukuli yang menderita…., sebab sejatinya yang bergerak itu amat sangat lembut, amat sangat sabar, amat sangat pengasih…namun keinginan-keinginan si ”guuoblog” inilah yang membuatnya menderita…, melakukan yang tidak sesuai dengan kehendaknya…
Lalu yang dipukuli…kan sakit amat tuh…, iya sich…, Cuma kan selesai dipukuli…ada yg selesai dari nya…., kan sudah menjalani hukum pukul…, lho…kan yang dipukuli orang yang tidak bersalah…hmmm ..kata siapa… ???… kayaknya sich, setiap kita yang ada di dunia ini pasti menjalani hukum pukul…Cuma bentuk pemukulnya saja yang beda…, jadi terima aja pukulan yang ada…dan hadapi dengan senyuman…
sebab yang terjadi pasti terjadi, engga usah ditunggu sebab bentuknya sangat beragam……namun pasti terjadi…
Tapi apa iya…teriakan Allahuakbar, itu terasa mengecilkanNYA…, engga juga sich.., tergantung cara memandangnya saja, pernah terlihat foto gelombang tsunami membentuk ”..4JJI…” kan …, pena murahan aja pake made in xxx… masak sesuatu yang ajaib engga boleh di made in kan… , Dialah Dzahir, dan Bathin..” kemanapun kamu meandang disana Wajah Allah yang terpandang…”.. apa gitu ya…, engga tahu juga sich..kata orang-orang gitu…jadi saya ngikut aja..
::upps…
saya juga ngikut aja deh… gelar tiker…
mungkin kita sedang membentuk Dia menjadi Bentuk yang sesuai dengan otak kita
::sitijenang…, emang mau kemana…koq ngikut…
::ulan, untuk sisi manusia, ya..sepertinya disesuaikan menurut kemampuan persepsi si manusia, namun DIA kekeh..pada tujuanNYA… jadi… ya saya ngikut aja dech…
Kan yang dianggap adil itu kalo sesui keinginan zal.
::iya sich dan, kan itu yang asyik…
dulu sih besar… tapi makin tua dunia kayaknya makin kecil deh… walo dah make soundsystem 1 juta watt jga kali
wah mantaps..
keep istiqomah
::almascatie, sepertinya semakin kesini, warna KebesaranNYA semakin sempurna, sampai denga masa Nabi Musnah pembredelan satu komunitas masih terjadi, misalnya masa Nabi Nuh, semua ditenggelamkan, masa Musa Massa Fir’aun ditenggelamkan, berlanjut semakin baik…, mungkin memang harus ada yg teriak…agar mengambil pelajaran, yang mempunyai pengetahuan…
ngomong-ngomong genk preman koq jarang diskusi lagi ya…terutama may…blognya jadi jarang update…, apa setelah faham jadi merasa engga perlu dibicarakan lagi…
::hangadamai, tks, Insya Allah… La Haula wala quata illa billah…
mode super OOT on :
sumpah gak ngerti maksute, bagian…apa setelah faham..,dst itu
*menuntut penjelasan*
bang..omong-omong, chat lah sekali-kali, ada banyak yang mo kutanyakan ma abang,
ada beberapa bagian dari tafsiran ayat yang entah kenapa tetap tak bisa kupahami…. nanya y laen malah dikasih teori copas
apa gak makin bengak aku
*muncul mendukung hantu*
Iya zal, ym nya mana zal?
*nyiapin pertanyaan*
::may, bukannya AQ turunnya berangsur-angsur, pada dasarnya setiap turunnya akan diberikan juga hikmahnya, dan seperlu yg menerima, engga berlebih-lebihan sebab itu mubadsir namanya…
cuma saya kayaknya engga pernah menjadi suci, apa mungkin menjadi kitab suci….
::Dan, saya belum pernah melakukan chating, namun akan saya coba ya…, di lazsibul@gmail.com
komentar akan judulnya aja..
“ah itu perasaan kmu kok aja bang… lagian ga ada ukurannya kalee.. pernah aku cobain pakekan bra ukuran 32 ga cocok, 34b juga ga cocok, 38 ga pas.. well aku ga tau deh se..se.. uhmm.. see… errr… apa ya ?.. se..(ini se APA ?? GIMANA ??).. nyerah aja deh saya..”
::nah, aku tau, pasti baca judul…, soalnya memang semua ukuran tak cocok, namun semua ukuran cocok…, dibahas gimana, gak dibahas gimana…biar ada kesibukan aja kali ya Dix…
barangkali para malaekat di atas sono pada ngegumam; “tuh bener ‘kan, kalo manusia pasti bakalan seenak jidat ngerusak…”
.
*jinjit-jinjit, kabur, sebelum digebuki massa!*
::heei essensi…bukannya itu sudah diketahui sebelum penciptaan …dannn…ada tujuannya kan…, bangunan kuno itu dihancurkan untuk membangun sebuah konsep perumahan dan perkantoran elite..eh mungkin dia belum tahu itu…atas itu yg mana…??? *sambil menatap keujung kaki, sebab dibawah kakikupun ada langit…*
he he he… melihat ke atas, tampaklah bumi. melihat ke bawah, kok malah ada langit. mungkin karena dunia terasa makin sempit?
IMO, takbir lebih terasa mengecilkan-Nya bila digunakan dalam kegiatan2 yg mendukung ego2 pribadi maupun kelompok… contohnya takbir yg dikumandangkan pas kampanye partai…
::sitijenang, lha persepsi langit diatas telah menempel dikepalaku puluhan tahun…, namun ya engga salah juga..meski ngiteri bumi yo pancet langit diatas….he…he
::iya to, namun getar pada teriakan, ada juga kali ya resapannya…seperti kata irdix, dipakein BH nomor berapa aja ngga cukup…, maksud irdix kali engga ada ukuran yg bisa mengukurnya, lempar timur bart yg kena, lempar utara, selatan ketiban juga….
kalo yang teriak sambil marah-maragha…
::heruyaheru, kata ada band “adakah ruang dihatimu, untukku, yg mungkin bisa, tuk kusinggahi..”, jadi apapun makanannya, minumnya teh botol….”
Setuju banget, teriakan Allahu Akbar yang bermakna duniawi ukhrowi saat menengadah untuk menghadapnya. Tapi ketika yang dihadapi manusia, sepertinya kalimat itu dipaksa ucap tanpa permisi dulu dengan yang Maha EMpunya.
Zal, maaf lama tak jumpa kita. Sebab libur ngeblog cukup lama…
::Pak Kyai, Alhamdulillah, selamat kempali ke dunia blog, semoga blog santribuntet kembali mengairi dan menyegarkan kedahaggaan atas tulisan-tulisan Pak Kyai….
Nice words Bro…!
Ya, saya setuju dengan Anda. So, let’s move!
Mengajak teman untuk lebih memahami petunjuk hidupnya, Quran, agar hidup lebih terarah dan berilmu.
::Nurisah, Alhamdulillah, semoga Sang Maha Ilmu, Membangun wadah dan mengisinya…
hihihihi…. Mas Zal nyang teriak teriak kaya begono entu belum tahu manunggaling hehehehe…. Allahu Akbar teriak penuh kesombongan widiiiiiiiiiw nyang besar entu sopo yaaa kayanya nyang teriak hehehe
besar kecil besar kecil besar kecil besar kecil dari yang kecil muncullah Yang Maha besar eh eh hmmmmm bener gak yaaaaaaaa atau dari yang besar muncul Yang Maha Kecil hehehe apa gak kebalik yaaaaa maklum jaman uedaaaaaaaan hehehe segalanya kebalik balik
::kangBoed, rasane.. keadaan manusia itu adalah yang maha besar, sekaligus yang maha kecil, ..dipilih…dipilih…teriakan penjaja kaki lima..
banyak sekali sebenarnya ayat ayat yang mencontohkan ayat tersebut baru benar benar afdol jika kita dalam kondisi 0 yayaya alias manunggaling kawulo gusti yang diyakini sebagian masyarakat kita dan mungkin sekaligus ditolak juga oleh sebagian….. padahal seperti contoh yang sampeyan ambil ini…. teriak Allah Hu Akbar penuh dengan kesombongan diri… yayaya… ini adalah salah satu penyaksian sang diri yang telah lenyap dan penghilangan pengakuan atas keberadaan kekuatan dan kemampuan sang diri alias telah lenyap dalam sejatinya wolo wolo kuwoto…. tiada lah sang diri ini meliputi zahir dan bathin…. sungguh penafian hawa nafsu negatif yang luar biasa, sangat dirindukan oleh umat yang mengerti akan kesejatian dan tujuan penciptaan…. yayaya ALLAH mengagungkan namaNYA sendiri… hilanglah sang diri lenyap dalam rengkuhan Sang Empunya diri ini…. oooo luar biasa…. dahsyat maaaan…..