Kotemplasi-Siklus Hidup Agustus 11, 2008, 8:53 pm
Posted by zal in Yang direnungkan.47 comments
Kontemplasi, sepertinya lebih dekat pada maksud “Merenung” atau “Berfikir Lebih Dalam” ketimbang “Sekedar Berfikir”, apalagi “merasa sudah berfikir”,
… Just Kiding…, mungkin dalam bahasa lainnya ”Tafakkur”, dan bagi orang-orang yang selalu melakukannya, Allah memanggilnya dengan “Yaa Tafakkaruun”.
Kami hendak bertanya pada sahabat yang arif lagi berilmu mengenai “Apa tujuan, saya dan segala sesuatu diciptakan“, sebab ini sepertinya jarang tersenggol, sehingga siklus hidup hanyalah sebagai sesuatu yang berlangsung begitu saja, tanpa sentakan fikian,… jadilah pertanyaan yang bergelayut…apa sich perlunya saya dan segala sesuatu ada..????
yaa, rada aneh memang, mengapa yang sudah berlangsung, dan merupakan “Kehendak” Sang Pencipta koq ya..masih harus dipertanyakan…???, apa masih layak dipertanyakan sesuatu yang sudah berlangsung mungkin milyaran atau trilyunan tahun yang lalu…
Yaa.., justru itulah membuat saya bertanya-tanya, sebab yang terpandang pada saya, berlakunya suatu siklus yang teratur atas keberadaan manusia di muka bumi ini, yang terdiri dari
1. Lahir,
2. Tumbuh,
3. Perkawinan (jika Allah Menjodohkan)
4. Berketurunan (jika point 3 terpenuhi) (yg menimbulkan awal baru dari suatu yg bernama “lahir”), dan,
5. Mati (yg merupakan titik akhir dari sebuah jasad yang tadinya lahir) , inilah siklus yang menurut saya berketeraturan, dan berlangsung terus menerus.
Apa tujuan siklus ini berlangsung terus menerus, jika tujuannya disebutkan Allah untuk mengabdi, mengabdi yang bagaimana..,???, apakah dengan menjalankan Rukun Islam saja, lalu bagaimana ”Pengabdian” yang terlahir dari keturunan yang bukan Islam …???, bukankah Allah juga yang menciptakan mereka, termasuk mereka-mereka yg terlahir didaerah pedalaman hutan, seperti Anak Dalam di Jambi, masyarakat Badui di Sunda, Masyarakat Dayak di Kalimantan, yang rata-rata mengimani Tuhannya dengan pola animisme…
Sudilah kiranya Para Arifin memberikan masukan kepada saya….
Billahi Taufiq wal Hidayah Assalamu’alaikum WW
Teriakan Allahu Akbaar itu,…mengapa terasa seperti mengcilkanNYA…??? Juli 1, 2008, 5:20 am
Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.25 comments
Maaf ya…, saya tidak sedang membela Allah Yang Maha Perkasa lagi Bijaksana itu…Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, Beliau engga perlu dibela koq…,
Ya..iyalah…, shalehpun semuanya…tidak menambah apa-apa bagi Allah, bahkan sesatpun semua…enggak mengurangi apa-apa bagi Allah, boro-boro ngebelain…, duh …bisa melakuin sesuatu aja dengan sendirinya berarti saya malah sudah dalam posisi yang menduakan…gak mungkinlah, jika siempunya gerak keluar dari satu sisi tubuh ini saja, lengan misalnya maka tulang dan daging lengan itu gak bakal mampu bergerak…, hanya karena gerakNYA, maka ada gerak koq…
@abahdedhot dalam episode kefahaman “benar” / “salah” Mei 17, 2008, 7:06 pm
Posted by zal in Yang direnungkan.38 comments
Seorang yang kalau Allah perkenankan aku mengambil seorang sahabat, termasuk dalam kriteria yang aku senang jika Beliau menjadi sahabatku, menuliskan dalam ruang comment salah satu postingan ”disini” seperti ini :
NABI-NABI ALLAH… Telah terFAHAMkan betul dengan “lakon” yang diperjalankannya dalam kehidupan. Nyata, terang, jalas tidak tersamar dalam pengamatan pribadinya.
“Benar” dan “salah” adalah unsur hukum, satu paket yang melekat pada perannya sebagai manusia, selayaknya manusia. Paket ini amat sangat diFAHAMinya, ini hanya sekedar “lakon”, tanpa membias kepada sejati pribadinya, RASULULLAH.
Dudukan AKHLAQ dengan tepat, amati bahwa RASULULLAH melekat dengan sifat SIDIQ, AMANAH, FATONAH dan TABLIGH, jangan bergeser dari AQIDAH ini, saksikan dengan senyata-nyatanya penyaksian.
Kisah TAFSIR yang diceritakan, bermakna “pembenaran” atas dalil kemanusiaannya dan kenabiannya. Bila kisah ini tidak di paparkan, maka “peran” sebagai “manusia biasa” (Bashariah Rasulullah) tidak ada pengesahannya. Beliau akan sejajar dengan para malaikat yang statis dalam predikat “benar” yang disandangnya. Bila kisah ini tidak di paparkan, maka “kenabiannya” (yang dianugerahi link access super cepat dengan “BIG BOSS”, sehingga langsung ada “koreksi” dari ke”salah”an manusianya) tidak ada pengesahannya.
“Benar” dan “salah”nya bukan untuk ditiru, bukan untuk dijadikan “pembenaran” saat kita melakonkan “kebenaran” ataupun “kesalahan”.
Kita yang belum terFAHAMkan, kita yang masih mempunyai perasaan “memiliki”, selayaknya senantiasa berharap untuk dianugerahi “keberuntungan”, sehingga terFAHAMkan, eling (dan selaras dengan pola fikir dan salik para NABIALLAH), bahwa kehidupan ini hanya sekedar “lakon” yang sedang digelar, tidak digengggam oleh perasaan eksistensi.
Beginilah jika Beliau jika sedang berada pada alam ”kemelinduran”, lihatlah, rangkaian cerita yang tak bertautan, bergerak dan mengalir begitu saja.
Entah mengapa, saya merasa ini ”harus” saya jadikan postingan sebagai penyampaian maksud apa yang tersyirat dari apa yang disampaikan Beliau , mungkin maksudnya agar saya memahami dari apa yang akan saya tulis nantinya, jika demikian maka saya serahkan saja tangan saya dan fikiran serta unsur-unsur pendukungnya berkolaborasi memahamkan saya dari maksud yang ada…
Yok kita mulai…
Nuding sesat…???, aku punya ceritanya… Mei 3, 2008, 10:58 pm
Posted by zal in Yang direnungkan.35 comments
Fenomena keberagamaan yg belakangan ini mencuat, saling klaim kebenaran, dan tudingan-tudinagan sesat begitu mudah mengalir, tidak tanggung-tanggung bahkan dari Badan Kehormatan dalam Keberagamaan yang memiliki label singkatan MUI , dengan berani melontarkan tentang kesesatan suatu kefahaman, padahal Allah yang menciptakan semua Makhluk tidak pernah mencap makhluqnya dengan sebutan sesat, meskipun DIA menyatakan dalam Al Qur”an “KU tunjuki yang KU kehendaki, KU sesatkan yang KU kehendaki”, namun Allah nggak pernahkan ngasih tahu kepada siapapun, siapa saja yang Beliau sesatkan itu…, atau siapa saja yang sudah Beliau beri petunjuk…
lanjutan dongengan…
“HARUSKAH KU MATI” April 3, 2008, 9:21 am
Posted by zal in Yang direnungkan.25 comments
BAGAIMANA MESTINYA
MEMBUATMU JATUH HATI KEPADAKU
TELAH KUTULISKAN SEJUTA PUISI
YAKINKANMU MEMBALAS CINTAKU
HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU UNTUK MEMILIKIMU
ADAKAH KEIKHLASAN
DALAM PALUNG JIWAMU MENGETUKKU
AJARKANMU BAHASA PERASAAN
BIAR HATIMU TAK LAGI MEMBEKU
HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU TUK MEMILIKIMU
TIADAKAH RUANG DIHATIMU UNTUKKU
YANG MUNGKIN BISA TUK KU SINGGAHI
HANYA SEKEDAR PENYEJUK DISAAT KU LAYU
BISA MENANTIMU HINGGA AKHIR MASA…
HARUSKAH KU MATI KARENAMU
TERKUBUR DALAM KESEDIHAN SEPANJANG WAKTU
HARUSKAH KURELAKAN HIDUPKU
HANYA DEMI CINTA YANG MUNGKIN BISA MEMBUNUHKU
HENTIKAN DENYUT NADI JANTUNGKU
KUTAKUT TAK BERAPA SUCI HATIKU TUK MEMILIKIMU
BY ADA BAND
Adakah yang bisa mengabariku …
mengapa ku selalu miris setiap ku mendengar lagu ini
mengapa dia selalu memanggil tangisku untuk melesak keluar..
adakah suara lain dibalik suara si Dony…yg menyuarakan kalimat sama…
adakah yang bisa mengabariku…???
Islam..going to - nya semua agama…??? Maret 13, 2008, 11:18 pm
Posted by zal in Yang direnungkan.60 comments
Mohon maaf bagi yang merasa beragama selain Islam, dan mohon maaf juga bagi yang merasa sudah beragama Islam, tulisan ini bukan bertujuan meliberalkan agama atau mengagamakan liberal, ini hanya sekedar kontempelasi dangkal….
Nanar… Maret 2, 2008, 12:59 am
Posted by zal in Yang dialamikan.31 comments
Bercermin ku malam ini…
Menatap dua bola mataku ….
Lama kutatap tak berkedip…
Masih terlihat diriku yang congkak nan pongah…
Buta…???, buta apaan…. Februari 19, 2008, 5:50 am
Posted by zal in Yang direnungkan.24 comments
Jika ditanyakan kepada kita, apa makna kata “buta” bagi kita…, kira-kira jawaban akan beragam, namun yang terbanyak akan menjawab “mata yang tidak dapat melihat..”, sampai disini, jawaban ini benar enggak sih..???, …saya kirapun jawaban akan beragam… namun mungkin jika pandangan mata kearah orang buta (tuna netra) maka akan menjawab, “ya benarlah…lihat saja matanya kan memang tidak melihat…, sampai disinipun argumennya benar sebab, memang ada bukti yang terlihat, berbedanya orang melihat dengan orang buta….Jikapun kita lanjutkan argumen kita, mengenai “buta” ini dengan mengapa Tuhan menciptakan orang buta, bisa jadi jawaban seperti : itu “karma” sebab orang tuanya…bla..bla…, atau “itu “rahasia” Tuhan siapa tahu kalau dia melihat maka akan berbuat yang tidak baik…, sampai disini, adakah yang salah dari jawaban-jawaban itu…???
Perjalanan Setetes Air… Februari 14, 2008, 12:15 pm
Posted by zal in Yang direnungkan.34 comments
Sahibul hikayat, setetes air yang jatuh dari dedaunan kedalam kumpulan air di telaga….
Setetes air tadi berteriak minta tolong, agar dia dikeluarkan dari kumpulan air telaga tadi…
Toloooong… angkat aku dari kumpulan air rendah ini…
Mendengar teriakan ini tetesan lainnya menoleh…., mengapa engkau sebut kami kumpulan air rendah…
(lagi…)
Mau Jadi Orang Beruntung atau Pandai…??? Februari 1, 2008, 6:11 pm
Posted by zal in Yang dialamikan, Yang direnungkan.66 comments
Seorang temanku bertanya kepadaku, jika ada pilihan bagi kita, mau jadi orang beruntung atau menjadi orang pandai yang mana yang dipilih…???, lalu aku balik bertanya, kalau kamu memilih yang mana…???..
Lalu dia menjawab, “kalau boleh memilih, aku memilih menjadi orang pandai, sebab orang pandai tahu apa yang dia lakukan dan kepandaian akan abadi, sedangkan orang beruntung, bisa jadi tidak mengetahui apa yang terjadi padanya, hanya peruntungan saja yang memihak hanya suatu kebetulan, dan itu tidak abadi…???
Lalu berlansunglah dialog….